
Anin kaget ...
Anin menyadari apa yang telah ia lakukan dan juga eric...Anin bangun dari sandarannya di dada Eric dan duduknya langsung bergeser sedikit menjauhi Eric....
"Ma...maaf....aku tidak bermaksud...."
"Tidak papa....mba...saya mengerti kok ngerti kok saat ini mba pasti sangat merasakan sedih dan khawatir pada kondisi anak mba....saya juga bisa merasakannya mba..."ucap Eric memotong pembicaraan Anin
"Makasih ya Pak...eh mas...eh tuan...."ucap Anin gelagapan
"Eric....panggil saja nama saya Eric...."ucap Eric
"Baiklah kak Eric.... aku akan memanggilmu kak biar lebih sopan..."ucap Anin
"Oke...itu lebih enak di dengar..." ucap Eric tersenyum.
Anin membalas senyuman Eric..
"Nah gitu dong...senyum...kan cantik...jangan terlalu bersedih...kita harus banyak berdoa agar Baim tidak apa2 dan bisa sembuh kembali..."ucap Eric..
"Anin...kamu cantik ...baik sopan...lembut dan berwibawa dan keibuan...sangat berbeda jauh sekali dengan Siska....andaikan Siska adalah kamu pasti aku akan sangat bahagia...."Suara batin Eric....
__ADS_1
"Kak ...kak Eric.. kok malah ngelamun..."ucap Anin...
"Ehh...tidak ...tidak papa...."ucap Eric salting
"Sekali lagi makasih ya...makasih kak Eric udah mau di repotkan dan mengantarkan Baim ke rumah sakit... "ucap Anin...
"Sama2 ...aku tidak merasa di repotkan ku...aku bersyukur Baim bisa cepat-cepat di bawa ke RS dan cepat mendapatkan penanganan...kalau boleh di katakan dari pertama kali aku bertemu dengan Baim entah aku merasakan perasaan apa aku sangat menyukai Baim aku sangat menyayangi Baim....aku merasakan sakit saat Baim sakit karena perasaan itu lah yang mendorong aku untuk datang dan menemui Baim hari ini ternyata benar Baim sedang sakit..."
"Dan aku juga mau minta maaf...kemarin2 waktu Anin sakit aku mengajak Baim bermain...seharian kami bersama..saat aku mau mengantarkan Baim pulang Baim tertidur di mobil ku.. entah perasaan apa juga aku merasa ingin sekali membawa Baim pulang ke rumah ku ...aku mengikuti perasaan itu dan membawa Baim ke rumah ku ...Baim bertemu dengan kedua orang tua ku dan kedua orang tua ku sangat menyukai Baim.." ucap Eric..
Anin terkejut saat mendengar cerita Eric....
"Jadi Baim sudah pernah bertemu dengan kakek nenek nya....ya Allah kenapa semua ini terjadi seakan sudah teratur..."suara batin Anin...
"eh iya ...gak papa kok kak...."ucap Anin...
dalam hati Anin ...Anin merasa bahagia karena tanpa sepengetahuan Anin Baim sudah bertemu dengan ayah dan kakek nenek dari ayah nya,,,walaupun mereka tidak mengetahui siapa Baim sebenarnya tapi Anin bahagia meskipun Eric hilang ingatan tapi batin Eric tetap bisa merasakan dan saling bisa saling berhubungan dengan batin Baim..
"Oya....sebenarnya ada yang mau aku tanyakan...tapi aku takut kamu marah karena aku telah lancang menanyakan hal ini..."ucap Eric...
"Baim pernah bercerita padaku....kalau semenjak Baim bayi hingga saat ini Baim tidak pernah bertemu dengan Ayah nya ....kalau boleh tau memang nya ayah nya Baim kemana...."tanya Eric...
__ADS_1
Hati Anin bergetar ...badan Anin bergetar....tubuh Anin terasa lemas tak bertenaga saat mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Eric...Anin merasa kebingungan apa yang harus Anin jawab...Anin ingin sekali mengatakan kalau ayah Baim adalah orang yang sedang berada di depan Anin...namun apa daya Anin belum berani untuk mengatakan itu pada Eric Anin sudah menyangka Eric pasti tidak akan mempercayainya dan menyangka Anin hanya mengada-ngada karena Anin tidak mempunyai bukti.....
"Oh itu....."ucap Anin...
Anin mencoba merangkai kata untuk menjawab pertanyaan Eric meskipun ia harus berbohong pada dirinya sendiri...
"Memang sejak bayi bahkan sejak masih di dalam kandungan...saat itu usia janin baim masih berusia 7 bulan....papah nya Baim meninggalkan kami karena harus mengurusi suatu pekerjaan yang sedang bermasalah di perusahaanya di luar negeri....Baim lahir ke dunia tanpa di hadari oleh papah nya,,aku mendapatkan kabar kalau papah nya Baim kecelakaan di tempat kerja nya sejak itu hingga sekarang Baim berusia 5 tahun kami tidak pernah bertemu dan berkomunikasi...
tapi aku yakin papah Baim pasti sangat menyayangi Baim ...." jawab Anin...
"Sungguh malang nasib Baim di usia Baim saat ini harus nya Baim mendapatkan kasih sayang dan perhatian seutuh nya dari kedua orang tuanya...terutama dari ayahnya....tapi aku salut meskipun baim tumbuh tidak ada ayah yang mendampingi dan selalu bersamanya Baim Mampu tumbuh menjadi anak yang baik sopan dan penurut....aku yakin papah Baim pasti akan bangga karena mempunyai anak yang baik cerdas dan Soleh seperti Baim...."
"Dan aku yakin Baim bisa tumbuh dan mempunyai sikap dan sifat seperti itu....itu tidak lepas dari bundanya....itu semua pasti berkat bunda nya yang selalu mengajarkan Baim hal2 positif dan nilai2 positif dan akhlak yang baik untuk Baim....
Baim mempunyai bunda yang sangat luar biasa bunda yang bisa menjadi seorang ibu dan ayah sekaligus buat Baim...."
"Aku merasa kagum pada mu Anin....kamu wanita yang hebat...kamu wanita yang kuat kamu mampu menjalani hidup mu anak mu sendiri tanpa kehadiran suami di samping kamu....kamu wanita yang luar biasa....aku menyukaimu ....andaikan aku mengenal mu lebih dulu pasti aku akan menikahimu...."
Eric mengungkapkan apa yang ada di dalam hatinya sambil terus menatap Anin....
"Kamu mengenal ku kak Eric...kamu mengenalku ...aku adalah istrimu kamu adalah suamiku dan Baim adalah anak kita...."Suara batin Anin yang meronta2 ingin mengatakan itu kepada eric
__ADS_1
Anin kembali meneteskan air mata nya,,Anin tetap menutup bibir nya dan belum berani untuk mengatakannya.