PERJALANAN MENCARI TUJUAN

PERJALANAN MENCARI TUJUAN
Serangan Tiba-Tiba


__ADS_3

Di tempat yang akan dituju Adi dan yang lainnya ternyata adalah sebuah hutan yang rimbun dan tidak ada apapun disana selain pepohonan dan semak belukar.


"Sepertinya ini arah jalan menuju ke kediaman Keluarga Purnawisma,tapi bukankah ini adalah sebuah hutan yang tidak ada apapun".Kata Rakyan bertanya kepada Guru Braja.


"Dari apa yang kulihat,didepan sana sepertinya mereka adalah musuh".


"Mereka adalah anggota dari Kelompok Cakar Merah,sebaiknya kita berpisah disini untuk menjalankan misi ini,aku dan Adi akan tinggal di desa ini".


"Irwan dan Saphira serta kalian bertiga akan pergi ke Perguruan Rajabunga untuk melaporkan masalah yang terjadi di Desa Rembanta ini".Kata Guru Braja kepada Irwan dan Saphira serta tiga pendekar muda yang tersisa.


"Irwan yang akan memimpin kalian untuk pulang ke Perguruan Rajabunga,dan juga Irwan bawa Mustika Merah Delima".Kata Guru Braja kepada Irwan.


"Adi berikan kotak Mustika Merah Delima nya".Kata Guru Braja kepada Adi.


Lalu Adi memberikan Mustika Merah Delima milik Ular Lokasari kepada Irwan,kemudian Irwan menerimanya.


"Baiklah guru jika itu yang Anda katakan,maka aku akan menyelesaikan tugas ini".Kata Irwan yang masih sedikit agak pusing karena lukanya masih belum sembuh.


"Tapi guru bagaimana jika nanti ada masalah kepada kalian berdua,jika cuma kalian maka kalian akan kalah?".Kata Saphira bertanya kepada Guru Braja.


"Tidak ada tapi-tapian kalian berdua jaga ketiga pendekar muda ini dan pulanglah ke Perguruan Rajabunga dan laporkan hal ini kepada Kepala Perguruan".Kata Guru Braja kepada Irwan,Saphira dan tiga pendekar muda yang tersisa.


"Baik guru".Kata Rakyan,Dhani dan Ikmal dengan serempaknya menjawab Guru Braja.


"Baiklah jika itu mau guru".Kata Saphira mengiyakan saja.


"Siap guru".Kata Irwan kepada Guru Braja.


"Baiklah,kalian akan menaiki naga milik Irwan untuk pulang ke perguruan".Kata Guru Braja kepada Irwan.


"Siap guru".Kata Irwan mengiyakan saja.


Lalu Irwan,Saphira dan tiga pendekar muda yang tersisa berjalan menuju ke luar Desa Rembanta,dan saat sudah sampai di luar gerbang,Irwan mulai


memanggil Naga Bahuwirya.


"Jurus Pemanggil:Naga Bahuwirya".


Seketika Naga Bahuwirya datang ke hadapan mereka,kemudian Irwan dan yang lainnya naik ke atas punggung Naga Bahuwirya,dan Naga Bahuwirya mulai terbang menuju ke Perguruan Rajabunga.


Sementara itu Adi dan Guru Braja masih berjaga-jaga di sekitar rumah salah satu seorang penduduk Desa Rembanta,


sembari melihat pergerakan dari musuh yang sedang mereka perhatikan.


"Bagaimana guru?apakah mereka melihat kesini?".Kata Adi bertanya kepada Guru Braja.


"Tidak,sepertinya mereka tidak tahu gerak-gerik kita".Kata Guru Braja menjawab pertanyaan Adi.


Sementara itu,Naga Bahuwirya masih terbang menuju ke Perguruan Rajabunga.


"Semoga saja guru dan Adi baik-baik saja".Kata Saphira berbicara sendiri.


"Iya,semoga saja mereka baik-baik saja".Timpal Dhani kepada Saphira.


"Jangan terlalu dipikirkan".Kata Ikmal kepada Dhani,Rakyan dan Irwan serta Saphira.

__ADS_1


"Benar kata Ikmal,jangan terlalu dipikirkan karena kita akan melaporkan hal yang terjadi disana dan mereka akan selamat nantinya".Kata Irwan kepada Saphira dan tiga pendekar muda yang tersisa.


Dalam perjalanan pulang menuju ke Perguruan Rajabunga,tidak ada musuh yang datang menyerang.


"Sepertinya tidak ada musuh yang datang menyerang?".Kata Ikmal bertanya kepada Irwan dan yang lainnya.


"Iya benar,mereka pasti belum tahu dan tidak mengetahui bahwa kita kabur diam-diam".Kata Irwan menjawab pertanyaan Ikmal.


"Betul juga".Timpal Dhani kepada Irwan dan Ikmal.


Setelah beberapa menit,akhirnya Naga Bahuwirya sampai di gerbang masuk ke Perguruan Rajabunga.


"Akhirnya sampai juga".Kata Irwan kepada Saphira dan tiga pendekar muda yang tersisa.


"Baiklah,kalian bertiga laporanlah bahwa kalian telah lulus dari ujian masuk ke Perguruan Rajabunga dan Saphira,kamu akan menyerahkan Mustika Merah Delima ini ke tempat pengambilan misi dan melaporkan bahwa kita sudah menyelesaikan misinya dan juga ambillah hadiahnya".Kata Irwan kepada Saphira dan tiga pendekar muda yang tersisa.


"Baiklah mari kita berpisah disini".Kata Rakyan,Dhani dan Ikmal dengan serempaknya kepada Irwan dan Saphira.


Lalu Rakyan,Dhani dan Ikmal berpisah dengan Irwan dan Saphira,mereka bertiga pergi ke tempat pendaftaran dan mulai melapor bahwa mereka telah lulus.


Sementara itu Saphira juga mulai melaporkan bahwa misi mereka untuk mendapatkan Mustika Merah Delima milik Ular Lokasari telah tuntas dan selesai.


Sedangkan Irwan mulai melaporkan hal yang terjadi di Desa Rembanta kepada kepala Perguruan Rajabunga.


"Dimana kepala Perguruan?".Kata Irwan bertanya-tanya dalam benaknya.


Irwan kesana kemari untuk mencari kepala Perguruan Rajabunga.


"Ada apa?".Kata seseorang pendekar muda yang berbadan besar tiba-tiba datang ke arah Irwan.


"Iya saya adalah anggota dari Tim 3 dibawah asuhan Braja Mustar".Kata Irwan menjawab pertanyaan seseorang pendekar muda yang berbadan besar.


"Jadi ada perlu apa kamu dengan kepala perguruan?".Kata seseorang pendekar muda yang berbadan besar bertanya kepada Irwan.


"Aku ingin melaporkan hal yang penting kepada kepala perguruan".Kata Irwan menjawab pertanyaan seseorang pendekar muda yang berbadan besar.


"Sepertinya hal yang sangat penting,baiklah mari ikuti aku".Kata seseorang pendekar muda yang berbadan besar.


Lalu pendekar muda yang berbadan besar itu mengajak Irwan menuju tempat kepala Perguruan Rajabunga.


"Guru ada yang ingin melapor kepada Anda?".Kata pendekar muda yang berbadan besar memberi hormat kepada seorang kakek yang sedang duduk di sebuah tikar.


"Ada apa?apakah ada hal yang penting yang ingin kamu laporkan kepadaku?".


Kata kakek yang sedang duduk di tikar kepada pendekar muda yang berbadan besar.


Sementara itu Irwan berpikir dalam benaknya.


"Bukankah orang badan besar ini adalah ketua Tim 1 dan kakek tua ini sepertinya ia adalah kepala Perguruan Rajabunga".


Kata Irwan berpikir dalam benaknya.


"Jadi apa yang terjadi dan apa yang ingin kamu laporkan wahai anak muda?".Kata kepala Perguruan Rajabunga bertanya kepada Irwan.


Lalu Irwan menceritakan apa yang terjadi di Desa Rembanta kepada kepala perguruan Rajabunga.

__ADS_1


"Jadi begitu,baiklah suruh Abhirawa dan Bhairawa membawa dua pasukan yang setiap pasukan berjumlah dua puluh orang serta suruh tiga tetua ikut bersama mereka".Kata kepala perguruan kepada ketua Tim 1.


"Baik guru,segera akan kulakukan apa yang Anda katakan".Kata ketua Tim 1 kepada kepala Perguruan Rajabunga.


Kemudian segera setelah Irwan laporan,dikirimlah dua pasukan yang berjumlah dua puluh orang dengan dipimpin oleh Abhirawa dan Bhairawa serta tiga tetua dari Perguruan Rajabunga menuju ke Desa Rembanta.


Sementara itu Adi dan Guru Braja masih berjaga-jaga di sekitar rumah salah satu penduduk di Desa Rembanta.


"Bagaimana ini guru?sepertinya kita sudah ketahuan oleh musuh?"Kata Adi bertanya kepada Guru Braja karena mereka sudah ketahuan oleh musuh.


"Jika bisa kita akan kabur ke hutan sana,dan jika tidak bisa kita akan melawan para Pasukan Mayat Hidup yang telah dikendalikan itu".Kata Guru Braja kepada Adi.


Tapi tidak disangka,tiba-tiba saja datang seseorang yang datang dan langsung menyerang Guru Braja dan Adi.


"Ternyata sudah ada yang memata-matai kita dari tadi".Guru Braja bertanya kepada seorang pendekar yang membawa cambuk yang berapi-api yang menyerang mereka dengan tiba-tiba.


"Aku adalah orang yang akan membunuh kalian berdua".Kata pendekar yang membawa cambuk berapi-api kepada Guru Braja dan Adi.


Pendekar itu langsung menyerang dan Guru Braja dengan jurusnya.


"Cambuk Gargala:Api Pecutan".


Dengan kecepatan yang tinggi pendekar itu menyerang Guru Braja dan Adi dengan cambuknya.


"Cetttassss".


Cambukan dari pendekar itu hampir saja mengenai tubuh Adi.


"Untung saja bisa menghindar dari cambukan orang itu,jika tidak bisa saja putus dan terbakar tubuh yang terkena cambukannya".Kata Adi dalam benaknya.


Tapi tiba-tiba orang itu menyerang Guru Braja dan membuat Guru Braja terdesak,seketika itu juga ia langsung menyerang Adi dengan pukulannya,hingga membuat Adi terpental karena pukulannya.


Adi terpental sampai mengenai rumah penduduk desa hingga rubuh.


"Haaahahahaha,rasakan itu bodoh".Katanya kepada Adi.


"Siapa kamu sebenarnya?".Kata Adi bertanya kepada pendekar yang membawa cambuk yang berapi-api.


"Karena kamu ingin mengenalku,


kenalkan namaku Arpama Permana".


Kata pendekar memperkenalkan diri kepada Adi.


"Arpama Permana?".Kata Adi bertanya dalam benaknya.


INFO


Mochtar Iskandar


Ras:Manusia(Keluarga Iskandar,Suku Sialang)


Pekerjaan:Petualang dan Pendekar


Mochtar adalah kepala Perguruan Rajabunga yang menjabat sebagai kepala Perguruan Rajabunga yang ketiga,selama menjabat menjadi Perguruan Rajabunga,Perguruan Rajabunga menjadi salah satu perguruan yang memiliki murid yang hebat.

__ADS_1


Mochtar adalah salah seorang pendekar legenda karena kehebatannya pada zamannya,Mochtar lahir di Desa Gede,Suku Sialang,Negeri Lebak Pakam.


__ADS_2