
"Baiklah jadi begitulah rencananya".ACAY mengatakan rencananya kepada Tim 3.
Lalu ACAY dan Tim 3 akhirnya keluar dari persembunyiannya.
"Kalian pengecut".Kata Ular Lokasari dengan cepatnya menyerang ACAY dan Tim 3 yang baru keluar dari persembunyian.
Ekor Ular Lokasari melesat ke arah Adi dan hampir mengenainya tapi,Adi mengelak dengan Ilmu Gerakan Kilat dan mulai menarik Golok Rimau dari punggungnya.
"Sreeettttt".
Ekor Ular Lokasari terkoyak dan mengeluarkan darah dan hampir saja tidak terkoyak begitu dalam.
"Aaaaghhhhh".
"Bocah gila".Ular Lokasari berteriak keras karena kesakitan.
"Kali ini kalian akan mati".Ular Lokasari mengeluarkan nafsu dan aura membunuhnya.
Mengetahui mereka akan diserang lagi oleh Ular Lokasari,Guru Braja langsung menyusun rencana untuk mengalahkan Ular Lokasari,yaitu dengan berpencar.
Dengan pilihan yang cepat Adi langsung mengeluarkan Jurus Tapak Harimau Ganas,dengan Ilmu Gerakan Kilat mengimbanginya Adi langsung menyerang Ular Lokasari.
"Semuanya mari kita serang Ular ini dengan jurus terbaik yang kita punya".Adi mengajak yang lain untuk mengeluarkan jurus terbaik yang mereka punya.
Irwan langsung mengeluarkan jurusnya.
"Elemen Tanah:Tanah Runcing".
Saphira langsung menarik pedang Brataga nya.
"Brataga:Sabetan Maut".
Guru Braja langsung mengeluarkan Jurus Tapak Naga Penghancur dan ACAY mengeluarkan Ajian Naga Membelah Langit.
Dari semua jurus yang dikeluarkan oleh Tim 3 dan ACAY menghasilkan kekuatan yang besar dan ledakan yang begitu kuat.
"Apakah ini berhasil?".Kata Irwan yang bersiap siaga jika Ular Lokasari masih hidup dan akan menyerang.
"Sssssssss".
Dan ternyata Ular Lokasari terluka sangat parah hampir semua tubuhnya terluka parah.
"Baiklah akan ku akhiri ini dengan cepat".Lalu Adi mengeluarkan jurusnya.
"Pukulan Penghancur Meteor".
"DUUUUUARRRRR".
Jurus Pukulan Penghancur Meteor tepat mengenai kepala Ular Lokasari dan membuat kepalanya mengeluarkan darah yang sangat banyak.
"Sepertinya ini Mustika Merah Delima milik Ular Lokasari".Lalu Adi menghampiri Ular Lokasari yang sudah terkapar tak berdaya lagi dan mengambil Mustika Merah Delima yang ada di kepala Ular Lokasari.
Lalu Adi memasukkan Mustika Merah Delima ke dalam sebuah kotak yang telah di siapkan untuk meletakkan Mustika Merah Delima.
"Akhirnya misi ini selesai".Kata Irwan yang kesenangan karena misi pertama nya akhirnya selesai
__ADS_1
"Baiklah karena misi kalian telah selesai,ikuti aku".Lalu ACAY mengajak Tim 3 untuk naik ke atas lubang dengan menggunakan Ilmu Pindah Tempat.
Setelah menyelesaikan misi mereka untuk mendapatkan Mustika Merah Delima milik Ular Lokasari akhirnya Tim 3 pulang dari misi.
Mereka tidak melewati Gua Ujung Agam,tapi melewati hutan dan menuju Gunung Jakaraksa.
Tapi saat hampir setengah perjalanan,ACAY menghentikan langkahnya.
"Ada apa CAY?".Kata Adi yang menanyakan kenapa ACAY menghentikan langkahnya.
"Sepertinya aku sampai sini saja,kita akan berpisah disini,sampai jumpa lagi".Kata ACAY mengucapkan selamat tinggal kepada Adi.
Setelah sama-sama mengucapkan selamat tinggal ACAY dan Tim 3 melanjutkan perjalanan mereka sendiri-sendiri.
Sementara itu,tidak jauh dari Tim 3 berada...
"Apa Perguruan Rajabunga sungguh sangat kuat dan hebat".Kata salah seorang pendekar yang bertanya kepada temannya.
"Tentu saja,sebab kata orang,Perguruan Rajabunga itu salah satu pusatnya para pendekar,bahkan salah satu dari pendekar Perguruan Rajabunga adalah pahlawan.
Pendekar lain lagi ikut pula menimpali perkataan temannya.
"Oh! hebat juga Sampai sedemikian hebatnya!"
Seru kedua orang pendekar tadi,yang diikuti pula oleh para pendekar lainnya.
Pendekar tadi jadi semakin bersemangat untuk bercerita mengenai Perguruan Rajabunga,karena enam orang kawannya itu merasa tertarik oleh ceritanya.
Tapi belum lagi cerita itu sempat diteruskan,tiba-tiba terdengar suara tawa yang berkumandang di sekitar tempat mereka berada.
Tawaan itu semakin besar,tiba-tiba orang yang bersuara sudah berdiri di hadapan mereka.
Tujuh orang pendekar itu tersentak ketakutan dan gemetar bagai disengat Lebah yang sangat beracun,wajah mereka mendadak pucat Pasih karena rasa kaget yang luar biasa.
"Seeeeeee.....tttttaaa...aaannnnnn".
Teriak tujuh orang pendekar itu dengan tubuh gemetar.
Mereka serentak saling berangkulan satu sama lain dan bersiap siaga jika orang itu melakukan sesuatu.
Sebab bagaimana mungkin orang itu tiba-tiba muncul dihadapan mereka, tanpa diketahui dari mana dan kapan datangnya,seperti angin yang datang dengan tiba-tiba.
Enam orang pendekar lain ketakutan dan gemetar,sementara pendekar yang bercerita tadi mengetahui bahwa orang yang dihadapan mereka itu pasti memiliki kesaktian dan kepandaian yang tinggi.
"Kalian semua hati-hati,sepertinya dia orang hebat".Kata pendekar yang bercerita tadi.
Lalu enam orang pendekar yang telah dapat meredakan kekagetannya itu segera bangkit sambil bersiap siaga untuk menyerang orang itu.
"Apa ada masalah Kisanak dengan kami?".Ujar salah seorang dari tujuh orang pendekar itu,tanpa meninggalkan kesopanannya.
"Mengapa Tuan menghina kami?bukankah kita tidak saling kenal?siapa Tuan sebenarnya?"
"Wararararara".
Orang yang bertubuh tinggi besar dan badannya dipenuhi oleh bulu-bulu,muka nya ditumbuhi oleh bewok dan dagu yang ditumbuhi jengot itu mendengus dengan kasarnya.
__ADS_1
"Siapa yang menghinamu,Anak Muda?Kalau aku menghinamu,kau mau apa?".
Kata orang itu dengan suara yang lantang dan nada yang menantang.
"Hem,Orang Gila! Rupanya kau adalah orang sombong yang merasa paling pandai dan benar,sehingga tidak ingin mendengar kelebihan orang lain,kami sedang berbicara di antara kami sendiri, lalu apa urusannya denganmu,Orang Gila? Kami ingin bercerita apa pun, itu adalah urusan kami! Lantas,apa semua itu ada hubungannya denganmu?".
Jawab pendekar itu lagi semakin berani, karena sama sekali tidak merasa bersalah.
"Warrrrraaaaaaa,semakin berani saja kau bicara dengan mulutmu yang kotor itu! Tahukah kau,dengan siapa kau berhadapan? Kalau kesabaranku habis, bisa-bisa mulutmu itu ku koyakkan.
Ancam orang itu,karena merasa kalah bicara dengan pendekar yang ternyata lebih pandai bicara dari pada dia.
"Huh! Tentu saja aku tahu sedang berhadapan dengan siapa".Jawab pendekar itu dengan nada yang serius.
"Waaraaaaaaa,Rupanya kau sudah mengenal diriku,wahai Anak Muda! Jadi siapa namaku? Jika kau tahu maka bisa saja kau akan ku ampuni".Teriak orang itu.
Rupanya dia merasa senang karena namanya sudah dikenal sampai sedemikian jauh dan terkenal.
"Hem,aku tahu!".Jawab anak muda itu sambil tersenyum dan tertawa kecil.
"Engkau adalah manusia kera yang gila dan bodoh yang mengurusi masalah orang lain".
Setelah berkata seperti itu meledaklah tawa enam orang pendekar lainnya,Ini karena mereka dapat membalas hinaan orang itu tadi.
Dan ternyata orang itu tersentak dan terkejut karena hinaan mereka,wajahnya yang semula berseri gembira itu mendadak gelap.
Matanya menjadi berwarna merah seperti darah,auranya menjadi lebih gelap dan hitam pekat seperti orang yang akan membunuh,karena selama hidupnya belum pernah dia mengalami hinaan yang seperti itu.
Masalahnya adalah sampai saat ini tidak ada seorang pun yang berani menghina tokoh sesat macam dirinya yang kejam seperti iblis,jangankan menghina,baru mendengar namanya saja orang-orang pasti akan lari terbirit-birit.
"Hem,aku akan menghisap darah kalian karena telah menghinaku! Dengarlah baik-baik! Aku adalah Karajaga dari Hutan Salemba,akan kubunuh kalian semua dan ku robek-robek tubuh kalian semua".Kata orang itu mengancam 7 pendekar itu.
Suaranya begitu keras dan memekakkan telinga 7 pendekar itu,mendengar ancaman itu,7 pendekar ketakutan dan pucat pasih mukanya.
Mereka tidak pernah menyangka kalau mereka akan berjumpa iblis itu di tempat ini,terutama pendekar yang menghinanya tadi.
Mereka pernah mendengar kekejaman Karajaga dari Hutan Salemba yang suka makan daging manusia,terutama daging anak muda yang merupakan kesukaannya.
Ketujuh pemuda itu pun ketakutan hingga tergambar jelas ketakutan di wajah mereka yang pucat pasih bahkan ada yang terkencing-kencing karena ketakutan.
INFO
Karajaga
Ras:Siluman(Kera)
Pekerjaan:Penjaga Hutan Salemba
Julukan:Karajaga dari Hutan Salemba,Karajaga Sang Perobek
Karajaga adalah seorang siluman yang berbentuk kera,ia adalah penjaga Hutan Salemba yang mengelilingi Gunung Jakaraksa.
Kebanyakan orang Suku Sialang telah mengenalnya sebagai seorang siluman yang kejam dan suka memakan manusia,tapi semenjak Syahrul Iskandar menjadi Ketua Suku Sialang,ia pun berhenti memakan manusia.
Karajaga telah hidup sejak zaman Raja Keenam Kerajaan Jayakarsa,ia telah banyak melihat manusia yang baik dan buruk.
__ADS_1