Permainan Takdir

Permainan Takdir
Kedekatan Anin dan Eric


__ADS_3

"Tak...Tak....Tak ...."


terdengar suara hentakan kaki yang berjalan terburuk mendekati keberadaan Anin dan Eric....


Anin melihat ke arah 2 orang tua yang sedang berjalan mendekati Anin yang tak lain adalah pak iman dan Bu Ratmi...


"Ibu .... bapak..."ucap anin


Eric ikut melihat ke arah penglihatan Anin....


"Ibu....."ucap Anin memeluk Bu Ratmi


"Sabar nak...sabar....kita berdoa saja semoga Baim baik2 saja..."ucap Bu Ratmi menenangkan Anin...


Anin dan Bu Ratmi duduk di kursi tunggu dekat ruang UGD...begitu juga Eric dan pak imam...


Anin menyenderkan kepala nya pundak Bu Ratmi dan Bu Ratmi mengelus2 kepala Anin menenangkan Anin...


"Makasih ya nak ....nak ini sudah membantu Anak saya dan membawa cucu saya ke rumah sakit..."ucap pak imam..


"Iya pak sama2 ....yang penting sekarang Baim sudah mendapatkan tindakan dan pemeriksaan dokter kita tinggal tunggu hasilnya ...

__ADS_1


Mereka berempat menunggu ada seseorang yang keluar dari ruang UGD itu dan memberikan tahu kan hasil pemeriksaan Baim...


"Keluarga anak Ibrahim...."Teriak suster keluar dari ruang UGD..


Anin,Eric,Bu ratmi dan pak imam langsung menghampiri suster itu...


"Ibu dan Bapak orang tua dari anak Ibrahim..."Tanya suster lain


"Iya sus...."jawab Eric dan Anin berbarengan...


Anin sempat kaget ketika mendengar Eric meng iya kan pertanyaan suster itu.


"Baik ...anak bapak dan ibu sudah kami tangani dan sudah mendapatkan pemeriksaan dokter...dan sekarang anak ibu dan bapak bisa di pindahkan ke ruang perawatan anak untuk mendapatkan perawatan selanjutnya...."


"Baiklah Bu....sekarang bapak dan ibu tolong ikut sama saya untuk registrasi pendaftaran pasien dan pemilihan kamar untuk pasien setelah itu saya akan mengantarkan bapak dan ibu ke ruangan dokter spesialis dalam yang menangani anak ibu dan bapak..."ucap suster itu


"baik dokter mari...."ucap Eric...


"Ibu dan bapak tunggu dulu disini....kalau Baim sudah bisa di pindahkan ke ruangan perawatan baru kita sama2 kesan..."ucap Eric


"Baik nak Eric..."ucap pak imam dan Bu Ratmi

__ADS_1


Eric Anin berjalan mengikuti suster itu.....


Eric dan Anin telah sampai di ruang pendaftaran rawat inap pasien...mereka mengisi data pasien sesuai dengan instruksi petugas disana...


"Baik pak....data nya sudah kami input.... bapak dan ibu akan melakukan pembayaran seperti apa jaminan kesehatan apa umum...


"Umum..."jawab Eric...


"Baiklah....untuk kelas nya sendiri mau di kelas berapa pak..."tanya petugas


"VVIP...."jawab Eric kembali....


"Baiklah....sudah kami input semua ya pak...namun sebelumnya harus ada DP pak untuk jaminannya....untuk biaya seterusnya bisa di bayarkan setelah nanti perawatan selesai..."Ucap petugas...


Tanpa banyak diam dan tanpa banyak fikir Eric mengeluarkan kartu ATM nya dan memberikan kepada petugas pendaftaran itu .... biaya perawatan dan kamar rawat Baim pasti sangat mahal tapi Eric tidak memperdulikan itu Eric akan memberikan yang terbaik buat Baim..


Disini Eric yang banyak bergerak Eric terlihat seperti suami dan ayah yang siaga memberikan yang terbaik buat anaknya...Anin hanya terdiam dan memperhatikan gerak gerik Eric...


"Baik pak...pendaftaran sudah selesai ....anak ibu dan bapak sudah bisa di pindahkan ke ruangan perawatannya...."ucap petugas


"Terimakasih mba...."Ucap Eric dan Anin

__ADS_1


Kini Anin dan Eric berjalan menuju ruang dokter Fahmi dokter spesialis dalam yang menangani Baim...


sedangkan suster yang mengantarkan anin dan Eric kembali ke ruang UGD untuk membawa Baim ke ruangan perawatannya setelah menunjukan letak ruangam dokter Fahmi...


__ADS_2