
Lalu setelah berjalan beberapa menit,akhirnya Adi dan Saphira menemukan tiga pendekar muda yang tersisa sedang tergeletak di tanah.
"Sepertinya mereka bertiga sudah dikalahkan oleh orang berbaju hitam".Kata Adi berbicara dengan Saphira.
"Iya,ayo kita lihat bagaimana keadaan mereka".Kata Saphira kepada Adi.
Kemudian Adi dan Saphira mendekat dan melihat keadaan tiga pendekar muda yang tersisa yang sudah di kalahkan oleh orang berbaju hitam.
"Hei bangun,bagaimana keadaanmu?".
Kata Adi membangunkan salah satu dari tiga pendekar muda yang tersisa yang bernama Ikmal Bingsar.
"Sepertinya orang ini sudah banyak luka-luka di tubuhnya dan sepertinya ia juga kehabisan darah".Kata Adi berbicara dengan Saphira.
"Hem,orang yang ini juga,sepertinya ia juga hilang kesadaran".Kata Saphira kepada Adi tentang keadaan salah satu dari tiga pendekar muda yang tersisa yang bernama Rakyan Achmal.
"Dan yang satu ini juga lukanya sangat besar dan sulit untuk disembuhkan,tapi mari kita tolong dulu mereka sebisa kita".Kata Adi berbicara dengan Saphira tentang keadaan salah satu dari tiga pendekar muda yang tersisa yang bernama Dhani Ardhana.
"Baiklah,Saphira kamu sembuhkan luka mereka yang sangat fatal dulu,baru aku akan memberikan mereka pil dan obat-obatan untuk menyembuhkan mereka".Kata Adi berbicara dengan Saphira.
"Baiklah kalau begitu,aku akan menyembuhkan orang yang luka fatal dulu".Kata Saphira menjawab Adi.
"Hei,Saphira dari kita memanggilnya orang ini,memangnya kamu tidak tahu nama mereka?".Kata Adi bertanya kepada Saphira soal nama tiga pendekar muda yang tersisa.
"Tidak,aku juga belum tahu nama tiga orang ini".Kata Saphira menjawab Adi sambil menunjuk ke arah tiga pendekar muda yang tersisa.
"Jadi begitu".Kata Adi menjawab dengan singkatnya.
Lalu Saphira menyembuhkan tiga pendekar muda yang tersisa yang lukanya sangat fatal dan menyembuhkan mereka satu persatu,
kemudian Adi memberikan tiga pendekar muda yang tersisa Pil Pemulih dan Cairan Penyembuh Luka.
Tidak jauh dari tempat Adi dan Saphira serta tiga pendekar muda yang tersisa,Guru Braja masih bertarung dengan Weghar dan berlangsung sangat sengit.
Tiga pasukan tengkorak yang tersisa terus menyerang Guru Braja,satu tengkorak di arah utara,satu tengkorak di arah barat dan satu lagi tengkorak di arah timur serta Weghar di arah selatan untuk menyerang Guru Braja.
Weghar membuat Guru Braja kewalahan melawan dan membuatnya terpojok dengan situasinya yang dihadang dari semua arah.
"Aku harus bagaimana dalam situasi ini".Kata Guru Braja berpikir dalam benaknya karena ia sedang terpojok.
"Aku harus tenang terlebih dahulu dan menarik nafas,lalu lakukan apa yang aku bisa".Kata Guru Braja berpikir dalam benaknya.
"Mengalah dan menyerahlah Braja!".
Kata Weghar menyuruh Guru Braja untuk menyerah.
"Walaupun aku mati,aku takkan pernah menyerah kepada orang busuk sepertimu paman!".Kata Guru Braja kepada Weghar.
"Sepertinya dalam situasi ini aku harus memanggil Harimau Putih Hitam,jika ia masih hidup berarti aku akan selamat dari situasi ini".Kata Guru Braja berpikir dalam benaknya agar keluar dari situasi yang membahayakan itu.
__ADS_1
Lalu Guru Braja mengambil nafas dan langsung mengeluarkan jurusnya.
"Jurus Pemanggil:Harimau Putih Hitam".
"Apa yang ku lakukan!".Kata Weghar bertanya-tanya.
"GRRAAAAAOOOOO".
Harimau Putih Hitam tunggangan dari Guru Braja ternyata masih hidup dan terlihat sehat dan segar bugar.
"Ternyata kamu masih hidup Hapta!".Kata Guru Braja kepada Hapta Si Harimau Putih Hitam.
"GRRRRAAAOOOO".
Auman dari Harimau Putih Hitam membuat tiga pasukan tengkorak terpental hingga beberapa meter ke arah pepohonan.
Lalu saat situasinya sudah tenang,Guru Braja langsung mengeluarkan jurusnya.
Tapi Weghar tidak tinggal diam,ia langsung memukul Guru Braja yang sedang kelelahan itu.
Karena kelelahan dan tidak bisa menghindari pukulan dari Weghar,Guru Braja akhirnya terkena pukulan dari Weghar hingga membuatnya terpental beberapa meter.
Lalu Guru Braja tidak tinggal diam karena situasinya,ia langsung mengeluarkan jurusnya.
"Elemen Api:Semburan Naga Api".
Guru Braja mengeluarkan Jurus Semburan Naga Api,tapi Weghar sempat menahannya dengan Jurus Mata:Pelindung Badai.
Lalu pertarungan terus berlanjut,mereka berdua terus melakukan pertarungan, dengan Guru Braja mengeluarkan jurusnya.
"Elemen Api:Pukulan Berapi".
Jurus Pukulan Berapi mengenai perut dari Weghar dan membuatnya hampir terpental,dan membuatnya mengeluarkan darah dari mulutnya karena pukulan dari Guru Braja yang sangat kuat.
Lalu Weghar mundur beberapa langkah dan mulai mengambil nafas untuk memulai pertarungan lagi.
Weghar melihat dari jauh keadaan tiga pasukan tengkorak yang dikendalikannya,lalu Weghar mencari cara untuk melihat keadaan tiga prajurit tengkoraknya.
"Sepertinya mereka baik-baik saja,baiklah saatnya memulai".Kata Weghar dalam benaknya untuk memulai serangan.
Lalu Weghar bersiap untuk mengeluarkan jurusnya lagi,jurus yang akan dikeluarkannya adalah Jurus Pemanggil:Pasukan Tengkorak,jurus yang bisa mengurangi umur hingga beberapa puluh tahun.
"Jurus Pemanggil:Pasukan Tengkorak".
"Waaaaahahahha".
Ratusan pasukan tengkorak dengan perlengkapan lengkap didatangkan oleh Weghar untuk mengalahkan Guru Braja.
Satu pasukan terdiri dari seratus prajurit tengkorak yang diketuai oleh seorang komandan tengkorak dengan senjata lengkap.
__ADS_1
Ada sekitar seratus prajurit tengkorak penyembuh,tiga ratus tengkorak penyerang dan seratus tengkorak penahan serangan.
"Gila!apa yang terjadi disini?".Kata Guru Braja terpelongo saat Weghar memanggil sekitar 500 prajurit tengkorak.
"Ghargharghargharghar".
"Kokkkkk kokkkk kokkk".
"Kau akan kalah Braja!".Kata Weghar dengan sombongnya sambil tertawa dan terbatuk-batuk karena wajahnya sudah terlihat tua dan umurnya telah dikurangi karena jurus pemanggilnya.
"Hahaha,orang tua seperti mu ingin mengalahkan ku,jangan bercanda orang tua!".Kata Guru Braja mengejek Weghar yang sudah kelihatan lebih tua.
"Dasar sombong!pasukan tengkorak serang bocah itu!".Kata Weghar menyuruh lima ratus prajurit tengkorak nya menyerang Guru Braja.
Tapi tidak disangka lima ratus prajurit tengkorak yang dipanggilnya sendiri malah membunuhnya dengan cara mengenaskan,Weghar dibunuh oleh salah satu komandan dari prajurit tengkorak itu.
"Aaaaghh".
"Apa yang kau lakukan?mengapa kau membunuhku,tadi kan ku suruh bunuh
dia bukan aku,sialaaannnn!".Kata Weghar yang akhirnya mati karena jurusnya sendiri.
"Senjata makan tuan".Kata Guru Braja kepada Weghar.
"Sepertinya itu balasan yang setimpal dengan perbuatan yang telah kau lakukan selama ini,Paman Weghar".
"Dulunya kau adalah seorang yang baik,tapi sekarang adalah seorang yang jahat,memang benar kata orang setiap orang bisa berubah kapan saja".
"Dulu kau adalah seorang yang pekerja keras yang terus berjuang walaupun menghadapi banyak rintangan,tapi setelah ditawari untuk pekerjaan yang buruk dan menghasilkan uang lebih banyak,kau terima saja".
"Kau membunuh kepala desa Ganestra,dan setelah ia terbunuh kau pun menjadikan kepala desa,lalu kau membunuh seluruh keluarga Mustar,terimalah pembalasan yang diberikan oleh Langit kepadamu".Kata Guru Braja kepada Weghar.
Akhirnya Weghar terbunuh dengan tusukan dari pedang salah satu prajurit tengkorak nya sendiri,tubuhnya Weghar terbelah dua dan tercincang-cincang dan terlihat mengenaskan.
"Sangat mengenaskan".Kata Guru Braja dalam benaknya.
"Baiklah bagaimana caraku mengalahkan lima ratus prajurit tengkorak ini".Kata Guru Braja berpikir dalam benaknya bagaimana cara mengalahkan lima ratus prajurit tengkorak yang dipanggil oleh Weghar.
"Hapta,mari kita lari dulu dan pikiran cara untuk mengalahkan mereka nanti".Kata Guru Braja mengajak Hapta Si Harimau Putih Hitam lari.
"GRRAAAAAOOOOO".
Hapta menghampiri Guru Braja,dan Guru Braja langsung menaiki punggung Hapta.
Lalu Guru Braja dan Hapta melarikan diri dari lima ratus prajurit tengkorak yang dipanggil oleh Weghar,tapi lima ratus prajurit tengkorak itu langsung mengejar Guru Braja.
INFO
Danau Wastha
__ADS_1
Danau Wastha adalah danau yang terbentuk setelah meletusnya Gunung Wastha,yang sekarang sudah menjadi Danau Wastha,Gunung Wastha adalah salah satu dari beberapa gunung yang termasuk salah satu gunung di Pegunungan Singraparna di Kepulauan Lubuk Bangau,Suku Sialang,Negeri Lebak Pakam.
Danau Wastha terbentuk sekitar 252 tahun yang lalu,saat itu Gunung Wastha masih ada,tapi meledak dan hancur setelah meletus dan menjadi Danau Wastha,rumor mengatakan ada seseorang ahli bela diri hebat yang menghancurkannya dan menjadi sebuah lubang yang sangat besar,luas dan dalam,tapi ada juga yang bilang Gunung Wastha meledak dengan sendirinya dan menjadi Danau Wastha.