
Meninggalnya Antonio membuat Cristyn merasa sedih, gadis yang biasa hidup dengan kemewahan dan selalu di manja sang papa kini tidak bisa menghambur-hamburkan uang lagi.
Kehidupan Cristyn sekarang menjadi tanggung jawab Edy sebagai pamannya, semenjak gadis itu kehilangan semua kekayaan papanya teman-temannya banyak yang menjauh darinya. karena merasa sudah jatuh miskin.
Cristyn semakin membenci Bulan, pas dia tau kalau Bulanlah yang menembak papanya meskipun Adrian sudah menceritakan bahwa semua ini kesalahannya tetap Cristyn merasa semua ini di sebabkan oleh Bulan.
Cristyn :"Elma... Susan, kalian mau kemana?"
Elma :"Biasalah Cris kita mau ke mall."
Cristyn :"Kalian mau ke mall?,sekarang? kenapa aku gak di ajak.?"
Susan :"Maaf ya Cris bukannya kita gak mau ajak kamu ya kemaren aja pas kita makan di restoran aja kamu gak sanggup bayar kan memang kamu mau belanja pakai apa?
Cristyn terdiam mendapat cibiran dari teman-temannya itu,
Cristyn :"Kenapa kalian begitu, waktu papaku masih hidup kalian selalu aku traktir dan belanja sepuas kalian kenapa sekarang kalian malah menghindar di saat aku susah?"
Susan ;"Sikap ngebosmu yang membuat kita malas berteman denganmu, kau seakan menjadikan kita kacung kalau gak di turuti kau mengancam kami dengan kekuasaan papamu."
Elma :"Hooh, kamu menjadikan kita kacung, wajar dong kamu mentraktir kita belanja sepuas kita sebagai bayarannya."
Elma dan Susan pergi meninggalkan Cristyn sendirian di depan kampus, gadis itu segera pulang ke rumahnya dengan perasaan sedih.
Cristyn :"Ini semua gara-gara Bulan, awas kamu Bulan kalau ada kesempatan akan ku balas.
Di dalam kamar Cristyn memandangi foto sang papa, gadis itu kini tidak mempunyai keluarga lagi di rumah mewahnya hanya di temani pembantu.
Di markas Kla Tiger
Kla Tiger kini di bawah pengawasan Kla Lion , semua lambang dan aturan kelompok itu berubah berkat campur tangan Cahyo.
Bergabungnya Kla Tiger menjadikan nama Kla Lion semakin besar dan di segani semua orang.
Tapi sesungguhnya semua pengikut Kla Tiger dan Kla Lion di pekerjakan di pabrik senjata Cahyo yang sepenuhnya di bawah pengawasan Bimo.
Cahyo ingin berubah menjadi lebih baik dan mengajak semua anak buahnya sama-sama berubah dan meninggalkan pekerjaan sebagai mafia atau membunuh orang kecuali untuk membela diri dari sekelompok orang yang mengancam nyawanya.
Toko Bunga D'Kutub Florist
Ningrum dan teman-teman sosialitanya tiba di toko bunga yang lagi viral itu, selain sibuk berfoto-foto ria mereka juga melihat bunga-bunga yang indah bahkan berniat membelinya.
__ADS_1
Dewi kedatangan banyak pelanggan untungnya dia selalu di bantu Bulan di tokonya membuat Dewi berasa tertolong dengan kehadiran calon putrinya itu.
Bulan melayani pembeli di dalam sedangkan Dewi melayani pembeli di taman, Melihat ibu-ibu sosialita sibuk berfoto Dewi hanya tersenyum dan menghampiri mereka.
Dewi :"Permisi, ada yang bisa kami bantu.?"
Siska :"Jeng ini pemilik toko ini?"
Dewi :"Iya Bu, ada yang bisa saya bantu?"
Susi :" Wah pemiliknya cantik, pantas semua bunga di sini cantik."
Ningrum :"Mba bunga lili ini cantik, apa ada bibitnya?"
Dewi :"Ada Bu semua bibit di dalam rumah kaca sana?"
Dewi mengajak Ningrum melihat bibit tanaman di dalam di mana ada Bulan yang sibuk melayani pembeli.
Dewi :"LAN, bibit bunga lili bawa kesini sayang ada ibu yang mau lihat.!"
Bulan :"Iya mah,"
Bulan memberikan bibit yang di minta Dewi berniat memberikan kepada Ningrum, betapa terkejutnya dia melihat Neneknya ada di toko bunga itu.
Ningrum :"Bulan... cucuku!"
Ningrum dan Bulan saling berpelukan, melepas kerinduan yang hilang tak terasa airmata mereka mengalir di pipinya. dan itu di saksikan Dewi dengan penuh tanda tanya.
Ningrum :"Cucu nenek cantik banget pakai gaun, nenek sampai pangling."
Dewi :"Mama yang nyuruh nek, katanya perempuan harus dandan dan pakai gaun."
Ningrum :"Mama..., mana mama kamu sayang?"
Bulan memperkenalkan Dewi kepada Ningrum kalau Dewi adalah mamanya. Ningrum langsung memeluk Dewi dengan penuh kasih sayang,
Ningrum :"Ya Tuhan, kamu mamanya Bulan? istrinya Cahyo?"
Dewi :"Aku calon istrinya Bu, ibu ini mamanya mas Cahyo?
Ningrum :"Iya ... saya bunda Ningrum, bundanya Cahyo."
__ADS_1
Saking bahagianya Ningrum memperkenalkan Dewi kepada teman-temannya kalau Dewi adalah calon menantunya dan memperkenalkan Bulan sebagai cucunya.
Kebahagiaan Ningrum bertemu dengan cucunya menjadikan dia malas pulang kerumah berharap Cahyo datang ke toko bunga itu.
Ternyata harapan Ningrum tidak sia-sia, sore itu Cahyo datang ke toko Dewi bersama Bimo. Ningrum yang melihat kedatangan anaknya tak bisa menahan tangisnya dan langsung menghampiri putranya yang lama hilang.
Cahyo :"Bunda...!"
Ningrum :"Anakku..., Bunda kangen sekali nak."
Ningrum memeluk Cahyo sambil menangis, begitupun Cahyo yang sangat merindukan pelukan kehangatan bundanya.
Cahyo :"Bunda kenapa ada di sini?"
Ningrum :"Teman arisan bunda yang ngajak ke sini nak, toko ini kan viral karena memiliki nama yang unik dan pemandangan yang indah di dalamnya dan bunda melihat Bulan makannya bunda ga mau pulang karena bunda yakin kamu pasti datang."
Cahyo tersenyum mendengar cerita bundanya dan Cahyo merasa bahagia bertemu dengan orang yang telah melahirkannya.
Dewi ingin mengundang Ningrum dan Cahyo makan malam di tokonya, perempuan itu langsung memasak di dapur di bantu Bulan sedangkan Ningrum masih mengobrol dengan putranya.
Selesai memasak Dewi memanggil Cahyo dan Ningrum untuk bergabung di meja makan, semua menu kesukaan Cahyo tersedia di meja berkat bocoran dari Bulan tentunya.
Dewi :"Bunda, menginaplah di sini banyak kamar kosong, mas Cahyo dan Bulan juga ya!"
Cahyo :"iya Bun, aku juga masih kangen sama bunda."
Ningrum :"Oke, tapi besok kamu pulang kerumah ya sekalian bawa Dewi, kamu tau nak ayah kamu sangat kangen dia sudah mencari kamu kemana-mana bahkan melupakan kesehatannya."
Ningrum menceritakan bagaimana usaha Sebastian saat mencari anaknya, bahkan sempat sakit karena telat makan karena terus mencari Cahyo.
Cahyo diam tidak memberi jawaban atas permintaan sang bunda, pria itu juga merasa bersalah karena telah membunuh anak adik angkatnya sendiri, diamnya Cahyo membuat Dewi yang menjawab permintaan bundanya itu.
Dewi :"Iya Bun, mas Cahyo besok datang kerumah bunda dan sekarang bunda istirahat ya nanti bunda sakit karena kecapean. Mas kamu juga istirahat ya di kamar sebelah bunda dan Bulan tidur sama mama ya sayang."
Bulan :"Iya mama."
Cahyo hanya menjawab dengan anggukan kepala dan Dewi mengantar Ningrum ke kamarnya.
Di dalam kamar Cahyo merenungi apa dia harus pulang atau tidak, perasaan hatinya sedikit bimbang antara kangen dengan keluarga dan benci melihat Haryo menjadi satu dalam pikirannya.
Berbeda dengan Bulan, gadis ini merasa bahagia karena dia bisa bertemu dengan Erlangga dan bunda Mawar.
__ADS_1
Ningrum memberi kabar pada Sebastian kalau dia saat ini bersama dengan Cahyo, bahkan Ningrum berjanji akan membujuk Cahyo supaya mau pulang kerumah keluarga Sebastian.