
"Iya Arpama Permana".Katanya kepada Adi.
"Apakah kamu adalah saudara dari Rama Permana?".Kata Adi bertanya kepada Arpama.
"Iya ia saudara seayah dan beda ibu".Kata Arpama menjawab pertanyaan Adi.
"Jadi begitu".Kata Adi kepada Arpama.
"Kenalkan juga namamu,dan juga kenapa kamu bisa kenal nama kakakku?".Kata Arpama bertanya kepada Adi.
"Iya itu karena kami sempat bertarung dan kenalkan juga adalah Adi Iskandar".Kata Adi menjawab pertanyaan Arpama Permana.
"Baiklah mohon bimbingannya".Kata Arpama yang langsung bersiap-siap untuk menyerang Adi lagi dengan Cambuk Gargala.
"Cetttassss".
"Guru biarkan aku yang melawannya".
Kata Adi kepada Guru Braja.
"Baiklah jika itu keinginanmu".Kata Guru Braja menjawab Adi.
Lalu Adi dan Arpama memulai pertarungan lagi dengan Arpama menyerang dengan cambuknya.
"Cetttassss".
"Cambuk Gargala:Cambukan Maut".
Tali dari Cambuk Gargala hampir saja mengenai Adi dan untung saja Adi menghindar dengan Ilmu Gerakan Kilat.
"Jurus Pukulan Penghancur Batu".
"BAAAAAMMMMM".
Jurus Pukulan Penghancur Batu ditahan oleh Arpama dengan Cambuk Gargala nya.
"Untung saja serangannya tadi meleset atau tidak tanganku akan luka".Kata Adi dalam benaknya.
Kemudian Arpama terus menerus menyerang Adi dengan Cambuk Gargala nya.
"Cambuk Gargala:Tali Pemutus".
"Cetttassss".
Cambuk Gargala milik Arpama menyerang dari arah depan ke arah perut Adi,tapi dengan cepatnya Adi menghindar dari Cambuk Gargala.
Tapi Arpama tidak tinggal diam karena Adi menghindar dari jangkauan serangan cambuknya,Arpama langsung menyerang Adi dengan cepatnya menggunakan Cambuk Gargala nya.
"Cambuk Gargala:Cambukan Maut".
"Cettttttasssss".
Cambuk Gargala milik Arpama menyerang Adi dari depan,tapi Adi sempat menghindar dari serangan cambuknya,tidak disangka-sangka oleh Adi ternyata Cambuk Gargala milik Arpama bisa memanjang dan langsung menyerang Adi dari belakang dan mengenai punggungnya.
"Cettttttasssss".
"Agghhhhh".Adi berteriak kesakitan karena cambukan dari Cambuk Gargala milik Arpama.
Dengan cepat Adi menghindar dari jangkauan cambuk Gargala dengan Ilmu Gerakan Kilat agar tidak terkena cambukan Cambuk Gargala lagi.
Lalu Adi mengeluarkan jurusnya.
"Jurus Pukulan Penghancur Gunung".
"BAAAAMMMM".
Jurus Pukulan Penghancur Gunung hampir saja mengenai dada Arpama,
tapi dengan mudahnya jurus yang Adi keluarkan dapat ditahan oleh Arpama.
Langit menjadi gelap dan datanglah seekor Macan Kumbang yang sangat besar ke hadapan Adi.
"Jurus Pemanggil:Macan Kumbang".
__ADS_1
Arpama memanggil hewan dengan jurus pemanggilnya.
Lalu Arpama langsung menaiki Macan Kumbang yang langsung menyerang Adi dengan cakarnya,lalu Adi menghindar dengan Ilmu Gerakan Kilat,kemudian Adi juga mengeluarkan jurusnya dengan menarik Golok Rimau dari sabuknya yang ada di punggungnya.
"Golok Rimau:Rawa Pening".Kata Adi mengeluarkan jurus goloknya.
Seketika air keluar dari tanah dan membentuk sebuah rawa-rawa dan mengeluarkan air yang memenuhi area sekitar pertarungan.
Luas rawa-rawa yang dibuat Adi sekitar 200 meter dan kedalaman mencapai 20 meter.
Lubang rawa-rawa yang dibuat Adi itu ternyata dapat menarik benda,akhirnya beberapa rumah masuk ke dalam lubang itu dan menariknya ke dalam.
Lalu Arpama menyuruh Macan Kumbang untuk menghindar dan menjauh agar tidak masuk ke dalam lubang rawa-rawa yang dibuat oleh Adi.
"Ternyata adiknya lebih pintar dari kakaknya".Kata Adi dalam benaknya.
Kemudian setelah agak jauh dari tempat Adi,Arpama kelihatan seperti orang yang akan kehilangan kesadaran karena jurus Golok Rimau milik Adi.
"Ahh,kepalaku sangat pusing".Kata Arpama dalam pikirannya.
Arpama mengambil Pil Penyembuh Pusing untuk menyembuhkan kepalanya yang sedang pusing dari Cincin Penyimpanan nya.
Lalu Arpama bersiap untuk menyerang Adi dari jarak jauh.
"Cambuk Gargala:Cambuk Ledakan".
"Awas Adi orang itu menyerang,minggir dari sana!".Kata Guru Braja mengingatkan Adi.
"DUUUUUARRRRR".
Ledakan terjadi karena adanya serangan dari Cambuk Gargala dengan Jurus Tapak Naga Penghancur yang dikeluarkan oleh Adi.
"Untung saja sempat".Kat Adi dalam benaknya.
Kemudian Arpama mulai menyerang Adi lagi dengan menaiki Macan Kumbang.
"Dekati ia Kumbatu".Kata Arpama menyuruh Macan Kumbang mendekati Adi.
Macan Kumbang itu mengaum sangat kuat hingga hampir saja memekakkan
telinga.
"Wuuusssss".
Cakaran dari Macan Kumbang itu mengenai lengan Adi yang lengah karena telinganya masih merasakan auman dari Macan Kumbang.
"Aghhhh".
Lalu Adi menghindar dengan Ilmu Gerakan Kilat,kemudian mengayunkan Golok Rimau ke arah Macan Kumbang dan mengenai kakinya.
"GRRRRAAAOOOO".
Macan Kumbang itu mengaum karena kakinya terkena sabetan Golok Rimau.
"Wah,hebat juga kamu Adi".Kata Arpama kepada Adi.
"Kalau boleh Macan Kumbang ini sepertinya aku pernah lihat ia dibawa oleh Rama Permana".Kata Adi bertanya kepada Arpama.
"Iya itu karena Macan Kumbang yang ini adalah kakak dari Macan Kumbang yang dipunyai Rama".Kata Arpama menjawab pertanyaan Adi.
"Jadi begitu".Kata Adi kepada Arpama.
"Baiklah kita bertarung lagi Adi".Kata Arpama mengajak Adi bertarung lagi.
"Aku ikut saja".Kata Adi menjawab Arpama.
Lalu Adi dan Arpama mulai pertarungan lagi dengan Arpama yang langsung menyerang dengan cambuknya sambil menaiki Macan Kumbang.
"Ayo Kumbatu".Kata Arpama kepada Macan Kumbang.
Arpama menyerang dari arah samping dan langsung menuju ke arah lengan Adi,tapi Adi menghindar dengan Ilmu Gerakan Kilat.
Kemudian Adi menjauh dari Arpama dan menggunakan Golok Rimau untuk menyerang Arpama.
__ADS_1
"Kalau menyerang dengan Golok Rimau,sepertinya akan sulit karena ia sedang menaiki Macan Kumbang".Kata Adi dalam benaknya.
Lalu Adi bersiap-siap untuk mengeluarkan jurusnya.
"Jurus Tapak Harimau Ganas".
"Cambuk Gargala:Cambukan Pelindung".
Adi menyerang Arpama dengan Jurus Tapak Harimau Ganas dan Arpama menahan Jurus Tapak Harimau Ganas dengan jurus cambuknya.
"DUUUUUARRRRR".
Terjadi benturan keras antara Jurus Tapak Harimau Ganas dan jurus cambuk milik Arpama.
"Menyerahlah Adi".Kata Arpama mengintimidasi Adi.
"Maaf aku tidak bisa menyerah disini,karena aku adalah orang yang mempunyai tekad yang kuat".Kata Adi kepada Arpama.
"Jangan salahkan aku jika kamu kalah Adi".Kata Arpama kepada Adi.
"Tidak masalah".Kata Adi menjawab Arpama.
Lalu Arpama mulai menyerang Adi lagi dengan Cambuk Gargala nya dengan mengeluarkan jurus pamungkas nya.
"Cambuk Gargala:Serangan Cambukan Bertubi-Tubi".Kata Arpama mengeluarkan jurusnya.
"Jurus Pukulan Penghancur Meteor".
"DUUUUUARRRRR".
Benturan keras antara Jurus cambuk milik Arpama dengan Jurus Pukulan Penghancur Meteor milik Adi.
Arpama terpental setelah terjadi benturan keras antara jurusnya dengan jurus Adi.
Dengan luka-luka yang hampir parah Adi menyerang Arpama dengan menggunakan Golok Rimau.
"Golok Rimau:Tusukan Mematikan".
Lalu Adi mengeluarkan jurus goloknya dan langsung menyerang Arpama yang belum sempat menghindar karena lengah dan mengenai dadanya.
"Aaaaghh".Arpama berteriak keras setelah terkena serangan Golok Rimau,mulutnya mengeluarkan darah dan dadanya mengeluarkan banyak darah.
Arpama tidak menyerah setelah terluka parah setelah menerima tusukan Golok Rimau,ia langsung mengumpulkan Tenaga Dalam yang begitu besar untuk menyerang balik Adi.
"Ayo Kumbatu".
Macan Kumbang menyerang Adi dengan menggunakan cakarnya,tapi Adi menghindar dengan Ilmu Gerakan Kilat,tapi masih saja terkena cakaran dari Macan Kumbang,lengan Adi pun terkena cakaran dari Macan Kumbang.
Adi belum sempat menghindar karena di depannya ada Macan Kumbang dan di belakangnya ada Arpama,lalu Adi terkena jurus yang dikeluarkan oleh Arpama dan membuatnya terluka setelah terkena pukulan disisi perutnya.
Sebelum Arpama dan Macan Kumbang menyerangnya,lebih dulu Adi menyerang Macan Kumbang dengan Golok Rimau hingga membuat perutnya hampir saja terbelah setelah terkena sabetan dari Golok Rimau,lalu menyerang Arpama setelah keliatan ia lengah.
Adi pun terpental beberapa meter dari tempatnya berpijak dan membuat perutnya merasakan sakit serta dari mulutnya mengeluarkan darah.
"Aaahh".
Macan Kumbang yang dinaiki oleh Arpama tadi sudah hilang setelah terkena sabetan yang sangat parah dari Golok Rimau milik Adi.
Adi tergelatak di tanah dengan badan yang terluka,sementara Arpama terluka parah dan mengeluarkan banyak sekali darah setelah terkena sabetan dari Golok Rimau.
INFO
Arpama Permana
Ras:Manusia(Keluarga Permana,Suku Hasyh)
Pekerjaan:Pendekar dan mata-mata
Arpama Permana atau biasa dipanggil dengan nama Arpama/Ar oleh teman-temannya adalah seorang pendekar muda dari Kota Ramaraya,Suku Hasyh,
Negeri Lebak Pakam.
Arpama adalah seorang mata-mata yang hebat dan perannya di Desa Rembanta adalah sebagai pencari informasi,Arpama dikenal sebagai mata-mata yang handal karena saat mencari informasi ia bisa menyelesaikannya dengan tuntas,Arpama termasuk anak muda jenius di sukunya.
__ADS_1