PERMATA YANG HILANG

PERMATA YANG HILANG
bab 23


__ADS_3

Abraham dan Sebastian membuka kotak harta karun mereka, semua surat di keluarkan dari dalam kotak itu dan mereka membaca surat itu satu persatu.


Surat Bramantyo


                         DEAR SAHABAT


Hari ini aku menulis surat ini untuk kalian, mungkin di masa yang akan datang kita merasa tingkah laku kita saat ini konyol tapi inilah bukti persahabatan kita.


Rumah pohon ini, kotak harta karun ini dan surat yang kita buat ini menunjukan bahwa kita bertiga pernah menjadi remaja yang kompak, saling membantu satu dengan yang lainnya dalam ikatan persahabatan.


Dan aku berharap kita tetap selalu kompak selamanya hingga maut memisahkan kita


                                       dari : Bramantyo


Abraham dan Sebastian menutup surat itu, mereka teringat dengan sosok Bramantyo. Sifat dan cara berfikir Bram lebih dewasa di banding mereka berdua. Bram selalu memiliki ide-ide konyol yang membuat kebersamaan mereka terasa lebih hidup dan seru.


Selanjutnya Sebastian dan Abraham membuka surat yang lainnya.


Surat Abraham


                      TRIO TENGGIL


Maaf aku menginggatkan kalian nama ini, mungkin di saat kita punya keluarga dan anak dan melihat kenakalan mereka yang membuat kita kesal kalian jangan lupa kalau dulu kita pernah bertingkah sama seperti anak kita hahahahaa.


Kalian ingat waktu kita mau memanjat pohon jambu? Kita merasa paling jago dan berlomba siapa yang dapat memetik banyak jambu dan akhirnya kita di serang semut penghuni pohon itu hingga badan kita merah semua.


Pas sampai di rumah habis kita di marahin ibu kita masing-masing dan mendapat julukan trio tenggil karena tingkah laku kita yang konyol hingga tidak melihat dampaknya.


Jadi kalau tiba-tiba anak kita nakal kalian jangan memarahi mereka karena pasti turunan bapaknya hahahahaa.


                                  Dari Abraham


Abraham dan Sebastian tertawa terbahak-bahak setelah membaca surat itu. Bahkan mereka lupa kalau mereka berdua sedang perang dingin.


Mereka akhirnya membuka surat terakhir.


Surat Sebastian.


                   CUITAN KU


Dulu awal kenal kalian aku ragu apa aku pantas menjadi teman kalian, dari perekonomian aku sangat jauh bahkan aku malu selalu merepotkan kalian.


Tapi kalian berdua adalah malaikat yang menyamar menjadi anak remaja, kalian mau menerimaku sebagai sahabat sedangkan orang sekelilingku pada menjauh paska papaku bangkrut dan meninggal.

__ADS_1


Aku berjanji seandainya di kehidupan mendatang aku bisa sukses aku tak akan pernah melupakan kalian berdua walaupun aku hanya memiliki sebuah angan-angan ingin menjadi seorang yang sukses hahahahaha.


Aku yakin, aku di kelilingin orang-orang yang pintar pasti akan ketularan pintarnya. Begitupun di kehidupan mendatang semoga kalian semua menjadi orang yang sukses, orang yang hebat supaya aku bisa ketularan sukses dan hebatnya.


Dari : Sebastian


Abraham menatap Sebastia setelah selesai membaca surat itu. Dia tersenyum dan mengagumi semangat kerja keras Sebastian hingga dia bangkit dari penderitaannya dan kini menjadi orang yang sukses dan hebat.


Abraham : "Cita-cita dan doamu terwujud Bass, kau jadi sukses sekarang bukan karena kami tapi karena kerja keras dan perjuanganmu sendiri. Mungkin kau menuruni kepintaran papamu Bass."


Sebastian : "Tapi kalianlah yang selalu mendukung dan memberi semagatku, tanpa ada kalian aku belum tentu bisa seperti ini. Terimakasih sahabat.


Sebastian memeluk Abraham dan mereka lupa kalau sebenarnya mereka sedang bertikai,


Tiba-tiba Abraham melepaskan pelukannya, dia teringat kalau dia sedang marah dengan sebastian.


Abraham : "Kenapa kita berpelukan? aku kan masih marah sama kamu."


Sebastian : "Kamu ingat Ham, anak perempuan yang menangis karena di bully teman-temannya karena dia gemuk?"


Abraham : "Iya.., apa hubungannya dengan amarahku dengan kamu.


Sebastian : "Gadis itu Ningrum, dulu kamu sering memarahinya karena dia cengeng dan sering menangis."


Abraham : "Serius Bass, kenapa Ningrum menjelma menjadi bidadari gitu.


Sebastian : "Aku juga awalnya tidak percaya Ham, aku bertemu dengannya pas di rumah sakit waktu papa kena serangan jantung. Kebetulan papanya Ningrum mengalami kecelakaan sehingga matanya cidera dan harus mendapatkan donor mata.


Sebastian teringat beberapa tahun yang lalu awal dia ketemu kembali dengan Ningrum.


Bastian di jemput dengan tetangganya di sekolah karena papanya terkena serangan jantung dan langsung di bawa ke rumah sakit, sedang sang mama sudah berada di ruang UGD menunggu kabar dari dokter yang sedang menangani papanya.


Di saat rasa cemas itu masih ada di hatinya, tiba-tiba datang lagi pasien gawat darurat korban kecelakaan, ibu dan anak pasien itu menangis dan sama-sama menunggu di depan pintu UGD rumah sakit itu.


Akhirnya dokter yang menangani papanya Sebastian keluar dari ruangan dan memberi kabar kalau sang papa tidak dapat terselamatkan.


Sang mama menangis histeris begitupun Sebastian, di saat tangisan mereka reda dokter keluar dari ruang UGD memberikan kabar tentang pasien yang kecelakaan itu.


Dokter : "Keluarga bapak Purnomo!"


Istri pasien : "Saya dok, bagaimana keadaan suami saya?"


Dokter : "Pasien cidera pada bagian matanya dan menyebabkan sang pasien hilang penglihatan, pasien harus mendapat donor mata secepatnya kalau masih ingin bisa melihat karena kalau sampai lebih dari seminggu pasien akan mengalami buta permanen.

__ADS_1


Keluarga Pasien : "Asstagfirullah..., kemana kita harus mencari pendonor mata itu dalam waktu seminggu?"


Mama Sebastian mendengar obrolan mereka, dan mama meminta supaya mata papa sebastian di donorkan buat pasien itu.


Mama Sebastian : "Donorkan saja mata suami saya dok, tolonglah pasien itu!"


Dokter : "Anda yakin ingin mendonorkan mata suami anda?"


Mama Sebastian : "Iya saya yakin, semoga menjadi pahala buat suami saya yang sudah meninggal"


Keluarga pasien : "Ya Tuhan..., terimakasih bu! terimakasih atas semua kebaikkanmu.


Mama Sebastian : "Iya bu sama-sama semoga mata suamiku bermanfaat untuk orang lain yang membutuhkannya.


Akhirnya operasi itu di lakukan dan Alhamdulillah berjalan lancar, setelah menjalani operasi jenazah papa sebastian di bawa pulang untuk di makamkan dan keluarga pasien kecelakaan itu ikut menghadiri proses pemakaman itu.


Seusai upacara pemakaman keluarga pasien itu mampir kerumah Sebastian, tanpa sengaja anak pasien itu melihat foto masa SMP Bastian dan kedua temannya.


Ningrum : "Itu foto siapa?"


Sebastian : "Fotoku bersama temanku"


Ningrum : "Kamu yang mana?"


Sebastian : "Aku yang pakai baju biru"


Gadis itu tersenyum, lalu dia mengeluarkan foto seorang perempuan gemuk yang pernah di tolong Sebastian dan kedua temannya.


Ningrum : "Kamu ingat foto perempuan ini?"


Sebastian : "Iya.., gadis cenggeng yang suka sekali menangis saat di bully temannya.


Ningrum : "Hahahaha... Iya itu aku"


Sebastian terkejut mendengar jawaban gadis itu dia seakan tak percaya kalau gadis cantik di hadapannya adalah sosok gadis cenggeng, gemuk yang pernah mereka tolong.


Abraham terkesima mendengar cerita Sebastian, dan akhirnya dia mengerti kenapa Ningrum lebih menyukai Bastian daripada dirinya di karenakan keluarga Bastian penyelamat papanya.


Abraham : "Keluargamu orang baik Bass, pantas dia memiliki anak yang sama baiknya. Maafkan aku Bass karena sudah jahat sama kamu dan selalu ingin menyikirkanmu."


Sebastian : "Kamu gak salah Ham, andai dulu aku cerita masalah itu pasti kamu gak akan salah paham padaku.


Abraham dan Sebastian akhirnya berpelukan dan saling memaafkan, melupakan semua masalah mereka dan menjalin persahabatan kembali.

__ADS_1


__ADS_2