
Kini Semmy dan Eric nampak akrab setelah perkenalan mereka...
namun Semmy belum mengetahui kalau Eric adalah Ayah kandung Baim...
Malam hari Eric meminta izin kepada Anin Semmy pak imam dan Bu Ratmi untuk pulang setelah seharian di rumah sakit....
Anin melihatkan eksfresi seperti tidak mau di tinggalkan oleh Eric...bagaimana pun Anin ingin tetap di dekat Eric saat2 seperti ini ..
Di dalam mobil ....
Eric terlihat serius mengemudikan mobil nya namun hati Eric seakan tertanam di rumah sakit Eric sangat menyayangi Baim dan tertarik kepada Anin ...Eric merasakan perasaan yang sepertinya Eric sudah mengenal Anin dan pernah bertemu dengan Anin ..
Tiba-tiba handphone Eric bergetar dan berbunyi dari dalam saku jas nya...
sambil menyetir Eric mengambil handphone dalam saku jas nya dan segera mengangkat panggilan masuk pada handponr nya...
"Apa ....Baik aku akan segera datang....tolong tahan Siska agar siska tidak melakukan nya...."ucap eric dengan eksfresi kaget nya ketika mendengar perkataan dari arah orang yang menelpon Eric...
Eric melajukan kecepatan mobil nya lebih dari batas maksimal Eric akan menuju ke rumah Siska....
__ADS_1
Waktu berjalan berlalu....
Eric telah sampai di halaman depan rumah Siska yang sangat besar megah dan mewah....tanpa di komandoi eric langsung masuk ke dalam rumah Siska...
dari area ruang tamu terdengar suara teriakan seorang wanita seperti menangis dan mengancam dan terdengar pula suara tangisan perempuan dan suara laki-laki dari arah lantai atas rumah keluarga Siska....
Eric segera menuju lantai atas rumah Siska untuk mengetahui apa yang sedang terjadi....
Eric mendekati sumber suara keributan itu dan ternyata itu dari arah kamar Siska...
Eric segera berlari dan masuk ke dalam kamar Siska....
"Eric...."Ucap mamah Sinta ketika melihat kedatangan Eric...
Eric nampak kaget dan terdiam ketika melihat Siska yang sedang berada di sebrang ranjang tidur nya sedang berdiri dengan eksfresi seperti orang kesetanan rambut makeup yang acak-acakan dan sambil memegang pisau......
"Jangan mendekat....jangan mendekat....kalau kalian mendekat aku akan bunuh diri menggunakan pisau ini..."teriak Siska sambil menodongkan pisau yang di pegang nya...
"Nak...nak...nak Eric tolong Siska nak...tolong Siska...ibu gak mau Siska kenapa2 nak tolong nak..."teriak ibu Siska
__ADS_1
Eric,,kedua orang tua Eric dan juga kedua orang tua Siska terlihat khawatir dan ketakutan mereka takut kalau Siska benar2 akan bunuh diri.. .
"Siska....Siska....ini aku Eric....aku disini...."Ucap Eric mencoba merayu Siska...
"Aku datang kesini untuk menemui mu....ayo sini dan sekarang lepaskan pisau itu dari tangan mu ya...."ucap Eric kembali
"Eric..."ucap Siska tersenyum...
Eric berjalan mencoba mendekati Siska ....
"Iya ...ini aku...ini aku Eric...aku datang untukmu ayo sekarang berikan pisau itu kepada ku ya ...."ucap Eric lemah lembut..
Siska yang tadi nya sudah mulai sadar dan tersenyum kembali berteriak histeris ketika di dekati Eric..
"Tidak....aku tidak mau...aku akan bunuh diri bahkan aku juga akan membunuh anak itu karena anak itu telah merebut kamu dari aku dan kamu juga lebih memilih anak itu di banding aku....mundur kamu...mundur Eric...."Teriak Siska kepada Eric...
Eric terlihat tenang dan sabar menghadapi Siska...Eric terdiam dan terus memperhatikan Siska,,mencari kelemahan siska agar bisa merebut pisau yang di pegang Siska...
Ketika Eric melihat kelemahan itu Eric langsung melangkah cepat dan menarik tangan kanan siska untuk mengambil pisau yang di pegang Siska....
__ADS_1
Siska terus berontak dan meronta melawan Eric karena tenaga Siska jauh dari tenaga Eric segimana siska melawan pun pasti akan kalah...akhir nya pisau yang Siska pegang jatuh ke lantai dan Eric langsung memeluk Siska dan menenangkan Siska....