
Ketika selesai visite aku duduk dengan santai diruanganku sambil mendengarkan music, sambil menunggu nanti siang akan ada jadwal operasi kecil, aku merindukan seraut wajah manis itu,biasanya setiap pagi aku akan melihatnya, bersama visite dipagi hari, atau aku akan sekedar mampir ketempat dia jaga mencari cari alasan hanya untuk dapat melihat dia, padahal hampir setiap hari kami bertemu dan pulang bersama, namun aku merasa selalu merindukannya, saat itu terdengar suara ketukan pintu.
"Masuk!" ucapku
Pintu terbuka dan kudapati seraut wajah manis yang sedang aku rindukan, dia berjalan masuk sambil tersenyum
"Pagi mas...lagi sibuk?" sapa nya
"Pagi sayang, wah surprise kamu datang, ayo duduk disana" ujarku sambil mengajaknya duduk di sofa "Mau minum apa Fris?" lanjutku bertanya
"Ah tidak usah mas, aku hanya sebentar singgah, aku bawakan sarapan untuk mas,ini aku masak sendiri" ujarnya sambil menyodorkan sekot tempat makan
"Wah... terimakasih sayang, tau aja aku belum sempat sarapan tadi pagi. ayo makan sama kita" ujarku sambil mengambil tempat bekal yang disodorkan Frisca langsung aku buka dan wangi aroma nasi goreng langsung menyentuh indra penciumanku, Wah wanginya saja sedap pikirku.
"Aku sudah sarapan tadi mas, aku kesini cuma mau bilang minggu depan datang ya keacara kelulusan kami, boleh gak kalau aku mengundang mas sebagai pasanganku bukan sebagai pembimbingku" ujarnya pelan
Aku tertawa mendengar pertanyaan Frisca "Ya ampun sayang ya tentu saja boleh lah, kenapa tidak aku memang pacar kamu kan?"
"Tapi disana nanti akan banyak Dokter Dokter lain mas, semua Dokter senior bangsal anak akan hadir apa mas tidak malu"
__ADS_1
"Frisca berapa kali mas bilang, mas tidak pernah malu untuk berjalan disampingmu dan menggandeng tangan mu sekalipun itu nanti didepan direktur rumah sakit ini, selama ini mas jaga jarak dirumah sakit bukan karena mas malu untuk mengakuimu pacar mas, tapi lebih menjaga kamu, karena kamu masih mahasiswa bimbingan mas, agar tidak ada omongan yang tidak enak tentang kamu nanti, tapi sekarang kamu bukan bimbingan mas lagi, kamu sudah rekan sejawat tidak ada alasan lagi buat mas jaga jarak darimu, mas akan datang ,mas jemput kamu nanti kita datang bersama nanti akan mas kenalkan pada seluruh Dokter rumah sakit ini kalau kamu adalah pilihan mas" Ujarku menjelaskan pada Frisca
"Ah..mas baiklah kalau begitu, hemn aku permisi dulu ya mas, aku masih ada janji ketemu dengan yang lain, untuk menyelesaikan urusan dikampus" pamit Frisca
"Oke hati-hati dijalan ya sayang, nanti kabari kalau sudah selesai, nanti pulang praktek mas akan singgah ke apartemenmu"ujarku sambil mengelus rambutnya
"Baik mas, tapi kalau mas lelah ya gak perlu singgah, mas juga butuh istirahat"
"Aku tidak akan lelah apalagi hanya untuk berjumpa dengan mu, itu malah akan menambah semangat ku"
"Hemn..baiklah nanti makan malam ditempatku saja, akan kusiapkan masakan untuk mas"
"Sipp.. itu yang mas suka hahahaha..."ujarku sambil menoel hidungnya.
Lagi asik menikmati sarapan dari Frisca terdengar ketukan pintu, belum sempat aku menjawab suster Martha sudah masuk dengan panik
"Dok..maaf saya masuk, Dok tolong itu di UGD sedang ribut, istri Dokter Anton sedang marah marah dengan suster Wina" jelas suster Martha dengan panik
"Istri Dokter Anton??? Kenapa dia marah marah dengan suster Wina suster? ada masalah apa?"Tanya ku bingung karena setauku istri Dokter Anton tidak pernah datang kerumah sakit ini apalagi membuat onar seperti itu.
__ADS_1
"Itu dengar dengar sudah berapa kali istri Dokter Anton datang kerumah sakit mencari Dokter Anton dan selalu tidak ada.Nah kebetulan pagi ini ada yang bilang kalau Dokter Anton ada diruang UGD ternyata Dokter Anton sedang berduaan dengan suster Wina diruang UGD, Dokter Anton kedapetan istrinya sedang memegang tangan suster Wina Dok makanya istrinya langsung melabrak Dokter Anton dan Suster Wina. bahkan Dokter Rian juga yang kebetulan ada disana kena imbasnya, menurut pengakuan istri Dokter Anton Dokter Rian juga suka bermain dengan suster suster muda dirumah sakit ini Dokter Rian tidak terima omongan Dokter Anton mereka hampir adu jotos Dok, untung masih sempat di pisahkan oleh satpam yang ada di UGD" jelas Suster Martha
"Astaga...Dokter Anton. Baiklah saya akan segera ke UGD" aku ikut beranjak keluar menuju ruang UGD, ketika tiba di UGD disana masih terlihat Dokter Anton terduduk dengan lesu, sudut bibirnya robek sepertinya akibat jotosan, sedangkan istrinya masih mengomeli suster Wina yang duduk tertunduk tidak berani membantah sedikit pun omelan istri Dokter Anton. tak jauh dari tempat duduk Dokter Anton terlihat Dokter Rian duduk di apit kedua satpam sambil terus memandang dengan tatapn marah ke Dokter Anton, sedang kan beberapa Dokter dan perawat yang sedang bertugas di UGD memperhatikan mereka sambil sesekali berbisik bisik. Begitu melihatku datang Dokter Rian, Dokter Anton dan Suter Wina langsung berdiri sedangkan Dokter dan perawat yang lain pura pura mencari kesibukan.
"Selamat siang ibu Anton" sapaku pada istri Dokter Anton
"Eh Dokter Stefan, selamat siang Dok" jawab istrinya agak terkejut melihat kedatanganku.
"Ada masalah apa ini bu?"
"Maaf Dokter Stefan saya membuat kekacauan diruang UGD ini tapi saya sudah tidak tahan dengan perilaku Dokter Anton ini makin saya diamkan kok semakin tidak tau diri"
Aku merasakan beberapa mata memandang kami, bahkan beberapa pasien yang sedang ditangani oleh petugas medis UGD sempat sempatnya mendengar pertengkaran ini, tidak mau wibawa seorang Dokter jatuh dihadapan pasiennya aku ajak mereka ngobrol keruangan ku
"Baiklah, mari kita selesaikan masalah ini diruangan saya bu, Dokter Anton, suster Wina dan Dokter Rian mari ikut saya keruangan saya, kita selesaikan ini secara baik baik, kita semua adalah orang orang berpendidikan tidak baik bertengkar sampai dilihat pasien seperti ini"ujarku "Suster Martha tolong panggilkan Dokter Febrian agar Dokter Febrian juga bisa memberikan jalan keluar dari masalah ini" perintahku pada suster Martha
"Baik Dok" bergegas suster Martha menuju ruangan Dokter Febrian sedangkan kami segera menuju ruanganku.
Setiba diruanganku aku minta mereka duduk sebentar sembari menunggu Dokter Febrian tiba. Tak berapa lama Dokter Febrian tiba aku meminta mereka menjelaskan pokok persoalannya dimulai dari istri Dokter Anton yang pertama, lalu Dokter Rian yang tidak terima difitnah oleh Dokter Anton dan pembelaan dari Suster Wina kalau dia dan Dokter Anton tidak ada hubungan apa apa, Dokter Antonlah yang selalu mengejar ngejar Suster Wina hanya kebetulan pada saat di UGD Dokter Anton sedang memegang tangannya dan pada saat itu istrinya masuk sehingga kelihatan seperti mereka sedang berpegangan tangan.
__ADS_1
Mendengar penjelasan itu Dokter Febrian sangat marah kepada Dokter Anton "Kamu ini sudah mencoreng wajah Dokter rumah sakit ini Anton, kamu sadar kamu itu seorang Dokter wibawamu sangat tidak kamu jaga, bagaimana pasien melihatmu mengerjar ngejar suster sampai keruang UGD buat malu saja kamu" Cerca nya marah kepada Dokter Anton" Dokter Stefan saya tahu ini adalah wewenang anda tapi usul saya supaya Dokter Anton untuk sementara ini diberikan hukuman skorsing dan tolong bersihkan nama baik Suster Wina dan Dokter Rian.masalah Dokter Anton dengan Istrinya biar Dokter Anton yang menyelesaikan nya berdua. Saya pamit dulu masih ada operasi yang menunggu saya, Dokter Stefan saya tunggu laporan nya dimeja saya sore ini, Selamat siang" sambung Dokter Febrian segera bangkit dan beranjak keluar.
Aku menarik nafas dengan berat, keputusan yang sulit karena sebenarnya sudah beberapa kali aku mendengar isu tentang Dokter Anton ini, padahal dia adalah Dokter yang handal, cuma sifat playboynya itu tidak berubah dari dulu. akhirnya aku putuskan untuk menskorsing Dokter Anton selama seminggu dan membuat surat perjanjian tidak akan pernah melakukan halhal yang bisa merugikan rumah sakit. dan meminta maaf secara langsung ke Dokter Rian.Akhirnya masalah selesai pikirku saat mereka bertiga beranjak keluar ruangan ku.