PERMATA YANG HILANG

PERMATA YANG HILANG
bab 10


__ADS_3

Sebastian mendatangi Abraham Grub dia ingin menanyakan kenapa Abraham pengen menculik cucunya, pas sampai di perusahaan itu dia bertemu dengan Abraham di luar gedung karena Abraham hendak pergi meninjau proyeknya.


"Braham, Aku ingin bicara sebentar sama kamu" Sebastian menghadang sahabatnya pas hendak masuk ke mobilnya.


"Bicara apa? Gak ada yang penting untuk di bicarakan" Abraham menjawab tanpa menoleh ke pada temannya.


"Sebegitu pengecutnya kah dirimu hingga ingin menculik cucuku?" pertanyaan Sebastian membuar Abraham berhenti dan menoleh pandangannya.


"Kau sudah merampas semuanya Bas, Bahkan tender dari jepang itu dan kau selalu merasa menang kan"


"Aku gak merasa seperti itu Ham, aku masih berharap kau tetap menjadi temanku"


"Teman? Hahahahahaha mana ada teman yang nikung teman ya Bas"


"Aku sama Ningrum sudah berpacaran lama Ham, sebelum kalian di jodohkan, kami memang tidak menunjukan hubungan kami karena kami masih kuliah dan aku belum punya penghasilan untuk di banggakan di keluarga Ningrum waktu itu, maaf juga aku tidak cerita kepadamu tentang hubungan aku dengan Ningrum."


"Hahahaha..., Udah omong kosongnya? terserah kamu mau menjelaskan apa di mataku kamu penghianat Sam di saat sahabatmu sedang merasakan kebahagiaan saat di jodohkan dengan seorang yang lama di impikannya tapi tiba-tiba di rampas dengan sahabatnya sendiri, Bagaimana kalau kamu yang di posisi aku?"


"Stop jangan bicara lagi Bas, Aku sudah muak aku menculik cucumu hanya memperingatkan saja supaya kau tidak selalu ikut campur dan merebut semua tender-tenderku kedepannya." Abraham langsung masuk dan meninggalkan Sebastian.


Sebastian tidak melaporkan penculikan itu kepada polisi dia hanya menyimpan semua bukti di filenya, sebenarnya Abraham adalah sahabat terbaiknya dulu dia yang selalu ada di saat masa sulit Sebastian sahabatnyalah Abrahamlah dan Bramatyo yang setia menjadi teman dan selalu membantunya sebelum kesalah pahaman itu terjadi.


"Aku berharap kau selalu menjadi sahabatku Ham" ucapnya dalam hati.


Haryo memecat tukang kebun di rumahnya, setelah ketahuan saat hendak menelpon Bossnya. Ayah Sebastian menceritakan pertemuannya dengan Abraham dan Bunda Ningrum sempat tidak percaya kalau Abraham dalang dari penculikan itu.


"Mulai saat ini Erlang harus ada yang jaga di manapun dia berada" ucap sang kakek tampa ada konpesasi lagi.


"Kek Erlang gak mau, memangnya Erlang anak kecil" bela Erlangga karena gak mau punya pengawal yang selalu ada di manapun dia berada.


"Gak bisa begitu Lang, Saat ini kamu selamat gak tau nanti kedepannya, pokoknya gak ada protes titik." ucap sang kakek


"Kek boleh Erlang yang milih siapa yang jadi pengawal Erlang."

__ADS_1


"Emank siapa yang mau kau pilih sayang" ucap bunda Mawar.


"Erlang mau yang jadi pengawal Erlang nanti orang yang udah nolong Erlang kemarin"


"Oke kenalkan temanmu kepada kami biar kakek lihat apa dia pantas menjadi pengawalmu nanti." ucap sang kakek dan langsung masuk kamar dan meninggalkan semua keluarga yang masih berkumpul di ruang keluarga.


"Kira-kira apa Bulan mau ya jadi pengawal aku sedang dia anak orang kaya dan gak butuh uang" ucap Erlang dalam hati.


Erlang bukan tanpa alasan memilih Bulan jadi pengawal pribadinya, selain Bulan hebat beladiri dia juga pintar dan cekatan di tambah Bulan juga cantik jadi gak malu di bawa kemana-mana.


Sikap cuek dan tomboynya membuat Bulan di seganin di kampusnya bukan berarti di takuti teman sekampus melainkan di kagumi teman-temannya.


Bulan tidak pernah berdandan dan berpakaian feminim tapi dia hangat di ajak berteman tidak pernah menunjukan kemewahan walau dia anak orang kaya dan sikap coolnya membuat para cowok minder untuk mendekatinya.



visual CAHYO SAPUTRA WIJAYA / MASTER C


"APA...., JADI PENGAWAL PRIBADI" Bulan terkejut saat Erlagga menyampaikan amanah kakeknya itu.


"Kenapa harus aku Lang Kenapa ga nyari yang lain aja?"


"Kerena penampilan kamu gak kaya seorang pengawal Lan, Dan kamu punya semua kriteria semua itu lagian aku lebih nyaman jalan sama kamu dari pada orang lain, plisss mau ya"


"Kamu tau sendiri Lan Papa aku gak bakal ngizinin aku jadi seorang pengawal, aku aja gak boleh nunjukin kemampuan beladiriku kepada orang lain selain melindungi diri."


"Bantu aku Lan!, kamu cukup nemenin aku setiap kita keluar rumah aja sebagai sahabat lagian kita memang selalu berdua kan kalau keluar kampus cuma di depan kakek dan bapakku aja kamu sebagai pengawal."


"kenapa gak nyari orang lain aja sih Lang"


"Aku terlihat seperti anak manja yang selalu di kawal kemana-mana Lan kalau aku pilih orang pilihan Kakek, bisa di Bully di kampus sama anak-anak habis aku di tertawakan." Erlangga berkata sambil membayangkan dia di kawal sama orang pilihan Kakeknya.


"Pengawal pribadi itu harus ada 24 jam Lang, sedangkan aku juga punya keluarga, papa pasti gak suka lihat anaknya jadi pengawal orang lain."

__ADS_1


Bulan terdiam memikirkan permasalahan temannya, dia juga gak mau kalau sampai sahabatnya itu suatu saat di culik lagi dengan orang yang berbeda. Tapi dia juga gak mau Papanya marah sama Erlangga.


"Aku akan bantu kamu Lang tapi sebagai sahabat bukan pengawal, aku akan bilang ke kakek kamu kalau aku gak bisa 24 jam berada di rumahmu dan kalau papa pulang aku akan menjadi anak yang manis di rumah karena aku gak mau Papa khawatirkan aku."


Bulan di ajak kerumah dan di kenalkan kepada keluarganya, ini kedua kalinya Bulan datang kekeluarga Sebastian, saat Mawar membuka pintu dia terkejut saat melihat gadis cantik yang berdiri di depannya.


"Gadis ini siapa ya? Apa dia pacarnya Erlangga." ucapnya dalam hati


"Siang tante" sapa Bulan sambil mencium tangan Mawar.


"Siang juga ya ampun cantik sekali kamu siapanya Erlang?"


"Tante bisa aja, saya teman kuliahnya Erlang tante. Tante juga cantik." jawab Bulan sambil tersenyum .


"Udah yuk masuk Lan jangan lama-lama memandang ibuku nanti kamu bisa jatuh cinta padanya, soalnya setiap orang yang lama memandang ibu pasti langsung jatuh cinta." Erlang langsung mengandeng tangan Bulan dan mengajaknya masuk ke dalam rumah besar itu.


Di ruang keluarga sudah berkumpul semua anggota keluarga karena sebelumnya Erlang sudah memberi tau akan mengenalkan temanya.


Pas saat Bulan dan Erlang masuk tanpa sepengetahuan mereka kakek menguji kecekatan Bulan, dia melemparkan 5 anak panah kearah Erlangga dan Bulan dengan sergapnya menangkap semua anak panah itu tanpa melukai dirinya dan temannya itu.


"Astaga Kakek, untung Erlang gak celaka " Erlangga terkejut bukan main dia gak nyangka kalau akan dapat serangan mendadak dari keluarganya.


"Sikap tanggapmu lumayan juga, kau bisa melewati ujian ini." Kakek merasa kagum sama gadis yang di Bawa pulang cucunya itu.


"Terimakasih Tuan" jawab Bulan


"Siapa namamu Dan dimana tinggalmu?."


"Namaku Bulan tuan saya teman kuliah Erlangga dan rumah saya dekat dengan kampus." jawab Bulan dengan tenang dan berdiri karena dia belum di persilakan duduk sama yang punya rumah.


"Bulan? Namanya mirip sama nama teman kecilnya Erlangga waktu lomba cerdas cermat." Mawar berkata sambil melihat Bulan dan Erlang bergantian.


"Emang bener bunda, ini teman Erlang yang dulu pernah main ke rumah kenapa ga di suruh duduk dulu Kek baru nanya-nanya." jawab Erlang sambil menyuruh Bulan untuk duduk.

__ADS_1



VISUAL HARYO PUTRA WIJAYA


__ADS_2