
"WARARARARARA".
"AAAGAGH,Bocah Kecil ini!hampir saja ia bisa membunuhku".Kata Karajaga yang langsung mengeluarkan darah dari mulutnya.
"Akan aku habisi kau bocah!".
Lalu Karajaga mengambil lagi gundukan batu yang dipegangnya tadi dan sempat terjatuh.
"Mati kau bocah".
Tapi tak disangka dari arah samping Karajaga,Guru Braja langsung menyerang Karajaga dengan mengeluarkan Jurus Tapak Naga Penghancur.
"Hiaahhhh".
"BAAAMM".
"AAAGAGH".Karajaga langsung berteriak kesakitan karena diserang secara tiba-tiba oleh Guru Braja dan hampir membuat lengannya hampir terkoyak.
"Ternyata kau masih hidup rupanya Anak Muda!".Karajaga lalu berdiri dan melihat ke arah Guru Braja.
"Hem,aku tak kan kalah denganmu kera sialan!".Kata Guru Braja menghina Karajaga.
Lalu Karajaga mulai mengarahkan serangannya ke arah Guru Braja dengan gundukan batu di tangannya yang tidak terluka.
"Sepertinya aku tak kan bisa menghadapi serangan ini,aku harus bagaimana ini?".Ucap Guru Braja dalam benaknya.
Lalu tidak disangka,tiga pendekar muda yang tersisa datang menolong Guru Braja yang tak bisa lagi melawan Karajaga.
"Kalian bertiga menjauh dari sini".Kata Guru Braja kepada tiga pendekar muda yang tersisa.
"Maaf kami bertiga tak akan pergi dari sini,jika kami tak mengalahkan kera ini, teman-teman kami telah mati kami harus membalas apa yang telah ia lakukan kepada kami dan teman yang telah meninggalkan kami".Kata pendekar muda yang bercerita.
"Tenang saja guru,kami datang untuk menolong mu".Kata pendekar muda yang membawa tombak.
"Iya Guru".Kata pendekar muda yang membawa satu pisau di tangan kanannya.
"Terserah kalian saja".Kata Guru Braja yang telah pasrah.
"WARARARARARA".
"Apa yang kalian ocehkan ini!jika kalian ingin mengalahkan ku cepatlah kalahkan".Kata Karajaga kepada Guru Braja dan tiga pendekar muda yang tersisa.
Lalu tiga pendekar muda yang tersisa langsung menyerang Karajaga dengan menggunakan jurus gabungan antara elemen angin,petir dan api.
"Jurus Gabungan:Badai Angin Petir Api".
"WARARARARARA".
"Kalian ingin mengalahkan ku dengan jurus kecil ini,mustahil bocah bodoh!".Kata Karajaga dengan sombongnya kepada tiga pendekar muda yang tersisa.
"DUUUUUARRRRR".
Jurus Gabungan:Badai Angin Petir Api dengan mudahnya dapat ditahan oleh Karajaga dengan menggunakan gundukan batu yang ada ditangannya.
"WARARARARARA".
"Ternyata ia bisa dengan mudahnya menahan serangan gabungan kita,jadi kita harus bagaimana ini".Kata salah satu dari tiga pendekar muda yang tersisa.
"Sepertinya kita harus membuat strategi untuk mengalahkannya".Kata pendekar yang bercerita.
"Baiklah mari kita susun rencananya".
Kata salah satu pendekar muda yang tersisa.
"Apa yang kalian omongkan para bocah bodoh!".Kata Karajaga yang langsung menginjak tiga pendekar muda yang tersisa dengan kakinya yang besar.
"Kalian bertiga menghindar".Kata Guru Braja dari jauh memperingati mereka bertiga.
"DUUUUUARRRRR".
Hentakan kaki dari Karajaga menghasilkan ledakan yang besar dan membuat tanah disekitarnya menjadi hancur.
"WARARARARARA".
"Rasakan itu bocah bodoh!".Kata Karajaga dengan sombongnya setelah mengalahkan tiga pendekar muda yang tersisa.
Tapi ternyata tiga pendekar muda yang tersisa selamat dari hentakan kaki Karajaga dan sebelum terkena hentakan kaki Karajaga mereka langsung menghindar.
"WARARARARARA".
__ADS_1
"Rasakan lagi ini bocah sialan".Karajaga marah dan langsung menghentakkan kakinya bertubi-tubi ke arah tiga pendekar muda yang tersisa.
"Kalian bersiap!".Kata pendekar muda yang bercerita kepada dua temannya yang lain.
"Jurus Gabungan:Serangan Naga Angin Petir Api".
"AAAGAGH".Karajaga berteriak sangat kuat hingga hampir saja memekakkan telinga.
Kaki Karajaga terkena jurus gabungan dari tiga pendekar muda yang tersisa hingga membuat kakinya terluka parah.
"Kalian para bocah sialan,akan aku bunuh semuanya!".Karajaga marah dan langsung mengeluarkan jurusnya.
"Jurus Tangan Kegelapan".
Lalu Jurus Tangan Kegelapan menarik tiga pendekar muda yang tersisa ke dalam tanah hingga beberapa meter ke dalam tanah.
"Aagagagahh".Teriakan tiga pendekar muda yang tersisa karena ditarik oleh tangan kegelapan.
"WARARARARARA".
"Rasakan itu bocah sialan".
Sementara itu tidak jauh dari tempat pertarungan Karajaga dengan tiga pendekar muda yang tersisa,Adi terkapar dan pingsan.
"Adi...bangun Adi..".Kata Guru Natha dalam Alam Bawah Sadar milik Adi.
"Dimana ini? Apakah itu kamu Guru?".Kata Adi bertanya-tanya kepada Guru Natha.
"Iya,ini di dalam Alam Bawah Sadar mu".Kata Guru Braja menjawab pertanyaan Adi.
"Oh iya,sepertinya aku hilang kesadaran tadi,jadi bagaimana keadaan di luar guru".Adi bertanya kepada Guru Natha.
"Keadaan diluar tidak begitu baik,semua anggota Tim 3 dikalahkan dengan Jurus Tangan Kegelapan,Braja pingsan dan tiga pendekar muda yang tersisa sepertinya ditarik oleh Jurus Tangan Kegelapan.
"Hem,jadi begitu guru".
"Jadi apa yang harus kulakukan guru".Kata Adi bertanya kepada Guru Natha.
"Kau harus keluar dari sini dan kendalikan nafsu dan emosi mu untuk mengendalikan Golok Rimau".Kata Guru Natha menjelaskan.
"Baiklah kalau begitu guru".Lalu Adi keluar dari Alam Bawah Sadar nya.
"Hem,sepertinya keadaan sudah tidak terkendali".Adi bangun dari hilang kesadaran nya.
Lalu Adi bangkit dan mulai mencari Karajaga untuk mengalahkannya.
"Adi lakukan seperti yang ku bicarakan tadi".Kata Guru Natha berbicara pada Adi.
"Baik guru".Jawab Adi kepada gurunya.
Lalu Adi datang dari arah selatan dan langsung menyerang Karajaga dengan tiba-tiba.
"Jurus Tapak Harimau Ganas".
"BAAAAMMMM".
Jurus Tapak Harimau Ganas mengenai pinggang Karajaga dan membuatnya terpental hingga beberapa meter dari tempatnya.
"AAGAGAGAHH".
"BOCAH SIALAN TERNYATA KAU MASIH HIDUP!".
"AKAN AKU BUNUH KAU".
"Jurus Tangan Kegelapan".
Karajaga mengeluarkan Jurus Tangan Kegelapan dan langsung menarik Adi ke dalam tanah,tapi Adi dengan mudahnya dapat menghindar dari tangan-tangan kegelapan itu.
"Elemen Tanah:Tanah Runcing".
Tanah Runcing menyerang Adi yang datang dari dalam tanah hingga hampir saja Adi mengambil langkah yang salah.
"Puuuh,untung saja".Kata Adi dalam benaknya.
"Sekarang Adi".Kata Guru Natha memberi kode kepada Adi.
"Baiklah,rasakan ini!".Lalu Adi menyerang Karajaga dengan Golok Rimau.
"AAGAGAGAHH".Karajaga berteriak sangat keras karena kesakitan yang ia rasakan karena tusukan dari Golok Rimau.
__ADS_1
Dari tusukan Golok Rimau di perut Karajaga,membuat Karajaga menggeluarkan banyak sekali darah dari mulutnya.
"BOCAH SIALAN! AKAN AKU BUNUH KAU".
"Jurus Pukulan Bertubi-tubi".
Dengan sekuat tenaga dan kekuatan yang tersisa Karajaga memukul dengan bertubi-tubi ke arah Adi.
"WARARARARARA".
"RASAKAN ITU BOCAH!"
Jurus Pukulan Bertubi-tubi dari Karajaga membuat Adi terbenam ke dalam tanah hingga beberapa meter.
Tapi tidak disangka,tiba-tiba Adi keluar dari tanah yang dalam itu dengan muka garang dan kehilangan kesadaran karena kesadaran dirinya telah diambil alih oleh Harimau yang ada di dalam golok miliknya.
"Adi kendalikan pikiran mu".Kata Guru Natha menyadarkan Adi.
"APA?TERNYATA KAU MASIH HIDUP BOCAH KECIL GILA SIALAN!".Lalu Karajaga menyerang Adi dengan pukulannya.
Tapi serangan Karajaga langsung di tahan Adi karena ia sudah kebal dari serangan apapun dan juga badannya telah menjadi lebih keras.
"APA YANG SEBENARNYA TERJADI?.Kata Karajaga bertanya-tanya.
Lalu Adi yang telah kehilangan kesadaran itu langsung menyerang Karajaga dengan pukulannya.
Karajaga langsung terpental jauh hampir beberapa kilometer jauhnya dan membuatnya terluka parah.
"Adi.... bangun Adi,kendalikan pikiranmu".Kata Guru Natha menyadarkan Adi.
"GRAAOO".
"Hem,sepertinya aku harus bangun,aku harus mengalahkannya".Kata Adi dengan tekadnya yang membara.
"Kendalikan kekuatan mu Adi".Kata Guru Natha kepada Adi.
"Baik guru".Kata Adi menjawab Guru Natha.
Lalu Adi yang tidak kehilangan kesadaran lagi langsung mengejar Karajaga yang telah terpental oleh pukulan Adi hingga beberapa kilometer.
"BOCAH KECIL RASAKAN KEKUATAN TERAKHIR KU INI!".
"Jurus Tangan Kegelapan".
Lagi-lagi Karajaga mengeluarkan Jurus Tangan Kegelapan,tapi kali ini Jurus Tangan Kegelapan dapat dengan mudahnya dihindari oleh Adi.
"Bagaimana bisa begini?".Karajaga sudah pasrah pada apa yang terjadi padanya nanti.
"Terima ini".
"HIIIAHHHH".
"BAAAAMMMM".
Pukulan Adi mengenai perut Karajaga dan membuatnya terpental hingga beberapa kilometer lagi dan membuatnya pingsan.
INFO
Ikmal Bingsar
Ras:Manusia(Keluarga Bingsar,Suku Sialang)
Pekerjaan:Pendekar
Ikmal adalah salah seorang dari tiga pendekar muda yang tersisa dari tujuh pendekar.Ia adalah seorang pencerita yang baik,sebenarnya ia ada di Hutan Salemba adalah karena ujian perguruan Rajabunga.Ia bertempat tinggal di Wilayah Kedua dari Suku Sialang tepatnya di Desa Separang.
Rakyan Achmal
Ras:Manusia(Keluarga Achmal,Suku Sialang)
Pekerjaan:Pendekar
Rakyan adalah salah seorang dari tiga pendekar muda yang tersisa dari tujuh pendekar.Sebenarnya ia ada di Hutan Salemba adalah karena ujian perguruan Rajabunga dan ikut-ikutan karena temannya.Ia bertempat tinggal di Wilayah Ketiga dari Suku Sialang tepatnya di Kota Jakyabari.
Dhani Ardhana
Ras:Manusia(Keluarga Ardhana,Suku Sialang)
Pekerjaan:Pendekar
__ADS_1
Dhani adalah salah seorang dari tiga pendekar muda yang tersisa dari tujuh pendekar,Ia adalah seorang pekerja keras,sebenarnya ia ada di Hutan Salemba adalah karena ujian perguruan Rajabunga yang diikutinya.Ia bertempat tinggal di Wilayah Kedua dari Suku Sialang tepatnya di Desa Bakras.