PERJALANAN MENCARI TUJUAN

PERJALANAN MENCARI TUJUAN
Mencari Jejak


__ADS_3

Setelah menyelesaikan masalah yang dihadapi,Guru Braja dan Irwan pun mencari tempat untuk beristirahat sejenak dan bertapa memulihkan tenaga.


Sementara itu Adi dan Saphira masih menyembuhkan ketiga pendekar muda yang tersisa.


"Koookk koook".Salah satu dari tiga pendekar muda yang tersisa terbangun dari pingsannya.


"Hah..dimana ini?".Kata pendekar muda yang tersisa dan baru diketahui bahwa namanya adalah Rakyan Achmal.


"Ini di hutan sekitar danau!".Kata Adi menjawab pertanyaan Rakyan.


"Oh iya....aku baru ingat,kami bertiga tadi melawan orang berbaju hitam".Kata Rakyan yang baru mengingat apa yang terjadi kepadanya dan temannya.


"Terima kasih karena kalian telah menolong ku".Kata Rakyan berterima kasih kepada Adi dan Saphira.


"Tidak masalah,sesama saudara kita harus saling bersatu dan bukan memusuhi".Kata Adi kepada Rakyan.


"Iya saudaraku".Kata Rakyan kepada Adi.


Lalu tidak lama setelah Rakyan terbangun dari pingsannya,akhirnya kedua orang pendekar muda yang tersisa bangun dan baru diketahui bahwa nama mereka adalah Ikmal Bingsar dan Dhani Ardhana.


Setelah mereka bertiga bangun,Adi pun menceritakan apa yang terjadi dan mereka bertiga mulai mendengarkan apa yang dikatakan oleh Adi.


"Jadi begitu..hem,jadi saudara ku apa yang akan kita selanjutnya?".Kata Rakyan bertanya kepada Adi.


"Sebaiknya kita mencari Guru Braja dan Irwan terlebih dahulu".Kata Adi menjawab pertanyaan Adi.


"Baiklah".Kata tiga pendekar muda yang tersisa dengan serempak.


Lalu Adi,Saphira dan tiga pendekar muda yang tersisa mulai bersiap untuk mencari Guru Braja dan Irwan.


Sementara itu Guru Braja dan Irwan masih dalam keadaan bertapa untuk memulihkan tenaga dan menyembuhkan luka.


Setelah selesai melakukan pertapaan,Guru Braja akhirnya berdiri dan melihat keadaan Irwan.


"Guru...sekarang apa yang akan kita lakukan?".Kata Irwan bertanya kepada Guru Braja.


"Hem,kita naik Naga mu dulu untuk melihat dan mencari keberadaan Adi dan yang lainnya".Kata Guru Braja menjawab Adi.


"Baiklah kalau begitu guru".Kata Irwan menjawab Guru Braja.


Lalu Guru Braja menaiki Naga Bahuwirya mengikuti Irwan.


Kemudian Naga Bahuwirya mulai terbang dan mengarah ke setiap sudut hutan di sekitar Danau Wastha.


Setelah terbang beberapa kilometer dari sekitar Danau Wastha,akhirnya Guru Braja dan Irwan menemukan jejak Adi dan yang lainnya.


Lalu Naga Bahuwirya mulai turun ke tanah dan Guru Braja juga Irwan langsung turun dari punggung Naga Bahuwirya.


"Guru..sepertinya ini jejak kaki mereka dan jejak kaki ini juga masih terlihat baru,juga daun-daun di sekitar sini masih terlihat seperti baru diinjak".Kata Irwan kepada Guru Braja.


"Hem...iya juga sepertinya mereka tidak jauh dari sini".Kata Irwan kepada Guru Braja.

__ADS_1


Lalu Guru Braja dan Irwan mulai menaiki punggung Naga Bahuwirya,dan Naga Bahuwirya mulai terbang lagi untuk mencari keberadaan Adi dan yang lainnya.


Tidak beberapa lama setelah terbang,akhirnya Irwan melihat dan menemukan Adi dan yang lainnya.


"Sepertinya itu mereka guru".Kata Irwan kepada Guru Braja.


Sementara itu Adi dan yang lainnya masih berlari untuk mencari Guru Braja dan Irwan.


Lalu Naga Bahuwirya menuju ke arah Adi dan yang lainnya berada.


"Guru Braja...Irwan".Kata Adi melihat Guru Braja yang turun dari punggung Naga Bahuwirya.


"Ternyata kalian semua selamat".Kata Guru Braja kepada Adi dan yang lainnya.


"Iya guru".Timpal Saphira kepada Guru Braja.


"Guru...bagaimana keadaanmu?bagaimana dengan orang berbaju hitam yang kalian lawan?".Kata Adi bertanya kepada Guru Braja.


"Aku baik-baik saja,orang berbaju hitam itu sudah kalah".Kata Guru Braja menjawab pertanyaan Adi.


"Jadi begitu,guru apa yang akan kita lakukan selanjutnya?".Timpal Saphira kepada Guru Braja.


"Kita harus mencari orang dari Keluarga Purnawisma yang menghilang di Danau Wastha".Kata Guru Braja kepada Adi dan yang lainnya.


"Memangnya apa yang terjadi kepadanya guru?dan juga untuk apa kita mencarinya guru?".Kata Irwan bertanya kepada Guru Braja.


"Anak dari Keluarga Purnawisma itu sepertinya telah dijebak oleh sekelompok orang berbaju hitam itu dan kita mencarinya adalah untuk mengembalikannya ke rumahnya,juga karena kita masih disini kita harus menolong saudara kita yang lagi kesusahan".Kata Guru Braja kepada Adi dan yang lainnya.


"Iya guru".Kata Saphira kepada Guru Braja.


"Siap guru".Kata Irwan kepada Guru Braja.


"Kami juga siap".Kata Rakyan,Dhani dan Ikmal dengan serempaknya menjawab Guru Braja.


"Oke baiklah kalau kalian semua setuju,kita akan mencari anak muda dari Keluarga Purnawisma itu".Kata Guru Braja kepada Adi dan yang lainnya.


"Sebaiknya kita bagi tim guru,agar lebih cepat mencari orang dari Keluarga Purnawisma itu".Kata Adi memberi ide kepada Guru Braja.


"Hem..ide bagus,baiklah kalau begitu kita bagi tim,tim pertama aku dan Irwan,tim kedua Adi dan Saphira dan tim ketiga Rakyan,Dhani dan Ikmal".Kata Guru Braja kepada Adi dan yang lainnya.


"Baiklah guru".Kata Adi,Saphira,Irwan,


Rakyan,Dhani dan Ikmal menjawab dengan serempak kepada Guru Braja.


Kemudian Guru Braja menaiki Harimau Putih Hitam dan mencari ke arah di sekitar Danau Wastha yang ada semak-semak belukar nya dan Irwan menaiki Naga Bahuwirya dan mencari dari udara.


Lalu Adi dan Saphira mencari di sekitar tepi danau dari utara ke selatan.


Dan Rakyan,Dhani serta Ikmal mencari di arah barat dan timur Danau Wastha.


Danau Wastha adalah danau yang terletak di Kepulauan Lubuk Bangau,sekitar Hutan Salemba dan Gunung Jakaraksa.

__ADS_1


Tidak beberapa lama kemudian mencari keberadaan orang dari Keluarga Purnawisma di sekitar tepi danau,Adi dan Saphira menemukan jejak darah dari orang Keluarga Purnawisma.


"Sepertinya ini jejak darah dan juga ini masih berbekas".Kata Adi yang baru saja menemukan jejak dari orang Keluarga Purnawisma.


"Hem..iya,darah ini sepertinya masih baru dan rerumputan sekitar sini juga terlihat seperti diinjak karena sesuatu".Timpal Saphira kepada Adi.


"Baiklah aku akan memberi tanda".Kata Adi kepada Saphira.


Lalu Adi memberi tanda dengan jurus elemen apinya yang menyembur ke langit.


Setelah melihat tanda yang dibuat oleh Adi,akhirnya Guru Braja,Irwan dan tiga pendekar muda yang tersisa berjalan ke arah tempat Adi dan Saphira berada.


"Adi...bagaimana?apa ada jejak yang kamu temukan?".Kata Guru Braja bertanya kepada Adi.


"Iya guru,sepertinya jejak ini adalah bekas darah dari orang Keluarga Purnawisma itu!".Kata Adi memberi tahu Guru Braja dan memperlihatkan jejak dari orang Keluarga Purnawisma.


"Hem,sepertinya orang dari Keluarga Purnawisma itu jatuh ke dalam danau ini guru?".Kata Irwan memberi pendapat.


"Tapi untuk apa ia melompat dan juga sepertinya ia bukan jatuh,tapi memang melompat atas kehendaknya sendiri!".


Timpal Saphira kepada ucapan Irwan.


"Jika memang begitu,tunggu apa lagi mari kita selami danau ini".Timpal Rakyan yang datang terlambat dari arah hutan bersama dua pendekar lainnya.


"Tunggu dulu,sebelum kita selami danau ini,kita lihat dulu apakah ada bahayanya atau tidak!".Kata Guru Braja kepada Adi dan yang lainnya.


"Baiklah mari kita lakukan guru".Kata Irwan kepada Guru Braja.


Lalu Guru Braja mengambil sebuah ranting pohon dan memulai memasukan ranting pohon itu ke dalam danau.


Setahun Guru Braja memasukan ranting pohon itu ke dalam danau,tidak berapa lama,rumput-rumput yang ada disekitar danau itu langsung melilit ranting pohon yang sedang dipegang oleh Guru Braja.


Langsung saja Guru Braja melepaskan ranting pohon itu agar tangannya tidak ditarik ke dalam danau.


"Danau ini ada bahayanya".Kata Irwan kepada Adi dan yang lainnya.


"Sepertinya begitu".Kata Guru Braja menjawab Irwan.


"Jadi bagaimana ini guru?apa yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan orang dari Keluarga Purnawisma itu?".Kata Saphira bertanya kepada Guru Braja.


"Tidak ada cara lain,kita harus mencari cara termudah untuk menyelamatkan anak dari Keluarga Purnawisma itu!".Kata Guru Braja menjawab pertanyaan Saphira.


INFO


Gunung Jakaraksa


Gunung Jakaraksa adalah salah satu dari delapan gunung di Kepulauan Lubuk Bangau dari barisan Pegunungan Arkham dan Gunung Jakaraksa adalah gunung yang paling indah daripada delapan gunung lainnya,juga Gunung Jakaraksa termasuk gunung yang terkuat,tapi semenjak Ular Lokasari melemah dan dikurung dalam lubang di sekitar Gua Ujung Agam karena suka mengganggu masyakarat di sekitar,


akhirnya seorang pertapa yang kuat mengurung Ular Lokasari dalam lubang.


Ular Lokasari Si Penguasa Gunung Jakaraksa adalah gelar yang

__ADS_1


disandang Ular Lokasari,setelah Ular Lokasari dikurung oleh pertapa,ACAY pun menjadi penjaga Gunung Jakaraksa.


__ADS_2