Permainan Takdir

Permainan Takdir
Di rumah Sakit Part 2


__ADS_3

Sesampai nya di depan kamar perawatan Anin...


Eric dan Rendi tidak langsung masuk ke dalam ruangan itu,,


Eric dan Rendi ragu untuk masuk ke dalam ruangan itu karena mereka takut salah kamar dan salah orang..


saat ini mereka sedang melakukan adegan saling dorong menyuruh siapa dulu yang masuk ke dalam ruangan itu mereka terlihat seperti anak kecil yang sedang bermain petak umpet..


walaupun mereka selalu berpenampilan cool dan tampan sesekali mereka menampakkan sikap kekanak2an seperti ini.


Ketika Eric dan Rendi masih dalam aksi dorong mendorong ad sepasang mata yang sinis sedang memperhatikan mereka.


ya....!!!!


sepasang mata itu adalah milik Renita Anggraeni sahabat Anin satu2 nya..


Renita segera menghampiri keberadaan Eric dan Rendi,,


Renita mencurigai gelagat Eric dan Rendi Renita takut mereka melukai sahabatnya.

__ADS_1


"Heeeeyyyyy....apa yang sedang kalian lakukan disini.."ucap Renita sinis


"Kami tidak ngapa2in...kami hanya mau memastikan benar tidak ini kamar nona Anindia Pratiwi korban kecelakaan 5 hari yang lalu.."jawab Rendi yang tadi nya bertindak seperti anak2 kini menjadi cool ketika di hadapan wanita cantik dan manis seperti Renita..


"Ya....memang benar ini ruangan Anindia pratiwi Korban tabrak lari lima hari yang lalu,,lantas apa yang kalian inginkan.."ucap Renita sinis.


"Korban tabrak lari,,maksud mu..."ucap Eric namun perkataan nya terburu di potong oleh Rendi.


"Nona bisakah kita masuk dan kita bicara di dalam,,,tidak enak kalau kita berbicara berdiri di luar seperti ini inikan rumah sakit.."ucap Rendi santai


Renita berdiam sejenak memperhatikan Eric dan rendi sebelum Renita mengijinkannya masuk ke ruangan Anin di rawat.


Renita mempersilahkan Eric dan Rendi untuk duduk di sofa yang tidak terlalu besar yang berada di ruangan Anin,,,karena orang tua Anin menginginkan yang terbaik untuk anak mereka Anin di rawat di ruangan terbaik di Rs itu,,fasilitas yang lengkap berada di dalam Ruangan Anin di rawat.


Rendi dan Anin duduk di sofa,,sedangkan Eric masih betah di posisi berdiri sambil wajah nya terus melihat ke arah wanita yang saat ini sedang tertidur pulas diatas ranjang ruangan VVIF tersebut.


"Cantik..."suara batin Eric


memang Anin terlihat cantik walaupun sedang dalam keadaan sakit,,Anin mempunyai wajah yang cantik alami meski dalam keadaan tertidur dan tanpa polesan makeup sedikitpun wajah Anin tetap terlihat cantik..

__ADS_1


Eric masih dalam posisinya dia terus memamdagi wajah Anin dengan ekspresi wajah lucu ekspresi itu terlihat kalau Eric baru melihat wanita secantik anin padahal setiap hari dia selalu menemui wanita2 cantik di kantor nya tapi tidak secantik Anin..


"Eric...Eric.."panggil Rendi


Eric pun tersadar dari lamunannya...Eric kaget dan salah tingkah,,


Eric segera berjalan menuju sofa yang sudah ada Rendi dan Renita duduk disana...


"Perkenalkan nama saya Eric dan ini Rendi teman saya..."Ucap Eric tersenyum tampan.


akhir nya Eric buka suara.


"Aku Renita sahabat Anin...dan itu Anin wanita yang kalian maksud tadi,,korban tabrak lari lima hari yang lalu...."Jawab Renita ketus..


"Sebenarnya kalian siapa dan ada urusan apa kalian kemari mencari Anin..??tanya Renita ketus.


"Kamu berdua datang kesini bermaksud untuk melihat keadaan nona Anin wanita yang lima hari lalu tidak sengaja kami tabrak..."Ucap Eric santai...


"Apppppaaaaa..."ekfresi Renita terlihat sangat emosi.

__ADS_1


"Jadi kalian yang menabrak anin,,,jadi kalian pemilik mobil yang hampir saja membunuh sahabatku.."ucap Renita masih dalam emosi nya.


__ADS_2