
Lalu Adi pun berdiri setelah tergeletak beberapa menit,setelah itu ia mengambil sesuatu dari dalam Cincin Penyimpanan nya.
Kemudian Adi mengambil air minum dan Cairan Penyembuh Luka.
Adi mengobati lukanya terlebih dahulu,kemudian mengobati luka-luka Arpama yang kelihatan parah setelah pertarungannya dengan Adi.
Dan memberikan Pil Pemulih dan air minum untuk menyembuhkan Arpama dari pingsan dan lukanya.
Lalu Adi juga minum Pil Pemulih yang tersisa tinggal sedikit.
"Adi..kau tidak apa-apa?".Kata Guru Braja yang datang dari arah selatan menuju ke tempat Adi yang sedang mengobati lukanya.
Adi berjalan menuju ke tempat Adi dengan membawa anak dari Keluarga Purnawisma dengan dibawa oleh Harimau Putih Hitam.
"Tidak apa-apa guru,hanya luka sedikit".Kata Adi menjawab pertanyaan Guru Braja.
"Jadi mau kita apakan anak ini?".Kata Guru Braja bertanya kepada Adi.
"Hem...kita tunggu ia bangun dulu guru,sepertinya ia tidak berbahaya".Kata Adi menjawab Guru Braja.
"Baiklah jika itu katamu".Kata Guru Braja mengiyakan saja.
Sementara itu beberapa kilometer dari Desa Rembanta di tempat Adi dan Guru Braja berada,ada sekitar puluhan orang dari Perguruan Rajabunga yang sedang menuju ke Desa Rembanta.
"Sebentar lagi kita semua akan sampai ke Desa Rembanta,jadi bersiap-siaplah untuk menyerang musuh dengan serangan penuh dan menyerang sampai titik darah penghabisan".Kata Abhirawa kepada murid Perguruan Rajabunga yang lain.
"Hidup Rajabunga,Hidup Sialang".Kata Bhairawa kepada murid Perguruan Rajabunga yang lain.
"Hidup Rajabunga,Hidup Sialang".Kata para murid dengan serempaknya.
Sementara itu Arpama yang pingsan setelah bertarung melawan Adi,akhirnya bangun dari pingsannya.
"Ahhuuukk...ahuukk".Arpama terbatuk-batuk dan setelah itu ia bangun dari berbaringnya.
"Adi...kau tidak meracuniku?kenapa kamu menolongku?".Kata Arpama bertanya kepada Adi.
"Tidak,iya itu karena kamu adalah adik dari Rama dan juga karena kamu bertarung dengan adil melawanku,aku menolongmu karena kamu sama sepertiku ingin menjadi kuat".Kata Adi menjawab pertanyaan Arpama yang sedang duduk setelah pingsan.
"Dimana Kumbatu?".Kata Arpama bertanya kepada Adi.
"Iya sudah menghilang".Kata Adi menjawab pertanyaan Arpama.
"Jadi begitu,terimakasih Adi".Kata Arpama berterimakasih kepada Adi.
"Tidak masalah,minum ini dulu".Adi memberikan sebotol air minum kepada Arpama.
Lalu Arpama meminumnya dengan perlahan untuk menghilangkan dahaga setelah pertarungannya melawan Adi.
"Sekali lagi terima kasih Adi".Kata Arpama kepada Adi.
"Emm,jadi apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?".Kata Adi bertanya kepada Arpama.
__ADS_1
"Sepertinya aku harus pergi dari sini sebelum pemimpin Desa Rembanta mengetahui kedatanganku kesini,kamu juga harus pergi dari sini Adi,karena tempat ini sudah tidak aman,banyak Mayat Hidup yang berkeliaran".Kata Arpama kepada Adi.
"Maaf aku belum bisa pergi dari sini sebelum aku mengantarkan saudara yang ada di atas punggung Harimau ini ke rumah keluarganya".Kata Adi sambil menunjuk ke arah Harimau Putih Hitam yang sedang membawa anak dari Keluarga Purnawisma.
"Memangnya dari Keluarga mana anak ini berasal?".Kata Arpama bertanya kepada Adi.
"Anak ini berasal dari keluarga Purnawisma dan kami disini untuk mencari kediaman keluarganya".Kata Guru Braja yang tiba-tiba menjawab pertanyaan dari Arpama.
"Oh iya,aku baru ingat dimana letak kediaman Keluarga Purnawisma,ambil peta ini".Kata Arpama sambil memberikan peta kepada Adi.
Lalu Adi mengambil peta yang berisi letak kediaman Keluarga Purnawisma.
"Kediaman Keluarga Purnawisma tidak jauh dari Desa Rembanta ini tepatnya di Kota Batu Karang,beberapa kilometer dari desa ini".Kata Arpama memberi tahu letak kediaman Keluarga Purnawisma.
"Terima kasih atas informasinya Arpama,kami akan melanjutkan perjalanan kami ke Kota Batu Karang sesuai peta ini".Kata Adi kepada Arpama.
"Oke semoga kalian sampai sana dengan selamat,baiklah sampai jumpa".Kata Arpama kepada Adi.
Arpama tiba-tiba menghilang dari pandangan Adi dan Guru Braja.
"Jadi guru bagaimana kita akan keluar dari sini?".Kata Adi bertanya kepada Guru Braja.
"Sepertinya kita akan sembunyi,tunggu bala bantuan datang".Kata Guru Braja menjawab pertanyaan Adi.
"Sebenarnya apa tempat ini berbahaya guru?".Kata Adi bertanya kepada Guru Braja.
"Iya memang berbahaya,tapi tidak berbahaya juga,Desa Rembanta adalah salah satu wilayah yang dikuasai oleh Rangsageni Tebeanja atau yang berjulukan Setan Kober dari Desa Rembanta,tempat ini penuh kekacauan dan pembunuhan".
"Sekarang Desa Rembanta menjadi pusat dari pengumpulan Pasukan Mayat Hidup,jadi kita harus melaporkan ini agar tidak terjadi hal yang tidak menjadi masalah besar".Kata Guru Braja menjelaskan kepada Adi.
"Baiklah mari kita ke Kota Batu Karang,sepertinya kita akan sampai ke sana malam hari karena hari telah sore".Kata Guru Braja kepada Adi.
"Siap guru".Kata Adi kepada Guru Braja.
Baru beberapa langkah kaki melangkah,Adi dan Guru Braja dikejutkan oleh beberapa ratus Pasukan Mayat Hidup yang menghadang mereka dari segala arah.
"Dalam situasi ini kita harus tenang,Adi kamu bawa anak dari Keluarga Purnawisma itu dengan Harimau Putih Hitam aku yang akan menghadang mereka agar kalian bisa pergi".Kata Guru Braja memberi perintah kepada Adi.
"Baik guru jika itu katamu".Kata Adi kepada Guru Braja.
Lalu Adi menaiki Harimau Putih Hitam,kemudian Harimau Putih Hitam melompat sejauh beberapa meter dari beberapa puluh Pasukan Mayat Hidup yang menghadang dari arah depan.
"Aku akan membawa bantuan guru".Kata Adi yang sedang di atas punggung Harimau Putih Hitam dan membawa anak dari Keluarga Purnawisma.
Lalu Adi melewati permukiman penduduk dan melalui pintu gerbang Desa Rembanta,kemudian sampai ke luar desa.
"Adi,ingat kata-kata gurumu ini".
"Pendekar sejati tidak pernah mundur dari pertarungannya,pendekar harus melawan sampai titik darah penghabisan,pendekar harus mati dengan terhormat".Kata Guru Natha yang baru saja keluar dari cincin dan memberi pencerahan pada Adi.
"Terima kasih atas pencerahannya Rajaguru".Kata Adi berterima kasih kepada Rajaguru Natha.
__ADS_1
"Rajaguru?".Kata Rajaguru Natha bertanya kepada Adi.
"Iya itu agar bisa membedakan guru dengan guru yang lain".Kata Adi menjawab Rajaguru Natha.
"Iya tidak masalah,baiklah sekarang apa yang akan kamu lakukan,mundur atau maju tentukan pilihanmu?".Kata Rajaguru Natha kepada Adi.
Lalu Adi memegang Golok Rimau ditangannya dan bersiap untuk kembali ke pertarungan.
Adi turun dari atas punggung Harimau Putih Hitam dan berkata padanya.
"Harimau Putih Hitam kamu jaga saudara ini dan jaga dia".Kata Adi kepada Harimau Putih Hitam.
"GRRRRAAOO".Harimau Putih Hitam mengaum atas perkataan Adi kepadanya.
"Baiklah mari bersiap".Kata Adi kepada dirinya sendiri.
Dengan Ilmu Gerakan Kilat,Adi menuju ke tempat Guru Braja berada yang sedang melawan beberapa ratus Pasukan Mayat Hidup.
"Srrrrraaakkkkk".
Beberapa puluh orang Pasukan Mayat Hidup itu ditebas oleh Adi dengan menggunakan Golok Rimau.
Beberapa puluh orang Pasukan Mayat Hidup ditebas lagi oleh Adi,lalu kemudian Adi melompat ke arah tempat Guru Braja yang kelihatannya sedang terdesak oleh serangan Pasukan Mayat Hidup.
"Guru Braja".Kata Adi kepada Guru Braja.
"Adi kenapa kamu kembali kesini?".Kata Guru Braja bertanya kepada Adi.
"Pendekar sejati tidak akan pernah mundur dalam sebuah pertarungan".Kata Adi menjawab Guru Braja.
"Baiklah mari serang mayat hidup itu dengan serangan gabungan".Kata Guru Braja kepada Adi.
Lalu Guru Braja dan Adi melakukan serangan gabungan untuk menyerang Pasukan Mayat Hidup.
Pertama-tama Adi mengeluarkan jurus goloknya.
"Golok Rimau:Rawa Pening".
Sekelompok Pasukan Mayat Hidup kepusingan karena jurus golok Adi,kemudian ketika sekelompok Pasukan Mayat Hidup itu lengah Guru Braja menyemburkan Jurus Elemen Api:Semburan Api".
Terbakarlah beberapa ratus Pasukan Mayat Hidup yang telah masuk ke dalam jangkauan jurus golok Adi dan jurus Guru Braja.
INFO
Abhirawa
Ras:Manusia(Suku Sialang)
Pekerjaan:Pendekar
Julukan:Sang Pendekar Pedang Petir
__ADS_1
Abhirawa adalah seorang pendekar pedang yang berasal dari keluarga yang miskin di Desa Gununggala,Suku Sialang,Negeri Lebak Pakam,suatu desa yang ada di wilayah kedua Suku Sialang.
Abhirawa seorang pendekar pedang yang handal,di usianya yang ke-18 tahun ia sudah menjadi pemenang dalam pertarungan antar pendekar pedang di Negeri Lebak Pakam,Abhirwa memiliki sebuah pedang petir yang bernama Gurlhedek.Abhirwa diangkat menjadi murid salah satu tetua di Perguruan Rajabunga bersama adiknya,karena itu mereka tinggal di Perguruan Rajabunga sebagai murid.