PERJALANAN MENCARI TUJUAN

PERJALANAN MENCARI TUJUAN
Pasukan Mayat Hidup II


__ADS_3

"Karena Braja sudah melakukan hal yang tidak sepantasnya dilakukan,


karena itu ia akan ditangkap dan dilakukan interogasi ataupun bisa juga dihukum,jadi begitulah Tuan Muda".Kata Abhirawa menjawab pertanyaan Adi.


"Tapi kalian tidak bisa menangkapnya dengan begitu saja,bukankah guru tidak salah apa-apa,selama ini ia bersamaku".


Kata Adi membela Braja agar tidak ditangkap.


"Terima kasih Adi karena telah membelaku,aku tidak apa-apa,jadilah seorang pendekar yang hebat".Kata Guru Braja kepada Adi.


"Maafkan kami Tuan Muda kami hanya menjalankan tugas untuk menangkapnya".Kata Bhairawa kepada Adi.


"Bhairawa kamu bawa Braja ke Perguruan,bawa beberapa murid untuk jadi pengawal".Abhirawa memberikan perintah kepada Bhairawa.


"Baiklah akan kulaksanakan".Kata Bhairawa menjawab Abhirawa.


Lalu Braja dibawa oleh Bhairawa dan beberapa murid menuju ke Perguruan Rajabunga dengan menggunakan kuda,sebelum pergi Braja meminta izin pada Bhairawa untuk bicara dengan Adi.


"Adi terima kasih sekali atas semua hal,jaga anak dari Keluarga Purnawisma itu sampai ke kediamannya,ingat kata-kataku Adi".


"Ada musuh dalam selimut".Kata Guru Braja kepada Adi.


"Apa?".Kata Adi bertanya kepada Braja.


Braja tidak menjawab pertanyaan Adi,ia langsung kembali ke tempat Bhairawa.


"Apa maksud guru?apa ada mata-mata diantara kami?sepertinya memang ada".Kata Adi bertanya-tanya dalam benaknya.


"Tuan muda apakah Anda mau ikut Bhairawa ke Perguruan Rajabunga atau Anda mau ikut kami untuk mencari dalang dari semua hal ini".Kata Bhairawa bertanya pada Adi.


"Hem,sebaiknya aku harus mengikuti mereka terlebih dahulu untuk menyelesaikan tugas dan mencari dalang dari semua ini".Kata Adi dalam benaknya.


"Baiklah aku akan ikut kalian".Kata Adi menjawab pertanyaan dari Bhairawa.


"Baiklah kalau itu mau Tuan Muda".Kata Bhairawa kepada Adi.


"Kakak,jaga baik-baik Tuan Muda dan kalian juga".Kata Bhairawa kepada Abhirawa dan yang lainnya.


Lalu kemudian Braja dibawa oleh Bhairawa dengan menggunakan kuda,mereka menuju ke Perguruan Rajabunga.


"Baiklah,kita yang disini mari bersiap untuk penyerangan terhadap dalang dari Pasukan Mayat Hidup".Kata Abhirawa kepada yang lainnya.


Lalu Abhirawa dan yang lainnya menyusun rencana untuk mengalahkan dalang dari Pasukan Mayat Hidup.


Kemudian Abhirawa menjelaskan rencananya kepada Adi dan yang lainnya.


"Jadi begitu,apakah ada yang mau bertanya?".Kata Abhirawa memberi tahu rencananya pada Adi dan yang lainnya.


"Tidak".Kata Adi dan yang lainnya menjawab Abhirawa.


"Oke baiklah mari kita mulai rencananya".Kata Abhirawa kepada Adi dan yang lainnya.


Lalu tetua yang membawa tongkat dan sekitar sepuluh murid pergi bersembunyi untuk memata-matai Pasukan Mayat Hidup yang ada di sekitar balai desa.


Beberapa puluh prajurit Pasukan Mayat Hidup datang menghadang Adi,


Bhairawa dan yang lainnya.


Lalu Adi menarik Golok Rimau yang ada di sarung di punggungnya.

__ADS_1


"Sraaakkkkk".


Beberapa prajurit Pasukan Mayat Hidup ditebas oleh Adi menggunakan Golok Rimau nya.


Bhairawa juga menggunakan pedang Ghurlhedek miliknya untuk menebas beberapa prajurit Pasukan Mayat Hidup.


Murid dan tetua juga ikut menghabisi beberapa prajurit Pasukan Mayat Hidup yang menghadang mereka.


Setelah menghabisi beberapa puluh prajurit Pasukan Mayat Hidup,mereka melanjutkan perjalanan ke arah hutan yang terdapat banyak sekali prajurit Pasukan Mayat Hidup.


"Ghurlhedek:Tebasan Petir Membelah".


"Srrrrraaakkkk".


Semua prajurit Pasukan Mayat Hidup yang ada dalam hutan dapat dengan mudahnya ditebas oleh Abhirawa dengan pedangnya,tapi tersisa beberapa prajurit Pasukan Mayat Hidup yang masih hidup.


Lalu salah satu tetua yang memegang pedang juga ikut menghabisi beberapa prajurit Pasukan Mayat Hidup yang telah ditebas oleh Abhirawa dengan pedangnya,tetua itu membakar semua prajurit Pasukan Mayat Hidup yang ada dengan jurus apinya.


Terbakarlah prajurit Pasukan Mayat Hidup yang menghadang mereka,lalu kemudian datang lagi segerombolan prajurit Pasukan Mayat Hidup dengan komandannya yang membawa pedang ditangannya.


Prajurit Pasukan Mayat Hidup itu dengan mudahnya dapat ditebas dan dibakar oleh tetua dari Perguruan Rajabunga yang membawa pedang dan tongkat.


"Makin banyak saja Pasukan Mayat Hidup yang datang dan juga kita menjadi sangat sulit untuk bergerak".


Kata tetua yang memegang tongkat kepada tetua yang memegang pedang.


"Benar apa katamu,jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?".Kata tetua yang memegang pedang bertanya kepada tetua yang memegang tongkat.


"Mari kita cari dalangnya".Kata tetua yang memegang tongkat kepada tetua yang memegang pedang.


Lalu dua tetua itu kembali ke tempat Abhirawa dan Adi.


"Belum tetua,sepertinya sebentar lagi, tapi banyak sekali prajurit Pasukan Mayat Hidup yang datang menghadang kita,mereka sangat menguras tenaga".


Kata Abhirawa kepada para tetua.


"Iya tetua,jika mereka datang terus-menerus seperti ini,kita akan cepat kelelahan dan kehabisan tenaga".


Timpal salah satu murid dari Perguruan Rajabunga.


"Betul katanya tetua".Kata Abhirawa membenarkan pendapat salah satu murid dari Perguruan Rajabunga.


"Hem...memang benar,baiklah mari kita cari dalangnya terlebih dahulu".Kata tetua yang memegang tongkat di tangannya.


Lalu Adi,Bhairawa dan yang lainnya berjalan menuju ke arah hutan yang telah mereka hancurkan dan masih terbakar karena jurus dari salah satu tetua.


"Sepertinya disini sudah tidak apa-apa lagi".Kata Abhirawa kepada yang lainnya.


"Sebaiknya kita berpencar untuk mencari dalang dari semua prajurit Pasukan Mayat Hidup yang ada".Kata Adi memberikan pendapatnya.


"Baiklah,kalian sudah dengar apa kata Tuan Muda,mari kita berpencar disini".


"Satu tetua mengajak sekitar dua atau tiga orang tiga atau empat murid,aku dan Tuan Muda akan mencarinya bersama-sama".Kata Abhirawa memberi perintah pada yang lain.


Lalu Adi dan Abhirawa menyusup ke tempat-tempat dan rumah penduduk yang ada di Desa Rembanta untuk mencari dalang dari semua prajurit Pasukan Mayat Hidup yang ada di desa.


Ternyata di salah satu dari rumah penduduk yang disusupi oleh Adi dan Abhirawa ada seseorang yang sedang menunggu mereka.


"Permisi,boleh kami masuk?".Kata Abhirawa kepada orang yang sedang duduk itu.

__ADS_1


Orang yang sedang duduk itu dengan tiba-tiba ia memukul Abhirawa dengan tangannya,tapi Abhirawa sempat menahannya dengan pedangnya.


Lalu terjadilah pertarungan antara Abhirawa dan orang yang sedang duduk tadi,,mereka berdua terus melakukan pertarungan dengan orang itu mengeluarkan jurusnya.


"Elemen Petir:Tinju Petir".


Jurus Tinju Petir hampir saja mengenai perut dari Abhirawa,tapi dengan cepatnya Abhirawa menggunakan pedangnya lalu menyabet disekitar perut orang itu dan memukul perutnya hingga ia terpental sampai ke dinding rumah,karena sabetan dari pedang Abhirawa membuat perutnya berdarah dan merasakan sakit disekitar tempat pukulan yang dilayangkan oleh Abhirawa ke perut orang itu.


"Pukulan yang sangat kuat,orang ini sangat berbahaya,aku harus membunuhnya sebelum mereka tahu rencana kami sebenarnya".Kata orang itu didalam benaknya.


Lalu orang itu menghancurkan dinding yang ada di belakangnya dengan menggunakan Jurus Tinju Petir nya.


"Elemen Petir:Tinju Petir".


"DUUUUUARRRRR".


Setelah dinding papan rumah itu hancur,orang itu mundur dari rumah itu dan menjauh dari jangkauan Adi dan Abhirawa.


Setelah itu orang itu mengeluarkan jurus elemen petirnya untuk menghancurkan rumah tempat Adi dan Abhirawa berada.


"Elemen Petir:Sambaran Petir".


"JEDDDDDAARRR".


"DUUUUUARRRRR".


Sambaran petir menyambar-nyambar ke arah rumah tempat Adi dan Abhirawa berada.


"Hahaha,rasakan itu bocah sialan".Kata orang itu kepada Adi dan Abhirawa yang sedang dalam rumah yang dihancurkannya.


"Siapa yang ingin kamu bunuh teman".Kata Abhirawa kepada orang itu.


Abhirawa dan Adi keluar dari rumah penduduk yang sudah dihancurkan oleh orang itu dengan tubuh tanpa luka sedikitpun.


"Bagaimana mungkin kalian tidak terluka setelah terkena jurusku yang sangat kuat itu?".Kata orang itu kepada Adi dan Abhirawa.


"Jurus yang kuat?hahaha,kekuatan seperti itu tidak akan bisa menggunakan kami".Kata Abhirawa kepada orang itu.


"Kalian sialan".Kata orang itu kepada Adi dan Abhirawa.


"Jika boleh tahu siapa Anda?mengapa Anda menyerang kami?".Kata Abhirawa kepada orang itu.


"Karena kalian akan mati nantinya maka akan kuberitahu namaku,aku Tamaruda Dharu dari Desa Wamat,Suku Gayus,Negeri Lebak Pakam".


"Aku biasa dipanggil dengan julukan Tamaruda Si Pendekar Tinju Petir".Kata Tamaruda menjelaskan tentangnya kepada Adi dan Abhirawa.


INFO


Tamaruda Dharu


Ras:Manusia(Keluarga Dharu,Suku Gayus)


Pekerjaan:Pendekar dan mata-mata


Julukan:Si Pendekar Tinju Petir


Tamaruda adalah seorang pendekar dari Desa Wamat,Suku Gayus,Negeri Lebak Pakam.Tamaruda adalah seorang pendekar jenius di wilayah Suku Gayus,ia mendapat julukan Si Pendekar Tinju Petir adalah karena tinju yang sekuat petir dan beraura petir.


Tamaruda menjadi pendekar beraliran hitam setelah ia ditawari seseorang dari kelompok Taring Biru,lalu ia dikirim ke Suku Sialang tepatnya di Desa Rembanta sebagai mata-mata.

__ADS_1


__ADS_2