
Sepulang dari tokonya Dewi, Cahyo pergi kemarkas besarnya bersama Bimo. Sedangkan Bulan berada di rumah bersama kakek dan neneknya.
Di markas Cahyo menemui 1 orang tawanannya, berharap mendapatkan informasi siapa dalang di balik penembakan Erlangga dan sekelompok orang yang ingin mencelakai putrinya.
setiba di ruang tahanan Cahyo memerintahkan anak buahnya untuk membuka semua borgol dan penutup mulutnya.
Cahyo :"Selamat sore, Bagaimana rasanya tinggal di Markas Master C?,
Cahyo tersenyum sambil memanggil asistennya hanya dengan lentikkan jemarinya, Bimo menghampiri Bossnya sambil membawa selembar Biodata tahanannya segera di baca dengan Cahyo.
Cahyo :" Nama Iwan, lahir di Jombang 12 Januari 1996, sudah menikah dengan seorang guru honorer di Jombang bernama Haryanti, dan memiliki seorang putri berusia 3 th apa benar begitu?"
Tawanannya merasa terkejut mendengar ucapan Cahyo tentang keluarganya.
"Iwan :"Apa maumu?, kenapa kau membawa-bawa keluargaku?.
Cahyo :"Kamu aja ingin mencelakai putriku kenapa aku tidak boleh?"
Iwan :"Tapi keluargaku tidak tau apa-apa tentang pekerjaan suaminya."
Cahyo :"Sama dong, putriku juga tidak tau pekerjaan papanya."
Cahyo memberi kode ke anak buahnya dengan bertepuk tangan, tiba-tiba layar monitor menyala menyiarkan anak buah Cahyo yang sedang mengendong putrinya Iwan dan membawa istrinya juga kesuatu tempat.
Iwan :"Tolong tuan, jangan sakiti keluarga saya."
Cahyo :"Keluargamu akan aman, apabila kau bisa bekerja sama denganku siapa orang yang menyuruhmu dan apa motifnya?"
Iwan :"Aku jawab sekalipun keluargaku akan mati tuan, karena mereka sudah melacak keberadaan keluarga kami."
Cahyo :"Kamu tenang saja, keluargamu aman di daerah kekuasaanku."
Iwan memikirkan ucapan Cahyo dan dia akhirnya mau memberitahu dalang dari kejadian itu.
Iwan :"Aku lama bekerja di keluarga Antonio sebagai pengawal, tuan Anton memerintahkanku untuk mencelakai gadis bernama Bulan supaya gadis itu jauh dari Erlangga karena putri tuan Antonio menyukai Erlangga dan cemburu sama Bulan.
Cahyo :"Antonio? Apa sama dengan ketua Kla Tiger?.
Iwan :"Aku gak kenal Kla Tiger tuan karena aku bekerja di rumah tuan Antonio."
__ADS_1
Cahyo :"Dimana Antonio itu tinggal?"
Iwan :"Komplek perumahan elite di perbatasan kota A.
Cahyo :"Oke aku akan menyelidikinya, terimakasih atas informasinya."
Cahyo meninggalkan tawanannya tak lupa dia juga memerintahkan anak buahnya untuk membebaskan Iwan dan bertemu lagi dengan keluarganya.
Semenjak Cahyo memutuskan ingin memiliki keluarga pria itu sudah tidak pernah membunuh lagi dan lebih maafkan apabila tawanannya mau berubah.
Di dalam kantornya Cahyo memerintahkan Bimo dan Carlos untuk menyelidiki siapa Antonio dan juga Adrian.
"Sebelum aku menikah, aku harus membereskan orang-orang yang ingin mencelakai keluargaku." ucap Cahyo dalam hati sambil memandang foto Bulan dan Dewi.
Di Kediaman Bulan
Bulan meminta izin ke neneknya ingin pergi ke toko buku untuk membeli keperluan kampus barunya, di perjalanan Adrian melihat Bulan di sebuah mall di kota B.
Adrian saat ini bersama dengan Desi, salah satu korbannya yang kebetulan teman 1 kelas dengan Bulan. dan pria itu habis bersenang-senang dengan perempuan itu di hotel dalam mall tersebut yang kebetulan milik papa Adrian.
Adrian :"Lihat ada Bulan di toko buku, aku ingin kamu pura-pura tidak sengaja bertemu dengannya dan menemaninya berbelanja setelah itu ajak gadis itu ke toilet dan semprotkan minyak wangi ini ke wajahnya dan pastikan dia menghirup aromanya.
Adrian :"Kalau kau tidak mau aku akan menjadikan adikmu sebagai jaminan hutang papamu, akan ku jual dia di tempat protitusi. Ingat aku tidak mau dengar kata kegagalan."
Adrian memberikan minyak wangi itu dan menyuruh gadis menjalankan perintahnya. mau tidak mau Desi melakukan perintah Abraham walau dengan hati berat dan berharap ada yang menolong Bulan.
Bulan memasuki toko buku mencari keperluan kuliahnya tanpa sengaja gadis itu menyenggol seorang gadis yang sedang membawa buku.
Bulan :"Maaf ka, saya tidak sengaja"
Desi :"Iya tidak apa-apa."
Bulan :"Desi...! kamu Desi kan?."
Desi :"Bulan, wah kebetulan banget ketemu di sini sedang mencari buku juga buat materi besok?"
Bulan :"iya nih, yuk kita cari bareng!"
Bulan dan Desi akhirnya berbarengan mencari buku untuk materi pembelajaran di kampusnya.
__ADS_1
Desi :"LAN kita ke toilet yuk!"
Kedua gadis itu menuju ke toilet yang berada di dalam mall itu.
Di dalam toilet Desi menulis sesuatu dari tisu toilet, gadis itu tidak mau membantu Adrian tapi dia takut kalau keluarganya menjadi korban seperti dirinya.
Pas keluar dari pintu toilet Desi memberikan tisu itu ke Bulan, awalnya Bulan binggung tapi dia akhirnya membacanya.
"Bulan sebenarnya aku di suruh Adrian untuk membuat kamu terbius dengan winyak wangi ini, dia ngancam aku apabila gagal dia akan menjual adikku kepada germo sebagai jaminan hutang papa"
Bulan tersenyum setelah membaca tulisan itu dia segera meminta minyak wangi Dengan mengunakan isyarat tangan tanpa bersuara, setelah membuang isinya dan membersihkan botol minyak wangi lalu di isi dengan air keran dan mengembalikan kepada Desi lagi.
Bulan mengetik kata-kata lewat ponselnya lalu memberikan ponsel itu kepada Desi supaya di baca Desi.
"Lakukan saja Des seperti perintah dia, kamu dan keluargamu akan selamat urusan Adrian menjadi urusanku."
Mereka berdua keluar dari dalam toilet mall itu, Dewi pura-pura menawarkan minyak wangi ke Bulan dan menyemprotkannya kepada Bulan.
Bulan pura-pura pusing dan pingsan, melihat kejadian itu Adrian merasa senang karena mangsanya sudah berhasil masuk jebakannya dan berlaga membantu Desi membawa Bulan dan memasukan Bulan kedalam mobilnya meninggalkan Desi seorang diri di parkiran mall.
"Semoga kau selamat Bulan, aku gak mau kau mengalami seperti aku yang sudah kotor karena ulang Adrian." ucap Desi dalam hati sambil memandangi mobil Adrian yang sudah meninggalkannya.
Adrian membawa Bulan ke markas Adrian dan teman-temannya. semua orang bertepuk tangan melihat keberhasilan bosnya itu.
Wawan :"Akhirnya kau berhasil juga Ian."
Adrian :"Iya dong, jangan panggil Adrian kalau tidak dapat apa yang di inginkan ya."
Adrian membawa Bulan ke kamar yang berada di markas itu tidak lupa untuk menguncinya.
Di saat hendak membuka pakaian Bulan, tiba-tiba gadis itu sadar dan langsung menyerang Adrian.
Adrian berhasil di kalahkan,dan di ikat mengunakan tali yang sudah di persiapkan Adrian untuk mengikat Bulan.
"Kau ingin menjebakku?, kau salah sudah bermain-main dengan Bulan."
Bulan menelanjangi Adrian juga membuat Vidio bugil Adrian, pemuda itu tidak bisa berkutik karena tangannya di ikat dan mulutnya di tutup dengan kain sama Bulan.
"Inikan yang selalu kau lakukan untuk menjebak mangsamu, kau mengancam mereka supaya tidak melaporkan semua kebejatanmu, bagaimana kalau sekarang aku yang melakukannya?
__ADS_1
Adrian menggelengkan kepalanya memohon supaya Bulan tidak menyebarkan Vidio itu, dan Bulan ingin meringkus semua teman-teman Adrian supaya tidak ada lagi korban di kampus itu.