PERJALANAN MENCARI TUJUAN

PERJALANAN MENCARI TUJUAN
Si Pendekar Tangan Hitam


__ADS_3

Setelah selesai menghabisi Raksasa Mayat Hidup,Abhirawa terlihat seperti orang yang akan kehilangan kesadaran karena kehabisan Tenaga Dalam nya.


"Menyerahlah bodoh,apa yang sebenarnya kau perjuangkan,tidak ada kan".Kata Tamaruda kepada Abhirawa yang sedang kelihatan seperti akan pingsan.


"Saya orang yang tidak pernah menyerah dan mundur dari sebuah pertempuran,selama saya masih hidup saya akan menjadi orang yang berada di jalan kebenaran dan keadilan dalam menghabisi kejahatan".Kata Abhirawa dengan lantangnya kepada Tamaruda.


"Ooooohhhh,kau orang yang benar dan adil,aku lebih suka membunuh orang yang berjalan di jalan yang benar dan adil,sepertinya aku akan membunuhmu kau bodoh".Kata Tamaruda kepada Abhirawa.


"Hah huh,bagaimana ini?sepertinya aku hampir kehilangan kesadaran dan akan pingsan karena kehabisan Tenaga Dalam dan kelelahan".Kata Abhirawa dalam benaknya.


"Aku harus berpikir bagaimana cara mengalahkan orang ini,apa yang harus aku lakukan selanjutnya?dan juga bagaimana keadaan Tuan Muda sekarang ya?".Kata Abhirawa berpikir dalam benaknya.


Sementara itu Tamaruda mengerahkan seluruh Pasukan Mayat Hidup nya ke arah Abhirawa,Abhirawa terdesak karena dihadang oleh ribuan Pasukan Mayat Hidup yang dikerahkan oleh Tamaruda.


"Hem,aku harus tetap sadar".Kata Abhirawa dalam benaknya.


Abhirawa mengigit bibirnya hingga berdarah agar tidak pingsan,lalu mengucurlah darah dari sekitaran mulutnya dan menetes-netes hingga jatuh ke tanah.


"Menyerahlah bocah bodoh,lihat mulutmu sampai berdarah begitu,apa kau tidak kasihan dengan tubuhmu".


Kata Tamaruda kepada Abhirawa.


Lalu Tamaruda minggir ke tempat lain,


dan mengerahkan Pasukan Mayat Hidup nya untuk menghadapi Abhirawa.


Dalam situasinya yang sedang terdesak, Abhirawa tidak tinggal diam.


Abhirawa memegang Pedang Ghurlhedek nya dengan erat dan mulai bersiap untuk mengeluarkan jurus pedangnya,Abhirawa menarik nafas lalu menghembuskannya hingga diulanginya selama beberapa kali,kemudian Abhirawa bersiap mengeluarkan teknik pedangnya.


"Pedang Ghurlhedek:Tebasan Seribu Petir".


"SRRRARARARARAAAAKKKKKKKK".


Ribuan Pasukan Mayat Hidup yang ada dihadapannya yang terlihat oleh matanya,Abhirawa menebas semuanya dengan sekali tebasan,tertebaslah ribuan Pasukan Mayat Hidup itu dengan sampai-sampai ke inti nyawanya.


"Apa?orang ini sungguh sudah gila,walaupun sudah hampir kehabisan nafas dan kehabisan nafas ternyara masih bisa menghabisi Pasukan Mayat Hidup yang jumlahnya ribuan yang telah ku siapkan dengan lamanya,tapi dengan mudahnya dihabisi oleh orang ini,tapi tunggu dulu jika dilihat-lihat ada yang mencurigakan sepertinya ada seseorang yang menolongnya".


Tamaruda berpikir dalam benaknya.


Lalu Tamaruda melihat-lihat lagi ke arah sekitar dari atas sebuah pohon yang dinaikinya tadi yang berada agak jauh dari tempat Abhirawa.


Ternyata setelah dilihat-lihatnya lagi ada seorang bocah kecil yang sedang menolong Abhirawa.


"Siapa bocah kecil itu?ia tidak apa-apa dan tak terluka?".Kata Tamaruda dalam benaknya.


Sementara itu Adi menolong Abhirawa yang telah pingsan setelah mengeluarkan jurus pedangnya hingga kehabisan tenaga.


Adi mencari sesuatu dari Cincin Penyimpanan nya,lalu Adi mengambil Pil Pemulih yang tersisa cuma itulah itupun cuma tersisa tinggal setengah.

__ADS_1


Lalu Adi meminumkan Pil Pemulih itu ke Abhirawa yang sedang pingsan dan memberikannya air minum dari botol bambu yang dibawanya,Abhirawa pun terbangun setelah meminum Pil Pemulih.


"Uhuuuk uhuuuuk uhhuuuukkk".


Abhirawa terbangun dan terbatuk-batuk.


"Senior apa Anda baik-baik saja?".Kata Adi bertanya kepada Abhirawa yang baru saja terbangun.


"Adi ambilkan Pil Pemulih dan Cairan Penyembuh Luka dari dalam wadah yang ada di punggung ku".Kata Abhirawa kepada Adi.


Lalu Adi mengambilkan apa yang disebutkan oleh Abhirawa tadi dari dalam wadah yang ada di punggung Abhirawa dan memberikannya kepada Abhirawa.


"Adi tolong bantu aku duduk".Kata Abhirawa kepada Adi.


Kemudian Abhirawa meminumnya dan menyembuhkan lukanya,Abhirawa mulai berposisi seperti bertapa untuk mengembalikan tenaganya.


Sementara itu Tamaruda masih di atas sebuah pohon yang terletak agak jauh dari tempat Adi dan Abhirawa berada.


"Selain itu apa yang harus kulakukan? Pasukan Mayat Hidup yang telah ku kumpulkan selama ini sudah dihancurkan".Kata Tamaruda dalam benaknya.


"Apa aku harus menghubungi Setan Kober,tapi jika aku menghubunginya bisa saja ia akan membunuhku karena tidak menyelesaikan tugas dengan baik dan benar,bagaimana ini apa yang harus kulakukan?".Tamaruda terus berpikir.


"Baiklah mari lakukan apa yang kubisa".Kata Tamaruda dalam benaknya.


Lalu Tamaruda melompat kebawah pohon dan mulai berjalan ke arah Adi dan Abhirawa.


Tamaruda langsung mengeluarkan jurusnya ke arah Adi dan Abhirawa.


"Elemen Petir:Tinju Petir".


Jurus Tinju Petir hampir saja mengenai punggung Adi,tapi dengan cepatnya Adi menghindar dengan Ilmu Gerakan Kilat,Adi tahu bahwa ada yang menyerangnya dari belakang,Adi menggunakan goloknya lalu menyabet disekitar perut Tamaruda dan memukul perutnya hingga Tamaruda terpental sampai ke pepohonan,karena sabetan dari Golok Rimau membuat perutnya berdarah.


"Untung saja aku masih sempat menghindar dari pukulan orang itu,kalau tidak akan fatal nantinya jika terkena,


terima kasih karena telah memberitahuku Rajaguru".Kata Adi berbicara dengan Guru Natha.


"Tenangkan diri mu Adi,orang itu sebenarnya sangat kuat, walaupun ia tadi sedikit terluka setelah terkena sabetan dari Golok Rimau mu".Kata Guru Natha kepada Adi.


"Baik Rajaguru".Kata Adi kepada Guru Natha.


Kemudian Tamaruda bangun dari jatuh terpentalnya setelah terkena pukulan dari Adi serta terluka karena sabetan dari Golok Rimau.


Seketika luka yang terkena sabetan dari Golok Rimau milik Adi tadi,sembuh dengan cepatnya.


"Ternyata luka orang itu bisa sembuh dengan cepat".Kata Adi dalam benaknya.


Lalu Tamaruda melompat ke atas dan menuju ke udara,Tamaruda mulai bersiap untuk mengeluarkan jurusnya.


"Elemen Petir:Tinju Petir Besar".

__ADS_1


Jurus Tinju Petir Besar yang dikeluarkan oleh Tamaruda mengarah ke tempat Adi berada,belum sempat menghindar,Adi menahan Jurus Tinju Petir Besar milik Tamaruda dengan jurus pukulannya.


"Jurus Pukulan Penghancur Meteor".


"BAAAAAMMMMMM".


Jurus Tinju Petir Besar dan Jurus Pukulan Penghancur Meteor berbenturan hingga menghasilkan sebuah ledakan yang besar dan terbentuklah lubang di sekitar Adi dan Abhirawa berada,setelah mengeluarkan jurusnya,Tamaruda langsung menghindar menjauh untuk mencari celah untuk mengalahkan Adi.


"Bocah menyerahlah sebelum aku bunuh kau!".Kata Tamaruda dengan lantangnya kepada Adi.


Tapi Adi tidak menjawab omongan dari Tamaruda,Adi menggunakan Ilmu Gerakan Kilat dan langsung memukul Tamaruda dengan jurus tapaknya.


"Jurus Tapak Naga Penghancur".


"BAAAAAMMMMM".


Belum sempat menghindar,Tamaruda akhirnya terkena Jurus Tapak Naga Penghancur yang Adi keluarkan.


"Agghhhhh".Kata Tamaruda berteriak dengan keras setelah terkena hantaman dari Jurus Tapak Naga Penghancur yang dikeluarkan oleh Adi.


Tidak sampai disitu Adi menghantam dan memukul tubuh Tamaruda dengan jurus pukulannya dan bertubi-tubi hingga sampai tangan Tamaruda patah dan Tamaruda terluka parah karena pukulan dari Adi.


"Uhuuuuukk uhhuuuukk".Tamaruda terbatuk-batuk darah setelah terkena pukulan dari Adi.


Baru saja Adi akan mengarahkan pukulan terakhirnya ke arah Tamaruda,ada seseorang yang menahan pukulan Adi.


"Kalau boleh tahu siapa senior yang menahan pukulan ku,oh ya namaku Adi Iskandar dari Kota Bandarsyah,Suku Sialang,Negeri Lebak Pakam".Kata Adi bertanya pada seseorang yang menahan pukulan Adi.


"Ooohh,boleh juga kamu bocah,aku Galang Riphat dari Desa Seribunga,Suku Gayus,Negeri Lebak Pakam".Kata orang itu kepada Adi.


"Baiklah,mohon kerjasamanya senior".


Kata Adi kepada Galang.


Adi mulai bersiap siaga dengan memasang kuda-kuda untuk menghadapi Galang,Galang pun meletakkan Tamaruda yang telah pingsan setelah terkena pukulan bertubi-tubi dari Adi.


Adi memulai pertarungan dengan pukulannya dan Galang menahan pukulan dari Adi,lalu Adi dan Galang beradu pukulan.


INFO


Galang Riphat


Ras:Manusia(Keluarga Riphat,Suku Gayus)


Julukan:Si Pendekar Tangan Hitam


Galang adalah seorang pendekar dari Desa Seribunga,Suku Gayus,Negeri Lebak Pakam.Galang adalah seorang pendekar dari wilayah Suku Gayus,ia mendapat julukan Si Pendekar Tangan Hitam adalah karena tangannya berwarna hitam dan kekuatannya yang dikeluarkannya berwarna hitam.


Galang adalah seorang pendekar beraliran hitam,ia adalah salah satu anggota dari Kelompok Taring Biru.

__ADS_1


__ADS_2