Perjanjian Pranikah

Perjanjian Pranikah
16. Aku Mencintaimu, Mas


__ADS_3

Sayang sekali film yang Jordan miliki adalah film action semua. Tentu saja beda dengan selera Jasmine yang sangat feminim. Jasmine lebih suka film-film romance dan juga drama. Namun Jasmine tak mengatakannya pada Jordan. Waktu pria itu memerintahkannya untuk memilih. Tentu saja Jasmine asal memilihnya. Bisa duduk di samping Jordan saja cukup membuatnya senang.


Jordan asyik menonton film yang hampir satu jam dia tonton itu. Ketika sedang di bagian puncak filmnya. Jordan menolehkan kepalanya ingin mengatakan pada Jasmine jika adegan inilah yang sangat ia tunggu-tunggu, tapi rupanya Jordan malah menemukan Jasmine yang telah memejamkan matanya. Jordan pun menghela nafasnya perlahan. Mungkin sejak tadi dia sedang menonton sendirian. Bahkan saking seriusnya. Dia lupa jika istrinya sedang menemaninya hingga tertidur.


Jordan akhirnya mematikan televisinya. Lalu sedikit memiringkan tubuhnya untuk melihat pejaman istrinya yang tertidur dalam posisi duduk. Lalu Jordan tersenyum seraya mendaratkan tangan kanannya di atas puncak kepala Jasmine. Jika cinta itu indah, tentu saja tak akan ada yang berani merusaknya. Jika cinta itu suci, sampai kapan pun tidak akan berani yang menodainya. Bukankah begitu?


Karena itu, Jordan selalu menghargai apa itu namanya cinta. Seumur hidupnya dia tak pernah menodai seorang wanita apalagi wanita yang dicintainya. Namun sekarang…, bukankah Jordan tak lagi bisa memilih harus membahagiakan siapa. Jelas yang harus dia bahagiakan sekarang adalah istrinya dan dia harus menjaga cinta istrinya yang tulus ini.


Jordan mengangkat tubuh Jasmine perlahan agar tidak membangunkan istrinya. Setelah dia berhasil, dia pun segera membawa Jasmine ke dalam kamarnya. Menarik selimut hingga ke batas dada istrinya lalu duduk di samping ranjang Jasmine. Jordan menatap wajah Jasmine lagi seraya memikirkan apakah alangkah baiknya dia melupakan Laura. Sampai kapan pun Jordan memang tak bisa melepas janjinya pada Endra. Ingin bagaimana pun juga Jordan memang sudah mempunyai janji yang harus dia tepati bukan?


Jordan bangkit dari duduknya. Dia meraih lampu tidur kamar Jasmine dan mematikan lampu utama.


“Mas!!!!” teriak Jasmine membuat Jordan kembali menyalakan lampu utama dan melihat Jasmine yang bangun dari tidurnya dengan wajah khawatirnya.


“Mas,” Jasmine langsung turun dari ranjangnya dan berlari ke arah Jordan. Dia memeluknya erat lalu Jordan mendengar suara tangisan di balik punggungnya.


“Ada apa?” tanya Jordan seraya mengelus pelan punggung Jasmine. Bermaksud menenangkan Jasmine. Nampaknya, Jasmine baru saja mimpi buruk tentangnya.


“Jangan tinggalkan aku, Mas. Aku gak mau kamu tinggalin. Aku cinta kamu,” mendengar pengakuan dari bibir Jasmine langsung rasanya dada Jordan berdegup sangat keras. Jasmine memang sungguh mencintainya. Endra tak main-main dengan perkataannya sejak awal.

__ADS_1


“Hiks, hiks,” tangisan Jasmine semakin keras dan pelukan Jasmine pun semakin erat.


Jordan mencoba menetralkan degupan di dadanya. Lalu perlahan mengangkat tubuh Jasmine kembali ke atas ranjang.


“Apa kamu baru saja mimpi buruk?” tanya Jordan seraya kembali menarik selimut sebatas dada istrinya. Lalu mencoba untuk menatap wajah khawatir istrinya.


“Aku mimpi Mas ninggalin aku. Aku mohon Mas jangan tinggalin aku,” ucap Jasmine menggenggam tangan Jordan.


Jordan pun mengelus puncak kepala Jasmine. “Aku akan berusaha melakukan itu. Karena itu, berilah aku waktu sedikit demi sedikit untuk membuka hatiku untukmu.” Ungkap Jordan. Jasmine pun menganggukkan kepalanya.


“Mas malam ini tidur di sini lagi ya,” pinta Jasmine membuat mata Jordan melotot.


“I…, itu,” Jordan bingung apakah dia benar-benar sudah tak memberlakukan poin yang pernah dia berikan.


Jordan nampak berpikir sejenak. Dia mulai menimbang-nimbang kemungkinan kejantanannya yang suka beraksi berlebihan mengingat Jasmine pernah menunjukkan bentuk tubuhnya.


“Ayo Mas.” Bujuk Jasmine menarik-narik tangan suaminya.


Jordan pun akhirnya mengalah. Dia bisa apa kalau istrinya yang manja ini memang sangat menggemaskan ketika sedang membujuknya.

__ADS_1


“Baiklah,” ucap Jordan menaikkan ke dua kakinya ke atas ranjang dan ikut memasukkannya ke dalam selimut.


Jasmine tersenyum seraya menggeser tubuhnya. “Buka bajunya ya, Mas.” Ucap Jasmine terkekeh.


“Tidak, aku lebih biasa pakai baju seperti ini,” kata Jordan membalikkan tubuhnya membelakangi Jasmine.


Jasmine yang baru beberapa detik tadi menangis langsung tersenyum dan memeluk tubuh Jordan dari belakang. Jarak mereka dekat sekali, tapi Jordan tersenyum ketika tangan kecil itu melingkar indah di pinggangnya. Bahkan pria itu menyambutnya dan meraih tangan itu seraya mengelusnya lembut.


“Tidurlah,” ucap Jordan dan Jasmine mengangguk di belakang tubuh Jordan. Wanitanya menempelkan kepalanya ke punggung belakang Jordan.


Seperti ini saja sudah cukup membuat Jasmine merasa diterima. Apalagi kalau nantinya mereka benar-benar melakukan kegiatan suami istri. Jasmine sungguh tak sabar.


“Mas, aku mencintaimu,” lirih Jasmine lagi tidak begitu terdengar tapi Jordan memeluknya lebih erat lagi.


Jasmine tahu Jordan bisa mendengarnya meski hanya sekilas. Malam ini, entah kenapa hati Jasmine merasakan bunga-bunga yang bermekaran. Suaminya ini perlahan berubah dan dia bisa merasakan kehangat dari seorang Jordan. Dia kembali bisa melihat senyum Jordan yang selalu dia berikan.


Andai saja ini bukan mimpi. Jasmine berjanji akan menjadi istri yang baik untuk Jordan. Jasmine ingin memilik anak yang lucu dan imut hasil cinta mereka. Ya, tapi mungkin itu tidak mungkin terjadi malam ini. Jasmine sudah bisa merasakan hembusan napas halus dari Jordan, tanda pria itu sudah tidur.


“Apa besok aku harus melakukan trik menggoda lagi, Mas?” tanya Jasmine pada dirinya sendiri. Dia tersenyum sendiri dan tentu dia akan melakukannya besok. Kalau kemarin tidak berhasil. Kali ini Jasmine yakin akan berhasil!

__ADS_1


[…]


wkkkwkw, kita lihat apa yang terjadi besok! btw, akan update dua hari sekali ya untuk minggu ini ^^ enjoy!!


__ADS_2