PERMATA YANG HILANG

PERMATA YANG HILANG
bab 15


__ADS_3

Cahyo menyerahkan Kriss kepada anak buahnya, dia segerah keluar dari ruang penyiksaan tersebut dan hanya mendengar suara teriakan Kriss yang kesakitan.


Seperti biasanya Cahyo gak mau memakai tangannya sendiri untuk mengabisi para musuhnya dan semua di lakukan anak buahnya sampai tawanannya tak bernyawa dan mayatnya di jadikan makanan hiu peliharaannya.


Setelah masalahnya selesai Cahyo berencana pergi ke kota lain untuk meninjau perusahaannya dan menyerahkan semua urusan ke Bimo.


Di pabrik tempat Dewi bekerja Ruslan memanggil seorang pegawai putrinya masuk ke ruang kerjanya.


"Permisi pak" Mira mengetuk pintu sambil melihat ke dalam ruangan atasannya itu.


"Masuk Mir, jangan lupa tutup pintunya!" jawab Ruslan.


"Bapak memanggil saya?" kata Mira pas tiba di depan meja kerja Ruslan.


"Iya Mir, saya mau minta tolong sama kamu!"


"tolong apa ya pak?" jawab Mira


"Nanti malam ada pameran di jalan B saya mau ngasih kejutan buat Dewi, kamu bisa bantu saya ajak Dewi ke pameran itu Mir!" tanya Ruslan .


"Nanti saya Coba Pak" jawab Mira.


"Di usahain ya Mir, jangan bilang kamu di suruh saya" ruslan mengeluarkan Amplop berwarna coklan dan memberikannya kepada Mira.


"Apa ini Pak?" tanya Mira dengan heran atasannya memberikannya uang yang banyak.


"Itu bayaran buat tutup mulut jangan ada yang tau soal ini." jawaban Ruslan.


Karena Mira membutuhkan uang itu buat pengobatan ibunya dia mengambilnya dengan penuh syukur tampa dia bertanya apa tujuan Ruslan memancing Dewi keluar.


Malamnya Mira mengajak Dewi ke pameran itu, tanpa curiga dewi mau di ajak ke sana dan mereka pergi mengunakan sepeda motor milik Mira.


Di perjalanan, mereka di begal oleh kawanan perampok dan membawa paksa Dewi ke mobilnya, Mira panik dan berteriak meminta pertolongan pada siapa aja yang lewat karena temannya di culik.


Bimo yang lagi mengintai seseorang melihat kejadian itu dan dia berhenti saat melihat Mira teriak minta tolong,


"Ada apa mba?" kata Bimo menghampiri


"Tolong Pak teman saya di culik dengan mobil hitam yang tadi lewat" jawab Mira sambil menunjuk arah di mana mobil itu pergi.


"Mba bukannya temamnya Dewi ya" tanya Bimo lagi.


"Iya Pak, Sekarang Dewi di culik dengan perampok itu." jawab Mira kesal karena pria itu banyak nanya takut Mobil penculik itu keburu hilang dari pandangannya


Bimo langsung bergegas ke mobilnya dan berusaha mengejar penculik itu, Bimo juga menghubungi Cahyo kalau dia tidak melanjutkan pengintaian yang di tugaskan Bossnya.

__ADS_1


"Boss aku sementara stop mengintai target, sekarang aku sedang mengejar penculik Dewi." ucapnya dalam telpon.


"Lagi-lagi gadis itu di culik apa pelakunya sama dengan orang suruhannya Mami Maria?" tanya Cahyo terhadap Bimo.


"Sepertinya Beda Boss" jawab Bimo sambil tetap fokus menyetir.


"Oke pas tiba kabarin saya" perintah Cahyo


Malam semakin larut Dewi di bawa ke sebuah villa yang cukup jauh dari kota dan di masukkan ke dalam sebuah kamar yang cukup besar dengan tangan terikat di belakang dan mulut di lakban.


Dewi terkejut saat melihat Ruslan di dalam kamar itu, dan Dewi di dorong hingga jatuh ke tempat tidur yang cukup besar, Ruslan tersenyum melihat mangsanya datang dia segerah mengambil jarum suntik di atas meja yang sudah dia persiapakan sebelumnya.


"Hallo sayang, bagaimana perjalanannya melelahkan tidak" tanya Ruslan sambil mendekati Dewi.


Ruslan membuka lakban di mulut Dewi dia ingin mendengar suara gadis itu memakinya.


"Apa yang kau inginkan Pak, kenapa Bapak menculik saya" tanya Dewi kepada atasannya.


"Karena kau menolak saya Wi, Setelah ini apa kau masih bisa sombong seperti kemaren" Ruslan langsung menyuntikan sesuatu ke tubuh Dewi.


Setelah cairan itu masuk semua ke tubuh Dewi pria itu membuka semua ikatan pada tangan gadis itu


"Kau akan menyerahkan tubuhmu sendiri kepadaku Dewi dan Kau akan memohon kepadaku untuk menyentuhmu sebentar lagi." Ruslan membelai pipi Dewi yang sudah menangis .


"Ya Tuhan apa yang bakal terjadi padaku malam ini, Pahlawanku semoga hatimu bergerak menolongku malam ini, aku mohon Tuhan tolong diriku!" Dewi berucap dalam hati.


Dewi semakin tidak tahan dengan rasa di tubuhnya semakin mengajaknya ingin melepas semua pakaiannya sendiri, Ruslan merekamnya dengan kamera yang sudah dia letakan di sudut ruangan kamar itu.


Satu persatu baju yang dipakai gadis itu lepas dari tubuhnya tapi fikiran Dewi masih terus berdoa berharap ada keajaiban yang datang dan menolongnya. Tiba-tiba pintu kamar di dombrak seseorang.


Seorang pria datang langsung menghajar Ruslan, dan satu orang lagi segerah membawa Dewi keluar dengan tubuh yang di lilit sprei.


"Habisi dia jangan sampai meninggalkan jejak apapun!" ucap Cahyo kepada anak buàhnya sambil mengendong Dewi keluar kamar itu.


"Bimo cepat pergi dari sini!" perintah Cahyo yang khawatir terhadap gadis itu.


"Kita mau kemana Boss apartemen apa rumah gadis itu?" tanya Bimo.


"Apartemen gak mungkin kita bawa dia ke kos-kosannya bisa di manfaatkan orang nanti"


Bimo langsung membawa mobil dengan kecepatan penuh ke apartemen karena jaraknya lebih dekat daripada ke markas Cahyo.


Obat di dalam tubuh Dewi semakin bekerja, dia terus mencoba mencium Cahyo yang ada di sebelahnya, karena tubuhnya di lilit sprei membuat gadis itu tidak bisa bergerak bebas.


Sesampainya di apartemen Cahyo langsung merendam Dewi ke dalam bak mandi saat hendak memasukkan tubuh Dewi tanpa di sadari Cahyo terpeleset dan ikut nyemplung kedalam bak mandi itu dan bibirnya menyentuh bibir Dewi.

__ADS_1


Dewi makin terangsang dan lebih memperdalam ciuman itu membuat Cahyo Tanpa sadar ikut menikmatinya.


"Tolong aku." bisik Dewi pas melepaskan ciumannya itu.


"Aku tidak bisa" ucap pria itu


"Tolong aku, Aku janji tidak akan menuntut tanggung jawab padamu" ucap Dewi lagi sambil memohon karena tidak kuat dengan rasa di tubuhnya.


Cahyo akhirnya luluh juga dan ikut menikmatinya walau sebenarnya ini juga pengalaman pertama bagi Cahyo menyentuh wanita.


Setelah melepas semua pakaian yang mereka gunakan Cahyo mengangkat Dewi ke atas ranjangnya sambil mencumbu bibir gadis itu, dan adegan panas itu di mulai yang sama-sama pemula itu.


Bimo tetap terjaga di Apartemen itu tapi dia heran kenapa Bossnya belum keluar dari kamar gadis itu, tiba-tiba hp Bimo berbunyi.


"Orang ini sudah mati Boss" kata seseorang dari sebrang telpon.


"Bereskan jangan ada jejak apapun" perintah Bimo.


Setelah mematikan HPnya Bimo langsung masuk ke kamar tamu karena dia nyakin Bossnya tidak akan keluar sampai besok pagi.


Ke esokan harinya Dewi terbangun dan terkejut ada seorang pria yang terlelap sambil memeluknya,


"Tuan kutub kenapa dia tidur di sini" ucapnya dalam hati sambil memikirkan apa yang terjadi semalam pada dirinya yang sebenarnya.


Dewi menginggat semua yang di lakukan atasannya itu , dan dia di selamatkan oleh pria yang selalu menolongnya walaupun akhirnya Dewi menyerahkan kesuciannya kepada pria itu namun dia tidak menyesalinya karena bukan Ruslan yang menodainya.


Dewi segerah melangkah kekamar mandi untuk membersihkan dirinya, saat hendak melangkah Cahyo terbangun dan menariknya kembali tidur.


"Istirahatlah masih terlalu pagi" ucap pria itu sambil memeluk Dewi.


Dewi menangis meratapinya tapi dia juga tidak menyalahkan Tuan kutub di sampingnya.


"Tuan saya harus pergi, dan saya janji tidak akan merepotkan tuan lagi." ucapnya sambil memandang pria yang masih terpejam itu.


"Kau bisa pergi besok, lagian kau belum ada pakaian ganti kan!" Cahyo menjawab tanpa membuka matanya.


Cahyo masih menikmati tidurnya karena dia sangat kelelahan setelah melakukan kegiatan panas semalam, karena pengaruh obat Dewi seakan tidak ada lelahnya sehingga kegiatan itu selesai jam 4 pagi.


Matahari bersinar di balik hordeng kamar apartemen, kedua insan itu sama-sama terbangun dan Dewi langsung menuju ke kamar mandi dengan jalan tertatih-tatih.


Selesai mandi Cahyo memberikan paper bag yang berisikan pakaian ganti buat Dewi dan kartu tanpa limit buat gadis itu.


"Pakai kartu itu untuk membiayai hidupmu dan pergilah yang jauh dari kota ini terus bersikap hati-hati dengan orang di sekitarmu." ucap Cahyo menasehati gadis itu.


Selesai sarapan Dewi pergi dari apartemen itu tanpa di antar oleh Bimo karena dewi tidak mau merepotkan pria itu lagi.

__ADS_1


__ADS_2