Permainan Takdir

Permainan Takdir
Terbongkar identitas 5


__ADS_3

Di ruang kerja Eric.....


Eric dan Rendi sedang berbincang sambil menikmati segelas kopi ....


"Siapa yang akan menemui kita..."tanya Eric pada Rendi setelaj Rendi menerima telpon


"Gak tau....kata resepsionis kita 2 orang perempuan mengaku teman kita.."jawab Rendi


"Paling fans2 kamu yang nekat nyamperin sampai kesini..."ucap Rendi meledek Eric...


memang benar selama ini banyak wanita2 yang menginginkan Eric menjadi suaminya sampai nekat mendatangi kantor Eric hanya untuk merayu Eric.. Eric tidak pernah menceritakan tentang itu pada Anin karena Eric tidak mau itu menjadi masalah pada rumah tangga nya bersama anin...tetapi daripada itu eric selalu bersikap dingin dan menolak wanita2 itu secara kasar berbeda kalau pada Anin Eric selalu bersikap manis dan romantis ...


disini Eric dan Rendi sama sekali tidak mengetahui kalau yang mau menemui mereka adalah Anin dan renita...Karen mereka selalu menyangka ini semua tidak akan pernah terjadi.


Sesampai Anin dan renita di depan pintu ruangan Eric Anin dan Renita melihat papan nama yang berada di pintu itu disitu tertulis RUANGAN DIREKTUR UTAMA.


"Jadi memang benar kak Eric adalah...Eric arkhan Wijaya yang terkenal itu..."suara batin Anin

__ADS_1


"Mba mba tunggu di sini dulu...nanti setelah saya panggil bari mba berdua masuk..."ucap resepsionis


resepsionis itu mengetuk pintu dan masuk kedalam...setelah Eric mengijinkan tamu nya masuk mba resepsionis itu segera memanggil Anin dan Renita...


"Mba silahkan masuk...."ucap resepsionis


Anin dan Renita berjalan dan masuk ke dalam ruangan Eric....


Eric dan Rendi terkejut ketika melihat 2 wanita yang berjalan dari balik pintu....


Eric yang sedang duduk di kursi singgasananya langsung berdiri mematung terkejut dan kaget siapa wanita yang menemui nya....


Anin dan renita pun terdiam karena mengetahui identitas yang sebenarnya 2 laki2 yang mereka kenal selama ini


adegan itu berlangsung agak lama sehingga Vina mba resepsionis itu merasa aneh dengan sikap mereka..


"Vina kamu boleh keluar......"ucap Eric pada resepsionis itu..

__ADS_1


"Baik pa...."ucap Vina dan berlalu meninggalkan ruangan Eric..


Eric berjalan menghampiri Anin yang masih berdiri di posisinya...Eric mencoba memeluk Anin karena Eric tau apa yang sekarang berada di fikiran Anin....


ketika Eric hendak memeluk tangan Anin segera menahan pelukan itu...Anin menatap tajam wajah Eric dan tiba2 Anin pergi berlari meninggalkan ruangan Eric...


Eric kaget dan Eric pun langsung mengejar anin...


Rendi dan renita yang masih berada di posisinya hanya melihat aksi kedua sahabatnya itu...


Anin berlari kencang sambil menangis meninggalkan ruangan Eric....


Anin berlari menuju arah lift bermaksud untuk keluar dari kantor itu....


Eric terus mengejar Anin hingga semua orang2 yang berada di dalam kantor itu menyaksikan adegan saling kejar Anatara Eric dan Anin ,,,Eric tidak memperdulikan itu Eric terus mengejar Anin Eric tidak mau Anin salah paham dan pergi meninggalkan Eric...


"Siapa wanita itu....kenapa bos besar kita mengejar2 wanita itu ....ada hubungan apa mereka.. tidak seperti biasanya bos besar kita terihat panik dan terus mengejar wanita itu..."suara salah satu staf wanita di dalam kantor.

__ADS_1


Dan banyak lagi suara2 yang menyerukan tentang Eric dan Anin....


__ADS_2