PERJALANAN MENCARI TUJUAN

PERJALANAN MENCARI TUJUAN
Bayangan Hitam


__ADS_3

Setelah berlatih Jurus Tapak Naga Penghancur dengan Guru Braja,akhirnya Adi dan Guru Braja kembali ke markas Karajaga.


"Karena hari telah larut,mari kita kembali".Kata Guru Braja mengajak Adi kembali.


"Baik guru".Kata mengiyakan ajakan Guru Braja.


Selama beberapa menit berjalan akhirnya Adi dan Guru Braja sampai ke markas Karajaga.


"Huh,akhirnya sampai juga".Kata Adi yang terlihat kelelahan.


"Yo..Adi,darimana saja kamu?".Kata Irwan yang dari jauh dan menyapa Adi.


"Hem,kami dari latihan ".Kata Adi menjawab pertanyaan Irwan.


"Latihan apa?".Irwan bertanya lagi kepada Adi.


"Ya latihan jurus lah".Kata Adi menjawab pertanyaan Irwan lagi.


"Baiklah karena hari mulai larut,kita sambung pembicaraan ini besok pagi".Kata Guru Braja yang datang kehadapan Adi dan Irwan.


Akhirnya Adi,Irwan dan Guru Braja menuju kamar yang telah disiapkan oleh pengawal Karajaga untuk mereka beristirahat.


"Ah,lelah juga hari ini,sepertinya istirahat dulu malam ini".Kata Adi dalam benaknya.


Malam-malam itu sangat sunyi dan terdengar dari luar suara jangkrik yang berbunyi nyaring dan angin membawa hawa dingin.


Keesokan harinya.....


"Kemana mereka?".Kata Irwan terbangun dari tidurnya dan melihat bahwa rekan-rekannya telah tidak ada lagi di kasur dan tinggal dia sendiri.


"Sepertinya mereka telah pergi dan meninggalkan ku sendiri disini".Kata Irwan dalam benaknya.


Lalu Irwan menuju keluar,dan ternyata Tim 3 dan tiga pendekar muda yang tersisa telah siap-siap untuk kembali ke Perguruan Rajabunga.


"Lah,mengapa kalian telah bersiap dan aku juga belum mandi,juga tidak ada yang membangunkan ku".Kata Irwan kepada Tim 3.


"Tadi sudah ku bangunkan,tapi jamunya tidak mau bangun,ya jadi kami biarkan saja".Kata Saphira yang datang kehadapan Irwan.


"Baiklah Irwan siap-siap lah dulu dan kami akan menunggu mu disini".Kata Guru Braja kepada Irwan.


"Siap guru".Irwan menjawab Guru Braja.


Setelah beberapa lama bersiap,akhirnya Irwan selesai dari persiapannya.


"Baiklah karena kita sudah mari kita kembali,tujuan kita selanjutnya adalah Perguruan Rajabunga".Kata Guru Braja menjelaskan.


"Adi sampaikan salamku kepada ayahmu dan juga semangatlah untuk menjadi seorang yang kuat".Kata Karajaga kepada Adi.


"Terima kasih Karajaga,akan aku sampaikan salammu kepada ayahku".Kata Adi menjawab Karajaga.


Setelah itu Adi,Irwan,Saphira dan Guru Braja serta tiga pendekar muda yang tersisa melanjutkan perjalanan mereka menuju ke Perguruan Rajabunga.


Tidak jauh dari tempat Adi dan lainnya...


Seseorang pendekar muda baru saja masuk ke dalam air sebuah danau yang


permukaannya banyak ditumbuhi banyak rumput dan tumbuhan berduri serta tumbuhan air,pendekar muda itu lenyap ke bawah permukaan air.

__ADS_1


Terdengar bunyi langkah beberapa kaki dari orang-orang yang serba berbaju hitam berkumpul di sekitar danau.


"Ke mana perginya anak muda yang yang sudah hampir mati itu!atau jangan-jangan memang dia sudah mati karena teracuni tadi".Kata salah satu seseorang yang memiliki luka di sekitar pipinya.


Sementara itu,orang-orang yang berbaju hitam lainnya juga memandang sekitar danau.


"Jika ia baguslah".Timpal orang yang berbaju hitam yang membawa sebilah pisau di tangannya.


"Tapi. ., tidakkah kau ingat perintah Setan Kober kepada kita,bahwa kita harus membawa mayatnya jika ia memang sudah mati".Kata orang berbaju hitam yang tangan kanannya putus.


"Siapa tahu,anak muda itu tidak melarikan diri kemari!tapi... tunggu dulu, mungkinkah anak muda yang sudah hampir mati itu bersembunyi di danau itu!".Kata lelaki berbaju hitam yang memiliki luka di sekitar pipinya.


Kata-kata orang yang memiliki luka di sekitar pipinya itu membuat lima orang


kawannya mengarahkan pandangan ke sekitar danau yang agak luas itu.


"Kurasa tidak mungkin,dalam keadaan terluka parah seperti itu,mana mungkin anak muda yang hampir mati itu mampu menahan napas sedemikian lama di dalam air,mustahil buka!".Kata orang berbaju hitam yang membawa sebilah pisau di tangan nya.


"Mengapa mustahil!".Timpal laki-laki berambut sedikit keriting berwajah seram.


"Jangan terlalu memandang rendah anak muda itu!mesk sudah hampir mati, tapi dia tetap bekas seorang tuan muda dan jenius dari Keluarga Purnawisma yang terkenal hebat dan kuat,


kemampuannya memang hebat,tapi dia kan sudah diracuni,dan lagi di danau ini banyak terdapat rumput dan tumbuha berduri dan juga ada tumbuhan air yang


dapat digunakan untuk membantu bernapas,andai dia tidak mampu menahan napas lama,jadi menurutku, tidak ada salahnya kalau kita mencarinya di danau sekitar danau ini".


Kata laki-laki berambut sedikit keriting berwajah seram itu menjelaskan kepada rekan-rekannya.


Sementara itu Adi dan lainnya sedang berlari menuju ke danau itu.


"Baiklah kalau begitu,mari kita mencari sungai atau danau".Kata Guru Braja kepada Tim 3 dan tiga pendekar muda yang tersisa.


"Sepertinya disekitar sini ada danau guru!".Kata Irwan yang ada di atas sebuah pohon untuk mencari air.


"Baiklah tunjukan jalannya".Kata Guru Braja kepada Irwan.


Lalu Irwan menunjukkan jalan menuju ke danau tempat beberapa orang berbaju hitam.


"Sepertinya ada orang yang datang kesini,apa yang harus kita lakukan Bos?".Kata orang berbaju hitam yang membawa sebilah pisau di tangannya.


"Kita serbu mereka,singkirkan orang yang menghalangi".Kata orang yang memiliki luka di pipinya kepada rekan-rekannya.


Lalu Adi dan Tim 3 serta tiga pendekar muda yang tersisa,ketika mereka sedang mau mengambil minum di sekitar danau,mereka langsung di sergap lima orang yang berbaju serba hitam.


"Ada apa ini paman?".Irwan bertanya kepada lima orang yang berbaju serba hitam itu.


"Hahaha!bocah bodoh kami ini pembunuh itu saja tidak tahu dasar bodoh dasar *****!".Kata seorang perampok yang bertato di mukanya dan sedang memegang sebuah pedang.


"Serang mereka,ambil semua barang-barang mereka!".Kata orang berbaju hitam yang ada luka di pipinya.


"Siap bos".Kata mereka yang langsung menyerang Adi dan lainnya.


Serangan empat orang berbaju hitam itu dengan mudah dapat dihalau oleh Adi dan lainnya.


Irwan dan Saphira berlari-lari menggunakan Ilmu Gerakan Petir dan membuat orang berbaju hitam tersebut kesal karenanya.


"Hei bocah bodoh mau lari kemana kau!".Kata orang berbaju hitam yang membawa sebilah pisau di tangannya.

__ADS_1


Merekapun menyerang secara bersamaan Irwan dan Saphira.


"Guru,biarkan kami berdua yang melawannya".Kata Irwan dan Saphira dengan serempak kepada Guru Braja.


"Baiklah".Kata Guru Braja mengiyakan permintaan mereka berdua.


Dengan Ilmu Gerakan Petir Irwan langsung mengeluarkan jurusnya dengan menarik pedang Samtana dari punggungnya.


"Samtana:Ledakan Tanah".


Tanah dari dalam tanah meledak-ledak hingga langsung menyerang orang yang berbaju hitam hingga membuat bajunya terkoyak dan terbakar dan hampir saja perutnya tidak ikut robek dan terbakar,


tapi tidak sampai disitu Saphira langsung menarik pedang Brataga nya dari punggungnya dan mengeluarkan jurusnya.


"Brataga:Sabetan Mematikan".


Sabetan dari pedang Brataga mengenai perut dari orang berbaju hitam yang membawa sebilah pisau di tangannya.


"Sraaakkk".


Hampir saja perut dari orang berbaju hitam yang membawa sebilah pisau di tangan tertembus oleh pedang Brataga milik Saphira.


"Aaagghhhh".


Orang berbaju hitam yang membawa sebilah pisau di tangannya langsung berteriak dan mengeluarkan banyak darah dari mulut dan perutnya.


"Kalian bocah akan kubalas!".Kata orang berbaju hitam yang membawa sebilah pisau kepada Irwan dan Saphira.


"Rasakan ini".


"Matta:Hunus Tajam".


Orang berbaju hitam yang membawa sebilah pisau itu langsung mengarahkan pisaunya ke arah Irwan dan Saphira.


Angin dari pisau Matta milik orang berbaju hitam yang membawa sebilah pisau sangat dan hampir saja membuat perut Irwan dan Saphira robek karenanya.


"Gila...untung saja".Kata Irwan dalam benaknya.


"Phir,mari kita bekerja sama untuk mengalahkannya".Kata Irwan kepada Saphira.


"Baiklah".Kata Saphira mengiyakan saja.


Irwan dan Saphira langsung menyerang orang berbaju hitam yang membawa sebilah pisau itu dengan pedang mereka.


"Brataga:Sabetan Mematikan".


"Samtana:Tanah Tinggi".


Sabetan Mematikan dan Tanah Tinggi langsung menyerang orang berbaju hitam itu dari berbagai arah.


INFO


Bayangan Hitam


Kelompok Bayangan Hitam atau mereka juga menyebut diri mereka dengan sebutan Kelompok Burung Hantu.Bayangan Hitam adalah salah satu dari kelompok mata-mata milik Kelompok Cakar Merah,daerah operasinya Suku Sialang,Suku Bulo dan Suku Balai.


Bayangan Hitam terdiri dari lima orang yang berbaju serba hitam,lima orang itu adalah orang-orang yang tidak punya uang dan mata pencaharian,tugas mereka adalah mencari informasi dan membunuh.

__ADS_1


__ADS_2