Permainan Takdir

Permainan Takdir
Frustasi


__ADS_3

Semmy pergi meninggalkan Anin dan melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi...


Hati Semmy sakit saat mengetahui kenyataan yang ada.


"Maafkan aku Anin .... maafkan aku... aku butuh waktu untuk memahami semua ini ... kenapa semua ini terjadi secara kebetulan...aku takut Anin aku takut kau meninggalkan ku..." suara batin Semmy sambil tetap fokus menyetir tanpa arah dan tujuan..


-----------------------------------------------


Di lain tempat....di dalam kamar mandi di dalam kamar Eric ...


Eric tengah terduduk di atas lantai kamar mandi,,masih memakai pakaian kantor nya sengaja mengguyurkan air dari shower membasahi semua tubuh nya...


Eric tampak frustasi ...pikiran Eric terus terbayang tentang semua perkataan Reyhan dan Anin ketika menyebut-nyebut dirinya sebagai suami Anin dan ayah dari Baim...


"Apa maksud ini semua....apa benar aku mengenal Anin sebelumnya bahkan aku adalah suami nya...dan apa benar Baim adalah anakku..."suara hati Eric


"Laki-laki itu seperti mengenalku bahkan dia sangat denda kepadaku....mana mungkin orang itu salah orang jelas-jelas dia begitu mengenalku....."

__ADS_1


"Ya Allah... apa maksud semua ini....apa aku melewati banyak hal sebelum aku hilang ingatan....tetapi kenapa aku benar2 tidak ingat dan tidak mengenal Anin...."Suara batin Eric...


----------------------------------


Anin masih merunduk di atas ranjang rumah sakit Anin nampak sedih dan merasa bingung....


"Bagaimana ini ya Allah.....kenapa semuanya jadi seperti ini,,kenapa kau mempermainkanku serumit ini ... Apa yang harus aku lakukan sekarang ...kenapa disaat aku akan memulai kehidupan bersama laki2 lain justru kau mengembalikan laki2 yang menjadi suami ku dulu...."


"Bagaimana ini ..... apa yang harus aku lakukan...Berikan aku petunjuk mu ya Allah berikan aku jalan terbaik ya Allah....


-------------------------------------


Di lain tempat kedua orang tua Eric yaitu Pak samudera dan istrinya nyonya Sinta sedang melakukan pengecekan ke salah satu hotel nya di Kota B yang dulu pembangunannya di urusi oleh Eric karena pembangunan hotel itu lah Eric dan Anin bertemu....


Siapa yang menyangka karena mumpung lagi kunjungan ke kota B pak samudera dan istrinya mengingat dulu dia punya sahabat dekat di kota itu...Pak samudera dan istrinya berencana untuk menemui sahabat nya itu dan ternyata sahabat nya itu adalah kedua orang tua Anin Pak Lukman dan Bu Paramita.


Singkat cerita kini kedua orang tua Eric dan Anin sudah bertemu dan sudah berkumpul di ruang keluarga rumah Anin setelah bertahun2 tidak bertemu...

__ADS_1


"Waaaahh.....aku tidak menyangka akan di datangi tamu agung seperti mu mas Samudera....seorang pengusaha sukses aku kira kau sudah melupakan ku...."Ucap papah Lukman


"Kamu terlalu berlebihan Lukman....aku hanya orang bisa mana mungkin aku melupakan sahabatku yang sudah aku anggap seperti adikku sendiri....apa yang aku punya dan aku dapatkan sekarang ini tak lepas dari bantuan mu dulu berkat saran dan ide2 mu saat itu menjadikan ku yang sekarang..."ucap pak samudera...


Mereka terus bercerita bernostalgia perjalanan hidup mereka terdahulu dan bercerita keadaan kehidupan yang sekarang....


"Dimana gadis kecil yang cantuk dan lucu yang sering kau bawa2 ke perkebunan teh dulu....pasti sekarang dia sudah besar dan menjadi gadis yang cantik dan dewasa...."tanya pak samudera


Pak Lukman dan istri nya saing berpandangan mereka merasakan kesedihan kembali saat mengingat Anin...


Pak Lukman dan istrinya menceritakan Anin yang memang sudah tumbuh menjadi gadis dewasa yang cantik dan pintar namun nasib tidak baik datang pada hidup Anin....


pak samudera menceritakan pernikahan Anin kehamilan Anin hingga kepergian Anin kabur dari rumah bersama bayinya untuk mencari suami nya yang entah dimana..sampai saat ini pak Lukman dan istrinya tidak pernah bertemu dengan anak dan cucu nya.


Tapi disini baik orang tua Anin dan Eric tidak mengetahui siapa laki2 yang meninggalkan Anin,walaupun pak Lukman dan Bu Paramita mengetahui Eric tapi tidak pernah tau bahwa Eric anak dari samudera Wijaya ....


"Ya Allah....kasihan sekali segala apa yang telah menimpa anak mu ..." ucap pak samudera.

__ADS_1


Bu Sinta memeluk dan menenangkan mamah Anin yang menangis mengingat Anin..


__ADS_2