PERJALANAN MENCARI TUJUAN

PERJALANAN MENCARI TUJUAN
Hutan Salemba


__ADS_3

Ketujuh pendekar itu menggigil ketakutan,mereka benar-benar dilanda ketakutan yang luar biasa,terdengar teriakan-teriakan yang menyeramkan dari Karajaga yang membuat ketujuh pendekar muda itu berlari meninggalkan Karajaga.


Tapi Karajaga mengejar mereka dan langsung membunuh pendekar muda yang mengejeknya tadi.


"Toloooong,selamatkan aku".


"Aku tak mau mati disini".


"Warrrrraaaaaaa".


Dalam waktu singkat,pemuda yang mengejek Karajaga tewas dengan keadaan yang sangat mengerikan dengan tubuh terkoyak-koyak dan cerai-berai,seperti robekan binatang liar.


Setelah itu Karajaga mengejar keenam pemuda yang lain dan Karajaga mendapatkan dua pemuda yang terjebak dalam sebuah lubang.


"Warrrrraaaaaaa".


"Bagaimana ini kak?".Pendekar muda yang terjebak dalam lubang menanyakan bagaimana nasib mereka kepada kakaknya.


"Aku juga tidak tahu dik!".Kakaknya menjawab dengan pasrah.


Lalu Karajaga masuk ke dalam lubang itu dan langsung merobek-robek kedua adik kakak itu dengan cara yang mengenaskan.


Setelah selesai memakan dan minum darah dari dua adik-kakak itu Karajaga lalu keluar dari lubang itu dan mencari kelima pendekar muda yang lain.


Lalu Karajaga menggunakan Ilmu nya untuk mencari kelima pendekar yang lain dan mendapatkan satu orang yang dekat dengannya.


Lalu Karajaga mendapatkan satu orang yang lagi bersembunyi di atas pohon.


"Seeeettttttan,peerrrgiii ddaaaarriii sssiiiiniiiii".Pemuda itu menggigil ketakutan,tapi ia sempat melakukan perlawanan.


"Jurus Seribu Pedang".


Seribu pedang menyerbu Karajaga dari langit menuju Karajaga,tapi Karajaga menahannya dengan menggunakan jurus tanahnya.


Lalu Karajaga dengan cepat naik ke atas pohon menuju pemuda itu dan memutuskan kepalanya dan langsung merobek-robek tubuhnya hingga tidak utuh lagi.


Darah merah pun membanjiri dengan sangat banyaknya rerumputan tebal yang semula bersih dan menghijau di sekitar pepohonan itu.


Setelah puas membunuhi dan memakan anggota tubuh dan meminum darah keempat pendekar muda itu,dengan langkah cepat Karajaga meninggalkan tempat itu dan mencari ketiga pendekar muda yang lain.


Karajaga terlihat berseri-seri dan bersemangat dengan kepuasan yang telah ia dapatkan.


Angin gunung berhembus dengan rindangnya membuat suara menjadi sunyi dan sepi.


Tak jauh dari tempat Karajaga...


Adi dan Tim 3 berlari dan akan kembali menuju ke Perguruan Rajabunga.


"Tooollllllooooonnggggg".


Adi menghentikan langkah kakinya untuk mendengar lebih jelas suara yang didengarnya dan berasal dari mana suara itu.


"Guru,sepertinya aku mendengar seseorang meminta tolong dari arah sana".Kata Adi menunjukan arah suara orang yang meminta tolong.


"Sepertinya aku juga mendengar suaranya guru".Irwan juga menunjukkan tempat arah suara itu.


"Kalau begitu kita lihat dimana orang yang meminta tolong itu".Lalu Guru mengajak Adi dan lainnya mencari sumber suara itu.


"Sepertinya sumber suara itu dari arah sini".


"Toolooonggggg".Tiga orang pendekar muda berlari menuju arah Tim 3.


"Huh hah".


"Tolong kami!".Kata pendekar muda yang bercerita.


"Ambil nafas dulu!".Kata Guru Braja menyuruh ketiga pendekar itu.


"Jadi bagaimana ceritanya".


Lalu mereka bertiga menceritakan apa yang terjadi kepada Tim 3.

__ADS_1


"Jadi begitu ceritanya".Kata Pendekar muda yang bercerita.


Tapi ternyata Karajaga telah mengejar tiga pendekar muda itu dari tadi


Lalu tiba-tiba Karajaga datang ke arah tiga pendekar muda dan Tim 3.


"Warrrrraaaaaaa".


"Serahkan mereka bertiga".Ancam Karajaga kepada Tim 3.


"Kami tidak akan menyerahkan mereka".Kata Guru Braja dengan lantangnya kepada Karajaga.


"Sepertinya kalian ingin melawanku dan tidak mau menyerahkan mereka bertiga".Karajaga telah siap untuk melawan Tim 3.


Dan Tim 3 juga telah siap siaga jika terjadi pertarungan.


"Apakah ada yang mau melawanku?".Karajaga bertanya kepada Tim 3.


"Kami ingin menolong mereka dan bukan untuk melawan Anda".Kata Guru Braja dengan maju ke depan ke arah Karajaga.


"Sepertinya kalian harus berhadapan denganku karena mereka adalah makanan ku,maka aku akan mengambil kembali apa yang menjadi milikku".Kata Karajaga dengan nada serius.


"Sepertinya kita harus bertarung,tapi sebelum itu kenalkan dulu siapa Anda?".Kata Guru Braja mengajak Karajaga bertarung dan bertanya siapa orang yang ada dihadapannya.


"Aku Karajaga,Karajaga Sang Penjaga Hutan Salemba".Kata Karajaga menjawab pertanyaan Guru Braja.


"Dan kamu?".Karajaga juga bertanya siapa yang ia hadapi.


"Aku Braja Mustar dan mereka bertiga adalah anak didik ku".


"Baiklah mari kita bertarung untuk menyelesaikan ini".Lalu Guru Braja memasang kuda-kuda dan memulai serangan pertamanya untuk menyerang Karajaga.


Dengan cepatnya Guru Braja menyerang Karajaga dengan pukulannya yang melesat ke arah perut Karajaga,tapi Karajaga menghindari pukulan dari Guru Braja.


"Hiiiahhhh".


Guru Braja terkena pukulan dari Karajaga hingga membuatnya terpental beberapa meter.


Lalu Guru Braja mengeluarkan jurusnya.


Guru Braja mengeluarkan Jurus Semburan Naga Api,tapi Karajaga menahannya dengan Jurus Dinding Tanah.


"Elemen Tanah:Dinding Tanah".


Lalu mereka memulai pertarungan lagi, dengan Guru Braja mengeluarkan jurusnya.


"Elemen Api:Pukulan Berapi".


Jurus Pukulan Berapi mengenai perut Karajaga dan membuatnya hampir terpental,tapi ternyata perut Karajaga sangat keras hampir tak berbekas.


Lalu Karajaga mundur beberapa langkah dan mulai mengeluarkan jurusnya.


"Jurus Tangan Kegelapan".


Tangan-tangan hitam keluar dari tanah yang langsung menyerang Guru Braja dan menariknya hingga ia tidak bisa melepaskannya.


Tangan-tangan hitam itu menarik Guru Braja ke dalam tanah.


"Kamu akan kalah anak muda!".Kata Karajaga dengan sombongnya.


"Hem,jangan banyak membual kau orang tua!".Kata Guru Braja dengan tegasnya.


Lalu Guru Braja langsung mengeluarkan jurusnya dan membuat tanah menjadi retak,lalu Guru Braja keluar dari lubang yang dibuat oleh Karajaga dari jurusnya.


Pertarungan menjadi begitu sengit antara Guru Braja dan Karajaga.


"Hebat juga kamu anak muda!".Kata Guru Braja dengan nafas terengah-engah.


Lalu Karajaga memanggil para anak buahnya dengan jurus pemanggil.


"Teknik Pemanggil:Seribu Siluman Kera".

__ADS_1


"Grararrara".


Seribu Siluman Kera datang ke tempat Karajaga dengan jurus pemanggilnya.


"Serang dia anak buahku".Kata Karajaga menyuruh Seribu Siluman Kera menyerang Guru Braja.


"Sepertinya pertarungan ini menjadi tidak seimbang".Lalu Guru Braja memanggil Binatang Buas Macan Putih Hitam.


Terjadilah pertarungan antara Seribu Siluman Kera dengan Binatang Buas Macan Putih pertarungan menjadi lebih sengit dan hampir memakan waktu setengah jam.


"GRARRAOOOOOO".


Seribu Siluman Kera menyerang Binatang Buas Macan Putih Hitam dengan bergerombol dan seperti mengamuk.


Lalu Binatang Buas Putih Hitam juga mulai menyerang Seribu Siluman Kera dan menyemburkan api dari mulutnya dan langsung mengenai Seribu Siluman Kera hingga membuat puluhan Siluman Kera itu kepanasan dan terbakar.


"Pertarungan yang begitu sengit".Kata Irwan yang melihat pertarungan antara Seribu Siluman Kera dengan Binatang Buas Macan Putih Hitam.


Setelah itu Binatang Buas Macan Putih Hitam langsung menyerang Seribu Siluman Kera dengan aura api di tubuhnya dan mengigit beberapa puluh Siluman Kera.


"Hahaha rasakan itu siluman gila".Kata Guru Braja dengan lantangnya.


"Aahhhh".


Beberapa Siluman Kera terbakar dan mati.


"Kalian bunuh dia,cepatlah jika kalian tidak cepat akan kubunuh kalian".Ancam Karajaga kepada anak buahnya.


"Nggeeedkkkkk".


Berapa ratus Siluman Kera yang tersisa mulai menyerang Binatang Buas Macan Putih Hitam dengan menggunakan cakarnya dan membentuk beberapa gerombolan.


"Aku harus menyelesaikan ini".


Lalu Guru Braja langsung mengeluarkan setengah kekuatannya di jurusnya.


"Jurus Tapak Naga Penghancur".


"DUUUUUARRRRR".


Jurus Tapak Naga Penghancur di tangkis oleh Karajaga dengan jurusnya,tapi jurusnya tidak luas jangkauannya.


Beberapa ratus Siluman Kera yang tersisa terbunuh dan menyisakan beberapa puluh Siluman Kera yang ada dalam jangkauan jurusnya.


"Sepertinya kau hebat juga anak muda,lalu Karajaga mengeluarkan Jurus Pengambil Nyawa".


Dan membuat Binatang Buas Macan Putih Hitam terkapar dan hilang kesadaran.


"Tidak!".


"Sepertinya kau telah membunuh tunggangan ku,orang tua!".


"Rasakan ini jurusku".


Lalu Guru Braja menyerang Karajaga dengan sisa Tenaga Dalamnya yang tersisa.


"Juru Tapak Naga Penghancur".


"Jurus Pukulan Tanah Runcing".


"DUUUUUARRRRR".


Jurus Tapak Naga Penghancur dan Jurus Pukulan Tanah Runcing beradu dan membuat sebuah ledakan yang sangat kuat dan membuat kedua orang itu terpental.


"Guru!".Lalu Adi,Irwan dan Saphira melihat Guru Braja yang terpental dan melihat keadaannya.


INFO


Hutan Salemba


Hutan Salemba adalah hutan yang ada di sekitar Perguruan Raja Bunga dan Gunung Jakaraksa,Hutan Salemba adalah salah satu dari tiga kekuasaan di Kepulauan Lubuk Bangau.

__ADS_1


Ketua atau pemimpin dari Hutan Salemba adalah Karajaga atau orang banyak memanggilnya dengan panggilan Karajaga Sang Penjaga Hutan Salemba.


Hutan Salemba terkenal karena disini banyak Siluman Kera,Hutan Salemba meliputi 30% wilayah di Kepulauan Lubuk Bangau,Hutan Salemba berbatasan dengan Gunung Jakaraksa dan Perguruan Raja Bunga.


__ADS_2