Perjanjian Pranikah

Perjanjian Pranikah
EXTRA PART


__ADS_3

Jelita hanya bisa memandang jam tangannya dengan gusar. Lalu mendengus kesal karena sudah berapa kali ayahnya merencanakan kencan buta menyebalkan ini. Namun sepertinya kali ini benar-benar membuatnya ingin meledak. Pasalnya dia sudah menunggu hampir  2 jam dan anak teman ayahnya itu tidak kunjung datang. Padahal Jelita juga harus segera pergi ke bandara untuk menemui adiknya yang baru saja pulang dari London. Betapa rindunya Jelita pada Jason. Lama mereka tidak bertengkar seperti dulu.


Jelita pun memeriksa HP-nya dan Jasmine bilang mereka sudah menuju perjalanan ke bandara. Akhirnya Jelita memutuskan untuk meninggalkan note di atas meja yang dia tempati. Beruntung Jasmine punya kafe dan dia tidak perlu repot memesan tempat di kafe lain. Sebelum pergi, Jelita pun mengatakan pada pelayan untuk mengosongkannya hari ini supaya pasangan kencan butanya itu baca pesan darinya. Tentu, isinya umpatan yang tidak pantas dibaca.


Selang hanya beberapa menit Jelita meninggalkan kafe. Seorang pria dengan kemeja putih serta celana jeansnya pun sampai. Sesuai di meja yang sudah ayahnya infokan, dia menemukan sebuah surat kecil yang membuatnya terkekeh pelan.


“Menarik!” batinnya lalu mengantungkan catatan kecil itu seraya kembali keluar dari kafe.


Isi surat Jelita


Hei kau ********! Bisa-bisanya kau membuatku menunggu 2 jam! Aku jadi ingin tahu seperti apa wajahmu! Kau kira, kau tampan hah?! Dasar sampah! Sampai jumpa! Kau bisa katakan pada Ayahmu kalau kau tidak menyukaiku karena aku jelek dan gendut! Bye!


[…]


Jasmine menutup bibirnya ketika melihat anak laki-lakinya tubuh dengan baik. Tinggi, tampan, dan tentu juga sehat seperti ayahnya ketika muda. Ah, Namanya juga junior Jordan. Tentu saja dia akan sangat mirip ayahnya.


“Kenapa anak bunda jadi semakin tampan,” puji Jasmine langsung memeluk anak bungsunya dengan sanga erat membuat Jason batuk-batuk karena tercekik.


Jordan pun terkekeh mengacak rambut anaknya begitu Jasmine melepas pelukannya. Lalu memeluk serta menepuk punggun Jason dengan sangat lembut. “Padahal baru dua tahun tidak pulang, tapi kenapa jadi sangat tinggi,” keluh Jordan karena merasa tersaingi, tapi dia sangat bangga pada anaknya karena dia dengar, Jason dapat nilai terbaik di kampusnya.


Satu tahun lagi anaknya ini lulus dan akan mengelola perusahaan, sepertinya Jason benar-benar tidak akan mengecewakannya. Ketertarikannya pada dunia bisnis pasti sudah mandarah daging pada dirinya. Memang pepatah tidak bisa bohong, darah lebih kental daripada air. Inilah kenapa Jordan sangat berharap mempunyai anak laki-laki. Bukan berarti anak perempuan tidak bisa memimpin. Hanya saja, jika memang Tuhan memberikannya kesempatan punya anak laki-laki kenapa tidak? Toh, Jelita juga saat ini sudah punya bisnis sendiri, meski masih sangat kecil, tapi Jordan membiarkan anaknya mempunyai bisnis yang dia suka dan tentunya lebih ringan.  Sementara bisnis keluarga mereka yang sudah sangat besar dan dikelola turun menurun itu akan dia berikan pada anak laki-lakinya.


  “Jason!” teriak seseorang dari jauh. Mereka melihat Jelita yang berlari ke arah mereka dan membuka tangannya sangat lebar.


“Apa kakakku sudah minum obat hari ini?” tanya Jason pada ibunya membuat Jasmine memukul bokong anaknya pelan.

__ADS_1


“Kau anak nakal akhirnya pulang!” teriak Jelita sungguh memalukan, tapi Jason ikut merentangkan tangannya dan membiarkan kakaknya itu menubruk tubuhnya yang atletis.


“Hufttt dadamu sangat bidang,” kata Jelita meraba dada adiknya membuat Jason langsung menjauh.


“Bunda! Kakak mulai lagi!” adu Jason dengan mencemberutkan bibirnya membuat ke dua orang tua mereka tersenyum.


Jelita pun memukul kepala Jason lalu tertawa. “Kau ini! Masih anti sekali dengan perempuan!”


“Ah hidupku belakangan ini sangat tenang. Orang luar sepertinya tidak tertarik dengan wajah ini.”


“Mereka bukan tidak tertarik pada wajahmu, mereka hanya sudah tahu kalau kau gay!”


“Ayah!” teriak Jason seperti anak kecil dan Jelita langsung loncat dan merangkul leher adiknya yang lebih tepatnya menjepit seperti kepiting.


Jasmine dan Jordan hanya mampu terkekeh. Jordan pun menarik koper milik anaknya dan menggenggam tangan Jasmine erat.


“Mereka sudah besar. Aku sangat berterima kasih padamu, Sayang,” bisik Jordan dan Jasmine memeluknya dari samping.


“Kita sudah melewatinya bersama. Sedikit lagi melihat kesuksesan mereka dan membiarkan mereka hidup bahagia dengan orang yang tepat.”


“Kau benar,” ucap Jordan.


“Bunda! Jason ingin sate ayam!” teriak Jelita dari jauh masih menjepit kepala adiknya.


Jasmine pun mengangguk dan menatap suaminya. “Aku jadi ingat dulu ngidam sate ayam pas hamil Jason.”

__ADS_1


“Iyah kamu beli banyak banget padahal enggak habis dan terpaksa aku yang habisin,” dengus Jordan dan Jasmin terkekeh.


“Oh ya, Kak Endra tadi nelepon aku. Rena akan nikah loh!”


“Huft, selalu saja keduluan. Jelita benar-benar pemilih!”


“Sutt, nikah itu bukan siapa cepat, Mas. Rena sudah menemukan yang tepat dan akan ada waktunya Jelita juga akan menemukan yang tepat. Jadi jangan terlalu ditekan apalagi kamu kenalin ke anak temanmu itu. Dia sering ngeluh aku loh!”


“Maaf, maaf, aku pikir anak zaman sekarang juga masih suka kaya siti nurbaya. Dijodohin sama pria-pria tampan dan kaya. Dulu kan kamu begitu, Sayang.”


“Hahaha tapi siti nurbaya dijodohin sama pria tua, Mas! Kalau aku sih dijodohin emang sama yang tampan. Lagipula sejak awal, aku juga memang mencintaimu tanpa Kak Endra jodohkan,” ucap Jasmine membuat Jordan tertawa mendengarnya. Lalu mengecup kening istrinya dari samping.


“Terkadang aku rindu dengar suara nangis Jelita dan Jason saat kecil. Waktu itu kita bergantian untuk bisa tidur malam dan menjaga mereka main. Aku benar-benar enggak bisa jelaskan bagaimana rasanya menjadi seorang ayah. Aku bahagia karena kamu, Sayang. Terima kasih untuk segalanya!”


“Aku juga bahagia karenamu, Mas. Aku mencintaimu.”


“Aku juga mencintaimu dan anak-anak.”


 


END


Geys thank u so much!! Akhirnya selesai!! Terima kasih atas komen, like dan support kalian. Jangan lupa tinggal komentar terakhir kalian ya! Jangan lupa juga baca karyaku yang lainnya~


__ADS_1


__ADS_2