
Warga datang berbondong-bondong kerumah pak kades.
"Pak kades....pak kades!" kata seorang warga sambil mengetuk pintu rumah pak kades.
Pak kades membuka pintu dan terkejut melihat banyak warga di depan rumahnya.
Pak kades : "Ada apa ini?"
warga. : "Tolong bapak usir Herlina dari
kampung kita, karena dia seorang perempuan nakal dan sekarang datang membawa penyakit yang berbahaya".
Pak kades : "Tenang bapak-bapak!, coba di bicarakan baik-baik jangan main tuduh dan usir aja".
Warga. : "Penyakit itu pasti menular dan berbahaya terhadap warga kita pak".
Pak kades : "Belum tentu penyakit itu menular, apa kalian sudah konfirmasi sama dokter. Dan kalian harus ingat siapa yang selalu membantu keluarga kalian saat ada yang sakit, dan kalian juga ingat siapa yang sudah memperbaiki jembatan yang rusak, kalau bukan karena pak sholeh kita semua tidak bisa berniaga ke desa sebelah karena harus melewati kali dan memutar ke jalan yang jauh.
Warga akhirnya diam, mereka membenarkan semua yang di ucapkan pak kades berkat pak Sholeh keluarganya tertolong saat sakit dan dapat menempuh perjalan yang dekat karena pak Sholeh yang membiayai pembangunan jembatan agar warga bisa melakukan pekerjaan tanpa menempuh perjalanan jauh. Satu persatu warga akhirnya membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing.
D'KUTUB FLOREST toko bunga yang didirikan Dewi dengan mengunakan uang Cahyo menjual berbagai macam bunga, tanaman, bibit dan pupuk membuat toko itu tak pernah sepi dari pelanggan.
D'KUTUB FLOREST di ambil dari nama Dewi dan Cahyo yang di beri nama tuan kutub karena Dewi tidak mengetahui nama asli pahlawan yang sering menolongnya itu.
Dewi selalu menyibukan dirinya di tokonya, dengan bekerja seharian dia berharap dapat melupakan semua masalah yang ada pada dirinya.
Dewi juga selalu mengabaikan semua omongan orang tentang jodoh dan pernikahannya.
Pak Harun melihat anaknya duduk sendirian di toko pas tidak ada pelanggan, pria itu langsung mendekati Dewi ingin membahas soal perjodoan putrinya itu.
Pak Harun : "Wi, kapan kamu mau mengenalkan calon suamimu ke bapak dan ibu, apa kamu mau bapak jodohkan dengan Heru anaknya pak lurah?"
Dewi. : "Dewi masih ingin sendiri pak, Dewi belum ingin menikah."
Pak Harun : "Usiamu sudah tidak mudah lagi Wi, begitupun bapak dan ibu juga sudah tua ingin rasanya meminang cucu."
Dewi terdiam, dia merenungi ucapan bapaknya. Dewi teringat dengan Cahyo dan masih berharap pria itu yang menjadi pendampingnya.
"Tuan kutub, seandainya engkau yang datang melamarku, aku pasti akan menerimamu" ucap Dewi dalam hati.
__ADS_1
Tiba-tiba Cahyo tersedak saat meminum jus buah, Bulan langsung menghampiri sang papa dan mengusap punggung pria itu.
"Hati-hati pah kalau minum, ko bisa tersedak gitu padahal papa hanya minum jus buah?" kata gadis itu khawatir.
"waaaaah... Pasti ada yang kangen tuh om, kata nenek kalau kita lagi kangen sama seseorang dan orang itu juga kangen sama kita pasti ada telepatinya om namanya juga ikatan batin" kata Erlangga
"Aaah kamu jangan mengarang Lang, mana mungkin bisa begitu" Cahyo tidak sepenuhnya percaya pada ucapan Erlangga tapi dia berharap bahwa ucapannya benar apa adanya.
"Apa benar kamu juga kangen sama aku Wi? Seperti aku yang kangen sama kamu" ucapnya dalam hati.
****************
Markas Kla Tiger
Antonio merasa heran dengan gadis yang bernama Bulan, setiap anak buah yang ia kirim untuk mencelakai Bulan tak ada 1 orangpun yang kembali.
"Sebenarnya siapa gadis itu, kenapa semua anak buahku tak bisa menangkapnya bahkan semua orangku belum kembali ke markas."
Antonio mengumpulkan semua anak buahnya membahas sosok gadis bernama Bulan itu.
Setibanya di rumah Antonio langsung menemui Cristyn menanyakan soal Bulan.
"Tidak tau pah, yang aku tau dia selalu berangkat ke kampus bareng Erlangga" jawab gadis itu.
Berarti aku harus menyelidiki gadis itu dari rumah keluarga Sebastian.
Di Markas Kla Lion
Anak buah Bimo sedang menanyakan kepada tawanannya, selama Cahyo liburan semua pekerjaan di serahkan ke Bimo. Boss mafia itu hanya memantau kinerja anak buahnya.
"Siapa yang sudah menyuruhmu ingin mencelakai Bulan?" ucap salah seorang kepercayaan Bimo.
"Lebih baik aku mati daripada harus memberitahu siapa yang menyuruhku" jawab tawanan itu.
tawanan itu tetap tutup mulut, hidup di dunia mafia menjadikan dia memilih mati demi menyelamatkan keluarganya karena Antonio pasti sudah mengawasi keluarganya agar tawanan itu tidah bisa menghianatinya.
Satu persatu tawanan itu mati bunuh diri dan menyisahkan 1 orang yang masih hidup, Hekto menghubungi Bimo, dia menceritakan tawanannya yang bunuh diri karena takut membocorkan rahasia teamnya.
"Semua tawanan kita sudah tewas bang, mereka bunuh diri di sel tahanan dengan mengigit lidahnya" kata Hektor.
__ADS_1
"Tinggal berapa orang yang masih hidup?" tanya Bimo.
"Hanya tersisa 1 orang bang!" jawab Hektor
"Perlakukan dia dengan baik, tunggu sampai saya dan Master C datang." Bimo menutup sambunga telponnya dan melaporkan berita tersebut kepada Cahyo.
Erlangga dan Cahyo sedang duduk di taman belakang villa, pemandangan laut lepas membuat pemuda itu terus mengagumi keindahannya.
"Om keren masih muda sudah memiliki pulau seindah ini" ucap pemuda itu.
"Kamu juga bisa memiliki semua yang kamu impikan asal mau bekerja keras untuk mengapainya" jawab Cahyo.
"Oh iya kamu katanya tinggal di jalan Nanas di sebelah mananya" Cahyo bertanya kepada Erlangga dimana pemuda itu tinggal.
"Saya tinggal di perumahan Grilya 3 om" jawab pemuda itu.
Cahyo teringat akan keluarganya yang kebetulan tinggal di perumahan yang sama dengan Erlangga, tiba-tiba wajah pria itu sendu, Cahyo melamun menginggat Keluarganya dan perlakuannya yang sudah membunuh keponakannya sendiri dan itu terlihat jelas di mata Erlangga.
"Om kenapa? Kelihatannya sedih" kata pemuda itu membangunkan Cahyo dari lamunanya.
"Ga apa-apa, saya dulu pernah tinggal di perumahan itu tapi sudah lama saya tinggalkan" jawab pria itu.
Obrolan keduanya berhenti ketika Bulan memanggil mereka untuk makan siang bersama.
Di Kediaman Abraham
Abraham kedatangan kedua putranya Richo dan Richi karena hari ini adalah ulang tahun Abraham. Kedua anaknya mengajak sang papa berlibur ke desa tempat favorit Abraham ketika bersama para sahabatnya dahulu.
Tanpa Abraham duga dia bertemu dengan Sebastian di tempat itu, mereka bertemu di sebuah taman yang terdapat rumah pohon tempat bermainya semasa muda dulu.
"Ngapain kamu kesini?" kata Abraham kepada temannya itu.
"Aku sering kesini, karena di tempat ini kita selalu bermain bersama dan belajar bersama" jawab Sebastian.
Mereka berdua menaiki rumah pohon itu meski sudah lama tapi masih terlihat kuat karena mereka selalu menjaga taman itu.
"Kau ingat Ham, dulu kita bertiga menulis surat persahabatan yang kita simpan di tempat persembunyian itu?" kata Sebastian menunjuk tempat harta karun mereka.
"Iya sudah waktunya kita buka dan baca bersama" Jawab Abraham menghampiri kotak tersebut.
__ADS_1
Mereka sama-sama membuka kotak tersebut dan membaca surat yang pernah mereka tulis bertiga.