
Lalu Karajaga yang tubuhnya telah menjadi besar dan seperti raksasa langsung mengecil setelah pingsan.
"Aaagagagh".Karajaga mengeluarkan darah dari mulutnya.
Beberapa ribu pohon tumbang karena pertarungan antara Adi dan Karajaga dan membentuk sebuah padang yang luas tanpa pepohonan.
"Sepertinya aku kalah".Kata Karajaga yang hanya bisa berbicara tapi tidak bisa menggerakkan anggota tubuhnya.
Lalu tidak berapa lama Adi pun sampai di tempat Karajaga yang telah kalah.
"Apakah kamu masih ingin bertarung?".Kata Adi bertanya kepada Karajaga.
"Tidak,sepertinya ini kekalahan ku,sesuai janjiku silahkan kalian pergi dengan tenang meninggalkan Hutan Salemba ini".Karajaga menepati janjinya dan menyuruh Adi untuk meninggalkan Hutan dengan tenang.
"Hem,tapi sebelum kami pergi aku ingin belajar satu jurus dari mu".Adi mengajukan rencananya untuk belajar jurus kepada Karajaga.
"Jurus apa yang ingin kamu pelajari Anak Muda?".Karajaga menanyakan jurus apa yang ingin dipelajari Adi darinya.
"Aku ingin belajar Jurus Tangan Kegelapan".Kata Adi menjawab pertanyaan Karajaga tentang jurus apa yang ingin dipelajarinya dari Karajaga.
"Baiklah jika itu mau mu,aku akan mengajarimu Jurus Tangan Kegelapan,tapi aku lagi dalam keadaan seperti ini".
"Ambil gulungan ini".Lalu Karajaga mengeluarkan gulungan dari dalam cincin penyimpanannya.
"Baiklah,tapi sebelum itu sebaiknya kamu menyembuhkan diri".Adi menyuruh Karajaga untuk menyembuhkan diri.
"Baiklah".Lalu Karajaga mengambil Pil Pemilih dan Cairan Penyembuh Luka dari dalam cincin penyimpanannya.
Setelah dari tempat Karajaga tergeletak,Adi langsung mencari tempat Tim 3 dan tiga pendekar muda yang tersisa.
"Huh ah".Adi menarik nafas lega setelah mencari dan akhirnya menemukan Guru Braja dan Tim 3 serta tiga pendekar muda yang tersisa.
Pertama-tama Adi menyelamatkan Saphira dan Irwan yang masih terjebak dalam Jurus Tangan Kegelapan milik Karajaga.
Lalu Adi menyelamatkan tiga pendekar muda yang tersisa dan Guru Braja.
Setelah itu Adi memberikan Pil Pemulih dan Cairan Penyembuh Luka kepada Tim 3 dan tiga pendekar muda yang tersisa.
"Akhirnya selesai juga".Setelah menyembuhkan Tim 3 dan tiga pendekar muda yang tersisa Adi mulai mencari tempat untuk bertapa.
"Sepertinya ini tempat yang cocok untuk bertapa".Kata Adi saat menemukan tempat yang cocok untuk bertapa.
Lalu Adi memulai pertapaannya di atas gundukan batu yang sangat besar.
Setelah beberapa lama bertapa Adi akhirnya bisa mengumpulkan dan mengembalikan Tenaga Dalam nya.
Dan juga memulihkan tubuhnya yang terluka menggunakan Pil Pemulih dan Cairan Penyembuh Luka yang tersisa.
"Akhirnya tubuhnya tidak sakit lagi".Kata Adi dengan senangnya karena telah sembuh dan pulih Tenaga Dalam nya.
Setelah itu Adi mencari tempat untuk mempelajari Jurus Tangan Kegelapan.
Lalu Adi mulai mempelajari Jurus Tangan Kegelapan dari gulungan yang diberikan oleh Karajaga kepadanya.
Adi mulai mengeluarkan Jurus Tangan Kegelapan.
__ADS_1
"Jurus Tangan Kegelapan".
Tangan-tangan kegelapan atau hitam mulai keluar dari tanah.
"Sepertinya aku harus mencari lawan".Lalu Adi mulai mencari lawan untuk mencoba Jurus Tangan Kegelapan yang dipelajarinya.
"Sepertinya pohon ini cocok dijadikan lawan".Adi mulai mengeluarkan Jurus Tangan Kegelapan.
"Jurus Tangan Kegelapan".
Tangan-tangan kegelapan mulai keluar dari tanah dan mulai menyerang pohon yang besar dan rimbun itu dengan mengoyak-oyaknya dan merobek-robeknya.
"Hem,Adi ini sepertinya jurus yang kamu pelajari ini adalah jurus kegelapan,apakah kamu ingin mempelajari nya".Kata Guru Natha yang tiba-tiba keluar dari cincin.
"Jadi begitu guru,aku akan mempelajari jurus ini untuk menjadi kuat".
"Aku hanya mengingatkan mu saja,tapi efek dari jurus kegelapan jauh lebih besar daripada jurus yang lain".Kata Guru Natha mengingatkan Adi.
"Terimakasih guru karena telah mengingatkan ku".Adi berterima kasih kepada Guru Natha dan mulai mempelajari Jurus Tangan Kegelapan lagi.
Setelah beberapa kali percobaan,
akhirnya Adi bisa menguasainya sedikit.
Setelah menguasai beberapa tingkat Jurus Tangan Kegelapan,Adi mencobanya dengan melawan Binatang yang ada di Hutan Salemba.
"Jurus Tangan Kegelapan".
Tangan-tangan kegelapan mulai mengoyak-oyak dan merorek-robek Binatang Kelinci Merah.
"Jurus ini memang sangat kuat,tapi jurus ini juga sangat kejam".Kata Adi berpikir dalam benaknya.
Lalu setelah Adi berlatih Jurus Tangan Kegelapan lagi,datanglah Karajaga menjenguknya.
"Adi, sepertinya kamu telah menguasai Jurus Tangan Kegelapan".
"Adi aku akan memberi mu sedikit pencerahan,jurus kegelapan atau aliran hitam memang mudah dipelajari tapi banyak efeknya dan sebaliknya jurus aliran putih lebih sulit dipelajari tapi sedikit efeknya".
"Kuatnya sebuah jurus tergantung pada pengguna dan penggunaannya".Kata Karajaga sedikit mencerahkan Adi.
"Terima kasih atas pencerahannya".Kata Adi berterima kasih kepada Karajaga.
"Tidak masalah".Kata Karajaga kepada Adi.
Lalu Adi mulai mempelajari Jurus Tangan Kegelapan lagi.
"Jurus Tangan Kegelapan".
Adi mempelajari Jurus Tangan Kegelapan hingga beberapa tingkat dan ia mulai menguasainya.
"Cepat sekali kamu bisa menguasai jurus ini Anak Muda".Kata Karajaga memuji Adi.
"Hem,terima kasih".Kata Adi berterima kasih kepada Karajaga.
"Bagus sekali Adi,sekarang kamu telah menguasai Jurus Tangan Kegelapan,
__ADS_1
tapi teruslah belajar hingga kau lebih menguasainya".Kata Karajaga memuji Adi karena telah menguasai Jurus Tangan Kegelapan.
"Terima kasih telah mengajariku jurus yang sangat hebat ini,aku akan terus berlatih untuk lebih menguasainya".Kata Adi dengan semangatnya yang membara.
"Adi,sepertinya kamu belum tahu identitas sebenarnya diriku".Kata Karajaga menanyakan kepada Adi.
"Memang belum tahu,jadi siapa sebenarnya kamu?".Kata Adi bertanya kepada Karajaga.
"Sebenarnya aku adalah sang penjaga Hutan Salemba ini tepatnya Karajaga Sang Penjaga Hutan Salemba,aku adalah seorang siluman yang berbentuk kera".
"Kebanyakan orang Suku Sialang telah mengenalku sebagai seorang siluman yang kejam dan suka memakan manusia,tapi semenjak Syahrul Iskandar menjadi Ketua Suku Sialang,aku pun berhenti memakan manusia".
"Aku Karajaga telah hidup sejak zaman Raja Keenam Kerajaan Jayakarsa,aku telah banyak melihat manusia yang baik dan buruk".Kata Karajaga menjelaskan tentang dirinya.
"Jadi kamu adalah salah satu teman dari ayahku?".Kata Adi bertanya kepada Karajaga.
"Iya,bisa dibilang begitu tapi lebih tepatnya teman bertarung".
"Hem,jadi begitu".Kata Adi mulai mengerti.
"Baiklah karena hari mulai gelap dan matahari mulai terbenam,mari kita ke tempat ku".Kata Karajaga mengajak Adi ke tempatnya.
"Tapi temanku bagiamana?".Kata Adi menanyakan bagaimana keadaan Tim 3 dan tiga pendekar muda yang tersisa.
"Oh,soal teman-teman mu sudah dibawa oleh anak buahku ke tempat ku".Kata Karajaga menjelaskan soal teman-teman Adi yang telah dibawanya ke markasnya oleh anak buahnya.
Setelah belajar Jurus Tangan Kegelapan,Adi mengikuti Karajaga menuju markasnya.
Di dalam perjalanan menuju ke tempat Karajaga,Adi dan Karajaga sedikit berbincang.
"Sekali lagi terima kasih Karajaga".Adi berterima kasih lagi kepada Karajaga.
"Tidak masalah Adi,aku hanya mengajarimu,lain kali jika ada waktu aku akan mengajarimu jurus yang lebih hebat dari Jurus Tangan Kegelapan".
Kata Karajaga dengan nada serius untuk mengajari Adi lagi.
"Iya jika ada waktu".Kata Adi membalas kata-kata Karajaga.
INFO
Natha Anugrah
Ras:Manusia(Keluarga Anugrah,Kota Rajapura,Negeri Wibawa Mukti)
Pekerjaan:Pendekar dan Raja Ke-12 Kerajaan Jayakarsa
Julukan:Natha Si Raja Perang,Natha Agung
Natha atau biasa dipanggil Raja Natha
dan juga yang bergelar Jayakusuma III,yaitu Raja Ke-12 dari Kerajaan Jayakarsa,Ia memerintah Kerajaan Jayakarsa dari umur 18 tahun hingga umur 45 tahun,dan saat ia umur 45 tahun ia dilengserkan oleh Jayawardhana II,anak dari pamannya.
Natha Agung gelar yang didapatkannya karena ia adalah seorang yang dermawan dan selalu membantu orang-orang yang kesusahan karena itu ia diberi gelar Natha Agung.
Natha Si Raja Perang gelar yang disandangnya karena ia salah seorang Panglima Perang terkuat yang dimiliki oleh Kerajaan Jayakarsa dan tifak pernah dalam perang,ia telah ikut berperang sejak umur 12 tahun.
__ADS_1
Jayakusuma III adalah gelar yang didapatkannya setelah menjadi Raja Kerajaan Jayakarsa ke-12,ia menjadi Raja selama 27 tahun,pada saat Raja Jayakusuma III atau Maharaja Jayakusuma III memerintah Kerajaan Jayakarsa,Kerajaan Jayakarsa menjadi Kemaharajaan Jayakarsa dan mengalami masa keemasan.