Perjanjian Pranikah

Perjanjian Pranikah
26. Tidak Sulit Tuk Berbagi


__ADS_3

Jordan memperhatikan istrinya dengan tatapan bertanya-tanya. Apakah akan aneh jika bertanya sesuatu yang sudah terjadi dengan mereka pagi tadi? Mereka melakukan hubungan lebih intim pertama kalinya dan tentunya Jordan cukup khawatir jika dia tidak melakukannya dengan lembut hingga menyakiti istrinya.


“Hmm, Jasmine, a-pakah sakit?” tanya Jordan menggaruk tengkuknya sendiri.


Sementara Jasmine memerah ditanya seperti itu. Bahkan wanita itu menggelengkan kepalanya dengan malu-malu. “Hanya sedikit, tidak apa. Bukankah wajar karena ini pertama kalinya?” Jasmine mencoba menenangkan suaminya karena dia tahu Jordan pasti khawatir padanya.


Jordan pun menganggukkan kepalanya, lalu kembali membalikkan tubuhnya untuk menyelesaikan masakannya yang tertunda.


“Mas, hari ini aku mau ke kafe. Aku ikut mobilmu ya?” tanya Jasmine dengan ragu. Wanita itu menggigit bibirnya sendiri, tapi tidak menyangka kalau respon suaminya akan sangat marah.


“Hah?” Jordan kembali membalikkan tubuhnya membuat Jasmine melangkah mundur. “Enggak! Hari ini kamu istirahat di rumah saja! Aku enggak akan izinin kamu keluar! Apalagi kerja di sana dan bertemu dengan pria itu!”


Jasmine pun terkekeh dan menangkup wajah suaminya dengan ke dua telapak tangannya. “Aku hanya ingin baca buku di sana dan minum kopi. Hari ini aku udah izin enggak bekerja, tapi aku enggak mau di sini sendiri Mas. Rasanya bosan sekali.”


“Aku bisa buatkan kopi untukmu. Untuk apa jauh-jauh ke sana,” ungkap Jordan melepaskan tangan Jasmine dari wajahnya lalu berjalan menuju rak piring untuk menyajikan nasi goreng yang dia masak.


“Ya ampun Mas aku kan tidak bekerja. Lagipula kan Mas akan ke kantor. Kalau aku hanya ngopi sendiri, tidak asyik!”


“Tapi kau akan bertemu dengan Mike!” sergah Jordan sungguh membuat Jasmine tidak percaya pada suaminya yang terlihat semakin posesif.


Harus berapa kali Jasmine mengatakan kalau dia dan Mike tidak ada hubungan apapun. Apa mungkin suaminya sedang cemburu?


“Aku mau bertemu dengan Gebi, teman kerjaku. Lalu sedikit ngobrol tentang wanita, Mas.”


“Hemmm yasudah, tapi jangan lama-lama. Kalau sudah selesai cepatlah pulang.”


“Iya Mas. Apa ada yang harus aku bantu?” tanya Jasmine seraya mendakat ke arah penggorengan yang berisikan nasi goreng udang. Dia mencicipinya dengan ujung spatula dan mengangguk pelan. “Enak,” katanya meyengir ke arah Jordan. Jordan pun segera mengecup bibir Jasmine cepat lalu mengambil alih spatula yang Jasmine pegang.


“Duduk saja. Aku akan menyelesaikannya,” perintah Jordan. Jasmine pun menurut saja, tapi sebelum duduk pun Jasmine mencuri ciumannya di pipi Jordan.


[…]


Mobil milik Jordan berhenti di depan kafé this! Sesuai dengan permintaan Jasmine, pria itu harus mengantarkan istrinya terlebih dahulu ke tempat tujuannya.


“Apa aku harus menjemputmu nanti sore?” tanya Jordan seraya melirik ke arah kafé milik Mike, pria yang kala itu datang dengan Jasmine ketika Jordan berharap Jasmine mau membatalkan permintaan Endra untuk menikahinya.

__ADS_1


“Tidak perlu, Mas. Mungkin aku ingin bertemu dengan Kak Endra dulu setelah ini.”


“Hemm yasudahlah. Jangan lakukan hal berat untuk hari ini dan katakan pada Mike kalau kau sudah jadi milikku,” ucap Jordan sungguh lucu sekali.


“Iya Massss,” ucap Jasmine lalu mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan suaminya. Jordan pun mencium kening Jasmine seraya mengelusnya lembut.


“Mungkin aku pulang cepat lagi hari ini. Sore nanti kau harus sudah di rumah ya,” Jasmine mengangguk pelan dan turun dari mobil suaminya.


“Hati-hati Mas,” ingat Jasmine pada Jordan. Jordan mengangguk seraya siap kembali berkemudi.


Mobil Jordan perlahan meninggalkan tempat Jasmine berdiri menyisakan senyum dari bibir Jasmine.


“Mas? Jadi sekarang sudah ganti ya?” tanya seseorang di belakang tubuh Jasmine membuat Jasmine kaget.


“Mike!” Jasmine memukul punggung Mike. “Kau mengagetkanku saja,” sergah Jasmine kesal.


“Pagi ini tidak seperti biasanya dia mengantarmu. Sepertinya hubungan kalian semakin terlihat membaik, bukankah begitu?” tanya Mike dan mereka masuk ke dalam kafe berbarengan.


“Hemm ya begitulah, semua terjadi begitu saja,” ucap Jasmine tentu dengan senyuman lebarnya yang tak pernah Mike lihat sebelumnya.


Mike pun terkekeh sendiri lalu berjalan meninggalkan Jasmine yang melihat Gebi sudah siap dengan apronnya dan beberapa karyawan lainnya yang tentu sudah sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Jasmine pun melambaikan tangannya pada Gebi yang kini menghampirinya.


“Sut!!” Jasmine langsung menutup bibir temannya. Sungguh! Gebi tidak tahu tempat!


Gebi pun menarik tangan Jasmine dan tertawa pelan. “Sudah kutebak! Pasti suamimu mendapatkannya kan?! Dan kau bisa-bisanya datang ke sini setelah melakukannya, bukankah cukup sakit?” bisik Gebi di telinga Jasmine yang kini dapat pukulan dari temannya.


“Aww sakit! Kenapa kau pukul aku?”


“Sudah kukatakan tadi di chat, kita akan bicarakan ini nanti. Aku akan cerita padamu, tapi nanti jam istirahat. Sudah! Ayo bekerja! Kau tahu? Aku berbohong pada suamiku hanya demi kafe ini!” ucap Jasmine seraya berjalan menuju ruang karyawan.


“Berbohong apa?” tanya Gebi memperhatikan temannya yang tengah menaruh tasnya ke dalam loker miliknya yang penuh barang-barang berwarna pink dan tentunya salah satu di antara mereka ada barang pemberian dari Mike, kekasihnya saat ini.


“Iyah, aku bilang tidak akan kerja. Aku hanya akan baca buku di sini,” ucap Jasmine menyengir kuda. Gebi pun menggelengkan kepalanya, menyenderkan punggungnya pada loker.


“Dia sepertinya benar-benar mengkhawatirkanmu. Lagipula, kau bisa-bisanya ke sini!”

__ADS_1


“Aku bosan di apartemen sendiri. Kasihan Mike, karyawannya sangat dikit. Aku sudah terbiasa membantunya.”


Gebi mengangguk mengerti. Mike pernah mengatakan kalau Jasmine memang sangat suka bekerja di kafenya. Meski berulang kali Endra larang, Mike juga larang, dia tetap akan melakukannya.


“Aku iri padamu! Aku justru sangat ingin menjadi pengangguran yang banyak uang,” kata Gebi mencemberutkan bibirnya membuat Jasmine jelas tertawa geli.


“Katakanlah pada Mike. Dia harus membuat banyak cabang dan membuat perusahaan sendiri!” ledek Jasmine menjulurkan lidahnya membuat Gebi mendaratkan pukulannya di punggung temannya.


“Kau meledekku!”


“Hahaha aku tahu selama ini kau lelah bekerja. Aku sudah dengar ceritamu dari Mike, tapi bukankah aku juga harus mendengar cerita darimu?”


Gebi nampak terdiam mendengar kata-kata Jasmine. Sejenak wanita itu seperti murung membuat Jasmine merasa sangat bersalah. Dia tidak menyangka kalau Gebi akan menunjukkan ekspresi seperti ini. Terlihat jelas kalau ceritanya sangat tidak ingin dia ingat atau dia bahas kembali. Tentu, itu bukan cerita yang menyenangkan dan Jasmine tahu itu sangat berat untuk kehidupan Gebi yang sekarang tidak memiliki keluarga. Bagaimanapun juga, Jasmine pernah di sisi Gebi. Hanya Jasmine beruntung karena dia punya kakak laki-laki dan keluarga dari ayahnya.


“Gebi, maaf. Aku hanya-“


Gebi berdiri tegak menjauhkan punggungnya dari loker. Dia merapikan apronnya dan menghela napas panjang.


“Tidak apa-apa, kau benar Jasmine. Mungkin aku harus menceritakannya padamu. Sudah saatnya aku berbagi dengan orang lain. Kau sahabatku dan juga Mike,” ucapnya membuat Jasmine lega.


Jasmine pun menarik tangan Gebi; menguatkan gadis itu dan ingin mengatakan kalau dia tidak sendiri. Dia punya Mike dan Jasmine. Toh, semuanya sudah berlalu, tidak ada yang perlu Gebi resahkan lagi.


“Aku dan Mike akan selalu ada untukmu. Jangan pernah menyembunyikannya sendiri. Toh, kau dan Mike juga sudah bukan orang lain lagi. Kalian sepasang kekasih, jangan pernah meninggalkannya lagi karena Mike sangat mencintaimu,” ucap Jasmine dan Gebi mengangguk seraya tersenyum.


[…]


 


 


 



 

__ADS_1


Geys! Jangan lupa baca karyaku yang lain loh! Ada 4 karya yang udah selesai jadi jangan takut digantungin heehehe.  Nyesel deh kalau enggak baca wkwkw. Jangan lupa like, komen, share dan juga follow aku ya!


Btw, kalau kalian bingung caranya gimana sih caranya bisa baca karyaku yang lain? Kalian bisa search aja dengan judul di atas atau kalian bisa klik foto profilku nanti pilih karya dan akan muncul karya2ku^^


__ADS_2