PERMATA YANG HILANG

PERMATA YANG HILANG
bab 20


__ADS_3

Ternyata dugaan Bulan salah, di saat Bulan ingin mendekati pria itu tiba-tiba datang beberapa orang yang ternyata masih 1 team dengan mereka.


"Kamu gak apa-apa?" tanya salah satu dari mereka.


"Hanya ketembak kaki bang, hati-hati 9 teman kita udah tewas sama gadis itu!"


Bulan masih belum keluar dari persembunyiannya dia mengikuti ajaran Papanya cara menghadapi musuh dengan sistim Gerilya untuk mengecoh para musuhnya.


"Ternyata yang ingin mencelakai aku banyak, darimana asal mereka ya?, Siapa yang menyuruhnya?" ucap Bulan dalam hati.


Tiba-tiba Bulan teringat pesan Papanya


"Kalau kamu dalam bahaya, jangan kamu bertindak sendiri kamu harus Sherlock ke Papa!, tanpa kamu bicara Papa pasti tau kamu dalam bahaya."


Bulan langsung mengambil HPnya dan melakukan pesan Papanya Karena musuh yang dia hadapi pasti bukan orang sembarangan.


DI MARKAS KLA LION


Cahyo sedang membuat desai senjata terbaru yang lebih canggih, tiba-tiba HPnya bergetar tanda pesan masuk, dia terkejut Bulan mengirim Sherlock dan Cahyo tau pasti anaknya dalam bahaya.


"Bimooo...., kita ke kota M sekarang Bulan dalam bahaya bawa beberapa anggota kita!"


Cahyo segerah berangkat ke tempat Bulan sedangkan Bulan masih membidik satu persatu musuhnya Hingga team Kla Lion datang menolongnya.


Cahyo tiba di lokasi tempat Bulan berada, dia sangat terkejut melihat beberapa anak buah musuh besarnya ada di tempat itu dan akhirnya terjadilah pertikaian antar 2 kelompok mafia besar itu.


Di kediaman Antonio


Antonio mendapat kabar dari anak buahnya bahwa 9 anggotanya tewas dan sebagian terluka tembak,


"Boss, anggota kita banyak yang terluka tembak sama gadis itu bahkan 9 orang meninggal" kata salah satu anak buahnya.


"Bodoh!, melawan 1 orang perempuan aja gak becus"


Antonio geram mendengar kabar itu dan menambahkan beberapa anggota lagi untuk membantu menangkap Bulan.


"Siapa gadis itu, kenapa semua anak buahku kewalahan menghadapinya?"


Cristyn menghampiri papanya dan menanyakan bagaimana rencana papanya untuk mencelakai Bulan.


"Bagaimana pah, anak buah papa berhasil ngak? Tanya gadis manja itu.

__ADS_1


"Ternyata gadis itu mempunyai kemampuan yang hebat Meera, dia mampu mengalahkan beberapa anak buah papa seorang diri".


Cristyn menceritakan bagaimana Bulan bisa lolos dari jebakan dia dan teman-temannya, Antonio merasa kalau musuh anaknya ini bukan gadis biasa dan menguasai lawannya.


Cahyo membantai semua orang yang ingin mencelakai anaknya tampa ampun, seluruh anak buahnya di kerahkan dan menyisakan 1 orang untuk menjadikan sandera.


"Bulan..., keluar nak!"


Bulan keluar dari persembunyiannya dan langsung memeluk papanya.


"Kamu gak apa-apa kan sayang?"


Cahyo khawatir takut anaknya cidera dan langsung membawa Bulan pulang ke rumahnya.


"Aku ga apa-apa pah, terimakasih papa sudah datang tepat waktu untuk menolong Bulan"


"Kamu kenal sama mereka semua sayang?" Tanya Cahyo yang penasaran kenapa anaknya di buru banyak orang.


"Tidak papa, mereka mengikuti aku pas aku baru keluar dari kampus"


Bulan tidak menceritakan kalau dia di buntuti pas keluar dari rumah Erlangga karena Bulan takut papanya melarang dia berteman lagi dengan Erlangga.


"Ya sudah, kamu bersih-bersih dan istirahat pasti kamu sangat lelah menghadapi mereka semua".


Bulan menceritakan kejadian yang menimpahnya kepada Erlangga lewat telpon di kamarnya, pemuda itu sangat terkejut mendengar berita itu dan khawatir takut Bulan terluka langsung berniat kerumah Bulan.


"Mau kemana kamu Lang?" Bunda mawar heran melihat anaknya yang hendak pergi keluar rumah.


"Mau kerumah Bulan bu!, tadi dia di kejar-kejar sama beberapa penjahat pas pulang dari rumah kita" jawab Erlangga.


"Sama siapa kamu kesana sayang?" tanya bunda lagi karena khawatir akan bahaya menimpah anaknya.


"Erlang akan membawa 2 pengawal yang ada di rumah bu"


Erlangga segera menuju ke rumah Bulan, sesampai di sana Erlangga heran karena banyak penjaga di rumah itu hingga dia di tahan tidak boleh masuk ke dalam rumah Bulan.


Cahyo keluar menemui Erlangga dan langsung bertanya "Ada keperluan apa kamu kemari".


"Saya ingin bertemu Bulan om, tadi dia telpon saya katanya dia di serang banyak orang" jawab pemuda itu.


Melihat wajah Erlangga yang penuh rasa khawatir akhirnya pemuda itu di izinkan masuk kedalam rumah.

__ADS_1


Erlangga langsung menuju taman belakang rumah karena Bulan ada di sana sedang menyiram bunga mawar kesayangannya.


"Kamu ga apa Lan?, ada yang luka ngga?" tanyanya bertubi-tubi sambil memutar tubuh sahabatnya.


"Aku gak apa Lan, untung papa datang tepat waktu makanya aku aman" jawab gadis itu tersenyum melihat sahabatnya yang khawatir terhadapnya.


"Kenapa lihat aku senyum-senyum begitu gak tau apa aku khawatir, mana tadi gak boleh masuk sama papa kamu" kata Erlangga.


Nenek datang membawa minuman dan cemilan buat Erlangga sambil tersenyum melihat pemuda itu yang mengeluh habis ketemu papanya Bulan.


"Di minum dulu Lang, papa Bulan memang dingin sikapnya tapi dia baik ko cuma tadi dia khawatir aja sama putrinya" Nenek menjelaskan kepada Erlangga tentang sikap Cahyo yang dingin dan keras tapi baik.


"Iya nek, karena om sangat menyayangi Bulan makanya dia tegas kepada semua orang di sekitar Bulan".


Tanpa mereka sadari Cahyo memperhatikan dari jauh dan dia merasa seperti gak asing dengan wajah Erlangga.


"Aku seperti pernah melihat wajah pemuda ini tapi di mana ya?" ucapnya dalam hati.


Tiba-tiba Cahyo teringat dengan Dewi, gadis yang membuat hati Cahyo bergetar apabila menyebut namanya dan memperhatikan wajah Erlangga yang sedikit mirip dengan gadis itu.


"Kenapa wajahnya mirip Dewi ya, apa dia masih keluarga Dewi apa dia anaknya?, tunggu kalau dia anak Dewi bisa jadi dia anakku?"


Cahyo menatap Erlangga yang sedang bercanda dengan putrinya dan langsung menghampiri mereka berdua.


"Serius amat ngobrolnya boleh papa gabung?" tanya Cahyo kepada kedua anak muda di depannya.


"Sini pah, udah kenal kan sama sahabat Bulan?" jawab gadis itu.


"Oh jadi pemuda ini yang mau ikut kita berlibur minggu besok?" tanya Cahyo lagi mengoda putrinya.


"Iya pah, boleh ya!" jawab gadis itu.


"Boleh, apa sih yang ngak buat putri papa yang cantik ini"


"Yeeeee...jadi liburan kita Lang"


Bulan senang karena Erlangga di perbolehkan ikut liburan dengan keluarganya, gadis itu langsung menyiapkan semua yang akan di bawanya ke pulau minggu ini.


Melihat putrinya yang bersemangat membuat Cahyo tersenyum dan itu membuat Erlangga kagum melihat kedekatan Bulan dengan papanya.


"Ternyata benar di balik sikap dinginnya dia sosok lelaki yang hangat kepada keluarganya" ucap Erlangga dalam hati.

__ADS_1


"Kamu tinggal di mana, apa kamu kenal dengan foto ini" Cahyo bertanya kepada Erlangga apa pemuda itu mengenal foto gadis di dalam telpon gengamnya.


Erlangga memperhatikan foto itu sambil mengelengkan kepalanya, "aku tinggal di jalan Nanas om, dan aku belum pernah melihat perempuan itu" jawab Erlangga.


__ADS_2