
"Ya ampun Bulan...., Bunda sampai gak ngenalin kamu habis tambah cantik sih." kata Mawar sambil memeluk Bulan.
"Bagaimana kabar Kakek dan Nenek kamu sehat kan?" tanya Mawar.
"Alhamdulillah sehat tante" jawab Bulan.
"Jadi kamu yang udah nolongin Erlangga waktu di culik?" tanya Mawar lagi
"Iya Tante itu pas kebetulan aku melihatnya dan mengikutinya diam-diam."
"Kamu kenapa gak cerita Land kalau kamu satu kampus Bulan, padahal Bunda kangen banget kepengen ketemu sama Bulan." Mawar langsung mencecar pertanyaan pada putranya .
"Maaf Bunda ... Lagian bunda gak nanya lagi dimana Bulan ya udah aku juga lupa ngasih tau Bunda" jawab Elang sambil mengaruk kepala yang gak gatel.
"Udah kangen-kangennya sekarang boleh kakek yang bertanya." semua orang langsung berdiam saat sang kakek buka suara.
"Bulan apa saja kemampuan yang kamu miliki untuk menjaga cucuku." Tuan Sebastian melanjutkan seleksinya.
"Saya sudah menguasai berbagai beladiri dan saya juga pandai bermain senjata" jawab Bulan santai.
"Kamu lihat gelas kecil di tengah2 bufet ujung itu di atas gelas kaca besar dan di apit antara gelas-gelas besar lainnya? coba kamu tembak tapi tanpa melukai gelas yang lainnya!" kata sang kakek sambil memberikan pistol kepada Bulan.
Bulan langsung mengambil pistol itu dan mengarahkan tepat ke sasaran yang di tuju dan menembaknya tanpa melihat ke sasaran, dan "DORRR" tepat mengenai targetnya.
Semua orang di rumah itu terkejut dan kagum melihat kemampuan Bulan, apalagi Erlangga dia sampai tidak berkedip dari pandangannya.sebelum Kakek meneruskan ucapannya Bulan langsung berkata.
"Maaf Tuan saya kesini bukan untuk menjadi pengawal pribadi Erlangga tapi saya ke sini untuk menemaninya sebagai teman kalau pas Erlang hendak keluar rumah. Dan saya tidak bisa 24 jam berada di samping Erlangga karena saya juga punya keluarga di rumah."
"Jadi kamu gak bersedia jadi pengawal pribadi Erlangga?" tanya sang kakek.
"Selama saya berada di dekat Erlangga saya akan menjaganya sekuat saya walau nyawa taruhannya tapi saya gak bisa tinggal di sini dan 24 jam berada di dekat Erlang, saya juga punya papa, kakek dan nenek yang pasti sama khawatirnya seperti kalian yang khawatir kepada Erlangga." jawab Bulan
"Ga apa lah Kek, kan di rumah udah banyak pengawal, lagian Erlang kalau keluar selalu bareng Bulan ko kalau pas papanya Bulan pulang Erlang selalu di rumah gak pernah main." Erlangga menjelaskan kepada Kakeknya.
"Iya Yah, waktu itu juga Bulankan yang nolongin pas Erlang di culik." Haryo ikut menyakinkan Ayahnya.
__ADS_1
"Oke... Kakek mengizinkan kamu mengawal cucuku." jawab Kakek pasrah karena semua mendukung cucunya.
Sidang di ruang tamu udah selesai dan Mawar langsung mengajak Bulan untuk makan bersama keluarganya. Mawar memperlakukan Bulan seperti keluarga bukan seperti pengawal entah mengapa dia sangat bahagia pas Bulan datang kerumahnya.
Begitupun Bulan dia merasa nyaman di dekat Mawar, sedari kecil Bulan selalu merindukan kasih sayang seorang ibu yang menyayanginya dengan tulus dan dia seakan merasakan itu dari Mawar.
"Ya Allah begini rasanya punya Ibu di samping kita" ucapnya dalam hati sambil memandang wajah Mawar.
" Loh ko lihat bunda begitu Lan, ada yang salah ya sama dandanan bunda?" tanya Mawar yang memergokin Bulan sedang memandangnya tampa berkedip.
"Bunda cantik, baik dan hangat Bersyukur sekali Erlangga mempunyai ibu seperti bunda, sedang aku belum pernah melihat mama." jawab Bulan jujur.
"Ibumu juga pasti cantik dan baik makanya dia bisa melahirkan anak seperti dirimu" Mawar berkata sambil memeluk Bulan.
Di Tempat Lain
Seorang wanita cantik berdiri di ujung jalan, matanya memandang lurus ke arah panti asuhan sambil mengenggam sebuah foto bayi laki - laki.
"Bagaimana kabarmu Nak..., Udah sebesar apa kamu sekarang?" ucapnya sambil meneteskan airmatanya.
CAHAYA DEWI Seorang gadis cantik berusia 18th anak dari seorang petani tembakau di desanya. Dewi merantau ke kota hendak membantu keluarganya untuk mencari rizky dan ingin mengubah perekonomian keluarganya.
Dewi bekerja di sebuah pabrik di kota dan dia tinggal di kos-kosan gak jauh dari tempat bekerjanya, pabrik tempat Dewi bekerja terdapat aturan kerja 3 shif di mana shif 1 dari jam( 07.00 - 15.00 ) , shif 2 ( 15.00 - 23.00 ) dan shif 3 ( 23.00 - 07.00 ) .
Di saat Dewi masuk shif 2 dia di ganggu sekelompok orang yang mabuk, Dewi berteriak minta tolong sambil berlari karena jalanan yang sepi maka tak ada 1 orang yang mendengar teriakan Dewi saat itu.
Di saat Dewi ingin di lecehkan tiba - tiba ada seorang pria yang datang menolongnya, dan itulah awal pertama kali Dewi bertemu dengan Pria itu.
"TERIMAKASIH" ucapnya sambil menangis
Pria itu tidak menjawab dan langsung pergi pas dia lihat Dewi dalam kondisi aman. Sikapnya yang dingin tapi baik membuat Dewi penasaran dan ingin mengenal sosok pahlawan yang menolongnya.
Dan Dewi mengikuti pria itu sampai masuk ke dalam mobilnya dan melihat plat nomor di mobil tersebut.
"YA TUHAN.... Semoga aku bertemu lagi dengannya" ucapnya dalam hati.
__ADS_1
Dewi yang periang dan pintar membuat dia dikagumi semua orang dan juga atasannya sendiri, wajahnya yang cantik banyak pria yang jatuh cinta padanya tapi Dewi hanya menganggap teman saja.
HERLINA teman satu kerjaan dengan Dewi, mereka Berteman akrab bagaikan seorang saudara, namun tanpa Dewi sadari Herlina menyimpan rasa iri terhadap Dewi.
Semenjak kejadian malam itu Dewi menghadap ke atasannya di kantor dan ingin minta di pindahkan jam kerjanya, Dewi gak mau di shif lagi karena dia takut kehadian semalam terulang kembali.
"Permisi pak" sapa Dewi sambil mengetuk pintu atasannya.
"Iya Wi masuk! Ada apa ya ?" tanya bapak Ruslan atasan Dewi.
"Maaf Pak, Saya boleh ga minta jam kerja saya jangan di shif."
"Emank kemana Wi? Kerja Shif kan gajihnya besar di banding Non shif."
"Semalam saya di hadang pak sama orang mabuk dan hampir di lecehkan, untung ada yang nolong pak" ucapnya sambil menunduk sedih.
"ASTAGA... Tapi kamu gak apa - apa kan Wi" ucap Ruslan cemas.
"Alhamdulillah gak apa Pak , saya minta tolong Pak supaya jam kerja saya non shif saya masih takut Pak hal semalam terulang lagi."
"Oke... Mulai hari ini kamu saya pindahkan ke devisi lain yang gak ada aturan shif 3."
"Terimakasih Pak" Dewi langsung menjabat tangan Ruslan sebagai ucapan terimakasih.
Pindahnya Dewi ke Devisi lain membuat Herlina makin iri dan ingin seperti Dewi, selama ini Herlina dekat dengan Dewi supaya dia juga di kenal dan di dekati banyak pria seperti Dewi, namun tak ada satu pria yang suka sama Herlina atau memintanya menjadi kekasih. Hingga akhirnya Herlina ingin menyingkirkan Dewi dan merebut posisinya.
Tanpa Dewi sadari Herlina ingin menjebaknya dan menjual Dewi ke tempat Protitusi, Dewi di ajak ke pesta ulang tahun temannya Herlina di sebuah hotel yang sebenarnya itu semua rancangan Mami Maria sang germo.
Visual CAHAYA DEWI
VISUAL MAWAR SETYANI
__ADS_1