PERMATA YANG HILANG

PERMATA YANG HILANG
bab 30


__ADS_3

Pak Harun dan Bu Ningsih menyambut Cahyo dengan sopan, mereka bersyukur ternyata anaknya ada yang melamarnya.


Pak Harun :"Silakan masuk Nak Cahyo!, silakan duduk"


Cahyo :"Terimakasih Pak"


Pak Harun :"Nak Cahyo ini kenal Dewi di mana ya?"


Pak Harun sengaja menanyakan dimana anaknya kenal dengan Cahyo, semenjak Dewi pulang dari Jepang belum pernah sedikitpun menceritakan kekasihnya bahkan calon suaminya sekalipun.


Cahyo :"Saya mengenal Dewi di kota pak, sudah lama sih tapi baru kemaren ketemu lagi dengan Dewi, karena Dewi cinta pertama saya dari 20th yang lalu makanya pas kemarin ketemu saya tidak ingin kehilangan Dewi lagi Pak dan ingin segera menikahinya."


Dewi terharu mendengar perkataan Cahyo, karena bagi Dewi Cahyo juga satu-satunya pria yang dia cintai.


Pak Harun :"Bagaimana menurutmu Wi, apa kamu bersedia menikah dengannya.?"


Dewi :"Dewi bersedia Pak, karena mas Cahyo impian Dewi dari dulu. maka dari itu Dewi selalu menolak perjodohan dari bapak karena Dewi yakin kalau suatu hari mas Cahyo pasti kembali.


Pak Harun :"Nak Cahyo, bapak sebagai orangtua setuju aja kalau kalian mau menikah, bapak yakin pasti pilihan Dewi tidak bakal salah.


Cahyo :"Iya Pak, saya janji akan menyayangi dan mencintai Dewi sepenuh hati."


Dewi :"Bapak pernah nanyakan kenapa toko bunga kita di kasih nama D'Kutub? karena tuan kutub nama pangilan kesayangan Dewi buat mas Cahyo.


Semua keluarga tertawa mendengar arti dari mana toko bunga itu, begitupun dengan Cahyo dia mengikhlaskan namanya di ganti menjadi nama beruang.


Di Tempat Lain


Bulan sedang mendaftar di kampus yang baru, gadis itu merasa tidak semangat karena harus di pisahkan dengan Erlangga.


Nenek yang selalu setia mendampingi Bulan tetap memberi semangat kepada cucunya, dan pindahnya Bulan membuat Cristyn merasa bahagia.


Cristyn merasa pekerjaan papanya membuahkan hasil, tanpa gadis itu sadari Antonio sang papa sedang menyusun siasat untuk menghadapi Master C karena sudah menganggu keluarga Mafia itu.

__ADS_1


"Aku harus siap siaga apabila Kla Lion menyerang ke markas, Master C pasti tak akan diam saja dan pasti juga sedang menyelidi siapa yang sudah menembak Erlangga." ucap Antonio dalam hati.


Di kampus Erlangga diam menyendiri, Hatinya terasa hampa tanpa Bulan di dekatnya, walaupun dia berdua hanya bersahabat namun ikatan persaudaraan membuat mereka terasa dekat.


Cristyn mencoba mendekati Erlangga, gadis itu memberi perhatian berharap pemuda itu merasa nyaman dengannya dan melupakan Bulan.


Namun Erlangga berubah menjadi dingin dan cuek dengan semua gadis yang mendekatinya, hatinya bagai di tutup gunung es karena hanya Bulan yang bisa mencairkannya.


Di kampus yang baru Bulan berkenalan dengan David Adrian, pemuda itu mengagumi Bulan semenjak gadis itu mendaftar menjadi mahasiswi baru.


"Cantik sekali, gadis ini berbeda dari gadis yang lain di kampus ini." ucap Adrian dalam hati.


Bulan mau berkenalan dengan Adrian karena pemuda itu yang mengantarkan Bulan keruang pendaftaran mahasiswi baru di kampus itu, dan Adrian juga yg mendampingi Bulan berkeliling kampus.


Bulan merasa sedikit risih kenapa di saat dekat dengan Adrian semua mahasiswa dan siswi tidak berani mendekatinya, bahkan ada teman sekelasnya Engan menyapa Bulan saat gadis itu dekat dengan pemuda itu.


"Siapakah sebenarnya David Adrian itu?, kenapa semua orang menghindarinya?" ucap Bulan dalam hati.


Adrian begitu perhatian dengan Bulan, sering memberikan sarapan mengingatkan tugas kampus dan juga makan siang. Bahkan Bulan sering di belikan oleh-oleh dengan alasan papanya baru pulang dari Inggris atau oleh-oleh dari negara yang di singgahi sang papa walaupun Adrian membelinya di Mall.


Bulan :"Terimakasih Ian, tapi aku tidak suka gaun."


Adrian :"Sekali-kali lah pakai gaun, kamu kan perempuan pasti cantik.


Bulan :"Maaf Ian, aku gak nyaman pakai gaun coba kamu kasih gadis lain pasti senang.


Adrian merasa kecewa dengan penolakan Bulan, namun dia masih bersabar dan menahan kecewannya.


Di sisi lain para teman Adrian sedang menertawakan temannya itu, sebagai ketua Genk di kampus itu Adrian terkenal dengan ambisinya apabila ingin mendapatkan apa yang diinginkannya.


Bulan masih bersikap cuek, gadis itu hanya menganggap Adrian sebagai teman gak pernah lebih. namun melihat sikap semua mahasiswa Bulan merasa curiga dengan Adrian dan diam-diam menyelidikinya.


Satu persatu mahasiswa di tanya Bulan tapi tidak satupun memberi informasi kepadanya, hingga ada seorang yang selalu menghindar saat Bulan menyapanya.

__ADS_1


"Ada apa dengan semua orang di sini?, kenapa mereka tidak ada yang mau memberikan informasi denganku tentang Adrian? Sebenarnya ada apa dengan Adrian?" Ucapnya dalam hati.


Sedangkan tanpa Bulan sadari siswa yang di tanya-tanya sama Bulan langsung di Bully dengan Adrian dan teman-temannya.


" Ampun bang, saya tidak pernah memberi informasi apapun tentang kalian. kata salah seorang yang di bullynya.


"Bener.., kalau sampai Bulan tau siapa diriku habis kalian semua. El..., lepaskan mereka!" Kata Adrian memerintahkan Eldan temannya untuk membebaskan tawanannya.


Setelah tawanannya pergi, Eldan dan teman-temannya menertawakan Adrian.


Adrian :"Apa yang lucu, kenapa pada ketawa?"


Eldan "Hahaha... seorang Adrian, sepertinya mulai jatuh cinta dengan seorang gadis pendatang baru."


Adrian :"Siapa yang jatuh cinta, gw merasa penasaran aja sama Bulan, dia satu-satunya yang tidak terpesona dengan ketampanan gw."


Semua teman-teman Adrian tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Adrian.


"Awas nanti kamu benar-benar jatuh di pelukan gadis itu, kharismamu akan hancur di pandang musuh kita." Kata Eldan mengingatkan Adrian.


Adrian :"Kamu bakal lihat bagaimana aku mendapatkan boneka mainan ku, setelah puas bermain dengannya aku bakal membuangnya seperti gadis-gadis lain."


David Adrian adalah anak dari seorang pengusaha terkaya di kota B, wajah yang tampan Dan keluarga yang berkuasa membuat dia menjadi sombong juga ambisi.


Banyak gadis yang menjadi korbannya, bahkan ada yang sampai bunuh diri karena sudah ternoda dengan pemuda ini.


Tidak ada yang berani melaporkan kebejatan Adrian karena pasti sang papa akan menghancurkan keluarga yang sudah berani ikut campur masalah putranya.


setelah semua gadis di nodai Adrian pasti meninggalkannya mencari korban yang baru, bahkan kapanpun Adrian ingin mengauli para korbannya pasti tidak akan menolaknya karena Adrian memiliki Vidio korbannya yang sedang di gaulinya sebagai ancaman apabila gadis itu menolak ajakannya dan ingin menyebar luaskan Vidio itu.


Semua gadis yang menjadi korbannya hanya di jadikan boneka nafsunya, tidak ada yang berani menentangnya atau melaporkan perbuatan Adrian.


Bulan pernah menanyakan bagaimana Adrian di kampus itu pada seorang gadis tapi gadis itu malah pergi berlalu meninggalkan Bulan tanpa membocorkan informasi apapun kepada Bulan.

__ADS_1


"Sikap mereka sangat mencurigakan, Bagaimana aku bisa menyelidikinya? apa aku minta bantuan papa?" ucap Bulan dalam hati.


__ADS_2