Permainan Takdir

Permainan Takdir
Khawatir


__ADS_3

Hari kedua di rumah sakit Anin sudah sadarkan diri dan kini Anin sudah di pindahkan ke ruang perawatan pasien Anin terlihat baik meski beberapa alat masih terpasang di tubuh Anin seperti infus di tangannya dan oxigen di hidungnya dan kaki Anin yang sedikit ada masalah masih dalam keadaan di perban dan juga ada papan kecil di balut perban untuk menyanggah kaki Anin,,


Anin masih merasa kalau kakinya masih terasa ba'al sulit untuk di gerakan.


Terlihat kedua orang tua Anin dan Renita yang setia mendampingi Anin di ruangan VVIF yang berada di rumah sakit tempat anin di rawat.


Di kantor perusahaan milik Eric yang berada di kota B.


Terlihat Eric melamun duduk di kursi Direktur Utama di perusahaan milik keluarganya yang berada di kota B sambil tangannya berada di atas meja dan menopang dagunya.


yaaaaa....!?!!!


Eric baru saja datang di kota B untuk melihat pembangunan perusahaan dia di bidang perhitelan,,Eric akan lama tinggal di kota B karena masih banyak urusan yang di harus Eric sendiri yang menyelesaikannya di kota B maklum saja namanya juga kan masih tahap pembangunan jadi masih harus Eric yang terjun langsung untuk mengurusinya.


Hari pertama Eric datang di kota B malah di sambut dengan dia menabrak seorang wanita yang sampai saat ini dia belum berani menemui wanita itu dan mengetahui keadaan wanita itu masih hidup apa sudah meninggal.


bukan karena Eric tidak bertanggung jawab atas kecelakaan hari itu,,


tapi Eric merasa takut untuk bertemu dengan wanita itu juga keluarganya takut mereka tidak memaafkan Eric dan membenci Eric nyali Eric menciut untuk masalah ini tidak seperti ketika ia menghadapi pesaing2 perusahaannya dia tampak gagah dan berani melawan para pesaing2 dan musuh2 perusahaanya,,dengan cerdik dan lincah sudah jelas Eric selalu menjadi pemenang di kalangan para pesaing perusahaannya.


Di tambah lagi ketika hari kecelakaan itu setelah Eric selesai dengan urusan di kantor polisi Eric langsung ke tempat pembangunan hotel milik keluarganya karena sudah di tunggu meeting oleh lawyers2 yang menunjang perusahaannya.

__ADS_1


makannya sampai saat ini Eric masih belum menemui dan meminta maaf pada wanita yang ditabraknya juga keluarganya.


Lamunan Eric terhenti saat seorang pria masuk ke ruangan Eric menggebrak meja Eric dan pasti sangat mengagetkan Eric.


"Woooooyyy....ngelamunin apa loe pagi.."ucap Rendi Prasetya mengagetkan lamunan Eric


Eric berhenti dari lamunannya dan merasa kaget.


"Sialan loe...untung gue gak punya penyakit riwayat penyakit jantung kalau ada mati gue.."ucap Eric sambil melempar map ke arah Rendi


"Ya habis nya pagi2 loe udah ngelamun,,pagi2 itu bagus nya membuat sebuah rencana untuk perusahaan karena pagi2 tuh otak masih fresh,,laaahhh ini pagi2 malah ngelamun.."ucap Rendi meledek Eric


"Heeeyyy...Heyyyyy...sebelum gue masuk ke ruangan ini gue udah ngetuk pintu beberapa kali karena gak dapet jawaban dari loe makannya gue langsung masuk dan ternyata loe malah lagi ngelamun.."


"Apaaaa....berarti gue melamun cukup lama ya.."ucap Eric


"loe baru sadar...emang ngelamunin apa sih loe.."tanya Rendi sambil mendekati Eric dan duduk di kursi di hadapan Eric.


"Gue ngelamunin wanita yang hari itu gue tabrak,,bagaimana keadaan dia sekarang...bajingan banget gue sampai ini hari ke 4 setelah kejadian itu gue belum menemui dia dan keluarganya bahkan gue belum tau keadaan wanita itu apa dia masih hidup apa meninggal.."ucap Eric bersedih


"Jadi loe ngelamunin itu...gue udah suruh orang2 kita buat nyelidikin keadaaan dan keberadaan wanita itu hasil laporan orang2 kita keadaan wanita itu masih hidup dan saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit dekat dengan kejadian tabrakan hari itu..."

__ADS_1


"Apa benar wanita itu masih hidup..."tanya Eric antusias


"Iya...gue dapet laporan dari orang2 kita sih seperti itu masa orang2 kita bohong..."


"Syukurlah....berarti kesalahan gue tidak terlalu berat gue sudah mengira wanita itu meninggal karena saat gue menabrak nya wanita itu terpental cukup jauh.."ucap Eric lega sambil menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi yang di dudukinya.


"Bagaimana kalau besok kita ke rumah sakit yang di info kan sama orang2 kita untuk menjenguk dan mencari tau keadaan wanita itu..."usul Rendi


"ide bagus...."jawab Eric tersenyum ke arah Rendi


"Apa besok tidak ada jadwal meeting dan lain halnya..."tanya Eric pada Rendi.


"Kosong...besok loe gak ada jadwal.."jawab Rendi


"baiklah...besok loe temenin gue untuk menemui wanita itu..."ucap Eric


"Dengan senang hati brother..."ucap Rendi tersenyum manja meledek Eric


"Dan ini berkas perizinan yang belum selesai kemarin udah gue kerjain dan tinggal loe tanda tangani...maksud gue kesini mau nyerahin berkas ini.."ucap Rendi kembali.


Eric menanda tangani berkas yang Rendi sodorkan ke meja nya.

__ADS_1


__ADS_2