
Setelah Naga Bahuwirya dan Irwan menggabungkan jurusnya menjadi satu dan langsung menyerang Weghar yang ada di bawah Naga Bahuwirya yang sedang mengelilinginya.
"DUUUUUARRRRR".
Benturan keras antara jurus gabungan dari Irwan dan Naga Bahuwirya dengan jurus dari pisau Matta milik Weghar.
Setelah terjadi benturan keras itu Weghar terpental hingga beberapa meter dari tempatnya,dan Irwan dan Saphira yang sedang menaiki Naga Bahuwirya hampir saja melayang menjauh dari punggung Naga Bahuwirya,tapi dengan cepat Naga Bahuwirya menyelamatkan mereka.
"Matta:Hunus Tajam".
Ketika Irwan dan Saphira yang sedang menaiki Naga Bahuwirya sedang kelabakan karena melayang-layang,Weghar dengan tiba-tiba dan cepat langsung mengarahkan pisau Matta nya ke arah Irwan dengan Ilmu Lompat Katak miliknya.
Irwan terkena tusukan dari pisau Matta milik Weghar di sekitar perutnya dan membuat Irwan mengeluarkan darah dari mulutnya.
"Aaagagagh".
"Serang mereka".Kata Weghar menyuruh Narkha yang telah dikendalikannya menyerang Irwan dan Saphira.
"Aghhhh".
Saphira juga terkena ayunan dari Tongkat Sugara milik Narkha yang telah dikendalikan oleh Weghar.
"Ghargharghargharghar".
"Rasakan itu kalian berdua".Kata Weghar kepada Irwan dan Saphira yang telah terluka.
Sementara itu tidak jauh dari tempat Irwan dan Saphira yang sedang bertarung dengan Weghar,Adi sedang mengarah ke tempat mereka.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang?menyelamatkan Guru Braja atau menyelamatkan Irwan,Saphira dan tiga pendekar muda yang tersisa".Kata Adi berpikir dalam benaknya.
"Adi,sepertinya ada orang yang mengarah kesini dan sepertinya itu guru Braja mu".Kata Guru Natha yang tiba-tiba keluar dari cincin dan memberitahu bahwa Guru Braja mengarah ke tempat Adi.
"Jadi begitu guru,terima kasih guru karena telah memberitahuku".Kata Adi berterima kasih kepada Guru Natha.
"Adi,mengapa kamu disini?apa kamu selamat?dan dimana Irwan dan Saphira serta tiga pendekar muda yang tersisa?".Kata Guru Braja yang datang tiba-tiba dari semak-semak dan mengarah ke tempat Adi berada.
"Aku tadi mengalahkan salah satu dari orang berbaju hitam itu dan aku selamat dari serangan mereka dan menang dalam pertarungan melawannya".
"Irwan dan Saphira sedang melawan seorang berbaju hitam yang membawa pisau di tangannya dan tiga pendekar muda yang tersisa sepertinya mereka melawan dua orang berbaju hitam yang lainnya".Kata Adi menjelaskan apa yang terjadi kepada Guru Braja.
"Hem,Jadi begitu".Kata Guru Braja menerima penjelasan Adi.
"Hem,jadi apa yang akan kita lakukan selanjutnya guru?".Kata Adi bertanya pada Guru Braja.
"Kita temui Irwan dan Saphira dulu,
karena sepertinya dua orang berbaju hitam yang melawan tiga pendekar muda yang tersisa telah kalah".Kata Guru Braja menjawab Adi.
"Baiklah kalau begitu guru".Kata Adi mengiyakan saja.
"Adi,dua temanmu yang lain di arah sini,ajak Guru Braja ke sana".Kata Guru Natha memberitahu Adi tempat pertarungan Irwan dan Saphira dengan Weghar.
"Guru,menurut instusi ku mereka berdua di arah ini guru".Kata Adi memberi tahu guru Braja tempat Irwan dan Saphira.
"Hem,baiklah kamu pimpin jalannya untuk menuju kesana".Kata Guru Braja mengiyakan saja pendapat Adi.
__ADS_1
"Baiklah guru".Kata Adi kepada Guru Braja.
Lalu Adi dan Guru Braja menuju ke tempat pertarungan Irwan dan Saphira dengan Weghar.
Sementara itu Irwan dan Saphira masih terus melawan Weghar walaupun tubuh mereka telah berdarah-darah dan dari mulut mereka telah mengeluarkan banyak darah.
"Sepertinya aku sebentar lagi akan kehabisan Tenaga Dalam,jadi apa yang harus kita lakukan selanjutnya?jika kita terus seperti ini kita akan kalah sebelum Adi dan yang lainnya datang".Kata Saphira kepada Irwan.
"Iya,aku juga telah banyak kehabisan Tenaga Dalam dan sepertinya kepala ku juga pusing dan hampir saja aku akan pingsan dan hilang kesadaran".Kata Irwan menjawab Saphira.
"Jadi bagaimana ini?".Kata Saphira bertanya lagi kepada Irwan.
"Hem,kita lakukan apa saja yang bisa kita lakukan sekarang,kita harus menahan orang ini sebelum Adi dan yang lainnya datang".kata Irwan menjawab Saphira.
"Baiklah,jika itu katamu maka ayo kita lakukan apa yang harus kita lakukan,aku hanya bisa menggunakan dua jurus lagi dan bagaimana dengan mu Irwan?".Kata Saphira bertanya lagi kepada Irwan.
"Aku juga menyisakan sedikit Tenaga Dalam dan aku hanya bisa menggunakan satu jurus lagi sepertinya".Kata Irwan menjawab pertanyaan Saphira.
"Apa yang kalian ocehkan?".Kata Weghar yang menyerang dengan tiba-tiba dari belakang tempat persembunyian Irwan dan Saphira.
"Kalian berdua bersembunyi di semak-semak ini rupanya,Narkha bunuh mereka?".Kata Weghar menyuruh Narkha yang telah dikendalikan olehnya menyerang Irwan dan Saphira yang sedang bersembunyi di semak-semak.
"Samtana:Ledakan Tanah".
"Matta:Hunus Tajam".
Terjadi benturan antara kedua jurus Irwan dan Weghar,tapi Weghar dengan cepatnya langsung menyerang Irwan yang sedang kewalahan karena sempat berlari dan Irwan terkena tusukan di tangannya.
"Aghhhh".
"Ghargharghargharghar".
"Cuma begitu saja sudah kalah,
bangunlah bocah!".Kata Weghar menginjak-injak muka Irwan untuk membangunkannya.
Sementara itu tidak jauh dari tempat Irwan yang sudah terkapar,Saphira melawan Narkha yang telah dikendalikan oleh Weghar.
"Hiaaah".
Saphira terus mengarahkan pedang Brataga nya dan menyerang Narkha,tapi Narkha dengan cepatnya dapat menghindar dari pedang Brataga milik Saphira.
"Rasakan ini!".
"Brataga:Sabetan Mematikan".
"Sraaakk".
Sabetan dari pedang Brataga menggores dada dan perut Narkha dan membuatnya mengeluarkan banyak darah,tapi Narkha yang telah mengeluarkan banyak darah tetap berdiri karena ia telah dikendalikan oleh Weghar.
"Ah hu".Saphira menarik nafas karena kepalanya telah pusing dan tenaganya hampir saja habis.
"Sepertinya aku akan kalah,aku akan terus bertarung dan bertaruh pada jurus terakhir ku ini".Kata Saphira dalam benaknya.
Lalu Saphira mulai menyerang Narkha lagi dan mulai mengeluarkan jurus pedang Brataga nya dengan sisa Tenaga Dalam nya.
__ADS_1
"Brataga:Sabetan Mematikan".
"SRAAAK".
Tubuh dari Narkha terbelah menjadi oleh sabetan pedang Brataga milik Saphira.
"Hah,akhirnya ia kalah".Kata Saphira dalam benaknya.
Tapi ternyata kemenangan itu tidak berlangsung lama,Narkha yang telah dikendalikan oleh Weghar itu,tubuhnya langsung tersambung kembali dan mulai berdiri untuk menyerang Saphira.
"Wusssss".
Tongkat Sugara milik Narkha yang telah dikendalikan oleh Weghar itu melayang ke arah kepala Saphira yang hampir saja hilang kesadaran dan pingsan,tapi ternyata dihadang seseorang yang datang dengan tiba-tiba.
"Apa kamu tidak apa-apa Saphira?".Kata Adi menyelamatkan Saphira dengan menahan Tongkat Sugara milik Narkha yang menyerang Saphira dengan tiba-tiba.
"Aku baik-baik saja,terima kasih karena telah menyelamatkanku".Kata Saphira berterimakasih kepada Adi yang telah menyelamatkannya.
"Tidak masalah".Kata Adi menjawab Saphira.
"Jurus Pukulan Penghancur Batu".
"BAAAAMMMMMM".
Jurus Pukulan Penghancur Batu mengenai perut dari Narkha dan membuatnya terpental hingga beberapa meter dari tempatnya.
Lalu Adi terus menyerang Narkha dengan pukulannya,tapi ternyata setelah banyak darah keluar dari tubuhnya,
Narkha masih tetap berdiri walaupun ia hampir kalah.
"Orang ini tidak mudah dikalahkan".Kata Adi dalam benaknya.
"Adi,orang ini sudah digerakkan,untuk mengalahkannya bakar saja dia".Kata Guru Natha memberi saran kepada Adi.
"Baiklah guru,akan kulakukan".Kata Adi mengiyakan saran gurunya.
Lalu Adi menarik Golok Rimau dari sarung di punggungnya dan mulai mengeluarkan jurus goloknya.
Adi mulai mencari cara untuk mengalahkan Narkha dan mencari titik lemahnya.
"Golok Rimau:Api Harimau".
Api Harimau dari jurus Golok Rimau langsung membakar tubuh dari Narkha hingga membuatnya menjadi tengkorak yang berapi-api,tapi sebelum mengeluarkan jurusnya Adi terlebih dahulu menusuk Narkha dengan goloknya hingga beberapa kali tusukan dan akhirnya Narkha kalah dari pertarungannya melawan Adi.
INFO
Irwan Zulkifli
Ras:Manusia(Keluarga Zulkifli,Suku Sialang)
Julukan:Irwan Si Pendekar Tanah Tinggi
Irwan Zulkifli atau biasa dipanggil dengan nama Irwan adalah seorang pendekar muda dari Kota Rejabangun,Negeri Lebak Pakam.
Irwan bertujuan untuk menjadi seorang pahlawan hebat yang bisa memimpin sukunya menjadi suku yang di hormati oleh suku lain,pedang Samtana adalah senjatanya,pedang Samtana termasuk beberapa puluh senjata terkuat di Negeri Lebak Pakam yang ada di Suku Sialang.
__ADS_1