PERMATA YANG HILANG

PERMATA YANG HILANG
bab 25


__ADS_3

Seminggu sudah Bulan dan keluarganya berlibur, kini mereka bersiap-siap kembali karena lusa sudah harus melakukan aktifitas kembali.


Erlangga sibuk memasukan oleh-oleh ke dalam kopernya. Yah mereka membeli berbagai macam kerajinan yang terbuat dari kerang laut, di pulau itu banyak terdapat penduduk yang tingga dan sebagian besar pulau itu di jadikan tempat wisata untuk umum.


pemandangan yang indah menjadikan pulau itu selalu ramai pengunjung begitupun hotel dan villa di sana selalu penuh wisatawan baik lokal maupun interlokal.


Bulan dan Erlangga berjalan-jalan menuju kios-kios pedagang aksesoris unik dia membeli banyak oleh-oleh untuk keluarga dan para sahabat di kampusnya.


Pedagang di pulau itu banyak di ambil dari keluarga,istri dari anak buah Cahyo. Semua Cahyo lakukan untuk kesejahteraan keluarga anak buahnya.


Sifat kejam,dingin dan sadisnya Cahyo hanya di lingkungan pekerjaan, sebagai ketua Mafia yang paling di takuti, Cahyo selalu terlihat kuat dan tegas walau pada dasarnya hatinya lembut dan penyayang.


Cahyo : "Ayo...anak-anak, udah pada siap semua?"


Bulan : "Sudah pah aku gak bawa banyak barang ko."


Erlangga : "Aku juga udah siap om, aku cuma beli oleh-oleh sedikit aja buat bunda."


Cahyo sebentar lagi jemputan kita datang, om Bimo sudah menelponnya.


Kapal pesiar mini tiba menjemput keluarga Cahyo, Erlangga sangat bersemangat karena sudah sangat kangen dengan bundanya.


Cahyo yang melihat Erlangga berlari ke kapal itu hanya bisa gelengkan kepala namun pria itu merasa dekat hatinya dengan Erlangga.


"Melihat tingkah ceria dan tawanya menginggatkan aku dengan Dewi, tadinya aku kira dia anakmu Dew tapi pas aku tunjukan fotomu dia tidak kenal." ucap Cahyo dalam hati mengharapkan bertemu dengan Dewi.


Bulan yang memperhatikan tingkah papanya yang sering terlihat melamun mulai curiga, dan ingin menanyakan langsung ke papanya tapi dia teringat pesan sang nenek.


"Jangan terlalu mencapuri setiap masalah papa karena dia pasti punya alasan apabila dia menutupi masalahnya."


Bulan pernah menanyakan suatu hal ke papanya tentang keluarganya, bahkan dia pernah bertanya kapan dia punya mama.

__ADS_1


Cahyo tidak pernah menjelaskan semua pertanyaan Bulan dan lengsung pergi ke ruang kerjanya dan seharian tidak keluar kamar, maka dari itu nenek melarang Bulan bertanya apapun masalah pribadi papanya.


Pas tiba di daratan Cahyo memerintahkan Bimo untuk mengantar Erlangga pulang terlebih dahulu, dia hanya mengantarkan sampai gerbang masuk perumahan karena Cahyo masih belum siap masuk ke komplek perumahan itu dan masih belum siap bertemu keluarganya.


"Terimakasih banyak om, aku senang sekali bisa liburan dengan keluarga om, om gak mau mampir dulu kerumah Erlang?" Erlangga turun dari mobil menyuruh Cahyo mampir ke rumahnya.


"Lain kali aja Lang, om masih banyak kerjaan setelah sampai rumah om langsung berangkat ke kantor" jawab Cahyo dan langsung memerintahkan Bimo melanjutkan perjalanan pulang.


Erlangga masuk ke dalam komplek dia menyapa para security di pos penjagaan itu tanpa sengaja pemuda itu melihat ada beberapa mobil mengikuti mobil keluarga Cahyo dan dia langsung menghubungi pengawal papanya yang ada di rumah untuk membantu keluarga Cahyo.


Di Dalam Perjalanan


Bimo : " Boss, sepertinya kita di ikuti"


Bimo melihat ada mobil mencurigakan di belakang mobilnya, mobil itu selalu mengikuti dan tidak cuma satu tapi ada 3 mobil yang mengikutinya.


Cahyo : "Kakek, nenek kalian jangan panik. Bulan bantu papa membidik lawan dan kamu Bimo tetap lanjut mengendarai mobil bikin mereka terkecoh kemana tujuan kita cari tempat yang cukup sepi buat menghadangnya"


Cahyo segera mengaktifkan GPS dan langsung menghubungi anak buahnya, dia juga sudah berjaga-jaga dengan bidikannya untuk jaga diri begitupun dengan Bulan.


Mobil melesat melewati jalan sepi Bimo mengiring musuhnya menuju tempat pembuangan bangkai mobil terbesar di kota itu.


Kakek dan nenek nampak ketakutan dan dia berusaha tenang dan percaya kalau Cahyo dan Bimo pasti bisa menyelesaikan urusannya.


Suara tembakan sudah mulai terdengar, untung mobil yang di pakai Cahyo adalah mobil rancangan khusus anti peluru hingga tembakan itu aman tidak melukai pengendaranya.


Bulan dan Cahyo membalas tembakan itu, musuh banyak yang tertembak bahkan ada 1 mobil yang tebalik dan meledak.


Pasukan Cahyo tiba di lokasi dan langsung menyerang targetnya. Bimo langsung melanjutkan perjalannya menuju rumahnya karena merasa udah aman.


Ternyata Antonio lebih cerdik dia hanya memancing 3 mobil mengikuti Cahyo dan beberapa mobil menanti di jalur lain karena pasti mobil Bulan akan keluar pas bala bantuan datang.

__ADS_1


Antonio : "Benar dugaanku ternyata Bulan bukan orang sembarangan, nyatanya dia di bantu Kla Lion."


Antonio mengikuti mobil Cahyo dalam jarak yang cukup jauh, namun Erlangga yang kehilangan jejak mereka langsung melajukan mobilnya ke arah rumah Bulan dan berharap keluarga sahabatnya itu selamat tiba di tempat.


Pas tiba di tikungan Erlangga melihat mobil Bulan juga tiba di tikungan lewat jalur lain, Cahyo melihat Erlangga segerah memberhentikan mobilnya dan keluar menemui pemuda itu.


Tampa sengaja Erlangga melihat seseorang yang ingin menembak Cahyo, pemuda itu langsung berlari sambil memperingati papanya Bulan itu.


"Awaaaaas oooom....,Aaaakhh!"


Peluru itu melesat dengan cepat dan mengenai Erlangga.melihat sahabatnya tertembak Bulan langsung keluar dari dalam mobil dan Cahyo langsung menembak orang yang sudah menembak Erlangga.


Anak buah Antonio tewas dan Antonio yang melihat Anak buahnya tewas segera mengamankan diri apalagi dia tau yang tertembak adalah Erlangga pemuda idaman putrinya.


"Kenapa pemuda itu yang ketembak, dasar bodoh untuk nembak 1 orang aja malah salah sasaran. Siapa Pria itu ya apa dia papanya Bulan sosoknya seperti tak asing aku lihat?"


Antonio mencoba mengabungkan yang di lihatnya hari ini, dari bantuan yang datang menolong Bulan dari Kla Lion, hingga sosok papanya Bulan yang mirip denga Master C.


"Selama ini aku belum pernah melihat Master C karena laki-laki itu selalu mengunakan topeng berdua dengan Asistennya, apa sosok papanya bulan memiliki tubuh mirip Master C."


Antonio segera pergi meninggalkan tempat kejadian dan menyusun siasat untuk menyerang Bulan dan keluarganya yang dia curigai adalah keluarga Master C sang mafia yang selalu menjadi musuhnya.


Erlangga segera di larikan ke rumah sakit terdekat dan langsung dapat pelayanan secepatnya.


Peluru langsung di angkat lewat jalur operasi, namun Erlangga banyak kehilangan darah dan membutuhkan pendonor darah.


Haryo yang mendapat kabar dari pengawalnya tentang tertembaknya erlangga segerah menuju kerumah sakit tempat Erlangga di operasi.


Haryo tidak memberitahu istrinya takut bunda Mawar shok dan pingsan bahkan Haryo juga tidak mengabari Sebastian karena sang Ayah sedang dalam perjalanan bisnis ke luar kota.


Setibanya Haryo di rumah sakit dia langsung menuju ruang operasi dan dia tanpa terkejut melihat Cahyo ada di tempat itu juga.

__ADS_1


__ADS_2