
Jasmine merasa kesal karena membiarkan suaminya berangkat pagi-pagi. Mungkin tidurnya terlalu nyenyak hingga tak sadar kalau Jordan diam-diam keluar dari kamarnya dan segera berangkat kerja. Padahal kemarin Jordan baru saja bersikap manis. Dia kira ada hal mengejutkan lain ketika dia bangun, tapi sepertinya itu hanya khayalan Jasmine. Jordan mana mungkin bisa tiba-tiba berubah seperti itu. Kemarin pasti suaminya hanya sedang mengerjainya saja. Apalagi ini bulan April! Jangan-jangan Jordan memang melakukan April mop padanya!
“Sial!” rungut Jasmine.
Sepertinya dia yang terlalu membawa hati perlakuan Jordan padanya. Jelas-jelas sebelum menikah pria itu memberikan poin larangan. Tidak mungkin dalam sekejap dia bisa membuka hatinya untuk Jasmine!
Sambil merutuki dirinya sepanjang jalan. Akhirnya Jasmine pun memutuskan untuk datang ke kafé Mike. Dia akan membantu sahabatnya itu dan pulang nanti akan menyempatkan menjenguk Laura.
“Jasmine!” teriak seseorang yang Jasmine kenal begitu dia masuk ke dalam kafe.
Ternyata Gebi sudah kembali dan kali ini wajahnya sangat cerah. Jasmine pun langsung menerima pelukan Gebi dan menepuk bahu wanita itu pelan.
“Setelah membuat Mike khawatir. Bisa-bisanya kau mengembangkan senyum begitu lebar!” kekeh Jasmine. Lalu Mike muncul dari belakang membawa nampan untuk pelanggannya yang pagi-pagi tentunya memburu menu spesial yang selalu kafe This! siapkan.
“Ya, dia pasti senang menyiksaku,” sambung Mike membuat Gebi tertawa dan kini berpindah memeluk Mike.
Jasmine bisa melihat dengan jelas kalau mereka saling mencintai. Seandainya saja, hubungan dia dengan Jordan baik-baik saja seperti mereka. Apakah Jasmine tidak perlu khawatir memikirkan hal lain yang akan terjadi pada mereka? Bahkan Jasmine tidak tahu apa yang harus dia lakukan supaya hubungan mereka tambah harmonis. Setidaknya, hal-hal manis kemarin bisa mereka lakukan setiap hari.
“Tapi bukankah itu bagus? Kalau tidak, kau pasti tidak menyadari perasaanmu, iya bukan?” tanya Jasmine pada Mike yang tentunya dibalas dengan anggukan kepala. “Ngomong-ngomong kamu menemukannya di mana?” tanya Jasmine seolah Gebi ini sebuah benda mati yang hilang di bawah kolong kasur.
“Ya, seperti yang kau katakan padaku. Hari itu aku langsung datang ke makam ibunya. Aku juga berjanji akan menjaganya. Aku tidak akan pernah meninggalkannya lagi,” kata Mike lalu mengecup kening kekasihnya membuat Gebi sangat malu karena saat ini mereka berada di antara pelanggan yang meskipun mereka pun sibuk dengan kegiatan masing-masing.
“Heuh! Benar kan apa kataku! Instingmu tidak kuat, Mike!” Jasmine langsung meninju lengan Mike membuat Mike melenguh sakit. “Kau harus membayar tentang ini!” tuntut Jasmine seraya berjalan menuju dapur; bersiap untuk bekerja.
[…]
Jordan menaruh dokumen pentingnya. Dia merasa benar-benar sesak dengan semua pekerjaannya hari ini. Tidak bisakah dia bisa bersantai. Pagi-pagi sekali Bella menghubunginya. Ada beberapa partner kerja yang tiba-tiba membatalkan kontrak kerja sama mereka. Entah apa masalahnya, tapi Jordan seolah merasa dirinya sedang dikutuk oleh Tuhan karena sudah membuat istrinya menderita beberapa hari lalu.
__ADS_1
“Berita baik!” teriak Roy tiba-tiba membuat Jordan yang sangat berantakan langsung bangun dari bangku kebesarannya.
“Bagaimana?” tanya Jordan.
“Aku sudah menjelaskan semua kesalahpahaman yang ada. Sepertinya ada beberapa yang menyebarkan rumor negatif tentang perusahaan kita, tapi aku dan Bella sudah meluruskannya. Mereka kembali menginfestasikan saham mereka pada perusahan kita!” kata Roy dan Jordan hanya bisa menghela napasnya lega.
“Tidak percuma aku mempekerjakan Bella. Bahkan belum sehari masalah ini muncul, tapi dia mampu menanganinya,” kata Jordan merasa puas dengan sekretaris sekaligus sepupunya itu.
“Bella! Pacarnya siapa dulu dong!” Roy tidak mau kalah. Dia menepuk dadanya sendiri lebih menyombongkan diri karena kekasihnya memang hebat.
“Hayo! Ngomongin aku ya!” kata Bella tiba-tiba yang muncul masuk ke dalam ruangan Jordan.
“Nanti setelah makan siang, kita akan rapat kembali. Kau harus bersiap-siap bertemu dengan partner kerja kita,” ucap Bella seraya memberikan jadwal baru dan juga berkas lainnya pada Jordan.
Jordan pun memeriksanya, sementara Roy langsung menempel pada kekasihnya; mencubit pipi Bella tak lupa jahil mendaratkan ciuma ringannya di pipi.
“Oke!” kata Jordan menutup dokumennya lalu bersiap untu berburu makanan karena pagi-pagi sekali dia pergi ke kantor tanpa sarapan.
Jordan mulai kepikiran dengan keadaan Jasmine hari ini. Tadi pagi sekali dia meninggalkan istrinya tanpa mengatakan apapun. Apakah lebih baik dia ke tempat kafe Jasmine bekerja? Toh, tidak begitu jauh dari kantornya.
“Come on, Babe! Kita habiskan uang dia!” canda Roy yang mendapatkan sebuah jitakan dari kekasihnya.
[…]
“Red velvet cake dan chamomile tea, selamat menikmati!” ucap Jasmine menangkup tangannya lalu menyeka keringatnya.
Tak jauh dari jaraknya dia melihat Mike mendengus gusar. Sepertinya rainbow cake buatannya hari ini gagal. “Kenapa?” tanya Jasmine berjalan menghampiri Mike.
__ADS_1
“Aku rasa takarannya salah. Lihat! Dia tidak mengembang! Apa sih yang sedang aku pikirkan!” keluh Mike pada dirinya sendiri hingga menimbulkan kekehan di bibir Jasmine.
“Kalau begitu itu tidak akan bisa dijual ke pelanggan bukan? Aku beli saja bagaimana? Sepertinya tidak begitu buruk,” ucap Jasmine mengambil sebuah pisau dan langsung memotongnya.
Aww!! Tapi seperti biasa, dia adalah wanita yang tidak pernah berhati-hati. Selalu saja tangannya terluka oleh benda tajam.
“Lagi-lagi kau selalu begitu!” kata Mike langsung menarik tangan Jasmine.
Jasmine pun menatap Mike yang siaga membalut lukanya. Pria ini tidak pernah berubah meski Jasmine tahu kini Mike sudah memiliki Gebi. Hal yang Jasmine sadari bahwa dari dulu hingga sekarang, di hati Mike justru memang tidak ada dirinya. Mike hanya menganggapnya sebatas sahabat. Sampai kapanpun, Mike memang sahabat terbaiknya.
Namun di sisi lain. Jordan yang baru saja akan masuk ke dalam kafe melihat kemesraan istrinya bersama pria bernama Mike. Dia tahu, pria itu menyukai istrinya sejak lama. Bahkan Jordan masih ingat ketika sebelum hari H lamaran, dia datang memohon pada Jasmine untuk membatalkan keinginan Endra. Pria bernama Mike itu ada di sana melindungi Jasmine dan ternyata sampai hari ini pun mereka masih melakukan hal mesra yang menjijikkan?
“Kita tidak jadi makan di sini! Ayo cari tempat lain!” ucap Jordan pada Bella maupun Roy.
Roy yang tahu perubahan Jordan langsung menarik Bella.
“Ihhh kenapa sih! Aku kan belum pernah makan di sana!” kata Bella kesal karena mereka sudah sampai di kafe This! tapi nyatanya saudaranya mengatakan tidak jadi.
“Sutt udah ikutin aja si bos, nanti kita malah enggak ditraktir!” bisik Roy, padahal dia tahu apa yang Jordan lihat tadi.
Sepertinya ini sungguh akan menjadi buruk jika nanti Jasmine tidak menjelaskannya, tapi itu bukan urusan Roy karena melihat raut wajah Jordan kali ini, rasanya Roy seperti dejavu. Roy tidak bisa lupa ketika melihat Jordan marah pada Endra di hari itu. Hari di mana Laura menghilang entah ke mana. Jordan sungguh meledak seperti perahu yang dibakar habis dengan bensin meski berada di lautan luas.
Namun dalam hati Roy merengut kesal. Dasar kafe laknat! Habis ini pasti bosnya akan uring-uringan. Pekerjaan mereka akan mulai dilempar dan ditolak mentah-mentah. Bicara mereka bekerja tidak maksimal dan lain-lain. Lebih buruknya, mereka akan bertemu dengan partner kerja setelah makan siang ini. Bagaimana Jordan bisa mengontrol moodnya setelah ini?! Sial! Benar-benar sial datang ke kafe itu.
__ADS_1
****
Aku ingin segera buat Jordan bucin tapi belum saatnya wkwkwkw. Btw, aku bakalan susah sih buat part bucin, karena aku bukan bucin tapi buncit hahahahay