
Setelah Guru Braja dan Hapta Si Harimau Putih Hitam melarikan diri dari lima ratus prajurit tengkorak yang dipanggil oleh Weghar.
Lima ratus prajurit tengkorak itu mengejar Guru Braja dan Hapta Si Harimau Putih Hitam.
"Harus mencari tempat persembunyian dulu sepertinya,sebelum mereka sampai mengejar ku".Kata Guru Braja dalam benaknya.
"Sepertinya aku harus menuju danau".Kata Guru Braja dalam benaknya.
Lalu Guru Braja dan Hapta Si Harimau Putih Hitam menuju ke arah Danau Wastha.
Guru Braja akhirnya sampai di tepi Danau Wastha,Guru Braja menunggu lima ratus prajurit tengkorak yang mengejarnya.
Langsung saja lima ratus prajurit tengkorak yang dipanggil oleh Weghar dengan cepatnya mengejar Guru Braja dan sampai di Danau Wastha.
Guru Braja langsung mengeluarkan jurusnya.
"Jurus Tapak Naga Penghancur".
"DUUUUUARRRRR".
Sekitar beberapa puluh prajurit tengkorak hancur karena Jurus Tapak Naga Penghancur milik Guru Braja.
Dan ratusan prajurit tengkorak yang lain ternyata dapat menahannya dengan tengkorak penahan di barisan depan,karena itu korban dari Jurus Tapak Naga Penghancur milik Guru Braja cuma sedikit.
"Untuk menghancurkan prajurit tengkorak ini akan menguras banyak tenaga dan waktu yang lama".Kata Guru Braja dalam benaknya.
Lalu Guru Braja turun dari punggung Harimau Putih Hitam dan langsung mengalirkan Tenaga Dalam nya dan Langsung bersiap untuk mengeluarkan Jurus Tapak Naga Penghancur lagi.
"Jurus Tapak Naga Penghancur".
"DUUUUUARRRRR".
Beberapa puluh prajurit tengkorak yang dipanggil oleh Weghar hancur lebur karena Jurus Tapak Naga Penghancur milik Guru Braja.
Sementara itu tidak jauh dari tepi danau tempat pertarungan antara Guru Braja,Irwan masih terkapar setelah serangan dari Weghar dan ia hilang kesadaran dan pingsan.
"Aghhhh".
Irwan berteriak setelah mengeluarkan banyak darah dari mulutnya,karena efek dari pertarungannya dengan Weghar.
"Dimana ini?mengapa aku bisa ada disini?".Kata Irwan bertanya-tanya dalam benaknya.
"Sepertinya ini di pinggir danau,dan aku bisa berada disini adalah karena pertarungan ku dengan Weghar".Kata Irwan terus berpikir dan mengingat kembali kejadian sebelumnya.
"Kookk koookk kookk".
"Sepertinya aku harus menyembuhkan tubuh ku yang terluka ini!".Kata Irwan berbicara sendiri.
Lalu Irwan mencari Pil Pemulih dan Cairan Penyembuh Luka dari dalam Kantung Penyimpanan nya.
"Hah..untung saja ada".Kata Irwan setelah menemukan sesuatu untuk menyembuhkan luka dari kantung penyimpanan nya.
Setelah meminum obatnya,Irwan langsung mencari tempat untuk bertapa.
"Sepertinya ini tempat yang bagus!".Kata Irwan setelah menemukan tempat yang cocok untuk bertapa.
Lalu Irwan menebas sebuah pohon untuk tempatnya bertapa.
Kemudian Irwan memulai pertapaannya agar obat yang ia minum mengalir ke seluruh tubuh.
Setelah beberapa lama kemudian,Irwan akhirnya selesai bertapa.
__ADS_1
"Ahhh".Kata Irwan lega setelah melakukan pertapaan.
"Sepertinya aku harus mencari yang lain terlebih dahulu,karena telah lama disini tadi aku jadi lupa ini dimana".Kata Irwan berpikir dalam benaknya.
Lalu Irwan berdiri dan mulai mencari Adi dan yang lainnya.
"Dimana mereka ya?".Kata Irwan bertanya-tanya dalam benaknya.
"Sepertinya ini bekas pertarungan dan daun ini terlihat rusak serta pepohonan di sekitar tempat ini terlihat tergores-gores karena pertarungan".Kata Irwan mencari dimana keberadaan Adi dan yang lainnya dari bekas pertarungan.
Setelah menemukan petunjuk yang jelas,Irwan mulai mencari keberadaan Adi dan yang lainnya dengan petunjuk yang ada.
"Sepertinya dengan petunjuk ini saja,aku belum bisa menemukan Adi dan yang lainnya,sebaiknya aku harus memanggil Naga Bahuwirya lagi".Kata Irwan berpikir untuk memanggil Naga Bahuwirya.
Setelah berpikir panjang dan lama,Irwan langsung mengeluarkan jurus pemanggilnya dan untuk mulai memanggil Naga Bahuwirya.
"Jurus Pemanggil:Naga Bahuwirya".
"GRAAAAAOOOOOOO".
Setelah melakukan pemanggilan dengan jurus pemanggil kepada Naga Bahuwirya,lalu Irwan menaiki punggung Naga Bahuwirya untuk mencari keberadaan Adi dan yang lainnya.
"Ayo..Bahuwirya".Kata Irwan kepada Naga Bahuwirya setelah ia menaiki punggung Naga Bahuwirya.
Lalu Naga Bahuwirya terbang di sekitar hutan di tepi danau dan mulai mencari keberadaan Adi dan yang lainnya dengan mengandalkan matanya untuk melihat dimana Adi dan yang lainnya.
"Bukankah itu Guru Braja!".Kata Irwan menemukan keberadaan Guru Braja.
"Banyak sekali prajurit tengkorak yang menyerang Guru Braja".Kata Irwan dalam benaknya.
"Bahuwirya turun kesitu".Kata Irwan menunjuk ke arah tempat Guru Braja berada.
"Ternyata tiga tengkorak ini masih hidup dan mereka yang telah melukai ku,maka aku harus menghabisi tiga tengkorak yang tersisa ini".Kata Irwan berbicara dengan lantangnya.
"Akan kuhabisi kalian".Kata Irwan berbicara dengan lantangnya kepada tiga tengkorak dari Kelompok Bayangan Hitam.
Lalu Irwan mulai mengeluarkan jurusnya.
"Elemen Tanah:Ledakan Tanah".
"DUUUUUARRRRR".
Tanah disekitar tiga tengkorak meledak-ledak hingga menghasilkan ledakan yang besar dan hampir saja menghancurkan salah satu tengkorak dari Kelompok Bayangan Hitam.
"Semburan Api Besar".
Api yang sangat panas keluar dari mulut Naga Bahuwirya menyembur dan menyerang ke arah tiga tengkorak.
Tiga tengkorak itu tidak tinggal diam,mereka bertiga langsung mengeluarkan jurus elemen tanah yang membentuk sebuah dinding tanah yang tinggi agar dapat menghalangi semburan api dari Naga Bahuwirya.
Semburan api Naga Bahuwirya dan dinding tanah tiga tengkorak dari Kelompok Bayangan berbenturan menghasilkan ledakan yang membuat api dari Naga Bahuwirya membakar dinding tanah hingga hampir saja terbakar habis.
"Akan ku akhiri ini dengan cepat,serang mereka Bahuwirya".Kata Irwan menyuruh Naga Bahuwirya menyerang tiga tengkorak dari Kelompok Bayangan Hitam.
Irwan pun juga menyerang tiga tengkorak dari Kelompok Bayangan Hitam dengan mengeluarkan jurusnya dan memulai serangan gabungan dengan Naga Bahuwirya.
"Elemen Tanah:Terjangan Tanah".
"Semburan Lahar Panas".
Jurus Terjangan Tanah menimbun tiga tengkorak dari Kelompok Bayangan Hitam dan Semburan Lahar Panas menyiram tiga tengkorak dari Kelompok Bayangan Hitam hingga membuat tiga tengkorak dari Kelompok Bayangan Hitam itu meleleh menjadi cairan.
__ADS_1
"Hahh...akhirnya mereka kalah".Kata Irwan mengeluarkan nafas lega setelah mengalahkan ketiga tengkorak dari Kelompok Bayangan Hitam.
Sementara itu Guru Braja terus menahan ratusan prajurit tengkorak bersama dengan Hapta Si Harimau Putih Hitam dengan terus menerus menyerang hingga menyisakan beberapa ratus prajurit tengkorak yang masih hidup.
"Hahhh...masih sekitar dua ratus prajurit tengkorak lagi yang harus dibasmi,
apakah tenaga akan cukup untuk mengalahkan mereka semua".Kata Guru Braja dalam benaknya.
Tiba-tiba datang seorang yang menaiki naga dan ternyata itu adalah Irwan yang juga berada di tepi danau yang tak dilihat dan diketahui keberadaannya sedari tadi oleh Guru Braja.
"Guru!untung saja anda tidak apa-apa".Kata Irwan yang langsung turun dari atas punggung Naga Bahuwirya dan langsung menghampiri Guru Braja.
"Iya begitulah,tapi kita harus membasmi ratusan prajurit tengkorak ini baru kita bicarakan hal ini nanti".Kata Guru Braja mengajak Irwan untuk membasmi ratusan prajurit tengkorak yang tersisa.
"Baiklah guru,mari kita lakukan".Kata Irwan mengiyakan saja ajakan Guru Braja.
Lalu Guru Braja mulai menyerang lagi ratusan prajurit tengkorak itu dengan Harimau Putih Hitam dan Irwan juga ikut menyerang dengan Naga Bahuwirya.
"GRAAAAAOOOOOOO".
"GRAAAAAOOOOOOO".
"GRAAAAOOOOOOO".
Auman dari kedua binatang itu membuat beberapa puluh tengkorak hancur karenanya dan untung saja Irwan dan Guru Braja memakai penutup telinga untuk menutupi telinganya,kalau tidak telinga mereka akan pecah.
"Elemen Tanah:Ledakan Tanah".
Tanah disekitar ratusan tengkorak itu meledak-ledak hingga menghasilkan ledakan yang besar dan menghancurkan
beberapa puluh prajurit tengkorak.
"Elemen Api:Semburan Api".
Semburan Api milik Guru Braja membakar beberapa prajurit tengkorak hingga mereka terbakar hangus.
"Hahh..pertarungan ini menghabiskan banyak tenaga".Kata Guru Braja berbicara dengan Irwan.
"Guru jika Anda mau,saya akan memberikan Pil Pemulih ini untuk Anda".Kata Irwan memberikan Pil Pemulih kepada Guru Braja yang sedang berada di atas punggung Harimau Putih Hitam.
"Terima kasih".Kata Guru Braja berterima kasih kepada Irwan karena telah memberinya Pil Pemulih.
Kemudian Irwan dan Guru Braja terus bertarung hingga berlangsung lama dan sengit.
INFO
Harimau Putih Hitam
Ras:Binatang Buas
Pekerjaan:Penjaga Hutan Kesedaeran
Julukan:Sang Penjaga Kesedaeran,Si Cakar Penghancur.
Harimau Putih Hitam atau biasa dipanggil oleh Braja dengan sebutan Hapta adalah salah satu dari dua penjaga di Hutan Kesedaeran,
julukannya adalah Sang Penjaga Hutan Kesedaeran dan Si Cakar Penghancur yang didapatkannya karena ia adalah harimau penghancur.
Hapta Si Harimau Putih Hitam ia tinggal di Hutan Kesedaeran yang ada di
Gunung Masnaga,Kota Tanamas,Negeri Lebak Pakam.
__ADS_1