Permainan Takdir

Permainan Takdir
Kecemburuan Eric part 2


__ADS_3

Setibanya di ruangan perawatan Anin...


ternyata sudah ada kedua orang tua Anin di dalam ruangan itu..


"Papah...mamah...ko ada disini..."tanya Anin bahagia.


"Haiii...selamat siang om selamat siang Tante..."ucap Eric


"Siang nak Eric..."jawab mamah Anin..


tak lama setelah itu Eric langsung berpamitan untuk pergi kembali ke pekerjaannya.


Eric berlalu dan pergi meninggalkan Anin dan kedua orang tuanya...


Setelah itu papah Lukman memberi tahu Anin kalau besok Anin sudah bisa pulang ke rumah walaupun Anin harus masih boalk balik ke RS berobat jalan dan therafi Sampai Anin benar2 bisa kembali berjalan.itu tidak jadi masalah buat Anin yang pasti hari ini


Anin sangat bahagia mendengar kabar dari papah nya.


Di dalam mobil Eric ...


Eric terus memukul2 setir mobilnya entah perasaan apa yang ada di dalam hatinya, kenapa Eric merasa sangat sakit ketika mendengar Anin akan menikah....

__ADS_1


Sampai di tempat proyek pembangunan pun Eric masih merasa kesal dia menumpahkan kekesalannya kepada para pekerja proyek yang menurut Eric tidak becus kerja...


Hari itu Eric banyak memarahi pekerja2 lapangan maupun satf kantor yang kerja nya terlihat lelet,,,tidak biasa nya Eric bersikap seperti itu setiap hari Eric selalu tersenyum kepada para pekerja nya dan terus memberikan semangat kepada para pekerja nya ..


Rendi yang memperhatikan Eric yang sedang marah semenjak pulang dari RS tempat Anin di rawat.


"Seperti nya ada yang kurang beres..."ucap batin Rendi ketika melihat sikap Eric yang kasar tidak seperti biasanya.


Eric berjalan menuju ruangan kerja nya...Rendi punlangsung mengikuti Eric dari belakang dan ikut masuk ke dalam ruangan Eric...


Eric melempar jas yang ia pakai ke sembarang tempat...dia menarik dasi dan membuka kancing atas kemeja nya Eric mengacak-acak rambut nya dan duduk di sofa ruangan kerja Eric....


Eric masihh terdiam tidak menjawab pertanyaan Rendi....


"kenapa loe diem...apa perlu gue mencari jawabannya langsung dari Anin..."ucap Rendi


Rendi sudah mengetahui kalau perubahan sikap Eric itu pasti ada hubungannya dengan Anin...


"Gue gak tau apa yang ada di dalam hati gue...gue juga belum bisa mengartikan perasaan apa yang ada di dalam hati gue...sulit untuk gue menujukan hati gue Rend,,yang jelas sekarang hati gue terasa sakit ketika mendengar kalau Anin akan menikah 2 Minggu lagi dengan laki2 yang di cintai nya..."ucap Eric sambil menyandarkan tubuh nya ke sofa yang di duduki nya.


"Loe mencintai Anin kan...."tanya Rendi seakan mengintimidasi Eric...

__ADS_1


"Entah lah gue belum yakin kalau ini perasaan cinta...karena sebelumnya gue belum pernah merasakan perasaan seperti ini...walaupun banyak wanita2 di luar sana yang dekat dengan gue...gue belum pernah merasakan seperti ini ke wanita2 itu kecuali Anin...


"Heeeeyyyyy sadar men sadar....sudah jelas perasaan loe itu perasaan cinta,,gue yakin loe sudah tertarik pada Anin dari pertama loe bertemu sama Anin di rumah sakit...gue bisa lihat itu dari cara loe memandang anin...kalau loe tidak mencintai Anin dan menganggap perasaan loe itu hanya karena loe kasihan kepada Anin loe gak akan sefrustasi ini brither..ketika mendengar Anin akan menikah harusnya loe biasa aja,,nyatanya sekarang apa banyak karyawan dan pekerja proyek yang loe maki2cuma karena masalah sepela ..."ucap Rendi sambil berjalan mendekati Eric.


"Kejar dia brother...katakan padanya bahwa kau mencintainya..."


"Tidak brother...aku akan mengubur dalam2 perasaan ini karena aku tidak mau menjadi orang yang akan merusak pernikahan anin...."ucap Eric lemah


Ddrrttt....Ddrrttt...bunyi suara pesan masuk di hotel eric..Eric segera melihat handphone nya ternyata itu pesan dari anin..


Anin mengabari Eric kalau besok Anin sudah diperbolehkan pulang dari RS..


"Siapa...Anin..."tanya Rendi...


Eric menjawab dengan anggukan dan mengabaikan pesan anin...


"kenapa loe gak menemani Anin pulang ..."tanya Rendi


"tidak...gue belum mau bertemu dengan Anin..gue mau menata hati gue dulu..."ucap Eric..


"Baiklah terserah loe..."ucap Rendi sambil menepuk-nepuk punggung Eric.

__ADS_1


__ADS_2