PERJALANAN MENCARI TUJUAN

PERJALANAN MENCARI TUJUAN
Pasukan Tengkorak I


__ADS_3

Setelah hangus terbakar dan menyisakan tulang belulang saja,


akhirnya Narkha tidak lagi bergerak.


"Sepertinya orang ini telah mati".Kata Adi bicara dengan Saphira.


"Iya".Kata Saphira mengiyakan saja.


Sementara itu tidak jauh dari tempat Saphira dan Adi,Irwan yang telah hilang kesadaran ditusuk beberapa kali di perutnya oleh Weghar dan kepalanya diinjak-injak hingga mengeluarkan banyak darah.


"Rasakan ini kau bocah!".Kata Weghar sambil tertawa dengan senangnya karena telah mengalahkan Irwan.


Tapi dengan cepat dan tiba-tiba Guru Braja langsung datang ke tempat Irwan yang sedang diinjak-injak itu,Guru Braja langsung menendang kepala dari Weghar hingga membuatnya terpental hingga beberapa meter dari tempatnya semula.


"Aghhhh".


"Dasar bajingan tengik!akan kubunuh kau!".Kata Weghar mengancam Guru Braja yang telah menendang kepalanya.


"Kau bukankah kau adalah Braja Si Penghancur dari Utara!mengapa kau ada disini?".Tanya Weghar kepada Guru Braja.


"Aku memang Braja,Braja Mustar atau biasa dipanggil dengan julukan Braja Si Penghancur dari Utara,Aku adalah guru di Perguruan Rajabunga".Guru Braja menjelaskan jati dirinya kepada Weghar.


"Jadi begitu,selama ini keluarga mu telah mengendalikan desa kami dengan semena-mena dan hari ini akhirnya aku akan membunuhmu dengan tangan ini".Kata Weghar dengan nada yang serius untuk membunuh Guru Braja.


"Memangnya apa yang telah terjadi di desa yang kamu tempati dan mengapa kamu tahu bahwa aku adalah tuan muda dari Keluarga Mustar?".Kata Guru Braja bertanya kepada Weghar mengapa ia bisa tahu dengannya.


"Karena aku dulunya adalah mata-mata dari keluarga saingan dari keluarga Mustar".Kata Weghar menjawab pertanyaan Guru Braja.


"Keluarga mana yang memberi kalian imbalan dan memang apa yang menyebabkan kami salah?bukankah keluarga kami tidak bersalah kepadamu".Kata Guru Braja bertanya lagi kepada Weghar.


"Kamu memang tidak salah tapi keluarga mu yang salah!keluarga yang memberikan kami imbalan saat itu adalah Keluarga Fatur yang menguasai satu kota dan dua desa di Wilayah Kedua,Suku Sialang".Kata Weghar menjelaskan kepada Guru Braja.


"Hem,jadi begitu,jadi apa yang kalian lakukan saat ini dan mengapa kalian menyerang kami?".Guru Braja bertanya lagi kepada Weghar.


"Kami adalah salah satu cabang kelompok mata-mata dari Kelompok Cakar Merah,dan Bayangan Hitam adalah kelompok mata-mata yang dipimpin oleh Narkha,tapi dibalik bayangannya akulah pemimpin dari kelompok Bayangan Hitam".


"Kami menyerang kalian adalah karena kalian menganggu kami dalam misi dan untuk menutup mulut kalian,kami harus membunuh kalian semua!".Kata Weghar menjelaskan dan mengancam Guru Braja.


"Jadi begitu,tapi apa yang menyebabkan kami salah?bukankah kami tidak salah apa-apa?".kata Guru Braja bertanya kepada Weghar.


"Kalian memang tidak salah,tapi kalian menganggu kami dalam menangkap orang dari Keluarga Purnawisma!".Kata Weghar kepada Guru Braja.


"Aku mengerti,tapi bukankah Keluarga Purnawisma adalah salah satu dari tiga keluarga terkuat di Kepulauan Lubuk Bangau ini?".Kata Guru Braja bertanya kepada Weghar.


"Memang benar mereka kuat,tapi dalam beberapa tahun terakhir mereka mengalami kemunduran karena disebabkan barang-barang yang mereka tidak dibeli oleh keluarga lain dan akhirnya mereka mengalami penurunan sebesar dalam hal ekonomi serta banyak warganya yang mengalami kemiskinan".Kata Weghar menjelaskan kepada Guru Braja.


"Memangnya untuk apa kalian menangkap orang dari Keluarga Purnawisma?".Kata Guru Braja bertanya kepada Weghar.


"Kami diperintahkan oleh Keluarga Tebeanja salah satu dari tiga keluarga di Kepulauan Lubuk Bangau ini,dan kami juga disewa oleh Keluarga Bayatuha untuk membunuh anak dari Keluarga Purnawisma itu".Kata Weghar menjelaskan kepada Guru Braja.

__ADS_1


"Hem,apa yang menjadi motif mereka sebenarnya?".Kata Guru Braja bertanya kepada Weghar.


"Sepertinya mereka ingin menghancurkan Keluarga Purnawisma dan ingin mengacaukan harga penjualan di Kepulauan Lubuk Bangau ini".Kata Weghar menjelaskan kepada Guru Braja.


"Memangnya orang-orang di ibukota tidak tahu hal ini?".Kata Guru Braja bertanya kepada Weghar.


"Sepertinya mereka belum diberi tahu hal ini,tapi juga Keluarga Tebeanja dan Keluarga Bayatuha akan menutup-nutupi masalah ini".Kata Weghar menjelaskan kepada Guru Braja.


"Jadi begitu,terima kasih atas informasinya paman".Kata Guru Braja berterima kasih kepada Weghar yang memberinya informasi.


"Lah,mengapa aku malah menjelaskan dan memberi informasi kepadamu?sepertinya aku sudah masuk kedalam perangkap mu dan aku terhipnotis!".


Kata Weghar yang baru sadar karena telah memberikan informasi kepada Guru Braja.


"Hahaha,jadi paman sudah sadar rupanya".Kata Guru Braja sambil tertawa.


"Kau!akan kubunuh kau,rasakan ini!".Kata Weghar menyerang menggunakan pisau Matta di tangannya.


"Wessssss".


Pisau Matta melewati tubuh Guru Braja,tapi Guru Braja dapat menghindar dari pisau Matta milik Weghar.


Lalu Guru Braja bersiap untuk mengeluarkan jurusnya dan terbang menuju langit.


"Jurus Tapak Naga Penghancur".


Ledakan dari Jurus Tapak Naga Penghancur begitu hingga membentuk sebuah lubang yang dalam dan berapi-api.


"Dimana paman itu?apakah ia sudah kalah?".Kata Guru Braja bertanya-tanya.


Dan ternyata didalam ledakan itu terlihat sesosok tubuh yang sedang berdiri dengan empat tengkorak didepannya.


"Ternyata orang ini mengeluarkan jurusnya!bukankah jurus itu adalah salah satu jurus terlarang yang dapat mengurangi umur?".Kata Guru Braja dalam benaknya.


"Hem,ternyata paman dapat selamat dari ledakan itu".Kata Guru Braja kepada Weghar.


"Ghargharghargharghar".


"Karena aku hebat,maka aku akan memberi pelajaran padamu bocah busuk!".Kata Weghar kepada Guru Braja sambil mengancam dan tertawa sinis.


"Pasukan tengkorak!serang bocah busuk itu!".Kata Weghar memberi perintah kepada empat tengkorak orang berbaju hitam yang telah menjadi pasukan tengkorak Weghar.


"Dasar orang gila,teman yang sudah mati pun kau jadikan seperti itu,maka aku Braja Mustar akan membunuh orang seperti mu!".Kata Guru Braja kepada Weghar sambil bersiap untuk menyerang.


Empat tengkorak orang berbaju hitam itu langsung menyerang Guru Braja dengan sigap dan cepatnya,Guru Braja sedikit menghindar dari jangkauan empat tengkorak berbaju hitam itu.


Pertarungan terus berlanjut antara Guru Braja dan empat tengkorak orang berbaju hitam,hingga membuat Guru Braja hampir kewalahan dibuatnya.


"Hah huh ha".Kata Guru Braja mengambil nafas dan kewalahan karena melawan empat tengkorak orang berbaju hitam itu.

__ADS_1


Lalu Guru Braja mengeluarkan jurusnya.


"Jurus Tapak Naga Penghancur".


"DUUUUUARRR".


Jurus Tapak Naga Penghancur menghancurkan satu tengkorak dari empat orang berbaju hitam yang telah dikendalikan oleh Weghar.


"Sialan,jurus ini hampir menghabiskan banyak Tenaga Dalam ku".Kata Guru Braja dalam benaknya.


Sementara itu beberapa menit sebelum tengkorak Narkha dikendalikan oleh Weghar,Adi masih menyembuhkan Saphira dan memberinya beberapa pil dan cairan obat.


"Terima kasih Adi,karena telah menyembuhkan ku".Kata Saphira berterimakasih kepada Adi.


"Tidak masalah,tidak perlu berterima kasih kepada ku".Kata Adi menjawab Saphira.


"Sepertinya luka-lukamu sudah sedikit sembuh,mari kita melihat keadaan tiga pendekar muda yang tersisa".Kata Adi mengajak Saphira melihat keadaan tiga pendekar muda yang tersisa.


"Baiklah,tapi pelan-pelan saja jalannya,karena sepertinya tubuhku belum sembuh sempurna".Kata Saphira kepada Adi.


"Oke".Adi menjawab Saphira dengan singkatnya.


Lalu Adi dan Saphira kemudian mencari tempat tiga pendekar muda yang tersisa berada.


"Adi,tiga pendekar muda yang tersisa ada di sana,ikuti saja jalan itu".Kata Guru Natha menunjukkan jalan menuju ke tempat tiga pendekar muda yang tersisa berada.


"Baiklah guru terima kasih atas informasinya".Kata Adi berterima kasih kepada Guru Natha karena telah memberikannya informasi tentang keberadaan tiga pendekar muda yang tersisa.


"Baiklah,ayo ikuti aku Saphira".Kata Adi mengajak Saphira menuju ke tempat tiga pendekar muda yang tersisa berada.


"Iya,tapi jalannya pelan-pelan saja".Kata Saphira kepada Adi.


"Oke baiklah,aku akan pelan-pelan saja jalannya atau kamu ingin naik ke punggung ku?".Kata Adi kepada Saphira.


"Hem,tidak perlu aku bisa berjalan sendiri".Kata Saphira menolak tawaran dari Adi.


"Oke baiklah".Kata Adi yang terus berjalan menuju ke tempat tiga pendekar muda yang tersisa.


INFO


Saphira Mulya


Ras:Manusia(Keluarga Mulya,Suku Sialang)


Julukan:Saphira Si Pendekar Pedang Brataga


Saphira Mulya atau biasa dipanggil dengan nama Saphira adalah seorang pendekar muda dari Kota Mulya Agung,Negeri Lebak Pakam,Keluarga Mulya termasuk dari beberapa keluarga terbesar dan terkuat di Suku Sialang.


Saphira bertujuan untuk menjadi seorang pendekar wanita yang hebat dan kuat,pedang Brataga adalah senjatanya,pedang Brataga termasuk dari beberapa puluh senjata terkuat di Negeri Lebak Pakam yang ada di Suku Sialang.

__ADS_1


__ADS_2