
Bella baru saja dari toilet ketika melihat Roy menggerutu kesal dari ruangan sepupunya. “Ada apa?” tanya Bella melihat wajah Roy yang menggerutu.
Roy mencemberutkan bibirnya pada Bella. Lalu menarik kekasihnya ke dalam pelukannya membuat Bella heran apa yang terjadi pada Roy akhir-akhir ini. Sungguh tidak biasanya Roy seperti ini ketika Bella pulang.
Meski Bella cukup lama di Amerika, tapi mereka juga tidak pernah mempersalahkan jarak mereka. Karena ketika Roy rindu Bella, dia bisa saja ke Amerika untuk bertemu kekasihnya. Pun, ketika Bella libur semester, dia tidak pernah absen untuk kembali pulang ke negara asalnya.
“Babe, aku ingin segera menikah. Ayo kita menikah dan buat anak!” rengek Roy dipelukan Bella membuat gadis ini langsung terkekeh dan memukul bokong kekasihnya.
“Kau ini! Aku kan sudah bilang, aku mau! Tapi ya tidak sekarang! Aku baru saja lulus, Babe. Kita menabung dulu untuk biaya pernikahan. Kau kira, aku wanita yang bisa kau berikan mahar kecil?!”
Roy langsung melepas pelukan Bella. Dia menatap gadisnya dan semakin mencemberutkan bibirnya. “Kau sungguh kejam! Bisa-bisanya kau mengatakan itu pada kekasihmu yang tampan ini!”
Bella tertawa seraya menggelengkan kepalanya. Dia mendaratkan ciumannya pada bibir Roy yang makin lama terlihat seperti bebek. “Sudahlah! Berhenti mengeluh! Memangnya aku akan kemana sih?! Aku kan sudah di sini bersamamu,” ucap Bella dan Roy pun akhirnya mengalah.
Bella benar, lebih baik mereka fokus menabung dulu. Mungkin tahun depan atau dua tahun lagi mereka bisa menikah. Bella adalah putri dari orang berada dan Roy hanya karyawan biasa di perusahaan sahabatnya. Itu pun, Jordan mengajaknya bergabung karena memang dia sudah menganggap Roy seperti saudaranya sendiri. Meski gaji Roy cukup besar, tapi untuk menikah adalah tanggung jawab yang berbeda. Dia sudah harus memikirkan hal lain setelah menikah nanti.
Mereka pun masuk ke dalam lift, kembali pada tujuan awal mereka yang akan makan siang bersama. Begitu Roy masuk lift, dia bertemu dengan Yuan, mantan kekasihnya sebelum dia bersama Bella. Itu sungguh sudah terjadi lama sekali, tapi entah kenapa Bella terlihat tidak suka setiap kali melihat Yuan berada di dekat Roy.
“Pak Roy, mau makan siang ya?” tanya Yuan berusaha ramah, tapi sepertinya Bella menangkap sapaan itu sebagai hal yang tidak menyenangkan.
Berbeda dengan Roy yang menganggapnya semuanya sudah berlalu lama. Mereka benar-benar hanya memiliki hubungan teman biasa sebagai seseorang yang bekerja di satu perusahaan besar.
“Iya, Wan. Kamu juga? Tumben jam segini makan keluar. Biasanya diet bawa makanan sendiri.”
__ADS_1
Bella semakin panas saja mendengar percakapan mereka. Sungguh! Dia tidak suka Roy berbincang dengan mantannya. Apalagi di sini ada Bella, kenapa wanita itu juga tidak menyapanya. Bukankah dia tahu kalau Roy ini kekasihnya? Bella sadar, dibanding Yuan, dia tidak begitu seksi dan cantik, tapi jelas otaknya jauh lebih cerdas daripada wanita ini.
“Oh iya, Pak. Saya lagi pengen aja nih makan keluar. Sesekali enggak diet deh! Besok lagi dietnya,” kata wanita itu dan Bella tiba-tiba semakin posesif merapatkan tubuhnya pada Roy hingga Roy tidak bisa napas karena terlalu mepet dengan dinding lift.
“Babe, aku mau seafood ya, aku kayanya ngidam deh! Kamu sih buru-buru pengen punya anak. Pulang nanti kita jadikan ke dokter?”
Mata Roy terbelalak. Sekarang sifat Bella yang gentian aneh, tapi Roy terkekeh karena dia tahu karena wanitanya pasti cemburu dengan mantan kekasihnya. Benar-benar dia kira, Bella sungguh dewasa, tapi nyatanya setelah berhadapan dengan mantan Roy, dia seperti kelinci kecil yang sedang memohon pada majikannya.
“Eouh, oh iya, jadi dong, kita cek ya!”
Roy mencium kening Bella membuat Yuan membuang tatapannya ke arah lain. Tentunya, hati Bella bersorak senang karena dia bisa membuat wanita itu menelan kembali ludahnya sendiri.
Begitu mereka sudah sampai lobby, Yuan pun pamit memisahkan diri dari mereka. Sementara Roy langsung meledakkan tawanya membuat Bella jengkel setengah mati.
“Jadi selama 5 tahun ini kamu masih suka saling menggoda satu sama lain kaya tadi?! Kamu benar-benar beerengsekk!! Aku benci kamu!” Bella mulai brutal membuat Roy langsung menangkap tangan kekasihnya.
“Ya Tuhan! Kamu main tuduh aja sih! Siapa yang saling goda? Tadi itu kan hanya sapaan, Babe. Lama-lama kamu jadi pencemburu banget ya!”
Bella tidak terima, dia pun memukul bokong Roy dengan keras. Lalu menendangnya, juga menarik rambut pria itu. Terlihat sekali Bella bukan lagi, wanita dewasa yang dia kenal. Dia benar-benar sudah berubah! Well, tapi Roy suka. Roy suka membuat Bella cemburu seperti ini. Bukankah ini menandakan wanitanya sangat mencintainya?
“Sudah! Sudah aku lelah!” kata Roy menyerah seraya merapikan jasnya. “Lihat deh! Mereka lihatin kita!” Roy menunjuk beberapa orang yang Nampak tertawa melihat Roy dianiaya.
“Bodo! Aku tidak peduli! Aku enggak mau kamu ngomong lagi sama wanita itu!”
__ADS_1
Roy terkekeh seraya memberantakkan rambut Bella yang tengah merajuk. “Iya-iya, aku enggak akan ngobrol lagi! Sekarang udah ada kamu di sini. Kamu bebas ikutin aku kemana aja biar kamu tahu apa aku ngobro sama Yuan apa enggak.”
“Terus, aku juga mau cepat menikah! Aku mau dia tahu kalau kamu punya aku!”
Kali ini kata-kata Bella membuat Roy melotot.
“Serius? Ini kamu serius nih?” tanyanya dan Bella mengangguk.
“Pokoknya besok kamu beliin aku cincin, terus kamu datang ke rumah! Minta sama papa dan mama!”
Roy langsung mengangkat Bella, berteriak kesenang karena akhirnya Bella mau juga menikah dengannya. Kalau saja bukan karena Yuan, apa mungkin Bella ingin segera menikah. Thanks to Yuan! Dia malaikat untuk Roy karena akhirnya dia bisa manja-manja setiap hari sama Bella.
“Makasih, Babe!”
Bella tertawa serta malu karena Roy mengangkat tubuhnya dan berputar-putar seperti orang gila. “Roy! Turunin aku! Ih malu!” kata Bella memerah wajahnya.
Roy pun menurunkan kekasihnya dan menggenggam tangannya erat. “Ayo kita makan seafood, supaya anak kita tidak ileran!”
Bella terkekeh memukul dada Roy. “Ishhh, lakuinnya aja belum. Mana ada anak!” kata Bella karena tadi, dia hanya iseng saja ingin membuat Yuan kesal.
***
wkwkw diselingin sama cerita mereka dikit ya! nanti juga dimunculi laura sama endra! Selamat buka puasa untuk yang berpuasa!
__ADS_1