
Guru Natha dan Pak Tua Cahtra terus bercerita tentang masa lalu yang telah mereka alami.
"Jadi bocah Natha mengapa kamu bisa dengan Adi".Kata Pak Tua Cahtra bertanya kepada Adi mengapa Guru Natha bisa ada dengan Adi.
"Iya itu karena aku dimasukan dalam cincin roh dan cincin rohnya sampai ke sebuah pulau di Suku Balai,dan anak ini mengambil dan menemukannya".Kata Guru Natha menjawab pertanyaan Pak Tua Cahtra.
"Jadi begitu,sepertinya ini adalah takdirmu untuk bertemu dengannya".
Kata Pak Tua Cahtra kepada Guru Natha.
Sementara itu Adi masih tetap berlatih jurus dari gulungan yang diberikan oleh Pak Tua Cahtra dan jurus itu adalah Jurus Semburan Badai Angin.
Pertama-tama Adi belajar dasar-dasarnya yaitu menarik nafas lalu mulai belajar cara mengeluarkan Jurus Semburan Badai Angin.
Adi memulai mengeluarkan Jurus Semburan Badai Angin dengan menghirup dan menyedot angin di sekitarnya ke dalam mulutnya hingga ia merasa cukup,lalu bersiap untuk mengeluarkannya dengan mengalirkan Tenaga Dalam ke mulutnya dan mulai mengeluarkan Jurus Semburan Badai Angin.
"Jurus Semburan Badai Angin".
"Busssssssss".
Jurus Semburan Badai Angin mengenai pepohonan di tempat yang Adi tuju,
pohon itu tertembus dan menjadi bolong.
Lalu Adi mencoba Jurus Semburan Badai Angin lagi,menuju ke arah pepohonan yang telah ditembusnya tadi.
"Jurus Semburan Badai Angin".
"Buuuussss".
Pohon itu jatuh dan langsung rubuh karena Jurus Semburan Badai Angin yang dikeluarkan oleh Adi.
Kemudian Adi terus mengeluarkan Jurus Badai Angin hingga pohon yang rubuh tadi hancur lebur karenanya.
"Jurus ini sepertinya sangat hebat".Kata Adi dalam benaknya.
Sementara itu Guru Natha masih berbicara dan bercerita dengan Pak Tua Cahtra.
"Memangnya apa yang membuat tingkatan beladiri paman menjadi rendah seperti ini".Kata Guru Natha bertanya kepada Pak Tua Cahtra tentang mengapa tingkatan beladirinya menjadi rendah.
"Iya itu karena ada seseorang yang menyerang ku dari belakang,saat itu aku sedang perjalanan pulang dari misi,lalu orang itu langsung menyerangku dengan diam-diam".Kata Pak Tua Cahtra menjawab pertanyaan Guru Natha.
"Mengapa paman tidak membalas orang itu?dan juga apakah paman tahu siapa orang yang menyerang paman?".
Kata Guru Natha bertanya kepada Pak Tua Cahtra.
"Karena saat itu aku sedang kelelahan dan juga orang itu meracuni dan menghancurkan tingkatan beladiri ku,sepertinya tingkatan beladiri orang itu jauh di atas tingkatanku,aku tidak tahu siapa orang itu,yang jelas tingkatannya jauh di atas tingkatanku".
Kata Pak Tua Cahtra kepada Guru Natha.
"Ternyata seperti itu,maafkan aku yang tidak bisa menolong mu ini paman".Kata Guru Natha kepada Pak Tua Cahtra.
"Tidak apa-apa".Kata Pak Tua Cahtra kepada Guru Natha.
__ADS_1
"Anak ini sepertinya memiliki potensi yang luar biasa dalam seni beladiri".
Kata Pak Tua Cahtra kepada Guru Natha.
"Iya paman,menurutku juga begitu,ia adalah orang yang mempunyai tekad yang kuat,seseorang pernah berkata kepada ku,dalam hidup kita memerlukan tiga hal yaitu,tekad,tenaga dan tujuan".Kata Guru Natha kepada Pak Tua Cahtra.
"Memang kita memerlukan hal itu,walaupun hidup singkat,tapi kita bisa membuat banyak pengalaman dan belajar dari banyak kegagalan untuk keberhasilan".Kata Pak Tua Cahtra kepada Guru Natha.
"Benar paman".Kata Guru Natha kepada Pak Tua Cahtra.
"Terima kasih atas pencerahannya paman,mari kita lihat hasil dari latihan Adi".Kata Guru Natha mengajak Pak Tua Cahtra melihat Adi yang sedang latihan.
"Ayo".Kata Pak Tua Cahtra mengiyakan saja dan langsung menuju ke arah tempat Adi berada.
Sedangkan Guru Natha langsung masuk ke dalam cincin roh yang sedang dikalungi Adi.
"Bagaimana Adi?apakah kamu telah menguasai Jurus Semburan Badai Angin yang ada dalam gulungan yang telah kuberikan tadi".Kata Pak Tua Cahtra bertanya kepada Adi apakah ia sudah menguasai Jurus Semburan Badai Angin.
"Baru menguasainya sedikit Pak Tua Cahtra,sepertinya aku masih harus banyak-banyak belajar cara mengendalikan Tenaga Dalam dan juga cara membuat elemen menjadi lebih kuat dan terkendali".Kata Adi kepada Pak Tua Cahtra.
"Jadi begitu,baiklah mari kita belajar dasar-dasarnya terlebih dahulu".Kata Pak Tua Cahtra kepada Adi.
Lalu Pak Tua Cahtra mengajari Adi cara untuk mengendalikan Tenaga Dalam dan membuat elemen menjadi lebih kuat dan terkendali.
Pertama-tama Pak Tua Cahtra mengeluarkan Jurus Semburan Badai Angin.
"Jurus Semburan Badai Angin".
Beberapa pepohonan hancur lebur karena Jurus Semburan Badai Angin yang dikeluarkan oleh Pak Tua Cahtra.
"Tenaga Dalam itu ibarat lautan,jika kita mengendalikannya maka kekuatan yang akan dikeluarkan akan besar,dan jika tidak bisa mengendalikannya maka ia akan tidak terkendali".
"Inti dari Jurus Semburan Badai Angin adalah menghisap dan menyedot angin dan udara dari alam yaitu menggabungkan Tenaga Dalam dengan Tenaga Alam menjadi kekuatan kita,karena itu jangkauan dan hasilnya akan menjadi lebih besar dan kuat".
"Selama kamu bisa mengendalikan Tenaga Dalam,maka kamu akan bisa menyerap Tenaga Alam untuk dikendalikan menjadi kekuatan mu".Kata Pak Tua Cahtra menjelaskan tentang Tenaga Dalam dan Tenaga Alam kepada Adi.
"Aku paham maksud Pak Tua Cahtra,baiklah akan kucoba seperti apa yang Anda katakan tadi".Kata Adi kepada Pak Tua Cahtra.
Lalu Adi memulai menyerap Tenaga Alam ke mulutnya hingga terserap banyak,pertama-tama Adi tidak bisa mengendalikannya,tapi setelah beberapa kali mencoba akhirnya ia bisa mengendalikannya.
"Coba terus sampai kau bisa Adi".Kata Pak Tua Cahtra kepada Adi.
"Baiklah".Kata Adi kepada Pak Tua Cahtra.
Kemudian setelah menyerap Tenaga Alam dan mulai dapat mengendalikannya,Adi mulai mengalirkan Tenaga Dalam ke mulutnya agar serangan menjadi lebih besar dan kuat.
Adi mulai mengeluarkan Jurus Semburan Badai Angin dari mulutnya.
"Jurus Semburan Badai Angin".
"DUUUUAARR".
Pepohonan yang dituju Adi menjadi hancur karena Jurus Semburan Badai Angin yang dikeluarkan oleh Adi.
__ADS_1
"Bagus..Adi,lanjutkan belajar jurus dan melatih beladiri dengan semangat dan motivasi yang tinggi".Kata Pak Tua Cahtra kepada Adi.
"Tapi ingat Adi,satu hal yang harus tidak kamu lupa,janganlah sombong dan jangan menggunakan ilmu beladiri mu kepada jalan yang salah dan tetaplah pada jalan yang benar".Kata Pak Tua Cahtra mencerahkan Adi.
"Terima kasih atas pencerahannya Pak Tua Cahtra,aku tidak akan lupa pada apa yang telah Anda katakan dan ajarkan".Kata Adi kepada Pak Tua Cahtra.
Lalu Adi berpamitan dengan Pak Tua Cahtra dan kembali ke tenda tempat Guru Braja dan yang lainnya berada.
Setelah itu Adi tidur dan beristirahat sebentar untuk melepas penat dan lelah karena melatih ilmu beladiri.
Keesokan harinya.....
"Haahh,lelah juga".Kata Irwan yang baru bangun dari tidurnya.
"Hah?mana yang lain?".Kata Irwan bertanya-tanya kemana Adi dan yang lainnya.
"Sepertinya mereka sudah diluar atau mereka meninggalkan ku disini sendirian disini?".Kata Irwan bertanya-tanya dalam benaknya.
Lalu Irwan keluar dari tenda dan melihat bahwa Adi dan yang lainnya telah siap-siap untuk pergi melanjutkan perjalanan.
"Guru...mengapa meninggalkanku sendirian disini?".Kata Irwan bertanya kepada Guru Braja.
"Iya itu karena kamu tidak bisa dibangunkan,ya sudahlah bersiap-siaplah".Kata Guru Braja kepada Irwan.
Lalu Irwan bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan mereka.
"Hal ini sepertinya sudah pernah terjadi".Kata Irwan bertanya dalam benaknya.
Setelah selesai,akhirnya Guru Braja dan Adi membakar tenda dan barang-barang yang tidak diperlukan,agar tidak diketahui oleh musuh.
"Jadi guru mengapa barang-barang ini dibakar semua?".Kata Irwan bertanya kepada Guru Braja.
"Itu karena musuh yang kita hadapi bukanlah orang biasa?".Kata Irwan bertanya kepada Guru Braja.
"Iya memangnya siapa guru?".Kata Saphira juga bertanya kepada Guru Braja.
"Menurut penuturan dari Weghar dan juga analisa pada apa yang terjadi, sepertinya musuh yang kita hadapi adalah Setan Kober dari Desa Rembanta,ia adalah orang yang memimpin Desa Rembanta sekarang dan ia termasuk dalam orang yang dicari yang terdapat dalam buku pencarian buronan".Kata Guru Braja memberi tahu Adi dan yang lainnya.
"Jadi begitu,Hem...apa yang akan kita lakukan selanjutnya guru".Kata Adi bertanya kepada Guru Braja.
"Kita akan ke Desa Rembanta yang ada di ujung Pulau Sabalik ini untuk mengantarkan anak ini".Kata Guru Braja kepada Adi dan yang lainnya.
INFO
Desa Rembanta
Desa Rembanta adalah salah satu dari empat desa yang ada di Pulau Sabalik,
Kepulauan Lubuk Bangau,Suku Sialang.
Desa Rembanta menjadi salah satu desa yang menghasilkan benang untuk dibuat menjadi pakaian.
Desa Rembanta dikuasai oleh orang-orang dari Keluarga Purnawisma yang juga salah satu keluarga besar di Kepulauan Lubuk Bangau,Desa Rembanta adalah desa yang kaya akan sumber daya alam,Desa Rembanta terletak di antara Desa Waru dan Kota Certuputa.
__ADS_1