PERMATA YANG HILANG

PERMATA YANG HILANG
bab 31


__ADS_3

Adrian datang menemui Bulan dengan membawa bingkisan, namun gadis itu begitu dingin dan cuek bahkan tidak menerima bingkisan Adrian itu.


"Bagaimana aku bisa menjerat Bulan?, bahkan semua yang aku berikan selalu di tolaknya" ucap Adrian dalam hati.


Adrian sering memberikan bingkisan ke Bulan, dari makanan sampai barang-barang mahal tapi tak satupun di ambil Bulan dan itu membuat Adrian makin penasaran di buatnya.


Eldan :"Kenapa Ian, gagal lagi?"


Eldan melihat Adrian kembali dengan membawa bingkisan yang tadi di belinya buat Bulan.


Adrian :"Iya El, sombong banget gadis itu bahkan di lirik juga ngak nih hadiah gw."


Eldan :"Hahahahhahahha berarti gadis itu senengnya di paksa Ian, kalau di lembutin makin bergaya dia."


Adrian :"Iya juga ya, berarti dia ngak suka di pancing dengan rayuan sukanya di jebak atau di paksa hahahaha."


Adrian merenung ucapan Eldan, pemuda itu sedang bingung dengan cara apa dia bisa menjebak Bulan.


Bulan yang merasa jenuh berjalan-jalan seorang diri ke belakang kampus, suasana kampus terasa berbeda tanpa kehadiran sahabatnya membuat Bulan lebih suka menyendiri.


Bulan tiba-tiba berhenti, gadis itu merasa ada yang mengawasinya tapi pas dia melihat sekeliling tidak ada 1 orangpun di sekitar dia.


"Perasaan kaya ada yang ngikutin aku, aku harus cari tempat yang bagus untuk menghadapi orang yang ingin bermain-main denganku!" kata Bulan dalam hati.


Bulan sengaja melewati banyak lorong berliku-liku langsung tembus ke kebun belakang kampus dengan gerakan cepat, pas sampai di kebun gadis itu memanjat pohon besar untuk bersembunyi.


Benar aja pas Bulan sudah sampai di atas pohon dia melihat ada sekelompok pria mengejarnya dan Bulan mengamatinya dari atas pohon.


"Siapa mereka?, kenapa mereka mengikutiku?" kata Bulan dalam hati sambil mengambil anak panah kecil dari saku jaketnya.


"sekali-kali mereka tidur di alam terbuka pasti nyaman" ucap Bulan tersenyum sambil melempar panah itu satu persatu mengenai leher mahasiswa itu dan mereka langsung terbius tak sadarkan diri.


Setelah mangsanya tertidur Bulan segera turun dan mencabut panahnya lalu memasukkan kembali panah tersebut ke dalam jaketnya kemudian Bulan meninggalkan mereka menuju kelasnya.


Adrian merasa heran kenapa ke 5 temannya yang di tugaskan menyekap Bulan tidak kunjung balik, yang lebih mengejutkan lagi Adrian melihat Bulan masuk ke dalam kelas dalam keadaan sehat tidak ada perubahan sama sekali pada gadis itu.


"Kemana mereka semua, kenapa Bulan masih aman-aman aja?" ucap Adrian dalam hati.

__ADS_1


Pemuda itu segera menghampiri Bulan dan menanyakan kenapa baru datang, Bulan menjawab perjalanan agak sedikit macet makanya datang telat sampai kampus.


Jam pelajaran telah selesai tapi ke 5 teman Adrian belum juga kembali dan itu membuat Adrian mencari mereka keliling kampus dan terakhir sampai di kebun belakang kampus.


Betapa terkejutnya Adrian pas melihat ke 5 temannya tergeletak di atas rumput tak sadarkan diri, lalu pria itu membangunkan teman-temannya itu.


Bulan mengamati tingkah laku Adrian dari kejauhan, gadis itu segera berlalu seakan tidak peduli dengan apa yang di lihatnya lalu pergi meninggalkan kampus menuju rumahnya.


Adrian mengambil air seember lalu mengguyurkan air tersebut ke wajah teman-temannya Dengan mengunakan gayung, semua temannya terbangun dan tidak sadar dengan apa yang terjadi pada dirinya.


Adrian :"Sudah sadar kalian?"


Eldan :"Kenapa Lo nyiram gw Ian? memangnya gw tanaman."


Wawan :"Tau tuh El, jadi basahkan baju gw!"


Adrian :"Kalau gak gw siram, kalian masih betah tidur di sini gak mau bangun."


Semuanya terkejut mendengar ucapannya Adrian dan mereka baru tersadar kalau mereka semua pingsan di kebun belakang kampus.


Eldan :"Iya ya, kenapa kita semua tidur di rumput? Bukankah kita lagi mengintai Bulan?"


Tino :"Iya gw juga merasa ada yang gigit leher gw,"


Semua remaja itu langsung memegang lehernya masing-masing, dan benar ada luka sedikit di lehernya.


Eldan :"Wah gw jadi ngeri apa di kampus kita ada binatang beracun ya"


Wawan :"Iya gw juga ngeri, iiihh.. .."


Adrian :"Jangan ngaco kalian, memang berapa lama kalian kuliah di sini gak pernah ada berita yang aneh-aneh."


Akhirnya semua pemuda itu berdiri dan meninggalkan kampus itu karena hari sudah mulai petang.


Di rumah Bulan memikirkan masalah yang menimpanya di kampus, gadis itu merasa kalau Adrian lah dalang dari mahasiswa yang mengintainya itu.


Cahyo melihat putrinya melamun segera menghampirinya, sekalian pria itu ingin memberitahukan rencananya ingin menikahi Dewi dan meminta restu putri kesayangannya.

__ADS_1


Cahyo :"Anak papa yang cantik kenapa melamun?"


Bulan :"Eh papa, iya lagi ada masalah kecil di kampus pah."


Cahyo :"Masalah apa? Jangan menganggap semua masalah kecil sayang."


Bulan :"Di kampus ada seseorang mahasiswa yang dekat sama Bulan pah, tapi firasat Bulan pria itu gak baik. Bulan sudah menyelidikinya tapi gak ada 1 informasi apapun tentang dia."


Cahyo :"Tapi dia gak jahat sama kamu kan LAN?


Bulan :"Untuk saat ini dia baik sama Bulan pah, tapi tadi ada 5 mahasiswa yang diam-diam ngikutin Bulan di kampus ya udah aku bikin aja mereka semua tidur dengan panah ini.


Cahyo dan Bulan tertawa membayangkan semua pemuda itu pingsang di taman belakang kampus.


Cahyo :"Apa ada yang kamu curigai LAN?


Bulan :" Iya pah si Adrian itu, aku lihat dia mencari ke 5 pemuda itu dan mencoba membangunkannya.


Cahyo :"Sepertinya kamu harus hari-hati sama pemuda itu, kasih fotonya sama papa biar papa selidiki siapa dia."


Bulan :"Terimakasih ya pah, memang papa terbaik buat Bulan."


Bulan langsung memeluk Cahyo, karena tanpa di minta pertolongan papahnya itu selalu ada untuk menjaga Bulan.


Cahyo :"Oh iya papa mau ngabarin kamu, papa ingin menikah Minggu ini sayang"


Bulan :"Menikah...? Dengan siapa pah?"


Bulan terkejut mendengar papanya ingin menikah, selama ini Cahyo tidak pernah menceritakan kekasihnya atau wanita yang sedang dekat dengannya.


Cahyo :"Dulu ada seorang wanita yang mengisi hati papa, karena sering papa abaikan dia pergi ninggalin papa dan itu membuat papa kehilangan dia. kemaren papa bertemu dengannya dan papa tidak mau kehilangan dia kedua kalinya LAN.


Bulan tersenyum ada kebahagiaan di wajah sang papa saat menceritakan calon istrinya, dan gadis itu langsung memeluk Cahyo karena dia juga merasakan kebahagiaan itu.


Bulan :"Bulan merestui papa menikahi wanita itu, dan Bulan akan menyayanginya seperti papa menyayanginya. Bulan bahagia sekali pah akhirnya Bulan punya mama."


Airmata kebahagiaan mengalir di pipi gadis itu, dia berharap mama barunya juga menyayanginya seperti papa Cahyo yang selalu menyayangi Bulan.

__ADS_1


"Dia wanita baik, hatinya bagai malaikat kamu jangan khawatir mama barumu pasti sangat menyayangi kamu sepenuh hati seperti anaknya sendiri." Cahyo mengerti apa yang di fikirkan putrinya dan dia meyakinkan Bulan pilihannya tidak akan mengecewakan putrinya.


__ADS_2