
“Halo!” Jasmine mendengar suara seseorang yang dia kenal begitu dia menyusul mereka berkumpul di meja makan.
Jasmine tersenyum lebar melihat kedatangan Anthonio dan yang lebih membuatnya senang adalah sepupunya membawa seorang wanita cantik bersamanya.
“Ih kamu ngapain ngundang ini anak curut sih!” sergah Endra pada Jasmine membuat Anthonio melayangkan pukulannya pada Endra. Endra pun meringis tapi kemudian beralih pandang kea rah wanita di sisi Anthonio.
“Oh ya, jadi ini siapa?” tanya Endra seraya menaikturunkan alisnya pada Anthonio.
Pria itu pun langsung merangkulkan tangannya pada punggung wanita bernama Amy itu. “Pacar dong!” ucap Anthonio dengan senyuman yang lebar. Baru kali ini Jasmine melihat sepupunya mengenalkan seorang kekasih padanya. Momen ini pun sedikit jadi lebih canggung, tapi Jasmine mencoba untuk mencairkan suasana.
“Jangan genit deh, Bang! Ingat anak udah satu,” ledek Jasmine pada Endra dan ditanggapi tawa oleh Endra.
“Bukan genit, Dek! Lucu aja lihat Anthonio bawa pacar. Emang ini anak bisa serius ya! Awas loh kamu dimainin sama Anthonio,” celetuk Endra yang langsung dapat pukulan maut dari sepupunya.
“Enak aja! Bohong, bohong, Mi. Aku walau humoris tapi enggak pernah mainin perasaan cewek kaya itu tuh!” Anthonio menunjuk Jordan dengan arah matanya dan bergantian Jasmine yang memukul sepupunya.
“Heh! Itu suamiku!” sergah Jasmine yang ditanggapi tawa oleh Amy.
“Udah yuk makan dulu. Aku udah pesan banyak makanan,” kata Jasmine langsung menarik Amy untuk mengambil posisi.
Lalu Jasmine berjalan ke arah suaminya yang sigap langsung menarik bangku untuknya. Jordan juga perlahan membantu Jasmine duduk seraya memegangi punggung belakangnya.
“Jadi gimana nih bro acaranya?” tanya Anthonio setelah dia mengambil satu pizza untuk dia berikan pada Amy, lalu mengambil juga untuknya.
“Oh ya, ini undangan untukmu. Jangan lupa bawa gandengannya ya!” ledek Endra membuat Amy tersenyum malu-malu. “Acaranya dua minggu lagi dan doa’in ya semoga semuanya lancar. Semua persiapan sih udah selesai, tapi nanti kau temani di belakang ya pas persiapan. Aku takut gugup parah sebelum acara,” kata Endra pada Anthonio.
Sepupunya itu pun mengangguk pelan seraya menepuk bahu Endra. “Iyah nanti kan ada Papa sama Mama juga. Jangan khawatir,” kata Anthonio menyebutkan ke dua orang tuanya itu yang masih lengkap.
__ADS_1
Endra pun mengangguk. Dia sangat bersyukur masih mempunyai Om dan Tante. Kemarin ketika Jasmine menikah pun mereka banyak membantu. Meski jarang bertemu, tapi namanya keluarga tidak mungkin untuk tidak datang membantu.
“Rena mana? Kemarin katanya sakit?” tanya Amy pada Endra membuat Jasmine diam-diam tersenyum. Sepertinya wanita itu sangat perhatian, terlihat dari cara dia peduli pada saudara kekasihnya. Pasti itu yang membuat Anthonio menyukai wanita itu.
“Oh udah mendingan. Lagi minum susu di kamar barusan sama Mamanya,” jelas Endra dan Amy mengerti.
Pembicaraan mereka pun semakin lama semakin seru. Selain ada Bella dan Amy yang senang menyimak cerita Jasmine yang sudah hamil 5 bulan. Roy, Jordan, dan Anthonio pun mendengarkan cerita Endra ketika tengah menghadapi kontraksi anak pertama mereka kemarin.
Lalu beberapa jam berlalu Laura ikut bergabung dengan mereka dan meminta maaf karena dia ketiduran ketika menyusui Rena. Suasana kumpul-kumpul mereka pun semakin menyenangkan karena mereka mengajak Rena bermain bersama. Jasmine pun hanya bisa duduk memperhatikan mereka. Dia mengelus perutnya sesekali bersama Jorda di sampingnya. Mereka berdo’a semoga anaknya juga bisa lahir dengan sehat dan bisa bermain bersama dengan mereka.
[…]
Setelah seharian puas ngobrol dan main di rumah Jasmine. Rena nampak kelelahan begitu di sampai di rumah. Laura pun membawa anak mereka ke dalam box baby di dalam kamar mereka lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Namun Laura terkejut karena menemukan Endra di dalam sana.
“Lah kok kamu di sini? Aku enggak dengar kamu masuk kamar tadi,” kata Laura dan Endra hanya tersenyum lebar.
“Aku kebelet pipis, Sayang,” ucap pria itu menuntuskan kegiatannya lalu membalikkan tubuhnya menghadap istrinya yang tengah membuka baju.
“Ah aku siapkan air untuk berendam saja ya. Lama kita tidak berendam bersama,” ucap pria itu lalu menyalakan water heater di dalam bath up kamar mandi mereka.
“Aku mau scrub dulu ya sebentar. Kamu ambil baju gantimu dulu, gih! Tolong liatin Rena juga dulu ya bangun enggak.”
Endra tersenyum dan berjalan menghampiri calon istrinya. Dia mencium keningnya lalu pergi meninggalkan kamar mandi. Selama Endra pergi pun Laura segera melakukan scrub pada tubuhnya. Dia sedikit bersenandung merasa senang dengan hari-harinya belakangan ini. Setelah Rena lahir, Laura merasa Endra semakin sayang padanya. Pria itu juga semakin sering menghubuginya ketika bekerja. Dia bilang sangat rindu pada Rena. Meski Laura kadang cemberut karena Endra hanya rindu pada Rena, tapi dia senang karena hubungan mereka semakin erat.
“Rena masih bobo, nyenyak banget bobonya,” kata Endra seraya menaruh pakaian gantinya di lemari kecil yang tersedia.
Laura pun mengerti, wanita itu tidak perlu buru-buru kalau begitu. Dia bisa sedikit menikmati rendamannya hari ini bersama Endra. Hanya butuh beberapa menit mereka bisa bergabung bersama di dalam sana. Endra memeluk Laura dari belakang dan mulai menanyakan sesuatu pada Laura; waktunya bermesraan berdua.
__ADS_1
“Bagaimana dengan perasaanmu sekarang setelah melihat hubungan Jasmine dan Jordan semakin membaik?”
“Jelas lebih lega dan aku enggak lagi merasa bersalah sama mereka, terutama Jasmine. Aku benar-benar enggak kebayang kalau masalah ini masih terus berlanjut sampai kita menikah.”
“Kamu benar, Sayang. Aku juga sangat berterima kasih pada Jordan karena kalau dia membuat masalah ini semakin melebar. Siapa pun dari kita pasti tidak bisa menikmati hari ini.”
Laura mengangguk setuju. Jordan mempunyai hati yang besar untuk mengikhlaskan semua hal yang terjadi di antara mereka, tapi jasa Jasmine juga tidak bisa dilupakan karena pastinya Jordan bisa melakukan itu karena ada Jasmine di sisinya. Wanita itu sudah membuat prianya percaya bahwa di dunia ini ada yang namanya takdir. Takdir Jasmine bersama Jordan memang sudah Tuhan tetapkan sejak awal.
“Sekarang kamu udah punya aku sama Rena. Jangan berani-berani dekat sama cewek lain ya! Kamu kan playboy!”
“Heh! Enggak boleh fitnah suami loh! Emang aku pernah dekat sama wanita lain lagi?”
“Suami? Emang kamu udah jadi suamiku?!”
“Ya kan sebentar lagi, Sayang. Ih kamu sensitif banget sih! Jangan bilang kamu hamil lagi?!”
“Emang kenapa kalau aku hamil? Biar kamu sadar kalau kamu ini bapak-bapak!”
Endra hanya mampu tertawa mendengar jawaban kekasihnya ini. Meski berupa bentakan, tapi Endra senang karena wanitanya sangat posesif. Itu tandanya Laura memang selalu mencintainya. Entah itu dulu ataupun sekarang, tapi sepertinya Laura memang harus cepat dihukum karena sudah berani membentaknya.
“Kamu ngomong kaya gitu sekali lagi aku hukum ya!”
“Bodo! Kalau mau hukum ya hukum aja! Aku enggak masalah sama hukumanmu!” ucap Laura sungguh membuat Endra semakin tidak sabaran.
Pria itu langsung segera melakukan apa yang ibu dari anaknya katakan. Hukuman datang!
“Endra tapi jangan lama-lama. Rena nanti nangis cariin aku gimana?”
__ADS_1
Hanya kata-kata itu yang membuat Endra jadi melakukannya dengan cepat.
Mohon maaf bapak-bapak! harus segera dikondisikan wkwkwkw. Jangan lupa like dan komennya geys!!