
"Karena hari mulai gelap,mari kita beristirahat terlebih dahulu untuk memulihkan tenaga kembali".Kata Guru Braja kepada Adi dan yang lainnya.
"Baiklah guru,tapi apakah ada yang berjaga-jaga malam ini agar kita tidak terkena masalah ataupun ada yang menyerang nantinya".Kata Saphira memberi pendapat kepada Guru Braja.
"Hem..bagus juga idemu Saphira,
baiklah untuk malam ini Adi dan Irwan yang berjaga".Kata Guru Braja kepada Adi dan Irwan.
"Baiklah guru,kami berdua akan berjaga-jaga malam ini".Kata Adi kepada guru Braja.
"Nanti kalian berdua akan gantian dengan Rakyan,Dhani dan Ikmal".Kata Guru Braja kepada Rakyan,Dhani dan Ikmal.
"Baik Guru Braja,kami bertiga akan bergantian berjaga-jaga".Kata Dhani kepada Guru Braja.
Setelah selesai,akhirnya Guru Braja dan yang lainnya beristirahat untuk memulihkan tenaga agar kembali.
Sedangkan Adi dan Irwan berjaga-jaga agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
"Irwan bagaimana?".Kata Adi bertanya kepada Irwan yang ada di dekat tepi danau.
"Baik,tidak ada yang mencurigakan".
Kata Irwan menjawab pertanyaan Adi.
Lalu Adi pun berkeliling-keliling ke arah hutan untuk berjaga-jaga agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan dan serangan yang dilakukan oleh musuh jika memang ada.
Setelah beberapa saat melihat sekitar,Adi dan Irwan pun bergantian menjaga dengan Rakyan,Dhani dan Ikmal untuk menjaga mereka dari ancaman musuh.
Angin berhembus kencang yang hampir saja memadamkan api,serangga berbunyi begitu nyaringnya dan pepohonan saling bergesekan karena hembusan angin.
Adi menghabiskan malam bersama dengan Guru Braja dan yang lainnya di tengah hutan di tepi Danau Wastha.
Tapi tiba-tiba Adi terbangun karena ingin buang air kecil,lalu Adi mencari tempat untuk buang air kecil di sekitar hutan tepi Danau Wastha.
"Aghhh,akhirnya lega juga".Kata Adi yang sudah selesai buang air kecil dibawah sebuah pohon yang sangat besar.
"Hei hei hei hei hei hei".Kata orang yang memanggil Adi dari dalam sebuah Danau Wastha.
"Siapa kamu?".Kata Adi sedikit terkejut dengan suara dari orang yang mengejutkannya.
"Aku adalah penjaga danau ini!".Kata orang yang ada di dalam Danau Wastha.
"Jadi ada gerangan apa Anda menganggu saya?".Kata Adi bertanya kepada orang yang ada di dalam Danau Wastha.
"Aku hanya ingin menyapamu anak muda".Kata orang yang ada di dalam Danau Wastha.
"Jadi apa yang Anda ingin bicara dengan saya wahai penjaga Danau Wastha".Kata Adi bertanya kepada penjaga Danau Wastha itu.
__ADS_1
"Tidak ada,hanya ingin menyapa saja,bagaimana kabar kakekmu?".Kata orang itu menanyakan bagaimana kabar kakek dari Adi.
Seseorang kakek tua berambut putih dengan memegang tongkat di tangan kanannya,berpakaian putih dan sedikit hitam serta sedikit bercorak menghampiri Adi.
"Bagaimana bisa Anda tahu bahwa aku adalah cucu dari orang yang Anda bicarakan tadi?".Kata Adi bertanya kepada penjaga Danau Wastha.
"Hem,sepertinya hanya karena insting saja dan bau dari badanmu sama sepertinya,oh iya jadi bagaimana kabarnya?".Kata penjaga Danau Wastha menjawab pertanyaan Adi.
"Hem,sebenarnya kakekku telah meninggal beberapa tahun yang lalu,tapi ada juga rumor yang mengatakan bahwa kakekku masih hidup dan tinggal di suatu tempat untuk bertapa dan mengembangkan beladiri nya".Kata Adi menjawab pertanyaan penjaga Danau Wastha tentang keadaan kakeknya.
"Jadi begitu".Kata penjaga Danau Wastha.
"Memangnya apa hubungan Anda dengan kakekku?".Kata Adi bertanya kepada penjaga Danau Wastha.
"Hem..dulu kami adalah teman,iya bisa dibilang teman berpetualang dan teman bertarung,tapi pada suatu saat kami pasti akan berhenti dari petualangan yang telah kami lakukan,jadi aku memutuskan untuk berhenti menjadi petualang dan mulai mencari tempat untuk bertapa dan waktu itu aku sampai tempat ini dan sampai sekarang aku tetap disini".Kata penjaga Danau Wastha menjawab pertanyaan Adi.
"Jadi begitu,hem..awalnya bagaimana Anda bisa bertemu dengan kakek saya".Kata Adi bertanya kepada penjaga Danau Wastha.
"Hem...panggil saja aku Pak Tua Cahtra dan nama asliku adalah Cahtra Andaria
dari Suku Baghari,jadi ceritanya dulu kami berdua adalah seorang petualang,aku dulunya adalah seorang pendekar yang hebat,dan pada satu waktu aku bertemu dengan kakekmu Mukhsin Iskandar,seorang pendekar pedang yang hebat".
"Aku bertemu dengan kakekmu di Kota Bandarsyah,dulu kami adalah musuh,
tapi pada saat bertarung dengannya aku kalah dan akhirnya kami berdua menjadi saudara sumpah,kami berdua pun memulai petualangan berdua,lalu kami pun ke ibukota untuk membuat kelompok dan mencari teman".
"Lalu saat kelompok kami telah sedikit banyak,kami pun memulai petualangan dengan kelompok yang telah kami berdua buat,kami banyak menyelesaikan misi-misi yang sulit,
"Jadi begitu,jadi Pak Tua Cahtra adalah teman baik dari kakekku?".Kata Adi bertanya kepada Pak Tua Cahtra yang langsung datang menghampiri Adi dari dalam Danau Wastha.
"Iya begitulah".Kata Pak Tua Cahtra kepada Adi.
"Oh iya,apakah kamu mau diajarkan sebuah jurus?".Kata Pak Tua Cahtra bertanya kepada Adi.
"Hem..jika tidak merepotkan Pak Tua Cahtra".Kata Adi mengiyakan saja.
"Oke kalau begitu,mari kita tempat untuk belajar jurus".Kata Pak Tua Cahtra kepada Adi.
Kemudian Pak Tua Cahtra mengajak Adi ke arah tepi Danau Wastha,lalu setelah berjalan beberapa kilometer Pak Tua Cahtra akhirnya menemukan tempat yang cocok untuk mengajari Adi jurus beladiri.
"Sepertinya ini tempat yang cocok untuk berlatih,dan aura Tenaga Dalam nya sangat kuat".Kata Pak Tua Cahtra kepada Adi.
Pak Tua Cahtra memberikan gulungan yang berisi jurus yang akan diajarkannya kepada Adi.
"Kamu...lihatlah ini,dan jika kamu telah bisa,cobalah".Kata Pak Tua Cahtra kepada Adi.
"Oh iya,siapa namamu anak muda?".
__ADS_1
Kata Pak Tua Cahtra bertanya kepada Adi.
"Oh iya maaf Pak Tua Cahtra saya lupa memberi tahu,nama saya Adi Iskandar dari Keluarga Iskandar di Kota Bandarsyah,Negeri Lebak Pakam".Kata Adi menjawab pertanyaan Pak Tua Cahtra.
"Baiklah kalau begitu,belajarlah jurus itu terlebih dahulu dan Pak Tua ini akan memperhatikan mu".Kata Pak Tua Cahtra kepada Adi.
Diam-diam Guru Natha keluar dari cincin roh menuju ke tempat Pak Tua Cahtra berada.
"Hei paman,bagaimana kabarmu?".Kata Guru Natha kepada Pak Tua Cahtra.
"Oh,bocah Natha rupanya,masih ingat juga kamu kepadaku?".Kata Pak Tua Cahtra kepada Guru Natha.
"Iya paman,jadi paman mengapa Anda tinggal disini?,bukankah di ibukota Anda bisa saja hidup enak,gaji banyak dan makan minum disiapkan oleh pelayan,
mengapa paman hanya tinggal disini?".
Kata Guru Natha bertanya kepada Pak Tua Cahtra
"Ya memang di ibukota hidup enak,tapi aku tidak nyaman untuk berada disana,
lebih baik disini".Kata Pak Tua Cahtra menjawab pertanyaan Guru Natha.
"Memangnya apa yang membuat Anda tidak ingin tinggal di ibukota?".Kata Guru Natha bertanya kepada Pak Tua Cahtra.
"Hem..paman ini hanya ingin menyendiri dan hidup dengan nyaman dan tenang,
melupakan hal-hal yang pahit yang telah dilalui".Kata Pak Tua Cahtra menjawab pertanyaan Guru Natha.
"Bocah Natha!apa yang terjadi padamu?mengapa kamu bisa menjadi hanya meninggalkan roh saja begini?".Kata Pak Tua Cahtra bertanya kepada Guru Natha.
"Maafkan paman aku telah lalai,karena aku terkena racun dan langsung dimasukkan ke dalam cincin roh".Kata Guru Natha menjawab pertanyaan Pak Tua Cahtra.
"Jadi begitu,aku bisa saja menyembuhkanmu,tapi sekarang aku tidak punya kekuatan sekuat dulu lagi karena luka yang kualami dulu".Kata Pak Tua Cahtra kepada Adi.
"Terima kasih paman,walaupun tidak bisa hidup dengan baik lagi,begini saja sudah tidak apa-apa bagiku,dulunya aku seorang raja yang hebat menaklukan banyak negara di sekitar Kerajaan Jayakarsa ini,tapi aku telah banyak melakukan hal-hal yang salah kepada orang-orang,sepertinya ini adalah balasan dari apa yang telah aku lakukan selama ini".Kata Guru Natha kepada Pak Tua Cahtra.
"Ya begitulah hidup bocah Natha,ada saatnya kita berdiri di atas dan ada saatnya kita berada di bawah,hidup
memang misterius".Kata Pak Tua Cahtra kepada Guru Natha.
INFO
Cahtra Andaria
Ras:Manusia(Keluarga Andaria,Suku Zarkya)
Pekerjaan:Petualang dan Pendekar
__ADS_1
Cahtra atau biasa dipanggil Pak Tua Cahtra adalah seorang pendekar beladiri yang menjadi seorang petapa yang menjaga Danau Wastha di Pulau Sabalik,Pak Tua Cahtra adalah teman dari kakek Adi yaitu,Mukhsin Iskandar.
Dulunya Pak Tua Cahtra adalah seorang pendekar yang hebat,tapi karena umurnya telah tua,ia menjadi seorang petapa dan menjaga Danau Wastha selama beberapa tahu lamanya hingga sekarang,Cahtra adalah seorang pendekar yang melegenda,Cahtra lahir di Lembah Ambas,Desa Gadipa,Negeri Angin Topan.