
Tak lama setelah Renita keluar dari ruangan itu...ucapan Renita menjadi nyata.
Tiba2 terdengar suara Anin yang terbangun dari tidur nya dan memanggil2 nama Renita..
"Rendi...renita..."suara Anin lemah
Eric dan Rendi kaget ketika melihat Anin bangun dan terus memanggil nama Renita sahabatnya mereka bingung apa yang harus mereka lakukan sedangkan Renita sedang tidak berada di ruangan itu...
Eric dan Rendi saling melihat ,,, bertatapan bingung seakan bertanya satu sama lain apa yang harus mereka lakukan...
"Ren...Renita....kamu dimana..."ucap Anin kembali.
Eric berjalan menghampiri memberanikan diri mendekati wanita yang tertidur lemah di atas ranjang ruangan VVIF itu...dan sekarang Eric dan Anin bertemu saling melihat dan saling memandang kekaguman satu sama lain Eric merasakan rasa yang berbeda hatinya berdebar kencangketika memandang wajah Anin ..
"Kamu siapa...."tanya Anin ketakutan begitu melihat Eric laki2 asing yang berada di dekat nya.
"Tenang nona...saya buka orang jahat...saya.."ucap Eric terbata2, hingga perkataan Eric langsung di potong oleh Renita karena Renita keburu datang ke ruangan itu dan langsung mendekati Anin..
__ADS_1
"Anin.....kamu bangun..."ucap Renita menggeser tempat Eric berdiri di sisi Anin Eric pun sedikit mundur dari tempat posisi nya tadi karena ada Renita.
"Iya...kamu kemana saja aku mencarimu.."ucap Anin memegang tangan Renita.
"Iya maaf...aku barusan keluar sebentar untuk membeli minuman dan makanan untuk tamu kita...kamu kan tadi nyenyak banget tidur nya jadi aku tinggal sebentar deh..."balas Renita tersenyum.
"Tamu kita,,,maksud kamu...mereka siapa..."tanya Anin menatap aneh ke wajah Eric yang berdiri di belakang anin dan Rendi yang masih terduduk di sofa.
"Ouhhhh....iya...aku lupa belum memperkenalkan mereka kepada mu..."jawab Anin sambil menepak jidat nya sendiri.
Renita memperkenalkan kedua laki2 yang berada di ruangan Anin sejak tadi....
terlihat wajah cantik Anin yang terus menatap dan mendengarkan dengan seksama setiap penjelasan renita pada dirinya....
tidak ada yang mengira semua ini di luar dari bayangan Eric dan Rendi...
tidak nampak wajah seram,,wajah emosi yang Anin perlihatkan pada mereka,,
__ADS_1
Anin telah selesai mendengarkan penjelasan Renita dan Anin kini telah mengetahui semuanya.
yang ada senyum manis yang Anin keluarkan dari bibir kecil berwarna pink milik nya.
"Jadi kalian yang pemilik dan pengendara mobil waktu itu...."ucap Anin sambil tersenyum ke arah Eric dan Rendi.
auto kaget dong ya Eric Sama Rendi mendapat perlakuan baik dari dan tidak nampak marah bahkan emosi sedikit pun dari Anin walaupun Anin tau mereka siapa.
"Makasih ya,,,ka Eric dan ka Rendi sudah repot2 datang kesini hanya untuk menemui ku dan mengetahui keadaanku...tenang saja kak aku baik2 saja ko dan mungkin sebentar lagi juga dokter sudah mengijinkan ku pulang ko...aku juga udah gak betah disini..."ucap Anin santai dan tetap tersenyum manis.
Eric dan kaget masih pada posisi kaget nya,,Eric memberanikan diri untuk membuka suara dan berkenalan dengan Anin..
"Haaaaaiiii anin...aku Eric yang waktu itu mengemudikan mobil dan itu Rendi teman ku..."ucap Eric sambil mendekati dan berdiri di siang ranjang Eric di dekat Renita
"Anin...apa kamu gak marah pada kami setelah kamu mengetahui kami ini siapa..."tanya Eric sambil terus menatapi wajah Anin
terlihat Eric begitu terpesona dengan wajah cantik alami Anin tidak biasanya dia bersikap manis pada wanita yang baru Eric kenal entah karena,,Eric juga merasakan ada perasaan yang berbeda ketika berada di dekat Anin meskipun mereka baru berkenalan..
__ADS_1
Eric belum bisa mengartikan perasaan apa yang ada di dalam hatinya yang pasti hati Eric selalu berdegup kencang setiap menatap wajah Anin,,
Untuk saat ini Dia masih beranggapan mungkin ini hanya perasaan bersalah nya kepada Anin karena dia yang tidak sengaja menabrak Anin.