
Setelah pertarungan final pertarungan antar keluarga pertarungan pertama
antara Irwan Si Pendekar Tanah Tinggi melawan Badrol Si Pendekar Raksasa Tanah dan Irwan menang,kini giliran Adi maju ke pertarungan selanjutnya.
"Baiklah pertarungan selanjutnya akan diadakan dua jam lagi disini".Gajah Tapa mengumumkan bahwa pertarungan selanjutnya akan diadakan sebentar lagi.
"Huuh,cari makan dulu ah".Adi pun mencari makan di sekitar desa Ujung Sadar.
"Mau kemana kamu Adi?".Tiba-tiba saja Guru Natha mengejutkan Adi.
"Guru!!bikin terkejut saja".Adi terkejut karena tiba-tiba Guru Natha keluar dari cincin.
"Oh ini lagi mencari warung makan sekalian jalan-jalan di desa ini sebelum pertarungan selanjutnya dimulai".
"Baiklah kalau begitu".
Selama beberapa menit Adi terus berjalan untuk mencari warung makan dan akhirnya sampai juga di Warung Makan Gandara.
"Permisi".Adi akhirnya masuk ke Warung Makan Gandara.
"Silahkan".Seorang pelayan mempersilahkan masuk.
"Wah ramai sekali".Kata Adi dalam benaknya saat melihat warung makan itu ramai.
"Silahkan mas mau pesan apa?".Pelayan itu menyodorkan kertas untuk pesanan.
"Hem,nasi goreng dengan teh manis".Adi akhirnya memesan nasi goreng dengan teh.
"Oke mas,silahkan duduk dan tunggu".Pelayan akhirnya meninggalkan Adi dan pergi ke dapur untuk menyiapkan pesanan Adi.
"Ramai sekali tempat ini".
"Sepertinya karena ada Pertarungan Antar Keluarga oleh sebab itu ramai".
"Iya juga ya guru".
"Adi sepertinya dari tadi kulihat ada seseorang yang lagi melihat mu dari kejauhan sepertinya ia mata-mata".
"Jadi apa yang harus kulakukan guru?".
"Kamu bersikap seperti biasa saja kita tunggu saja dia mau apa".
Akhirnya pesanan Adi pun sampai.
"Silahkan mas dinikmati".
"Oke terima kasih".
Adi akhirnya memakan dengan lahapnya nasi goreng dengan teh manis.
"Aaahh kenyang juga akhirnya".
"Kratak kratak".
Dan tiba-tiba saja datang dari atas atap warung datang seorang pendekar berbaju merah dan memakai tali di pinggangnya yang menghancurkan atap warung.
"Sepertinya kamu memata-matai ku ya?siapa kamu sebenarnya?".Adi bertanya pada seorang pendekar yang menghancurkan atap dan yang memata-matai nya.
"Aku bukan siapa-siapa,aku akan mengetes kekuatan mu".
"Hem".
Pendekar itu langsung menyerang Adi dengan ajian nya.
"Ajian Macan Menerkam Mangsa".
Dengan kecepatan yang tinggi pendekar itu menyerang Adi dengan ajiannya.
"Prak!".
"Baam".
Adi terpental sampai keluar dari warung makan.
__ADS_1
"Gagaga,rasakan itu".
"Sepertinya kamu ingin membunuh ku,baiklah aku akan serius".
"Pukulan Penghancur Batu".
"BAMMM".
Pukulan Penghancur Batu ditahan oleh pendekar itu dengan tangannya.
"Hem,sepertinya orang ini kuat".
Adi menarik Golok Rimau dari sarung di pinggangnya.
"Bagus,ayo keluarkan seluruh kekuatanmu"
Setelah Adi mengeluarkan senjata goloknya,Adi langsung mengeluarkan jurusnya.
"Sambaran Api".Adi langsung menyerang pendekar itu dengan golok nya.
Dengan tenangnya pendekar itu menahan serangan Golok Rimau.
"Kuat sekali orang ini".Gumam pendekar itu dalam benaknya.
"Adi sepertinya ia adalah lawan untuk mu yang bagus untuk menguasai Golok Rimau".Kata Guru Natha menyatakan bahwa pendekar itu adalah lawan yang bagus untuk Adi.(hanya Adi yang bisa mendengar dan melihatnya).
"Hem,iya guru".Kata Adi dengan semangat yang tinggi dan membara".
"Sebenarnya apa mau mu?".Adi menanyakan apa mau pendekar itu yang tiba-tiba saja menyerangnya.
"Tidak usah banyak tanya,jika kamu bisa mengalahkan ku maka aku akan menjawabnya".
"Macan Kumbang".Pendekar itu memanggil hewan dengan jurus pemanggil.
Langit menjadi gelap dari arah timur datang Macan Kumbang yang langsung menyerang Adi dengan cakarnya,lalu Adi menghindar dengan Gerakan Kilat dari ajian pendekar itu dan mengeluarkan jurusnya.
"Rawa Bara".Kata Adi mengeluarkan jurus goloknya.
Luas rawa-rawa yang dibuat Adi sekitar 500 meter,kedalaman mencapai 10 meter.
Hingga hampir membuat sebuah lubang yang dalam dan luas dan warung makan Gandara hampir saja ikut terjatuh ke dalam lubang yang dibuat Adi.
Lalu pendekar dan Macan Kumbang itu terperosok ke dalam rawa-rawa itu.
"Apakah sudah selesai".
Tiba-tiba dari rawa-rawa yang panas itu pendekar itu menaiki Macan Kumbang
dan keluar dari rawa-rawa bara api.
"Gagaga,bagus sekali rasakan lah kekuatanku ini".Pendekar itu mengeluarkan jurus terkuatnya.
"Terima ini".Dengan cepat pendekar itu menyerang Adi dengan menaiki Macan Kumbang dan saat ia hampir mendekati Adi ia langsung melompat dari punggung Macan Kumbang dan langsung menyerang Adi dengan kekuatan penuh.
"Ajian Tapak Hancur Bumi".
Adi belum sempat menghindar dan Ajian Tapak Hancur Bumi mengenai perutnya,Adi terpental jauh sampai puluhan meter dan mengeluarkan dari darahnya.
"Rasakan lah kekuatan penuh ku itu, Gagaga".Pendekar itu langsung mengejar Adi.
"Huh hah hah".Dengan nada lelah dan perut sakit karena terkena Ajian Tapak Hancur Bumi Adi berdiri dan menyiapkan Tenaga untuk menyerang balik pendekar itu.
"Pukulan Penghancur Gunung".Adi mengeluarkan jurusnya dan mengenai tangan pendekar itu dan ternyata tangan pendekar itu sekeras batu.
"Gagaga,tangan ku ini sudah ku latih hingga hampir menjadi sekeras besi".Kata pendekar itu sambil tertawa.
Dengan luka-luka yang hampir parah Adi menyerang pendekar itu dengan goloknya.
"Golok Rimau:Tusukan Mematikan".Lalu Adi mengeluarkan jurusnya dan langsung menyerang pendekar itu yang belum sempat menghindar karena lengah dan mengenai sisi perutnya.
"Aaahhh".Pendekar itu terkena serangan Golok Rimau Adi,mulutnya mengeluarkan darah dan perutnya mengeluarkan banyak sekali darah.
Pendekar itu tidak menyerah setelah terluka parah setelah menerima tusukan Golok Rimau,ia langsung mengumpulkan Tenaga Dalam yang begitu besar untuk menyerang balik Adi.
__ADS_1
"Ayo Macan Kumbang".
Macan Kumbang menyerang Adi dengan menggunakan cakarnya,tapi Adi menghindar dengan Gerakan Kilat dan hampir saja badannya terkoyak oleh Macan Kumbang itu,tapi ternyata di belakang Adi telah ada pendekar itu yang telah selesai mengumpulkan Tenaga Dalam.
Adi belum sempat menghindar karena di depannya ada Macan Kumbang dan di belakangnya ada pendekar itu Adi terkena jurus pendekar itu dan membuatnya terluka setelah terkena pukulan disisi punggungnya.
Adi pun terpental jauh hampir puluhan meter dan membuat tanah retak.
"Aaahh".
"Jangan menyerah Adi,ayo kerahkan seluruh kekuatan mu fokuskan Tenaga Dalam mu di tangan untuk mengeluarkan Jurus Pukulan Penghancur Meteor".
"Siap guru".
Lalu Adi mengumpulkan Tenaga Dalam di tangan nya.
"Pukulan Penghancur Meteor".
"Ajian Tapak Tahan Banting".Pendekar itu juga mengeluarkan jurusnya.
"DUUUUUARRRRR".
Ledakan yang dihasilkan oleh kedua jurus begitu besar hingga membuat tanah menjadi retak dan berapi-api.
"Wah wah,sepertinya telah terjadi pertarungan disini".Kata seorang Dukun yang melihat bekas pertarungan antara Adi dengan Pendekar itu.
Adi tergelatak di tanah dengan badan hampir terluka parah,sementara pendekar itu terluka parah dan mengeluarkan banyak sekali darah,Macan Kumbang telah hilang setelah terkena benturan kedua jurus Adi dan pendekar itu.
"Adi makan lah obat ini".Guru Natha memberikan Adi obat untuk menyembuhkan badan yang terluka.
Adi memakannya dan meminum air yang ada di botol bambu yang di bawahnya.
"Huh,sepertinya badan ku telah sembuh semua,terima kasih guru".
"Tak perlu berterima kasih karena itu adalah tugas ku".
"Mari kita lihat pendekar itu".
"Siap guru".
Lalu Adi melihat pendekar itu yang terluka parah hampir tidak bisa berdiri.
"Kasih dia obat ini".
"Siap guru".
Lalu Adi memberi pendekar itu obat yang diberikan oleh Guru Natha dan memberikan minum pendekar itu dari botol bambunya.
"Wah,sepertinya aku sudah sembuh".
"Terima kasih karena kamu telah menolong ku padahal tadi aku hampir saja membunuhmu".
"Tidak apa-apa".
Adi mengulurkan tangannya untuk mengajak pendekar itu berdiri.
"Sepertinya aku harus menceritakan apa yang sebenarnya terjadi ya?".
"Ya".
"Hmm,aku adalah seorang pendekar dari keluarga Permana dari Suku Hasyh dari kota Ramaraya,aku kesini sebenarnya untuk memata-matai Pertarungan Antar Keluarga,tapi setelah melihat mu di pertarungan aku ingin mencoba kekuatan mu".
"Oh iya,nama ku Rama Permana,dan kamu siapa nama mu".
"Hem,nama ku Adi Iskandar".
Adi akhirnya berteman dengan Rama dan berpisah setelah membayar biaya kerusakan yang telah di lakukan nya.
"Oke kalau ada waktu kita pasti akan berjumpa lagi,sampai bertemu lagi Adi".
"Oke,sampai jumpa Rama".
Pertarungan Adi dan Rama terjadi begitu sengit,dan akhirnya Adi memenangkan pertarungan tersebut.
__ADS_1