
Alex tidak menanggapi permohonan Herlina, dia tetap fokus ingin bercumbu dengan gadis itu, Herlina masih terus berusaha melawan di saat Alex ingin melucuti pakaiannya kejadian itu membuat Alex lebih nafsu dan tertantang untuk mengauli gadis itu.
"Ku mohon Tuan bebaskan aku, aku janji akan menghadirkan gadis semalam buat Tuan" Herlina masih terus memohon tapi tidak di tanggapi oleh Alex yang sudah tertutup hawa nafsu.
Alek mengeluarkan dua buah dasi buat mengikat ke dua tangan Herlina, walau Herlina berontak tapi tidak bertenaga untuk melawan dan semua tangannya sudah berhasil di ikat ke besi ranjang.
Alex merobek semua pakaian Helina hingga terlihat tubuh aslinya yang putih mulus tanpa benang satupun, Alex menarik gesper yang di pakainya dan mencambuknya ke tubuh mulus itu.
"AAAH AMPUN TUAN, SAKIT" Herlina menjerit kesakitan saat gesper itu singgah di tubuhnya berkali-kali.
"HAHAHAHHAA Semakin kau menjerit semakin aku nafsu" Alex tertawa terbahak - bahak sambil terus mencambuk tubuh yang mulus itu dengan gespernya.
Tubuh yang tadinya mulus kini berubah menjadi merah kebiru-biruan, setelah puas menyiksa Herlina Alex baru mengaulinya dengan kasar. Dan membuat Herlina makin tersiksa karena dia masih Virgin.
Alex mengaulinya berkali-kali seperti tidak ada lelahnya gak cuma lewat depan saja tapi dia juga melakukannya di bagian belakang Herlina hingga gadis itu pingsan karena tak kuat menahan sakit di kedua sumber miliknya.
Setelah puas Alex pergi meninggalkan ruangan itu dan membayar mahal kepada Mami Maria Dan menyuruh gadis itu tetap menjadi wanita penghiburnya pas dia membutuhkannya.
Mami Maria masuk ke kamar di mana Herlina berada dia sangat terkejut melihat gadis itu penuh luka di badannya dengan tangan terikat di ranjang, Mami maria segera mengutus anak buahnya membawa Herlina keruang perawatan di bagian belakang tempat usahanya.
Paginya Herlina tersadar dari pingsannya dan dia sudah berada di ruang perawatan. Badannya sakit semua apalagi bagian intimnya membuat dia tidak bisa bergerak karena rasa sakit.
Herlina menangis dan mengutuk perbuatan pria yang melebihi batas normal itu, di saat dia menangis mami Maria masuk ke kamar perawatan itu.
"Udah bangun ternyata, cepet makan dan minum, obat kamu harus segerah pulih sebelum Tuan Alex datang kembali." perkataan mami Maria membuat Herlina terkejut bukan main.
"Apa maksud mami, kenapa mami tega memperlakukan saya seperti ini." jawab Herlina sambil menatap tajam ke arah lawan bicaranya.
"Karena kamu omset terbesar saya" jawab mami sambil mengelus pipi Herlina.
"Mami gak lihat keadaan saya ini, pria itu binatang mi" ucap Herlina sambil menunjukan semua luka yang di sebabkan Alex.
"HAHAHAHHA mami gak peduli asal dia berani bayar mahal kamu kenapa ngak" mami Maria langsung pergi meninggalkan ruangan itu .
Herlina teriak memaki Mami Maria tapi di abaikan dengan germo itu, Mami Maria juga memerintahkan orang suruhannya untuk menjaga Herlina biar tidak kabur dan bunuh diri.
Ke esokan harinya Dewi tidak melihat Herlina bekerja dan menanyakan kepada teman-temannya kemana temannya itu, tak ada satu orangpun yang mengetahui kemana Herlina.
Dewi heran kenapa temannya itu tidak masuk kerja berhari-hari dia berfikir apa mungkin Herlina marah karena dia selalu menghindar darinya, Dewi mengambil HPnya hendak menelpon Herlina tapi HP temannya itu tidak aktif. Dewi juga mendatangi tempat kos - kosan temannya itu tapi kata pemilik kos Herlina sudah tidak pulang berhari-hari.
Di MARKAS KLA LION
__ADS_1
Cahyo tersenyum puas melihat Alex menjalankan perintahnya untuk menjadikan wanita itu wanita penghibur untuk membalas apa yang sudah dia lakukan ke Dewi.
Bimo heran dengan Bossnya itu kenapa dia sampai berbuat begitu untuk seorang Wanita sedangkan yang Bimo tau Cahyo type orang yang tidak peduli dengan lingkungannya.
Pas Herlina tertahan di tempat protitusi Cahyo menstop anak buahnya menjaga Dewi karena dia merasa gadis itu sudah aman sekarang.
Ternyata tebakkan Cahyo salah, yang nafsu ingin mendapatkan Dewi banyak, Kecantikan Dewi yang natural walau tampa make up membuat banyak pria berlomba-lomba ingin mendapatkan hatinya,
Sikap Dewi yang tidak mudah di rayu itu membuat semua pria penasaran termasuk atasannya sendiri Ruslan yang sudah lama menyukai Dewi.
Ruslan menemui Dewi di kantin saat jam istirahat, dia ingin mencoba lagi melamar Dewi meski sering di tolak dengan gadis itu tapi tetap berusaha mencoba lagi.
"Siang Wi boleh aku duduk?" Ruslan menghampiri Dewi yang sedang makan dan duduk di depannya.
"Boleh Pak, tumben ada apa ya?" jawab Dewi.
"Ga ada apa-apa, saya ingin nemenin kamu makan aja" Jawab Ruslan sambil tersenyum.
"Wi malam ini kita jalan yuk" katanya lagi.
"Jalam kemana Pak, aku lagi malas keluar" jawab Dewi.
"Kemana aja yang kau sukai Wi " ucapan Ruslan membuat Dewi tersedak.
"Aku tau niat Bapak baik, tapi aku gak bisa karena aku gak mencintai Bapak" Dewi langsung menolak Ruslan.
"Sok mahal banget kamu Wi, jangan panggil aku Ruslan kalau aku tidak bisa mendapatkanmu." ucap Ruslan dalam hati dia langsung memikirkan bagaimana menjebak Dewi supaya gadis itu bisa dia dapatkan.
Di perusahaan Cahyo sangat murka pas mendapatkan bukti dari anak buahnya bahwa Kriss berusaha ingin menguasai sebagian sahamnya. Merasa di hianati orang kepercayaannya Cahyo memerintahkan Bimo untuk menculik Kriss.
"Kau ingin main belakang denganku Kriss" ucap Cahyo sambil meremas kertas di tangannya.
Kriss banyak melakukan manipulasi terhadap perusahaan Cahyo, dari memalsukan tanda tangan Bossnya sampai mengambil keputusan tanpa izin dari Bossnya itu.
Bahkan Kriss mencoba memindahkan sebagian saham menjadi miliknya, tanpa Kriss tau sebenarnya Cahyo itu seorang mafia yang sangat kejam, yang Kriss tau Bossnya itu menguasai perusahaan di bidang senjata yang terkenal sampai manca negara.
Selama menjadi orang kepercayaan Bossnya, Kriss bebas dan leluasa melakukan apapun di perusahaan itu. Dan membuat dia menjadi serakah ingin menjadi pemilik perusahaan besar itu.
Bimo langsung menjalankan perintah Bossnya itu dan mengikuti mobil Kriss yang baru keluar dari kantornya.
Tampa Kriss menyadari kalau mobilnya ada yang mengikuti dia menjalankan dengan santai kendaraannya, pas sampai di jalan yang sepi dia di hadang dengan 2 mobil berwarna hitam.
__ADS_1
Kriss yang tidak bisa berkelahi mempermudah anak buah Bimo membawanya dan menyerahkannya kepada Cahyo.
"Boss mangsa sudah tertangkap" ucap Bimo kepada Bossnya lewat telpon.
"Bagus bawa dia ke markas" jawab Cahyo.
"Siap Boss" Bimo langsung memerintahkan anak buahnya membawa tawanannya ke markas.
Sesampai di markas Kriss di ikat di sebuah bangku dengan kepala tertutup, saat penutup kepala di buka Kriss melihat ke sekitar ruangan dan terkejut saat melihat kebawah.
Tempat Duduk Kriss di atas sebuah aquarium besar di mana di dalamnya puluhan ikan hiu yang kelaparan.
"HAHAHHAHHAHA SELAMAT DATANG KRISTIAN." ucap seseorang dari balik pintu.
"Boss Cahyo" ucap Kriss dalam hati.
"Boss kenapa anda menculik saya, apa kesalahan saya." kriss bertanya kepada Bossnya.
"Seorang kepercayaanku yang memanfaatkan semua yang aku berikan dan ingin mencoba menyingkirkan aku, kira-kira hukuman apa yang bisa aku berikan ya" Cahyo berkata sambil mendekati anak buahnya itu dan menunjukan bukti yang dia dapatkan di hadapan Kriss.
"HAHAHAHHAA akhirnya kau menyadarinya Boss, tapi asal kau tau sahammu sudah 59% atas namaku." jawab kriss dengan santainya.
"Baru 59% jangan kau kira aku gak bisa merubah segalanya Kriss, Kau lihat layar itu." Cahyo bertepuk tangan dan layar itu langsung menyala.
Cahyo menunjukkan sebuah Vidio di mana anak buahnya membawa Ibu, Istri dan kedua anak Kristian.
"Apa yang ingin kau lakukan terhadap keluargaku Boss, mereka tidak bersalah bebaskan mereka" ucap kriss terkejut pas melihat vidio itu.
"Nasib keluargamu ada di tanganku , Hahahahaha" Cahyo tertawa menyerigai.
"Kau tanda tangani semua berkas itu kalau kau ingin semua selamat" Cahyo memerintahkan Bimo untuk memberikan berkas yang harus di tanda tangani oleh Kristian.
Setelah menandatangani semua berkas Bimo langsung mengutus semua anak buahnya untuk tidak menyakiti keluarga Kriss.
"Permainan kita belum berakhir Kriss" ucap Cahyo.
"Apalagi yang kau mau, aku sudah melakukan semuanya" jawab Kriss
"Tak ada ampun bagi seorang penghianat dalam kamusku, hahahahaha" ucap sang penguasa dunia kegelapan itu sambil tertawa.
CAHYO memanggil anak buahnya dengan cara menepukkan tangannya Sambil berkata.
__ADS_1
"PERMAINAN AKAN SEGERAH DI MULAI"