
Tak lama akhirnya Anin di evakuasi ke rumah sakit Renita yang baju nya berlumuran darah Renita terus mendampingi Anin sampai ke rumah sakit.
"Maaf mba...anda tunggu disini biar dokter dan kami menangani pasien di dalam"ucap seorang suster yang menangani Anin di dalam ruang UGD
Pintu UGD di tutup dari dalam Renita terus menangis di luar ruang UGD dia takut terjadi sesuatu kepada Anin Renita sangat peduli dan sangat menyayangi Anin.
Renita mengeluarkan ponsel dari kantong jas kerja nya Renita segera menghubungi kedua orang tua Anin dan segera datang ke rumah sakit untuk mengetahui keadaan Anaknya.
Tak lama setelah Renita menelpon orang tua Anin Papah dan mamah Anin datang menghampiri Renita.
"Renita...bagaimana keadaan Anin,,,apa dia baik2 saja ,,bagaimana keadaan anin.."tanya mamah Sinta sambil terus menangis dan mengoyak2 tubuh Renita.
"Renita belum tau Tante...dokter dan para perawat masih menangani Anin di dalam ruangan UGD.."jawab Anin sambil terus menangis
Mamah Sinta yang terus menangis dalam pelukan suaminya sedangkan Renita terus mondar mandir sambil menangis di depan ruang UGD menunggu kabar dari dokter bagaimana keadaan Anin Renita berharap Anin baik2 saja.
__ADS_1
Dokter dan para perawat di dalam ruang UGD nampak serius menangani Anin saat ini hanya menunggu keajaiban agar Anin berhasil melewati masa kritis nya dan dapat bertahan hidup
3 jam berlalu Renita dan kedua orang tua Anin di tambah beberapa orang2 dari perusahaan keluarga Anin nampak berada di luar ruangan UGD tampak terlihat cemas di wajah2 orang yang sedang menunggu kabar Anin di luar ruangan tersebut.
akhir nya pintu ruang UGD itu di buka oleh salah seorang perawat dan keluar lah dokter yang menangani Anin dari ruang UGD tersebut.
Papah Lukman mamah Sinta dan Renita langsung menghampiri dokter itu.
"Bagaimana keadaan anak saya dokter.."tanya papah Lukman khawatir
"Anak bapak baik saja dia selamat dan berhasil keluar dari masa2 kritis nya...namun sepertinya benturan di kaki nya sangat hebat itu mengakibatkan retakan yang lebar pada tulang betis pasien,,
"Lakukan yang terbaik untuk anak saya dok..lakukan tindakan apapun untuk menyelamatkan anak saya..."Ucap papah Lukman
"Saya akan berusaha pa...doa kan saja semoga anak bapak dan ibu selamat dan tidak terjadi hal yang buruk pada anak bapak dan ibu.."ucap dokter
__ADS_1
"Baik saya permisi ke ruangan saya dulu,,,saat ini perawat masih membersihkan luka dan darah yang terdapat pada tubuh pasien setelah pasien sadar baru bisa di pindahkan ke ruang perawatan. "ucap dokter.
"Terimakasih banyak dokter...terimakasih kau telah menyelamatkan nyawa anakku.."ucap papah Lukman
"Aku hanya perantara ini semua kehendak Tuhan..."ucap dokter tersenyum.
Kedua orang tua Anin Renita dan orang2 kantor merasa lega mendengar kabar bahwa Anin masih hidup dan baik2 saja meskipun saat ini Anin belum sadarkan diri tapi mereka bersyukur Anin masih hidup.
"Renita sebaiknya kamu pulang dulu sayang...baju kamu masih berlumuran darah.."ucap mamah Sinta.
"Tidak Tante.. aku ingin tetap disini aku ingin menunggu sampai Anin sadar Tante..."jawab Renita yang begitu mengkhawatirkan Anin
"Sayaaaaanngg....Tante tau kamu sangat mengkhawatirkan Anin tapi tidak baik juga kalau kamu memakai baju yang tertadapat darah Anin di sana.."ucap mamah Sinta.
"Begini saja kamu pulang dulu,,kamu mandi kamu bersih2 nanti kalau Anin sadar Tante pasti akan langsung mengabarimu.."ucap mamah sinta kembali.
__ADS_1
"Baiklah,,,Renita permisi pulang dulu om,,Tante nanti Renita kesini lagi.."ucap Renita
Renita pulang di antar dengan Joni supir kantor perusahaan keluarga Anin.