
Dewi menemani Herlina menghadiri pesta ulang tahun temannya dan dia baru pertama kali masuk ke dalam hotel, pas tiba di hotel Dewi di kenalkan dengan mami Maria dan di suruh menikmati hidangan yang sudah di siapkan di atas meja.
Mami senang mendapatkan calon primadona usahanya, dan dia berani membayar mahal kepada Herlina karena membawa Dewi yang di pandang cantik bagai seorang model, sikap polos Dewi membuktikan kalau dia masih virgin.
Di saat sedang menikmati hidangan tiba-tiba kepala Dewi pusing dan langsung tak sadarkan diri, melihat Dewi tertidur mami Maria memerintahkan anak buahnya memindahkan Dewi ke kedalam kamar hotel yang sudah di siapkan karena malam ini sudah ada pelanggan yang sudah memesan kepada mami Maria.
Di sisi lain Cahyo sedang menyelidiki seorang pria yang di anggap pesaingnya, pria tersebut memiliki semua bukti tentang usaha gelap yang di jalani Cahyo.
"Boss.. Aku melihat Alex masuk ke hotel XX" ucap Bimo yang di tugaskan mengikuti Alex.
"Bagus terus awasi dia pastikan kamu tidak kehilangan mangsa dan aku akan menyusul ke sana!" perintah Cahyo kepada Bimo.
"Siap Boss" jawab Bimo
Cahyo tiba di hotel XX dia mengikuti petunjuk yang di berikan oleh Bimo,
"Hahahhaha.... Kali ini kamu tidak akan pernah lolos dari maut Lex, siapa suruh berani bermain-main dengan MASTER C" Cahyo tersenyum sinis pas dia melihat mangsanya sedang tertawa bahagia di depannya.
Di saat Alex sedang membuka pintu dan hendak memasuki salah satu kamar hotel dia langsung di bekap dengan tisu yang di beri obat bius, Anak buah Cahyo berpakaian seperti pelayan hotel yang mengunakan Masker hingga tidah terkenali.
Alex pingsan dan di masukan ke dalam tong sampah besar, ketika hendak meninggalkan kamar itu Cahyo melihat seorang wanita yang tertidur sangat pulas hingga tidak dengar suara yang di sebabkan oleh anak buahnya.
"Sepertinya gadis ini di kasih obat tidur Boss" kata Bimo
"Aku seperti pernah lihat tapi dimana ya?" ucap Cahyo dalam hati sambil melihat gadis yang sedang tertidur itu.
"Bimo...Apa semua CCTV sudah di matikan?." Cahyo bertanya kepada Bimo.
"Sudah Boss" jawab Bimo
"Bagus siapkan mobil kita segerah keluar lewat pintu darurat" Perintah Cahyo dan langsung di kerjakan oleh Bimo.
Cahyo membawa gadis itu di gendongannya, dia sudah mengingat kalau dia pernah bertemu gadis itu dan menolongnya dari kelompok orang mabuk.
Dewi terbangun dari tidurnya, Dia melihat sekeliling ruangan yang terlihat asing dimatanya.
"Aku dimana? Kenapa kepala aku pusing banget?" ucap Dewi sambil memegang kepalanya yang pusing.
"Udah bangun" tiba-tiba terdengar suara seorang pria yang duduk di sofa.
__ADS_1
"Astagfirullah...!, Anda siapa, Aku dimana?" Dewi binggung dan mencoba mengingat - ingat apa yang sudah terjadi.
"Aku kira kamu gadis baik-baik ternyata kamu seorang wanita bayaran" perkataan Cahyo membuat Dewi emosi dan memaki Cahyo karena menganggap dia wanita bayaran.
"Hai Tuan! Jangan bicara sembarangan, walau iman saya gak banyak tapi saya wanita baik-baik tidak pernah menjual diri." jawab Dewi
"hahahahaha.... Mana ada gadis baik-baik tapi mau mesum di Hotel dengan laki-laki yang tidak kamu kenal sebelumnya." ucap Cahyo membuat Dewi kaget.
"Apa katamu... mesum, di hotel? Saya ke Hotel menghadiri pesta ulang tahun bukan mau mesum." Dewi menjelaskan tujuan dia ke hotel semalam.
"Mana ada pesta ulang tahun tapi tidur di hotel dengan pakaian seperti itu dan bersama pria lain."
Dewi kaget pas Cahyo membicarakan soal pakaian dan langsung melihat dirinya yang mengunakan ligery yang tembus pandang.
Dewi menangis terus sambil memeluk lututnya, Cahyo kesal karena Dewi masih menangis dan belum mau berhenti.
"Masih nangis aja berisik banget." ucap Cahyo kesal melihat gadis itu yang terus menangis.
"Pasti kamu udah melecehkan aku Iya kan?" ucap Dewi sambil melihat ke arah Cahyo sambil menangis.
"Hai Nona... Kalau aku mau melakukan itu kamu pasti sudah tidak berbusana." jawab Cahyo kesal kerena udah di tolong malah di tuduh macam-macam dengan gadis itu.
"Saya nemuin kamu tertidur di kamar hotel dan membawa kamu ke sini udah di tolong malah saya di tuduh ngapa-ngapain kamu mending semalam saya tinggalin aja di hotel."
"Saya mau pulang Tuan tolong bebaskan saya!" Dewi masih menangis sambil mencoba berfikir apa yang sebenarnya terjadi padanya.
"Kamu yakin mau pulang, apa kamu gak takut tiba-tiba ada yang mau nyulik kamu dan menyeret kamu ke tempat semalam."
Dewi merenungi ucapan Cahyo, dia masih berfikir siapa yang sedang mengincarnya, kemana Herlina sahabatnya.
Melihat Dewi terdiam Cahyo menelpon anak buahnya.
"Bimo... Siapkan pakaian ganti dan sarapan buat wanita ini."
Tak berselang lama Bimo datang membawa paper bag berisikan pakaian buat Dewi, dan pelayan membawakan makanan ke dalam kamar Bossnya.
"Nih pakaian kamu segerah kamu mandi dan sarapan." Cahyo melempar pakaian itu kehadapan Dewi dan segerah keluar dari kamar itu.
Pas Cahyo keluar dari kamar, Dewi segera menuju kamar mandi dan membersihkan diri setelah selesai dia duduk di depan Cermin hias memandangi wajahnya yang cantik alami tanpa make up dan merenungi semua kejadian kejadian yang menimpahnya.
__ADS_1
"Tuan itu sudah menolongku dua kali, apa ini jawaban dari Tuhan ya agar aku dapat bertemu lagi dengannya." ada sedikit senyuman di wajahnya.
Selesai makan Dewi terlihat lebih segar dan hendak turun ke bawah, di atas tangga dia melihat Cahyo sedang memberi perintah kepada anak buahnya, Dewi mengaguminya dan terus memandanginya dari atas.
"Udah Melihatnya? Gak usah turun kalau masih betah." Ucapan Cahyo membuat Dewi segerah melangkahkan kakinya turun dari tangga.
"Bimo antar nona ini pulang ke rumahnya," perintah Cahyo.
"Baik Boss, silakan Nona!" jawab Bimo sambil mempersilakan Dewi mengikutinya.
"Terimakasih Tuan, anda sudah dua kali menolong saya"
Cahyo diam tak menjawab ucapan Dewi dan langsung pergi ke kamarnya.
"Dingin banget jadi orang, untung ganteng" ucap Dewi dalam hati dan keluar meninggalkan ruangan itu.
Di dalam mobil Dewi mencoba bertanya kepada Bimo soal Tuan majikannya itu tapi Bimo diam saja gak mau menjawab semua pertanyaan Dewi dan tetap fokus dalam mengemudinya.
"Tuan Bimo, Boss kamu namanya siapa sih?"
"Tuan Bimo, Dia udah punya istri atau pacar belum?"
"Tuan saya nanya ko diam aja" Dewi kesal karena dia merasa ngomong dengan patung.
Bimo tidak menanggapinya sampai dia tiba di depan kos-kosan Dewi, Sebelumnya dia sempat bertanya kemana tujuannya.
Di dalam kamar Cahyo menelpon seseorang yang sudah menjaga Alex dan segerah menuju ke ruang bawah tanah rumahnya.
"Hallo Alex bagaimana tidurnya nyenyak?" sapa Cahyo sambil tersenyum sinis pada tawanannya itu."
"Siapa kamu, Kenapa kamu menahan saya?" Alex bertanya sambil memandang pria yang di anggap Boss dari para penculik itu.
"Hahahahhaa.... Kamu tidak kenal dengan saya, tapi kamu mencoba mengusik saya dan bisnis saya." Cahyo tertawa sambil memainkan pisau kecil di tangannya.
"Maaf Tuan saya tidak pernah mengusik kalian saya juga tidak kenal dengan kalian bagaimana mau mengusik kehidupan kalian." jawab Alex sambik gemetaran melihat Cahyo.
"Hahahahaha kamu takut?" Cahyo menyerigai sambil mengoles-oleskan pisau itu me pipi alex.
"Ampun Tuan sebenarnya apa kesalahan saya hingga membuat tuan marah?" ucapnya sambil memohon.
__ADS_1