
Satu Minggu berlalu,,, kini Anin sudah berada di rumah nya sudah banyak perkembangan untuk kondisi Anin tapi Anin harus tetap berada di kursi roda karena kaki Anin belum bisa untuk di bawa berdiri apalagi berjalan...
pagi hari Anin sedang melamun di dalam kamar nya terduduk di atas kursi roda dan berdiam di dekat jendela kamar nya...
"Kenapa hari ini aku sangat merindukan ka Eric...sudah satu Minggu aku di rumah kenapa ka Eric tidak pernah mengabari ku...apa ka Eric sudah melupakanku,,,ingin sekali aku bertemu dengan ka Eric untuk ya g terakhir kali sebelum aku menikah..."suara batin Anin.
Eric merasakan hal yang sama dengan Anin..Eric merindukan Anin ingin sekali Eric bertemu dengan Anin untuk yang terakhir kalinya sebelum Anin menikah...
Eric memberanikan diri menelpon Anin....
Anin yang sedang melamun serasa mimpi mendapat panggilan telpon dari Anin...
Anin segera mengangkat telpon dari Eric...
"Hallo ka Eric..."ucap Anin
"Hallo Anin...lagi aoa.."tanya Eric basa basi.
"lagi duduk aja ka di atas kursi roda di dalam kamar ka..."jawab Anin.
"bisakah kita bertemu sebelum kamu menikah.."ucap Eric
"tentu ka...aku sungguh merindukanmu...."jawab anin...
"baiklah kirim aku lokasi rumah mu nanti malam aku akan menemui mu di rumah mu..."ucap Eric.
Eric dan Anin bahagia akhir nya mereka berdua bertemu.
__ADS_1
Malam pun tiba....di kediaman Anin....
tokk..tokkk..tokk...
suara seseorang mengetuk pintu....
Anin sudah mengira kalau itu adalah Eric...ternyata yang datang adalah Reyhan tunangan Anin..
Anin segera menuju pintu dan membuka pintu rumah Anin di bantu oleh pembantu rumah nya..
"Reyhan...."ucap Anin terkejut.
"kenapa ko terkejut begitu melihat kedatanganku seperti yang tidak suka aku yang datang..apa kamu sedang menunggu seseorang yang akan datang ke rumah ini.."ucap Reyhan..
"nggak...nggak ko sayang...aku hanya kaget karena aku kira kamu melupakan aku satu bulan lebih aku di rawat di rumah sakit karena kecelakaan kau tidak menjenguk ku sama sekali..."ucap Anin
"tidak papa2 sayang...yang penting kamu tidak melupakan hari terpenting dalam hidup kita..kamu tidak lupa kan kalau seminggu lagi kita menikah...apa kamu sudah menyiapkan semua keperluan kita nanti..."ucap Anin bahagia
"justru aku kesini untuk menemui mu dan orang tua mu....aku ingin membatalkan pernikahan kita..."ucap Reyhan berteriak..
"Apa ..."ucap Anin kaget mendengar apa yang di ucapkan oleh Reyhan...
"sayang kamu sedang bercanda kan.."tanya Anin..
"Tidak..aku serius dimana orang tua mu aku akan berbicara dengan orang tuamu aku akan membatalkan pernikahan ini...."ucap Reyhan
Gista hanya menangis mendengar perkataan yang keluar dari bibir reyhan...
__ADS_1
bi Ijah pembantu di rumah Anin langsung memeluk Anin ketika melihat Anin menangis...
"non yang sabar non...yang sabar..."ucap bi Ijah sambil memeluk Anin.
kedua orang tua Anin keluar dari kamar nya ketika mendengar keributan yang terjadi di ruang masuk rumah nya...
tidak hanya itu ternyata di luar rumah sudah ada Eric dan Rendi yang bermaksud akan bertamu ke rumah Anin namun ketika mereka baru sampai di teras depan rumah Anin mereka mendengar keributan di dalam rumah Anin mereka mendengar teriakan seorang laki2 yang mengatakan kalau dia akan membatalkan pernikahan nya...
"Apa perlu kita masuk..."tanya Rendi pada Eric..
"Tidak usah...ini urusan keluarga Anin...tidak sopan kalau kita ikut campur..kita dengarkan saja apa yang terjadi di dalam dari sini..."jawab Eric .
"Reyhan apa maksud mu membatalkan pernikahan dan teriak2 seperti ini di rumah ku...dimana sopan santun mu..."ucap papah Lukman.
"kenapa Anin menangis... kau apakan anak ku..???"ucap papah Lukman kembali...
"Tidak usah banyak basa basi....aku datang kesini untuk memberitahukan kalau aku mau membatalkan pernikahan Antara aku Reyhan dan anak kalian..."ucap Reyhan...
"kenapa...kenapa kamu mau membatalkan pernikahan mu dan Anin....waktu pernikahan kalian tinggal seminggu lagi kami sudah mempersiapkan segalanya...kenapa tiba2 kamu mau membatalkan kamu mau bikin malu keluarga saya...."ucap papah Lukman..
"Heyyyyy....dengar...tuan Lukman YTH kalian akan merasakan malu hanya sebentar karena anak kaliab gagal menikah....
laaahhh...aku...kalau aku terus melanjutkan pernikahan ini aku yang akan malu seumur hidupku karena mempunyai istri yang cacat dan lumpuh.."ucap Reyhan..
Hati Anin semakin terluka ketika mendengar kata2 Reyhan yang menghina fisik Anin saat ini...mamah Sinta segara berlari menuju tempat Anin dan langsung memeluk Anin...
"Dan satu lagi....selama ini aku tidak pernah benar2 mencintai Anin...selama ini aku hanya mengincar harta keluarga Anin...sekarang aku sudah tidak butuh kalian karena aku sudah menemukan pengganti yang baru.."ucap Reyhan kejam nya..
__ADS_1