Permainan Takdir

Permainan Takdir
Hilang ingatan


__ADS_3

Pagi itu Anin sedang Anin sedang menyuapi bayi laki2 nya yang di berinama :


" Ibrahim Arkhan wijaya "


Atau sering di panggil dengan nama Baim untuk panggilannya...


kini bayi laki2 Anin dan Eric telah genap berusia 6 bulan ...setiap hari Anin merawat dan menjaga anaknya nya penuh dengan cinta meskipun jauh dari papah nya...Anin mulai terbiasa hidup bersama anak semata wayangnya meskipun Eric tidak berada bersama mereka,,walaupun begitu Anin selalu mendapatkan kabar Eric dari Rendi dan Renita...


"A..sayang...a..."ucap Anin saat menyuapi anaknya sereal bayi


Baim tersenyum gemas gaya bayi dan melahap serial yang di berikan bunda nya...


"Pinter....Baim pinter....anak pinter...anaknya bunda udah makan ya...."ucap Anin


mengajak bercanda anaknya sambil terus menyuapi di taman halaman depan rumah nya..


"Haaaaaiii Baim.....baby lucu nya tante ..."suara teriakan Renita


"Eeeeeehhh...ada tanten Renita sayang...."ucap Anin pada Baim


Renita mendekat pada Anin dan baim...Renita langsung menggendong Baim karena hampir satu bulan dia tidak bertemu dengan bayi lucunya itu...


"Tante kangen banget sayang sama Baim....waaahh udah makan ya sekarang ucap Renita menciumi Baim


"iya dong Tante....kan biar cepet gede..."jawab Anin ....

__ADS_1


mereka asik mengobrol tentang kabar mereka dan tumbuh kembang Baim...


"Nin....apa gak sebaiknya kamu berbicara yang sebenarnya eric itu siapa dan keadaan kondisinya saat ini...."ucap Renita


"Enggak...ren...jangan....aku tidak mau memperkeruh suasana...lagian aku juga bingung harus bicara seperti apa aku takut orang tua ku tidak mempercayaiku..."


"Tapi kan kalau kamu terus seperti ini papah dan mamah kamu akan terus menyangka kalau Eric adalah laki2 yang tidak bertanggung jawab...."ucap Renita


"Biarlah....aku akan tetap menunggu kak Eric sampai dia kembali dan menyampaikan nya sendiri...mungkin ini sudah takdir hidupku"ucap Anin


Tiba-tiba ponsel renita berbunyi ada panggilan masuk pada ponsel nya...dan ternyata itu dari Rendi....


Renita segera mengangkat telpon dari Rendi di hadapan Anin..


"Hallo sayang....."ucao Renita


"Baik sayang....berita baik apa...gimana keadaan Eric sekarang"tanya Renita


Renita melihat ke arah Anin dengan eksfresi tersenyum bahagia


"siapa...Rendi..."tanya Anin berbisik


Renita mengangguk


"Eric sudah siuman sayang....Eric sudah sadar...."ucap Rendi

__ADS_1


"Yang bener sayang....aahhh...syukur deh aku bahagia mendengarnya..."jawab Renita


"Tapi......."ucao Rendi mengambang...


"Tapi kenapa sayang...."tanya Renita penasaran


"Eric....Eric...Hilang ingatan...."ucap rendi bersedih


"Appaaaaa....."eksfresi Renita berubah terlihat kaget .


Renita menutup telponnya dan langsung menatap Anin penuh kesedihan...


"Anin...."ucap renita memeluk Anin


"Ren...kamu kenapa...kok kamu malah nangis...apa yang terjadi bagaimana keadaan kak Eric.. "tanya renita aneh


"Anin kamu yang sabar ya....kamu yang sabar..."ucap renita menangis..


"kak Eric kenapa ren...kak Eric kenapa...."tanya Anin mulai menangis


"Eric sudah sadar dari koma nya....tapi eric...Eric hilang ingatan...."ucap Renita...


Bagaikan di sambar petir di siang bolong ketika Anin mendengar keadaan Eric saat ini...Anin menangis histeris mengingat semua tentang Eric,,tentang nasib Baim anaknya yang harus kehilangan papah nya...


Anin murka dan hilang kesdarannya kenapa Allah memberikan cobaan yang berat untuk Anin dan anaknya.

__ADS_1


Tiba-tiba Anin pingsan di pelukan Renita ....


Renita kaget dan segera berteriak meminta tolong kepada orang2 di rumah Anin untuk membawa Anin dan baim ...


__ADS_2